3/08/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 12 PART 2

SINOPSIS Radio Romance Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 12 Part 1

Soo Ho membawa Geu Rim ke ruangannya. Ia bertanya kenapa Geu Rim lagi-lagi tidak menjawab telepon darinya. Geu Rim bilang kalau ponselnya tertinggal di booth siar. “Apa kau marah karena aku tidak menjawabnya?” tanya Geu Rim.


Soo Ho: “Ada sesuatu yang ingin kau katakan, bukan?”
Geu Rim: “Ada apa? Apa yang terjadi?”
Soo Ho: “Katakan jika ada.”
Geu Rim: “Apa maksudmu? Katakan agar aku bisa mengerti.”


Geu Rim sangat terkejut saat Soo Ho mengatakan kalau Soo Ho-lah penyebab mereka semua dipecat.Soo Ho bertanya kenapa Geu Rim tidak memberitahunya, tapi Geu Rim tidak bisa menjawab. Soo Ho bilang ia selalu mengetahui apa yang terjadi tentang dirinya dari berita dan ia tidak menyukai itu. Geu Rim akhirnya menjawab, “Kupikir kau akan marah jika diberitahu. PD-nim dan aku akan mengurusnya...”


“Apa yang bisa kau lakukan sendiri. Aku bilang, apa yang bisa kau lakukan?”  tanya Soo Ho. Lee Gang kemudian masuk ke ruangan itu dan berkata kalau mereka akan mengurusnya. Lee Gang mengajak mereka makan dulu sebelum melanjutkan perbincangannya. “Kau selalu menyebut kita tim, jadi aku mempercayainya,” kata Soo Ho lagi.

Lee Gang bilang ia sungguh menganggap merekasebuah tim. Ia juga bilang itu adalah caranya sendiri untuk melindungi Soo Ho. “Siapa kau ingin melindungiku?” tanya Soo Ho lalu pergi dan Geu Rim menyusulnya.


Geu Rim mengejar Soo Ho sampai ke area parkir dan mengajaknya bicara. Soo Ho bilang ia akan memperbaiki semuanya dan meminta Geu Rim agar tidak khawatir. Soo Ho akan memastikan kalau pekerjaan impian Geu Rim akan segera kembali. Soo Ho masuk ke dalam mobilnya, llau pergi.


Nyonya Nam kembali menerima laporan bahwa informasi yang ditulis oleh Lee Gang adalah benar adanya. Pria itu juga bilang bahwa sepertinya ada rumor yang beredar tentang keluarga Nyonya Nam, karena mereka mendapat banyak telepon hari ini. Nyonya Nam pusing dan langsung memijat pelipisnya. Ia juga bertanyabagaimana dengan Da Seul. Pria itu mengatakan bahwa konferensi pers Da Seul akan diadakan satu jam lagi.


Spanduk ‘Konferensi Jung Da Seul Terkait JH’ terpasang di dinding. Da Seul juga sudah berada disana, tetapi tidak terlihat satu reporter pun. Tapi kemudian, malah Nyonya Nam yang datang. “Nyonya Nam..” kata Da Seul.


Nyonya Nam berkata tidak reporter disana, padahal Da Seul pasti punya berita besra untuk mereka. Nyonya Nam meminta Da Seul menjaga kelakuannya, karena merusak karir Da Seul adalah hal yang sangat mudah baginya.


Nyonya Nam memegang lengan Da Seul dan berkata, “Coba saja lakukan hal semacam ini lagi.” Ia lalu menghempaskan lengan Da Seul dan pergi. Da Seul menahan tangisnya.


Nyonya Nam sampai di rumah dan Soo Ho sudah menunggunya. Soo Ho menyindir kalau Nyonya Nam lagi-lagi mengurus urusannya, tanpa memberitahunya. Nyonya Nam tidak menyangkal. Nyonya Nam mengingatkan bahwa Soo Ho tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


Soo Ho: “Kenapa kau membenci radio?”
Nyonya Nam: “Itu tidak menghasilkan uang”
Soo Ho: “Itulah kenapa aku setuju untuk bermain drama dengan bayaran yang tinggi. Uang? Tentu saja, uang itu bagus. Aku juga menikmati kemewahan hidupku. Tapi untuk pertama kalinya, kau memintaku tidak melakukan hal pertama yang ingin kulakukan. Itulah kenapa aku pergi.”


