4/01/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 12 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 12 Part 2

Jun-ki terdiam.. membaca seluruh komentar terdahulu dari junki_love, yg terus menyemangatinya dan memberinya dorongan untuk terus berkarya di dunia akting,


Jae-woo datang, menyelamati Jun-ki atas peran yg dia dapatkan dalam dramanya, “Selamat, aku turut bahagia”

“Semua berkat kamu. Terima kasih”

“Apa katamu?”

“Terima kasih”

“Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih. Lagi pula, kamu mengenalkanku kepada Seo Jin. Sebenarnya, kami akan berkencan nanti”

“Apa? Kencan?”

“Ya. Aku menyatakan cintaku beberapa hari lalu. Katanya, dia ingin bertemu hari ini. Artinya, dia juga menyukaiku, bukan? Terima kasih banyak, Jun Ki!”


Sejenak diam, kemudian Jun-ki berkata: “Jae Woo. Kamu tidak bisa bertemu Seo Jin nanti...”

“Apa? Kenapa?”

“Sepertinya aku akan menyesalinya”

“Menyesali apa? Apa maksudmu?”

“Jika kehilangan Seo Jin, kurasa aku akan menyesal seumur hidup”

“Apa?”

“Jika tidak dengar, lupakan saja!”


Jun-ki berlari menuju kantor Seo-jin. Beberapa saat dia menunggu, kemudian Seo-jin datang dan langsung bertanya: “Ada apa? Kenapa kamu kemari?”

“Seo Jin. Kita harus bicara”

“Tidak ada yang ingin kubicarakan”

“Akan kucoba...”

“Apa maksudmu?”

“Aku akan mencoba menganggapmu sebagai wanita mulai sekarang. Jadi, ayo memulai hubungan sebagai wanita dan pria..”


Mendengar perkataan itu, membuat Seo-jin bahagia hingga memeluknya dengan sangat erat. Jun-ki bilang: “Kita harus merahasiakan ini dari Dong Gu. Jika tahu kita berpacaran, dia bisa menghabisiku. Mengerti?”

“Baiklah. Lepaskan aku. Orang-orang melihat...”

“Tidak mau. Tidak akan kulepaskan. Aku tidak akan pernah melepaskanmu”


Hyun-joon membawa beberapa teman bule-nya untuk menginap di Waikiki. Semua orang sibuk membantunya memasukkan tas, tapi diam-diam.. Seo-jin masih bisa bermesraan dengan Jun-ki..


“Jun Ki, oppa... Kamu ingat nanti kita akan berkencan, bukan?”

“Tentu saja...”

“Kalau begitu, hari ini kencan pertama kita. Aku tidak sabar!”

“Apa-apaan kamu? Nanti ada yang melihat”

“Memang kenapa? Lagi pula tidak ada orang di sini...”


Tiba-tiba, Dong-gu pulang, “Aku lelah sekali. Kenapa kalian berduaan? Sudah kuperingatkan. Sudah kubilang jangan mendekati adikku!”

“Kamu salah paham! Aku berpapasan dengannya saat ingin mengambil minum”

“Benarkah? Kenapa kamu duduk di sana?”

“Aku hanya bersih-bersih. Ada banyak rambut di lantai”


Mengetahui bahwa Hyun-joon akan menginap disini, Dong-guu langsung menemuinya, “Kudengar kamu akan menginap di sini beberapa hari”

“Ya, aku akan menginap di sini beberapa hari”

“Masih banyak penginapan lain. Kenapa kamu menginap di sini?”

“Berkumpul dengan orang-orang yang kukenal itu menyenangkan. Yoona juga ada di sini. Dong Gu, apa itu?”


“Ini cumi-cumi semikering yang kubeli di Sokcho. Kamu mau? Ini hadiah sambutan untuk merayakan tinggalmu di sini!!!”


Jun-ki telah berdandan rapi, kemudian membuka pesan dari Seo-jin: ‘Oppa, aku pulang sekarang. Ganti pakaianmu, lalu keluar. Aku rindu!’


Karenanya, dia bergidik gelli dan menggerutu: “Astaga, aku sulit terbiasa. Celaka. Aku tidak menyangka akan berkencan dengannya. Dahulu dia gadis kecil yang berkumis. Aku tidak menyangka akan berkencan dengannya. Ini sulit dipercaya...”


Saatnya makan malam, semuanya berkumpul bersama untuk makan. Yoona kesulitan untuk membuka tutup botol selai, maka dia minta bantuan..


Dong-gu berusaha terllihat ‘sok keren’ dengan memberikan bantuannya. Tapi seberapa keras dia mencoba, tetap saja dia galal.tappi ketika Hyun-joon yg mellakukan, dia berhasil hanya dengan sekali coba..


Hari semakin larut malam.. Hyun-joon mengajak Yoona, untuk minum soju bersama mereka di rooftop. Tapi Dong-gu langsung melarangnya, dengan alasan Yooona masih menyusui bayi. Tapi Yooa sendiri, menjelaskan bahwa Sol, sudah muali diberi susu formlua dan tidak ketergantungan pada ASI lagi,


Jun-ki telah membeli tiket sebuah film, dan tengah menunggu Seo-jin di bioskop. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering, karena ada telpon masuk dari Pak Park.


Jun-ki tak ingin mengangkatnya, namun dia tak bisa.. karena rasanya sangat tidak sopan. Pak Park beranya, kenapa Jun-ki belum daatng ke rumahnya lagi, padahal dia ingin melanjutkan kisahnya.. Jun-ki jawab, dia sibuk kerja jadi tak ada waktu lunag. 
“Suaramu... kenapa disana terdengar bising?”
“Ah.. Ponselku sudah jadul..”


Mendengar kata ponsel, membuat Pak Park mulai bercerita tentang asal-muasal ponsel yg sangatlah panjang-lebar..


Bebrapa saat kemudian, datanglah Seo-jin: “Oppa, Kamu sedang apa?”

“Astaga, telingaku sakit.”

“Telpon dari siapa?”

“Pewarta Park Chang Ho”

“Yang cerewet itu?”

“Sudah lama kami tidak bertemu, jadi, dia mengganggu lewat telepon. Mungkin aku perlu memblokir nomornya”


Tiba-tiba, Seo-jin menggandeng tangannya dan itu membuat Jun-ki merasa kikuk, dan bergumam: “Astaga, canggung sekali. Aku bisa gila”


Dalam bioskop, Jun-ki terlihat sangat canggung, sementara Seo-jin, sikapnya lumayan agresif. Dia duluan yg menggenggam tangan Jun-ki.


Tapi, tiba-tiba.. hal yg ‘agak mengerikan’ terjadi. Karena dalam pandangan Jun-ki, wanita yg tengah duduk disebelahnya adalah Seo-ji kecil.


Hingga pulang kerumah, Seo-jin terus menempel di badan Jun-ki. 


Sebelum berpisah, dengan imut Seo-jin berkata: “Tidurlah yang nyenyak, dan bermimpilah tentangku...”

Hal itu, membuat Jun-ki bergidik geli: “Aku masih tidak bisa terbiasa!” gumamnya


Tak lama kemudian, Dong-gu turun dengan dibopong oleh beberapa orang. Jun-ki bertanya: “Ada apa? Dia kenapa?”

“Dia bertaruh dengan Hyun Joon, lalu mabuk” jawab Du-shik


Dalam kondisinya yg seperti itu, Dong-gu merengek meminta Hyun-joon untuk menyebutnya ‘Dong-gu’ saja, dan menganggapnya seperti saudara..
Comments


EmoticonEmoticon