4/10/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 15 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 14 Part 4

“Apa yang Kakak lihat sejak tadi?” tanya Seo-jin

“Seo Jin. Coba lihat ini juga. Bagaimana menurutmu tentang tempat ini?”


[ Sanggraloka Boulanger ]


“Ini hampir musim semi. Sepertinya kita harus menata ulang interior kita. Kakak mencari tempat yang bisa dijadikan referensi. Bukankah tempat ini bagus?”

“Desain interiornya bagus, aku suka suasananya”

“Bahkan pemiliknya menyajikan roti buatan sendiri. Pelayanannya pun luar biasa”


Ada sms masuk dari Jun-ki, maka Seo-jin bergegas pamit, “Kakak. Aku harus pergi. Aku segera kembali”

“Sekarang? Kamu mau ke mana selarut ini?”

“Ada urusan yang perlu kuselesaikan”

“Baiklah. Sampai nanti...”


Ketika Seo-jin sampai di taman bermain, tiba-tiba tangan Jun-ki meraih kakinya. Tentunya Seo-jin kaget, namun Jun-ki malah bertanya: “Kamu yakin tidak diikuti? Di mana Dong Gu?”

“Dia ada di rumah kok. Kamu gak perlu se-khawatir itu, oppa..”

“Dong Gu makin mencermati kita akhir-akhir ini”

“Kita tidak bebas berkencan dan aku tidak bisa bercerita bahwa aku punya pacar..”


“Omong-omong, aku tidak ada syuting akhir pekan ini. Bagaimana jika kita berkencan?”

“Sungguh? Tidak ada syuting? Akhir pekan ini aku juga senggang. Bagaimana jika kita bertamasya? Kita bisa bertamasya satu malam di dekat sini...”

“Bukankah terlalu dini jika kita menginap bersama?”

“Apa yang kamu pikirkan? Kita akan tidur di kamar terpisah, tahu!”

“Baiklah. Ayo kita bertamasya!”


Lagi-lagi.. mereka dikejutkan, dengan kemunculan Dong-gu yg dengan penuh emosi berkata: “Kang Seo Jin dan Lee Jun Ki. Akan kupergoki kalian bagaimanapun caranya!”


Dong-gu menyuruh semuanya untuk beres-beres penginapan. Jun-ki mengeluh: “Belakangan ini tamu kita sedikit. Kenapa harus sering bersih-bersih?”

“Cuacanya sudah hangat. Aku ingin bepergian dan beristirahat dengan nyaman” ujar Du-shik

“Yang benar saja. Kita tidak punya uang untuk itu. Kembali bekerja!” tukas Dong-gu


Yoona mengangkat telpon daari Hyun-joon, kemudian mengatakan kalau dia sepertinya tak bisa ikut..

“Ada apa? Kamu mau ke mana?” tanya Dong-gu

“Begini. Kelas pastriku akan pergi piknik. Tapi aku harus mengurus Sol dan bekerja di sini. Jadi aku tak bisa ikut dengan mereka..” jawab Yoona


“Kenapa? Padalah, pergi saja. Pergilah bersama teman-teman sekelasmu. Kami bisa mengurus Sol. Kapan acaranya?” tanya Du-shik

“Hari Sabtu ini. Rencananya akan menginap semalam disana..” jawab Yoona


“Apa? Menginap satu malam? Dia akan bersama Hyun Joon semalaman? Tidak boleh. Itu tidak boleh!” dumel Dong-gu dalam benaknya


Tiba-tiba, Dong-gu tersenyum, “Sayang sekali... Acaranya berbenturan dengan lokakarya kita...” ujarnya

“Memangnya kita mau ada lokakarya?”

“Selama ini, kita sibuk mencuci baju, piring, dan bersih-bersih. Jadi, aku merencanakan lokakarya satu malam” tambahnya

“Sejak kapan? Katamu kita tidak punya uang” keluh Du-shik

“Apa? Aku hanya berpura-pura. Aku ingin memberi kalian kejutan. Ini kejutan!!!!” ujarnya, yg kemudian bertanya pada Yoona, “Kamu bisa ikut dengan kami?”

“Bisa kok..” 

“Baiklah. Kalian semua ada waktu akhir pekan ini?” tanya Dong-gu


Jun-ki dan Seo-jin saling tatap kebingungan. Seo-jin mencari alasan, dengan bilang kalau dia harus meliput breita di malam akhir pekan. Semetnara Jun-ki, ada jadwal syuting..


“Apa? Kalian berdua lembur semalaman akhir pekan ini?” tanya Dong-gu

“Aku serius!” jawab mereka bersamaan

“Berita apa yang akan kamu liput?” tanya Dong-gu

“Itu tentang pemakaman...”

“Apa? Pemakaman? Akhir pekan masih beberapa hari lagi. Bagaimana kamu tahu orang itu akan mati? Tidak masuk akal...”

“Itu... Kondisinya sedang kritis. Kemungkinan besar, dia akan mati akhir pekan ini. Atasanku ingin aku siaga”

“Kakak boleh menelepon atasanmu dan menanyainya?”

“Apa?! Baiklah. Lakukan saja! Hubungi dia sekarang!”