“Kemana?” tanya Nyonya Nam. Soo Ho bilang ia akan meninggalkan rumah dan juga perusahaan. Tiba-tiba terdengar suara Tuan Ji yang memanggil nama Nyonya Nam san berjalan sempoyongan karena mabuk. Sakit kepala Nyonya Nam bertambah.


“Bagus, kerja bagus. Kaulah tempatku bersandar,” kata Tuan Ji dan ingin memeluk Nyonya Nam. Tapi Nyonya Nam langsung mendorongnya sampai terjatuh dan bertanya apakah Tuan Ji ingin mati. Soo Ho berdiri dan akan pergi. “Putraku,” panggil Tuan Ji. “Lihatlah ibumu. Dia menolak berada di dekatku sedikitpun.


Nyonya Nam: “Kau mabuk. Tidurlah atau keluar.”
Tuan Ji: “Soo Ho, kenapa kau tidak pulang ke rumah? Nyonya Nam sellau merasa gugup karenamu.”
Soo Ho: “Karena aku? Bukan karena ayah?”
Tuan Ji: “Karena aku?”
Nyonya Nam: “Tutup mulutmu! Bagaimana bisa kau melakukan ini hari ini. Jika kau punya hati nurani, maka kau harus diam. Haruskah aku menghentikan konferensi pers Da Seul juga?! Apa kau punya hati nurani?”


Tuan Ji berdiri dan berkata kalau Nyonya Nam juga tidak memiliki hati nurani. Soo Ho meminta mereka berdua berhenti. Tuan Ji mengatakan kalau Nyonya Nam sellau bilang bahwa Nyonya Nam kehilangan segalanya karena Soo Ho, tapi dia memikirkan semua hal yang sudah didapatkan berkat  Soo Ho.


Soo Ho meminta ayahnya berhenti bicara dan berkata bahwa ini adalah saatnya bagi dia untuk meninggalkan keluarga itu. Soo Ho mengatakan pada Nyonya Nam bahwa dia tidak mau menipu orang lagi. “Lalu apa yang bisa kau lakukan?” tanya Nyonya Nam. Soo Ho bilang ia bisa melakukan apapun, bahkan jika harus memutus hubungan dengan ayahnya atau ibunya yang memutuskan hubungan dengannya.


Tuan Ji menampar pipi Soo Ho, lalu Nyonya Nam menampar pipi Tuan Ji. Soo Ho lalu pergi dan Nyonya Nam kembali memegangi kepalanya.


Soo Ho  menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu melamun. Ia kemudian mengambil ponsel dan mencari kontak nama Geu Rim, tapi tidak jadi menghubunginya. Ia kemudian menyalakan siaran radio yang berjudul Turn On The Radio Kim Dong Ju.


Kim Dong Ju memulai siaran perdananya di Radio KBC bersama Tim Seung Soo. Manajer Kang juga menyaksikan siarannya.


Lee Gang dan Geu Rim juga hadir disana. Bahkan Lee Gang terus mengambil foto dari berbagai sudut di ruangan itu dengan menggunakan ponselnya. Ia bahkan menagmbil gambar Manajer Kang dari jarak dekat. “Haruskah aku memposting ini dan mengatakam kalau JH yang menginginkan ini? Penggemar Soo Ho akan memberontak,” gumam Lee Gang.


“Aku mendengar ini...,” kata Soo Ho yang membuat Manajer Kang penasaran. “Ah, tidak. Ini off the record.” Manajer Kang kembali memperhatikan siarannya. “Tapi mulutku gatal ingin mengatakannya. Kim Dong... Ah tidak apa-apa.”  Manajer Kang mulai kesal. “Haruskah aku mengatakannya padamu? Tidak, tidak, tidak! Apa yang harus kulakukan?” Ternyata bukan Manajer Kang yang dibuat kesal, Nona La dan Seung Soo juga merasakan hal yang sama. “Apa yang harus kulakukan? Apa?”


