4/03/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 13 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 13 Part 2

Seo-jin merasa kesal pada Jun-ki yg terus merahasiakan hubungan mereka, hingga membuat Dong-gu beranggapan kalau Seo-jin adalah perempuan murahan yg dengan mudah berganti-ganti pasangan.

“Aku terpaksa karena Dong Gu...”

“Sampai kapan kita harus melakukan ini? Selamanya?”

“Kamu tahu Dong Gu seperti apa.. Dia akan membunuhku jika tahu”

“Kenapa kamu sangat pengecut? Kamu setakut itu kepadanya?”

“Sangat takut.... ”

“Aku belum siap mati...”

“Sudahlah, aku lelah. Mending, kita putus saja!”


“Seo-jin aaa... kumohon jangan begini..” ucap Jun-ki sembari memeluknya


Tapi lagi-lagi, Dong-gu memergoki mereka. Kali ini, Seo-jin mengajak Jun-ki untuk berkata yg sejujurnya.. namun Jun-ki menolak, dan dia lansgung berlari pergi.. secepat yg dia bisa,


Melihatnya, membuat Dong-gu bertanya heran: “Apa itu? Dia manusia atau citah? Seo Jin. Siapa orang itu?”

“Entahlah! Aku gak peduli!” tukas Seo-jin dengan nada tinggi

“Anak ini, beraninya membentakku?!” celoteh Dong-gu


Berkat aksi heroik-nya, Soo-ah dikerumuni oleh para wartawan yg tengah melakukan siaran langsung. Mereka semua bertanya seputar pengalaman Soo-ah selama disekap, hingga berhasil melumpuhkan penjahat.. tapi bukannya menjawab pertanyaan, dia malah asyik mempromosikan bisnis online miliknya.. 


Sesampainya di rumah, Dong-gu lanjut menginterogasi Seo-jin: “Katakan sejujurnya! Siapa yang kamu peluk tadi?”

“Aku tidak tahu!”

“Jika tidak tahu, kenapa kamu memeluknya?”

“Dia sedang melintas dan kurasa dia tampan.  Kakak tahu aku murahan!”

“Kenapa malah kamu yg marah? Kakak hanya khawatir kamu memacari Jun Ki!”

“Kakak sebegitu membencinya? Kenapa?”

“Kakak menyukainya. Dia agak kekanak-kanakan, tapi dia baik. Dia juga bijaksana. Namun... kakak tetap tidak mau kamu memacarinya. Itu saja”

“Aku bertanya karena penasaran saja. Apa yang Kakak perbuat jika aku sungguh memacari Jun Ki? Kakak akan memukulnya atau apa?”

“Kamu gila? Kakak tidak dapat memukulnya. Tapi jika kalian berhubungan, kamu harus menerima akibatnya”

“Aku? Apa maksud Kakak?”


“Kakak tahu kuil kecil yang berada di pelosok hutan di Gangwon. Di sana sangat indah dan bersih. Tidak ada makhluk hidup satu pun di sana. Jika harus menyaksikanmu berkencan dengan Jun Ki, sebaiknya kakak cukur semua rambutmu dan menjadikanmu Biksuni. Lebih lagi, kamu dilarang memakai pencukur. Kamu paham kakak tidak bercanda, bukan?” ancam Dong-gu yg seketika berhasil membuat Seo-jin bergidik ketakutan~


Tak lama kemudian,, Jun-ki pulang dalam kondisi mabuk.. sepertinya, dia hendak menceritakan yg sejujurnya pada Dong-gu. Tapi spontan, Seo-jin lansgung memukul kepalanya, hingga membuat Jun-ki pingsan~

“Seo Jin, apa-apaan kamu?”

“Dia sangat berisik. Seharusnya dia tidur. Aku tidak tahan lagi dengannya. Tidak ada yang kusukai darinya.”


Esok paginya, Jun-ki bertanya pada Seo-jin: “Bacca, apa semalam ada kejadian saat aku mabuk?”

