4/10/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 14 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 14 Part 2

Seo-jin memperkenalkan Jun-ki pada sahabatnya. Disana, Jun-ki bertingkah konyol dan itu behasil membuat semuanya tertawa terbahak-bahak, terkecuali Seo-ji.. yg justru menunjukkan wajah kesut.


Jelas nampak, bahwa Seo-jin tak seuka dan justru ‘malu’ akan sikap Jun-ki~


Jun-ki bertanya: “Seo Jin, kenapa sikapmu seperti itu? Apa salahku?”

“Masih perlu bertanya?”

“Apa salahku?”

“Ada apa denganmu? Kenapa kamu bertindak bodoh di depan temanku?”

“Itu tadi agak canggung, aku ingin mencairkan suasana”

“Kenapa kamu harus melakukan itu? Memangnya kamu badut? Kenapa kamu tidak pernah serius? Tidak bisakah kamu bersikap dewasa?”

“Maaf. Lain kali aku akan berhati-hati”

“Itu tidak cukup. Hentikanlah sepenuhnya!”

“Hentikan sepenuhnya? Baiklah. Aku akan berhenti...”

“Kamu yakin? Tepatilah janjimu!”


Ketika Dong-gu tengah berkutat dengan roti untuk wadah senapan angin, pulanglah Seo-jin bersama dengan Jun-ki, “Kenapa kalian masuk bersamaan?” tanyanya ketus

“Kami berpapasan di depan rumah”


Tiba-tiba, muncullah Du-shik dengan setelan lengkap untuk bermain-main seluncuran. Dengan semangat, dia mengajak Jun-ki.. awalnya Jun-ki menunjukkan ekspresi antusias, namun dia teringat janjinya pada Seo-jin maka dengan sangat berat hati.. dia menolak ajakan dari Du-shik.

“Du Shik, maaf. Tapi aku tidak bisa bermain lagi...”

“Apa? Kenapa?”

“Aku tidak akan bermain-main seperti itu lagi. Main saja sendiri”


Di dapur kue, Yoona menerima upah pertamanya dari penjualan kue muffin. Disa sangat senang dan berterimakasih pada Hyun-joon..


Kembali ke rumah, nampak Du-shik yg masih terus berusaha untuk mengajak Jun-ki bermain dengannya. Namun Jun-ki masih tetap menolaknya~

“Ayo bermain sekali saja...”

“Aku tidak mau”

“Kamu serius akan bersikap begini? Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini?”

“Aku tidak mau bermain-main”

“Astaga, kamu sudah berubah”


Tak lama kemudian, Yooan pulang dengan membawa hadiah untuk semuanya.


Namun hadiahnya... bisa dibilang sangat kekanakan. Du-shik mendapatkan topi kepala gajah, Jun-ki mendapatkan dasi motif berwarna kuning, Soo-ah mendapat cermin putri salju dan Seo-jin mendapat kuas dari bulu luak untuk mengoleskan krim pecukur..

Demi menghargai Yoona, mereka semua tersenyum ‘kikuk’ dan mengucapkan terimakasih padanya~


Berikutnya, Yoona memberi hadiah kaos warna kuning bergambar anak ayam untuk Dong-gu, “Bagaimana? Kamu menyukainya?”

“Apa? Tentu. Aku sangat menyukai ayam. Itu alasanku jarang memakan ayam...”

“Sudah kuduga kamu akan menyukainya. Dong Gu, besok ada waktu luang?”

“Aku? Kenapa?”

“Aku sangat berterima kasih atas banyak hal, jadi, aku ingin mentraktirmu makan”

“Makan? Kapan, di mana, dan pukul berapa?”


Esok harinya Dong-gu datang ke tempat yg diminta Yoona... tapi sangat mengejutkan, karena ternyata, Yoona memberikan kaos yg sama persis untuk Hyun-joon...

“Aku suka kaos itu, jadi, kuhadiahkan juga kepadanya. Tapi tidak kusangka kalian akan memakainya di hari yang sama. Kalian pasti sangat suka kaus itu...” tutur Yoona

“Tentu saja. Aku sangat menyukainya...” jawab mereka dengan kikuk


Masuk kedalam restoran, mereka berebut tempat duduk disamping Yoona. Tapi kemudian, Dong-gu menarik lengan Hyun-joon dan mengajaknya bicara empat-mata..


Dong-gu menegaskan: “Hyun Joon, kita ini musuh! tapi mari bermain suportif layaknya pria”


Kembali ke meja makan, akhirnya mereka duduk bersebalah di depan Yoona~


Seo-jin mengajak Jun-ki ke pameran seni pacar sahabatnya. Disana, Jun-ki mencoba untuk melempar lelucon, tapi lagi-lagi... Seo-ji malah memarahinya~


Soo-ah menghampiri Du-shik yg terlihat sediih: “Kamu sedang apa? Kenapa bermain sendirian?”

“Tidak apa-apa. Bermain sendiri sangat sepi. Tapi aku ingin bermain..”

“Mungkin aku bisa bermain denganmu”

“Sungguh?”


Dengan penuh semangat, Soo-ah mencoba permainan itu lalu bertanya: “Bagaimana? Aku hebat, bukan? Perlukah kuulangi?”


“Tidak usah. Kita sudahi saja. Tidak seru bermain denganmu”

“Apa? Kenapa?”

“Kamu tidak mengasyikkan seperti Jun Ki!”

“Apa? ‘Mengasyikkan’? Kenapa perlu mengasyikkan untuk memainkan permainan aneh ini?”

“Apa? ‘Permainan aneh’? Itukah yang kamu pikirkan? Sudah pergi saja sana!”


Setelah makan, mereka jalan-jalan lewat taman bermain dimana banyak orang yg bermain sepeda dan kebetulan, Yoona bilang dia ingin sepeda-an. Bergegas, Dong-gu menyewa dua sepeda, yg satu adalah sepeda tunggal yg satunya lagi sepeda tandem. Dia sengaja memberikan sepeda tungga untuk Hyun-joon..


Tapi Hyun-joon protes, dan mengingatkan Dong-gu akan kata-katanya yg menyuruh mereka berdua untuk bertindak sportif..


Alhasil.. mereka berdua-lah yg menaiki sepeda tandem, yg tentunya membuat perhatian banyak orang tertuju padanya~~~~
Comments


EmoticonEmoticon