Seung Soo menggerutu apa sebenarnya yang sedang diocehkan Lee Gang. Nona La menoleh ke arah Lee Gang dan mengatakan kalau mereka sedang on air. Lee Gang mengangkat tangannya dan mempersilakan Nona La melanjutkan siarannya.


Kemudian Manajer Kang mengangkat ponselnya. “Ya, Ji Soo Ho.” Kali ini, Lee Gang dan Geu Rim yang penasaran. Manajer Kang kemudian kembali ke ruang kerjanya untuk menemui Soo Ho.


Soo Ho berkata kalau dia ingin mendengar pendapat Manajer Kang sendiri tentang acaranya. Manajer Kang bertanya apa maksud Soo Ho. Soo Ho bilang, ia bertanya apa yang akan Manajer Kang lakukan, jika ia bersedia untuk melanjutkan siaran.


Man. Kang: “Ji Soo Ho, para atasan...”
Soo Ho: “Aku tidak bertanya tentang situasinya. Aku bertanya tentang apa yang kau rasakan sesungguhnya. Apa pendapatmu jika aku melanjutkan siaran?”
Man. Kang: “Hhh.. sejujurnya, tentu saja aku ingin siaran denganmu. Kau melakukannya dengan baik sampai sekarang dan aku punya harapan yang tinggi.”


Soo Ho lalu mengatakan kalau dia akan melanjutkan siarannya dan dia akan meyakinkan Nyonya Nam agar menyetujui hal itu dan meminta Manajer Kang agar tidak khawatir. Ia lalu keluar dan melewati Geu Rim dan Lee Gang begitu saja.


Soo Ho baru berhenti, ketika Lee Gang memanggilnya. Dia mengajak Soo Ho bicara lagi sebagai sesama profesional. Geu Rim mendukung ajakan Lee Gang. Soo Ho setuju untuk bicara empat mata dengan Lee Gang. Lee Gang setuju dan menyuruh Geu Rim pulang lebih dulu.


Lee Gang bilang dia tahu kalau Soo Ho kesal, tapi membiarkan emosi yang mengontrol tidaklah baik. Soo Ho bertanya bagiamana Soo Ho bisa tahu kalau dia kesal dan menanyakan alasannya kenapa dia bisa kesal seperti itu. Lee Gang mengerti dan akan mengatakannya semuanya dengan jujur.


Lee Gang bilang ia tidak ingin DJ-nya merasa terluka. Soo Ho bilang ia selalu tahu tentang drama barunya, film barunya, atau hal lain tentang dirinya dari media. Dan hari ini ia juga mengetahui kabar tentang dirinya dari orang lain. Soo Ho bilang ia akan menyelesaikan masalah itu sendiri.


Geu Rim ternyata tidak pulang ke rumahnya, tapi malah pergi di depan rumah Soo Ho. Ia lalu menerima telepon dari Lee Gang dan mengatakan dengan jujur dia sedang ada dimana. Geu Rim bilang ia ingin mendengar apa yang Soo Ho rasakan dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Geu Rim bertanya bagaimana pembicaraan Lee Gang tadi dengan Soo Ho, tapi Lee Gang tidak menjawab tentang itu.


“Kenapa kau menunggu di luar? Apa tidak ada cafe atau apapun di dekat sana? Kenapa penulis menunggu DJ-nya di luar? Aku akan membunuhmu, jika kau terkena flu. Tunggulah di dalam ruangan di tempat lain. Hubungi aku jika kau sudah selesai bicara dengannya. Aku akan menjemputmu,” kata Lee Gang.


Geu Rim meminta Lee Gang tidak perlu khawatir dan berhenti marah. Ia lalu menutup ponselnya.


Lee Gang kemudian masuk ke kedai ibu dan melihat Jason sudah duduk dan minum disana. Jason tersenyum dan mengatakan kalau bertemu secara rahasia seperti itu sangat menyenangkan dan menegangkang. Lee Gang bilang ia agak lelah hari ini dan menanyakan keperluan Jason.


Jason  penasaran karena kartu pos itu berhenti datang dan penasaran apakah Soo Ho tahu tentang itu atau tidak. Lee Gang malah penasaran kenapa Jason bertanya padanya bukan pada Soo Ho langsung. Jason bertanya apakah Lee Gang memperhatikan tanggal dan lokasi pengiriman kartu pos itu.