“Kamu jatuh...”

“Sungguh? Tapi, omong-omong... maafkan aku, yaa. Aku akan memberi tahu Dong Gu tentang kita nanti, meski dia menghabisiku.”

“Tidak! Jangan memberitahunya!”

“Kenapa?”

“Sudah kupikirkan. Kurasa sebaiknya kita tetap merahasiakannya. Jadi, kita tutupi saja darinya mulai sekarang. Ya?”


“Baiklah. Kalau begitu, aku berangkat syuting sekarang”

“Sekarang? Bukankah syutingnya siang? Kenapa kamu berangkat pagi?”

“Aku harus tiba pagi dan berlatih. Aku syuting bersama Min Ki Young nanti”

“Benarkah? Kamu pasti sangat gugup!”

“Jantungku serasa hampir meledak!”

“Jika begitu, bagaimana jika aku memberimu energi?”

“Energi? Bagaimana caranya?’


Tiba-tiba,, Seo-jin mencium Jun-ki.. dan seketika, Jun-ki lansgung bersemangat dan menagtakan bahwa energi-nya telah penuh


Diruang tengah, berkumpul yg lainnya kecuali Yoona. Maka Dong-gu bertanya, “Yoona kemana?”

“Ke toko roti Hyun-joon..” jawab Du--shik, yg kemudian menjelaskan mengenai muffin buatan Yoona yg memiliki tempat penjualannya tersendiri disana.

Berikutnya, Soo-ah bertanya tentang buku yg tengah dibaca Du-shik sedari tadi, “Itu ceritanya tentang apa?”

“Ini tentang pria yang pura-pura sakit keras agar bisa dekat dengan orang yang dia cintai. Kisah cintanya sangat memilukan..” jelas Du-shik

“Apa? Dia berpura-pura sakit agar bisa bersama dengan orang yang dia cintai?” ujar Soo-ah


“Dia berbohong. Itu tidak memilukan, tapi pengecut. Sama seperti orang yang menjualkan muffin Yoon Ah di restorannya. Bisa-bisanya seorang pria melakukannya? Sungguh pengecut....” komen Dong-gu


Di lokasi syuting, Jun-ki menyapa aktor Min Ki-young yg merupakan senior  yg sangat dihormati di lingkungan kerjanya. Tapi.. Jun-ki tak bisa menahan tawa, karena mendengar pelafaan bicara Pak Min, yg orang Indonesia bilang ‘cadel‘

Sutrada meminta Jun-ki untuk memahami hal tersebut, karena beliau baru saja menjalani operasi lidah.


Ketika syuting dilaksanakan.. Jun-ki masih belum bisa menahan tawanya. Terlebih, di bagian ketika Pak Min salah melafalkan nama karakkter yg diperankan Jun-ki, seharusnya ‘Song Jun Seok’ tapi malah terdengar seperti ‘Dong Doon Deok’


Alhasil, Pak Min marah dan tak ingin melanjutkan syuting-nya hari ini. Kejadian tersebuta, membuat Sutradara ikutan marah, dan mengancam akan memecat Jun-ki, kalau tingkahnya terus begitu.


Di tempat kerjanya.. Dong-gu sibuk memikirkan Yoona, Hyun-joon dan roti. Namun sutradaranya sedang sibuk mencari-cari ide baru untuk menyembunyikan pistol dalam film-nya.


Dia pun memanggil nama Dong-gu, untuk minta ide darinya. Sepontan, Dong-o mengatakan “Roti”

Sejenak, orang-orang terdia.. namun kemudian, sutradara bertepuk tangan dan memuji idenya Dong-gu, sebagai sesuatu yg baru yg patutu untuk dicoba.


Berikutnya, Dong-gu mendatangi toko kuenya Hyun-joon,

“Kenapa kamu kemari, Dong Gu? Kamu ingin menemui Yoona?”

