4/15/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 15 PART 3

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 15 Part 2

Di penginapan, Soo-ah terus menggerutu karena harus memberi makan tamu lain, sementara Jun-ki nampak benar-benar tertekan karena liburan pertamanya dengan dengan Seo-jin benar-benar hancur. 


Soo-ah khawatir Du-shik mungkin lapar, maka Jun-ki menawarkan diri untuk pergi memanggil Du-shik untuk bergabung makan daging bersama mereka.


Du-shik masih merasa mual dan menolak untuk bangun. Ditujukan pada Seo-jin, Jun-ki menegaskan bahwa dirinya akan melakukan hal apa pun demi mengeluarkannya dari kamar ini. Namun sikapnya itu, malah membuat Du-shik menatapnya heran..


Seo-jin mengirim sms pada Jun-ki, memintanya untuk membawakan makanan karena dia kelaparan. 


Bergegas, Jun-ki mengambil se-cangkir penuh daging babi bakar dan membawanya kembali ke kamar. 


Dihadapan Du-shik, dia berpura-pura melakukan trik sulap saat dia memegangnya di belakang punggungnya untuk diambil oleh Seo-jin.


Namun, Du-shik mennganggap trik sulap itu menarik, jadi ketika Seo-jin meminta selada, Joon-ki melakukan trik sulap lain untuknya. Selanjutnya Seo-jin ingin bawang putih dan ssamjang, dan itu membuat Jun-ki terpaksa melakukan trik sulap aneh... 


Hingga pada akhirnya, Jun-ki mengeluh dia tidak bisa melakukannya lagi dan memutuskan untuk pergi keluar, tapi Seo-jin sendiri, kelihatannya sangat menikmati makanannya.


Yoona mabuk berat karena makgeolli yg diminumnya. Dia mengajak Dong-gu bermain petak umpet, namun Dong-gu menolak..


Tapi ketika Dong-gu seelesai membayar makanannya di kasir, Yoona telah menghilang dari sekitarnya.


Panik.. Dong-gu berkeliling mencarinya. Hingga akrhinya, dia berhasil menemukannya bersembunyi di balik dagangan milik pedangan, yg tadi sempat menganggap mereka sebagai pasangan suami-istri.


Tapi setelah ditemukan.. Yoona malah menghilang lagi. Dan kali ini, dia sembunyi di belakang pedang sayuran lainnya dan begitu pun seterusnya.. 


Agar dia tidak bersembunyi lagi, Dong-gu mengikat tali di antara pinggang mereka dan menuntunnya kembali ke mobil. 


Yoona malah jongkok di belakang bumper, merengek ingin terus bermain petak umpet. 


Lalu Dong-gu mengelabuinya untuk masuk ke dalam mobil dengan mengatakan bahwa itu adalah tempat persembunyian di mana dia tidak akan pernah menemukannya, dan dia hanya cukup mabuk untuk jatuh cinta padanya. 


Yoona tidak menyadari bahwa itu adalah jebakan sampai Dong-gu masuk ke kursi pengemudi dan mengikat sabuk pengamannya. 


Dia tiba-tiba bertanya pada Dong-gu apakah dia marah padanya, dan meskipun dia mengatakan tidak, dia mulai meminta maaf.


Tetapi dia tidak berbicara tentang permainan petak-umpet, saat dia mengatakan dengan sedih, “Aku tahu aku sangat merepotkanmu, tetapi aku takut... Aku takut kamu akan terluka lagi. Aku sangat takut.. Jadi kumohon, jangan membenciku, oke?”


Kemudian, Yoona tertidur dalam kondisi air mata mengalir di pipinya saat Dong-gu menatapnya tak percaya...


Du-shik akhirnya merasa baikan, ketika Soo-ah dan Jun-ki datang untuk memeriksanya. 


Bersamaan dengan itu, terdengar suara Seo-jin yg mulai mendengkur di kasur tempatnya bersembunyi, dan ketika dia bergeser dan menyibak rambut dan kakinya, Soo-ah memperhatikan bahwa tamu yang sedang tidur sepertinya tidak terlalu maskulin, karena menggunakan dress motif bunga.


Jun-ki berpendapat bahwa gaya `unisex` adalah sesuatu yang sedang tren sekarang. 


Tapi kemudian, Seo-jin bergerak lagi, san menampakkan dagu bagian bawahnya yg telah ditumbuhi kumis tipis. Maka itu meyakinkan Soo-ah bahwa orang yg sedang tidur, memanglah seorang pria.. dan itu, membuat Jun-ki bisa bernafas lega..


Yoona masih tidur ketika mereka sampai di penginapan.  Maka dengan lembut,  Dong-gu dengan membawanya ke dalam serta membaringkannya ke tempat tidur. 


Dia duduk untuk melihatnya sebentar, dan ketika dia hendak menyentuh rambutnya, Yoona bangun. 


Spontan, Dong-gu malah menunjukkan sikap ketus, dengan mengeluhkan dikap Yoona saat mabuk tadi.


Yoona meminta maaf atas kebiasaan minumnya yang aneh dan bertanya dengan gugup jika ada hal lain yang terjadi. Dong-gu terlihat sedikit sedih ketika dia mengatakan tidak. Dia meminta Yoona untuk beristirahat, tapi Yoona bersikeras bangun dan keluar untuk membantu...
Comments


EmoticonEmoticon