Jason memperhatikan ekspresi Lee Gang, lalu mengalihkan pembicaraan. “Aku dengar Penulis Song tinggal disini. Kenapa kau tidak menghubunginya untuk datang kesini? Aku punya banyak pertanyaan untuknya.” Lee Gang bertanya pertanyaan apa itu. “Alasan kenapa Soo Ho hanya bereaksi padanya. Hal semacam itu.”  Kata Jason lalu sambil mengajakLee Gang mengangkat gelasnya. Jason terus memperhatikan ekspresi Lee Gang yang terlihat dingin tidak seperti biasanya.


Malam semakin dingin. Geu Rim lalu menghubungi ponsel Soo Ho, tapi tidak ada jawaban. Soo Ho ternyata sedang menunggu Pak Kim di depan apartemennya. Pak Kim lalu datang dan mausk ke dalam mobil Soo Ho.


Soo Ho berkata pada Pak Kim bahwa ia tidak tahu cara melindungi hal yang ia suka. Semakin ia berusaha melindunginya, keadaan malah semakin buruk. Soo Ho bertanya apa yang harus ia lakukan. Pak Kim tertawa, “Jika aku tahu, kenapa aku menjadi seperti ini?”


Soo Ho: “Benar juga.”
Pak Kim: “Tapi Soo Ho, kau tahu rekaman yang dimiliki Tae RI?”
Soo Ho: “Oh ya benar, kenapa kau merekamnya?”
Pak Kim: “Tidakkah kau ingat?”
Soo Ho: “Apa?”


Pak Kim: “Ketika kau masih kecil, kau selalu mengikuti aku kemanapun. Bahkan ketika kau melatih dialogmu, aku membacanya bersamamu. Kau sangat manis dulu.”
Soo Ho: “Benarkah?”
Pak Kim:”Tentu saja, brengsek. Kapanpun kau melatih dialogmu, kita merekamnya. Lalu hari itu, untuk pertama kalinya kau bercerita padaku tentang keluargamu. Itu terekam, dan Tae Ri mendengarnya. Maaf tentang itu.”


Pak Kim lalu pura-pura tersinggung, karena Soo Ho tidak lagi membaca naskah bersamanya. Ia juga bertanya dengan siapa Soo Ho membaca dialognya. “Hmm..dengan seseorang,” jawab Soo Ho.  Pak Kim tertawa, karena dia tahu siapa orangnya.


Soo Ho sampai di depan rumah. Ia turun dari mobil dan dikejutkan dengan Geu Rim yang menghampirinya. Geu Rim mengatakan kalau dia sudah menunggu Soo Ho disana selama 3 jam 27 menit. Geu Rim bilang Soo Ho tidak mengangkat ponselnya dan itu berarti Soo Ho juga tidak akan membukakan pintu untuknya dan memutuskan untuk menunggunya di luar.


Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Geu Rim berkata ia tidak mau Soo Ho merasa sendirian lagi. Karena Soo Ho tidak juga mengatakan apapun, Geu Rim bertanya apakah Soo Ho sangat membencinya dan menanyakan alasannya.


Soo Ho: “Kenapa aku tidak membencimu? Aku takut kau akan meninggalkanku. Aku takut kau akan menjadi sedih dan kehilangan semua yang kau sukai.”
Geu Rim: “Kenapa aku sedih karenamu?”
Soo Ho: “Kau dipecat karena aku.”


Geu Rim bilang berkata Soo Ho-lah dia bisa menjadi penulis utama dan tim mereka dibubarkan bukan karena Soo Ho melainkan karena Nyonya Nam. Geu Rim bilang ia tahu kalau Soo Ho berusaha melindungi radio.


“Song Geu Rim, maukah kau meminjamkan tanganmu?” tanya Soo Ho. Geu Rim mengulurkan tangannya dan Soo Ho menyambutnya dan menariknya ke dalam pelukannya. Geu Rim lalu menepuk-nepuk punggung Soo Ho dan berkata kalau ia tahu bahwa Soo Ho membutuhkan kenyamanan.


Comments


EmoticonEmoticon