“Tidak. Aku hanya kemari untuk mencari properti film. Tapi di mana Yoona?”

“Dia ada di ruang kerja. Mau kupanggilkan?”

“Tidak usah... Kudengar kamu memberinya tempat untuk berjualan muffin”

“Ya, di sini... ‘Sol, Sol, Muffin Hijau Sol’ ...”

“Rupanya ini. Aku tidak menganggapmu begini, tapi ternyata kamu lebih licik”

“Apa maksudmu?”

“Kamu ingin mencari perhatiannya dengan menyediakan tempat untuknya. Bisa-bisanya seorang pria bersikap licik dengan memanfaatkan roti?”


Tiba-tiba Yooa datang, maka Dong-gu kembali berbicara tentang roti yg dia butuhkan untuk film, “Bisakah kamu membuat roti yang dapat memuat senapan angin? Roti biasa saja...”

“Tentu. Itu tidak akan sulit”

“Maka buatkan 20 roti yang cukup besar untuk memuat senapan angin, jelas?”


Namun sebelum berjalan pergi, Dong-gu sempat berbisik pada Hyun-joon: “Bersikaplah yang jantan, paham? Yang jantan! Bisa-bisanya pria bersikap pengecut?”


Dalam perjalanan pulang, Dong-gu terus menggerutu, mengeluhkan kekesalannya pada Hyun-joon. Tapi sialnya dia, karena secara tak sengaja, kakinya tetimpa setumpukan karung semen...


Teriakannya membuat Yoona serta Hyun-joon datang mengahmapirinya, yg terus meeraung-raung kesakitan~


Jun-ki tengah duduk sendirian di tangga, Seo-jin menghampirnya dan bertanya: “Kenapa kamu murung? Ada masalah?”

“Aku nyaris dipecat. Lidah Min Ki Young terluka, jadi, dia tidak bisa mengucapkan bunyi tertentu. Dia tidak bisa mengucapkan nama tokoh yang kuperankan. Setiap mengucapkan namaku, dia terdengar lucu sekali. Jadi, aku dimarahi karena tertawa selama syuting. Aku harus syuting dengannya lagi besok. Bagaimana ini?”


Belum sempat Seo-jin menjawab, pulanglah Dong-gu yg didorong Yoon adengan menggunakan kursi roda. 

Ketika ditanya kenapa? Dong-gu enggan menjawab dan minta segera di bawa ke kamar saja..


Yoonamenceritakan kronologis kejadian tadi, beserta kondisi Dong-gu yg kedua kakinya cedera.

“Hari ini, kami bisa merawatnya... tapi besok, kami semua harus pergi bekerja” ujar Seo-jin

“Jangan cemas. Aku akan menemaninya...” tutur Yoona

“Bagaimana dengan kelas dan toko rotinya?” tanya Seo-jin

“Aku bisa absen dari kelas beberapa hari. Akan kutanya Hyun Joon tentang toko rotinya” jawab Yoona


Ketika semuanya pergi keluar kamar, diam-diam Dong-gu tertawa, sambil bergumam: “Berarti, Yoona tidak akan bertemu dengan Hyun Joon. Untunglah aku cedera...”


Namun esok paginya.. Dong-gu tebangun dan ingin pipis. Tanpa dia sadari ternyata dia bisa berdiri sendiri. Berarti kakinya yg cedera telah sembuh, dengan sempurna..


Yoona masuk untuk memberikan sarapan, dan dia ikut bahagia melihat Dong-gu yg telah kembali sehat dan bisa melakukan aktivitas seperti semula.

Maka karena itu, Yoona pun pamit untuk pergi ke toko roti. Mednengar kata toko roti, membuat Dong-gu kesal..


Alhasil, dia buru-buru menjatuhkan badannya dan mengerang kesakitan. Dia berbohong, dengan menyatakan abhwa kondisi kakinya malah makin parah dan ida tak mampu jika harus ditinggal sendiiran~


Comments


EmoticonEmoticon