4/03/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 13 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 12 Part 4

Dengan ekspresi yg sangat serius, trio Waikiki bermain-main menggunakan alat pel lantai. Sungguh permainan aneh, dan kekanakan tapi mereka sangat menikmatinya--


Tapi tiba-tiba, Seo-jin muncul dan langsung berteriak mengomeli mereka, “Kalian ini ngapain? Aku ‘kan menyuruh kalian bersih-bersih!”

“Kami sedang bersih-bersih. Apa salahnya bersenang-senang sambil membersihkan?”

“Kami tidak mau melakukannya. Ini ide Jun Ki, sungguh...”


Mendengar nama Jun-ki, seketika Seo-jin berhenti marah-marah. Hal itu membuat yang lainnya mencium aroma kejanggalan. 

“Kenapa kamu membela Jun Ki?”

“Aku tidak membela siapa pun...”

Tak ingin ditanya atau menjawab pertanyaan dari siapa pun, Jun-ki bergegas mengambil mantelnya dan pamit, bilangnya sih karena harus pergi ke acara pembacaan naskah perdana~


Ditinggal berduaan, Dong-gu bertanya pada Du-shik: “Menurutmu ada sesuatu yang terjadi di antara mereka?”

“Apa maksudmu? Maksudmu mereka menjalin hubungan atau semacamnya? Mustahil..”

“Memang..”

“Jun Ki bisa dapat yang lebih baik...”

“Heh! Bicara apa kamu!”


Beberapa saat berlalu.. Du-shik tengah bersih-bersih, kemudian datang Soo-ah yg langsung menunjukkan berkas berisi rencana bisnis toko berbasis online bernama ‘Soorgio Armhany’ yg kalau disingkat jadi ‘Soo-ah’..

“Aku sudah memikirkannya, dan yakin bahwa fashion adalah keahlianku”

“Kamu ingin merintis bisnis? Kamu punya modal?”

“Ya, aku menerima investasi dari Kakak. Dia baru saja digaji”

“Sadarlah. Kamu pikir mengelola bisnis mudah? Selain itu, kamu tidak bisa melakukan ini sendirian. Aku tidak sendirian. Kamu akan membantuku!”

“Apa? Aku? Kapan? Di mana? Apa? Kenapa?”

“Bukankah direktur mal lebih baik dari pekerja paruh waktu?”


“Aku akan menjadi direktur? Berapa gajiku?”

“Tiga..”

“30.000 dolar per tahun?”

“Bukan, maksudku 3 dolar per jam....”

“Bahkan, Gaji minimum menurut hukum adalah 7,5 dolar. Tapi kamu akan menggajiku 3 dolar per jam?”

“Baiklah, aku akan menurutimu. Akan kubayar 3,5 dolar. Kamu puas?”


“Direktur Bong, ikut aku. Kita banyak pekerjaan!” ajak Soo-ah

“Tidak. Aku tidak mau! Aku tidak butuh bos jahat!” teriak Du-shik, namun tak digubris oleh Soo-ah


Yoona pamit, karena harus pergi ke toko kuenya Hyun-joon. Dong-gu tak suka hal itu, maka dia berusaha menahan Yoona dengan mempertanyakan apa dia telah membersihkan beberapa bagian rumah yg terlihat kotor..

Namun rencana Dong-gu tak berhasil, karena seluruh tempat yg dia sebuatkan.. ternyata telah dibersihkan oleh Yoona, sehingga membuatnya tak memiliki alasan untuk melarangnya pergi.

“Dia makin teliti. Kini dia seperti ahli bersih-bersih. Aku tidak mau dia terlalu dekat dengan pria itu. Astaga, menyebalkan sekali...” celoteh Dong-gu


Jun-ki dan Seo-ji jalan berduaan menuju rumah. Langkah mreka terhenti, dan Seo-jin berkata: “Kita hampir sampai di rumah...”

“Kamu sedih, Bacca?”

“Bacca?”

“Itu panggilan untukmu. Rasanya tidak pantas jika memanggil pacarku Chewbacca. Aku memilih antara Chew dan Bacca, tapi Bacca terdengar lebih manis. Atau, kamu lebih senang dipanggil Manusia Serigala Huam-dong?”

“Aku tidak menyukai semua nama itu, tapi panggil aku apa saja kecuali Manusia Serigala Huam-dong”

“Kalau begitu, Bacca saja...”

“Omong-omong, berapa lama kita akan merahasiakan hubungan kita? Kenapa kita tidak memberi tahu Kakak?”

“Apa? Bukankah kamu tahu seperti apa dia? Dia akan menghabisiku jika tahu. Jadi, kita rahasiakan untuk sementara, ya?”

“Baiklah..”


“Tapi, kita akan berpisah begini saja?”

“Maksudmu.. apa kamu ingin kita ciuman?”

“Heem..”

“Ditempat ini? Kalau ada yg lihat gimana?”

“Tidak ada siapa pun. Ayolah...”

“Kamu nakal sekali, Bacca..”


Tepat ketika mereka ciuman, Dong-gu memergokinya.. tapi dia hanya melihat wajah Seo-jin dan punggung Jun-ki. Dia marah, dia lansgung berteriak kecang: “Seo-jin!!!!!!”


Karena panik, Jun-ki berlari kabur.. dan ‘brukkk!!!’  tubuhnya dihantam sebuah mobil dengans angat keras, hingga membuatnya terpental cukup sangat jauh. 


Alih-alih kesakitan.. Jun-ki malah bangkit dan langsung berlari terbirit-birit menjauhi tempat tersebut.