Suasana sangat menengangkan... Tapi ternyata, Dong-gu hanya melakukan itu sebagai ancaman. Dia tak sampai menelpon atasnnya Seo-jin dan memutuskan untuk percaya padanya begitu saja~

“Baiklah. Kakak percaya. Tapi sisanya harus ikut, paham?” ujar Dong-gu


“Aku dan Du Shik ada pemotretan untuk toko online kami akhir pekan ini..” tutur Soo-ah

“Lakukan saja saat lokakarya. Pokoknya, kita berangkat pada hari Sabtu pagi!” tegas Dong-gu


Esok paginya, Du-shik telah bersiap dan dengan semangat dia berkata: “Dong Gu, sudah lama kita tidak bertamasya. Aku sangat antusias hingga tidak bisa tidur nyenyak!”


Lalu muncul Soo-ah dengan memabwa dua koper bersar bersamanya,

“Memangnya kamu akan pindah ke luar negeri? Apa-apaan semua itu?”

“Menurutmu apa? Ini tuh pakaian untuk pemotretan nanti!”

“Semuanya? Kamu yakin butuh pakaian sebanyak itu?”

“Memangnya ini salah siapa? Siapa yang memaksaku ikut tamasya ini?”

“Tentu saja, bawalah semuanya! Kemasi lebih banyak lagi. Kemasi semuanya!


Seo-jin lewat dengan membawa ransel besar di punggungnya, “Kalian mau berangkat? Selamat bersenang-senang” ucapnya

“Kamu akan berangkat kerja? Kenapa kamu memakai ransel untuk bekerja?”

“Aku akan menginap. Jadi, banyak yang dikemasi...”

“Seandainya kamu bisa ikut...”

“Aku ingin ikut bersama kalian, tapi harus bekerja”


“Seo Jin! Jika kamu ketahuan bercengkerama dengan Jun Ki selagi kakak pergi, apa yang akan terjadi?”

“...'Kamu tidak akan hidup lagi' ... Itu yang akan Kakak katakan? Baiklah. Aku akan menjaga jarak 500 m dari Jun Ki. Kakak puas?!”

“Bagus. Kamu sudah boleh pergi!”


Yoona masuk kamar untuk membawa Sol. Ponselnya berdering, ada telpon masuk dari Hyun-joon, Dong-gu kemudian bergegas mengangkatnya,

“Halo. Ini aku, Dong Gu. Yoona sedang tidak bisa bicara. Ada apa?”

“Kabarnya, kalian ada lokakarya hari ini. Aku ingin mengucapkan selamat bersenang-senang kepadanya”

“Jangan khawatir. Yoona akan bersenang-senang dengan kami. Semoga kamu bersenang-senang juga saat bertamasya”


Seo-jin mesti berjalan sembunyi-bunyi untuk menemui Jun-ki yg tenyata telah menunggunya dalam Rebecca..

“Kita berkencan atau menjalani misi? Aku benar-benar tidak mengerti?! Apa perlu seperti ini?” keluh Seo-jin


“Tidak ada salahnya berhati-hati...”

“Bau apa ini? Ada bau aneh di sini!”

“Entahlah. Baunya seperti ini sejak Du Shik dan Soo Ah berlatih mengemudi dengan mobil ini..”


Sesaat setelah mobil dinyalakan.. mendadak, mobilnya berhenti lagi. 

“Seo Jin, kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja. Setelah kamu punya uang, gantilah mobilmu!”

“Kenapa? Rebecca masih kuat. Lihatlah! Rebecca, kondisimu masih bagus, bukan?”

“Kamu yakin semuanya aman?”

“Cuacanya cerah, panoramanya indah. Aku senang sekali bersamamu. Dong Gu yang jahat pun pergi. Ini sangat baik..”


Sesaat kemudian, mererka sampai di tempat tujuan,

“Tempatnya menakjubkan. Namanya 'Boulanger'? Namanya juga cantik. Bagaimana kamu menemukan penginapan ini?”

“Kakak-ku menemukannya saat mencari referensi tempat dengan desain interior yang indah. Penginapannya sangat cantik, jadi, aku ingin datang. Bersamamu...”


“Lihat dirimu, Bacca. Kamu ingin ke sini bersamaku? Tuan Putri, mari kugendong...”


Tak lama kemudian, rombongan Dong-gu sampai di penginapan yg sama..

“Direktur Bong, kamu tidak apa-apa?”

“Entahlah. Aku mual sekali..”

“Perjalanannya sebentar juga..”

“Jangan mengomel dan tepukkan punggungku!”

“Dasar menyusahkan!”

“Hei, tepuk yang lembut! Aku bisa memuntahkan organku”

“Baiklah..”


“Kenapa ke sini? Padahal kita sendiri, bekerja di penginapan! Harusnya, pergi ke resort saja...” keluh Soo-ah

“Kamu tahu tarif resor? Desain interior di sini cantik, jadi, aku ingin melihat-lihat. Bagaimana menurutmu, Yoona?”

“Tempatnya cantik, kok..”


Melihat Du-shik yg masih jongkok di pinggiran, Soo-ah menyurhnya untuk membawakan koper kedalam.

“Aku sangat mual. Kamu saja yang bawa..” ujar Du-shik

“Aku bosnya. Perlukah aku membawanya? Jangan mengeluh dan ambilkan!” bentak Soo-ah

“Dasar bos yang kejam..” keluh Du-shik
Comments


EmoticonEmoticon