“Apa-apaan itu? Benar-benar orang bodoh yang gigih!” celoteh Dong-gu


Sesampainya di rumah, Dong-gu langsung menginterogasi Seo-jin: “Mantel merah itu tampak tidak asing! Katakan sejujurnya, yang berada di taman tadi Jun Ki, ya?”

“Bukan dia....”

“Jangan coba-coba untuk berbohong! Pria tadi, jelas-jelas mengenakan mantel Jun Ki. Sudah kakak duga, pantas saja Kamu mencukur kumismu secara rutin belakangan ini!”

“Itu bukan Jun Ki!”

“Lalu siapa? Katakan?!”

“Itu... Aku punya pacar baru”

“Apa? Pacar? Lalu kenapa dia lari?”

“Kakak meneriakinya. Dia pasti ketakutan...”

“Ada yang aneh! Ada hal yg sangat mencurigakan!”


Tak lama kemudian, Jun-ki pulang.. dan Dong-gu langsung menatapnya tajam, sambil bertanya: “Katakan sejujurnya. Kamu mencium Seo Jin di taman, ya?”

“Apa maksudmu? Aku berlatih seharian. Dan... Seo Jin berciuman? Dengan siapa?”

“Jangan bersandiwara! Pria itu mengenakan mantel yang sama persis denganmu”

“Hanya karena aku pakai mantel ini, lantas aku pacar Seo Jin? Selain itu, untuk apa aku memacari pemarah yang berkumis?”


Tak pecaya dengan semua penjelasan mereka, maka Dong-gu meminta Seo-jin untuk membawa pacarnya datang kesini. Mndengarnya, sontak membuat Seo-ji kebingungan,

“Tidak bisa, bukan? Sebab Jun Ki-lah pacarmu. Benar, ‘kan!?” tukas Dong-gu

Namun dengan pede-nya, Jun-ki berkata: “Seo Jin, bawa dia... bawa pacarmu kesini, supaya Dong Gu tahu kita tidak berhubungan!”


Beberapa saat kemudian, Seo-jin menemui Jun-ki yg tengah terduduk lemah di ruang cucian, “Oppa.. kamu kenapa?”

Tiba-tiba, Jun-ki muntah darah, “Aku baik-baik saja. Saat mobil menabrakku, organ tubuhku pasti hancur. Tapi setidaknya, Dong Gu tidak tahu”

“Perlukah kita melakukan ini? Tidak bisakah kita jujur? Mungkin saja dia akan mendukung kita”


Jun--ki bangkit, dan berkata: “Aku tidak akan mengizinkan adikku memacari orang sepertiku. Kamu pikir Dong Gu akan mendukung kita?!”

“Baiklah.. tapi, Kenapa kamu bilang aku harus membawa pacarku ke sini?”

“Tenang saja. Aku akan meminta bantuan temanku yang seorang aktor andal. Setelah melihat pria itu, Dong Gu akan berhenti curiga. Situasi kita akan lebih mudah. Bukankah begitu?”


Tiba-tiba, Dong-gu datang: “Apa yang kalian lakukan?!” teriaknya

Jun-ki bergegas meremas rambut Seo-jin sambil berkata: “Kamu jelek sekali. Membayangkan wajah jelek dan berkumis sepertimu,... siapa yang mau berpacaran denganmu?”


Saat Jun-ki berjalan pergi, Dong-gu menahannya sejenak, hanya untuk bilang: “Jika ada sesuatu di antara kamu dan adikku, setelah aku tahu nanti, kamu tidak akan hidup lagi. Mengerti?”

“Jangan khawatir. Itu tidak akan terjadi...” jawab Jun-ki dengan suara yg bergetar


Esok paginya, Yoona pamit untuk pergi ke toko kuenya Hyun-joon. Lagi-lagi, Dong-gu mencoba untuk menghalang kepergiannya dengana alasan, pekerjaan rumah.. tapi sama seperti sebelumnya, ternyata Yoona telah menyelesikan semua tugasnya, hingga dia bisa pergi.


Soo-ah mulai merintis bisnis toko online-nya. Namun, kendala terbesar mereka adalah promosi. Website telah dibuat, tapi yg tahu website itu hanyalah Du-shik dan Soo-ah..


Atas idenya Soo-ah, Du-shik menelpon salah satu acara radio, dimana pendengarnya bisa menelpon dan menyanyikan lagu secara lansgung.

Du-shik menyanyikan lagu berjudul ‘Confession’ dari Lim Jae-bum. Suaranya sangat merdu, hingga membuat DJ terenyuh, tppi ketika sampai di bagian reff, tiba-tiba Du-shik mengubah lirik lagu, menjadi kata-kata untuk mengiklankan website toko online milik Soo-ah. Hal tersebut, membuat DJ terpaksa memutus telponnya begitu saja..


Tak mau menyerah, Soo-ah pun melakukan hal yg sama. Kali ini, dia menyanyikan lagu ‘Crooked’ dari G-dragin dengan sangat pede. Namun tepat, ketika dia mulai merubah liriknya menjadi kata-kata untuk mengiklankan bisnisnya, maka telponnya pun diputus.. seperti yg dialami oleh Dushik.

“Astaga.. Dia tidak sopan terhadap pendengarnya!” celoteh Soo-ah

“Bukankah kamu juga akan menutupnya jika berada di posisinya?” ujar Du-shik

“Kita bisa apa lagi? Hanya ini yang bisa dilakukan. Tapi kita mengagumkan, ya...” ucap Soo-ah
Comments


EmoticonEmoticon