4/03/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 13 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 13 Part 2

Shi-hyun berjalan di lobby Rumah Sakit, yg seketika mengingatkannya pada saat-saat dulu, ketika dia berada di tempat ini bersama dengan mendiang ibunya.


Kala itu, tak sengaja Shi-hyun dan ibunya mendengar perkataan sekretaris mereka yg tengah menelpon temannya.. dia bilang kalau ibunya Shi-hyun, berada di Rumah Sakit, karena tak ingin bertemu dengan Tuan Kwon.. dan Tuan Kwon sendiri, sepertinya memang tak ingin bertemu dengan istrinya lagi.


Shi-hyun marah.. dia ingin menghampiri sekretaris itu, namun ibu menahannya dan memintanya untuk berpura-pura tak mendengar hal apa pun.


Tiba-tiba, datang dokter Myung.. yg menyapa mereka dengan sangat ramah, “Anda sudah makan? Bagaimana kondisi anada sekarang? Apa sudah baikan?”

“Iya.. saya merasa baikan. Terimakasih, karena berkat anda.. tempat ini serasa seperti rumah sendiri..”

Kepada Shi-hyun, dokter Myung sampai berpesan supaya dia datang lebih sering lagi, “Ibumu bertambah banyak setelah kamu mengunjunginya...”


Kkembali ke realita, Shi-hyun mendatangi ruangan dokter Myung, kemudian mengajaknya berbincang sambil minum teh..


Tak mau basa-basi, Shi-hyun langsung menjelaskan bahwa dirinya ingin mengetahui segala hal terkait insiden kecelakaan yg merenggut nyawa ibunya, “Mobil yang dikemudikannya hari itu tidak memiliki catatan kecelakaan. Aku merasa ada yg janggal..”

“Itu pasti kesalahan administratif..”

“Aku tidak berpikir demikian. Kecelakaan pada hari yang sama di daerah itu dilaporkan. Dan itu adalah insiden tabrak-lari.. Itu tidak masuk akal tidak peduli berapa banyak aku memikirkannya. Ibuku seharusnya berada di rumah sakit. Aku tidak tahu mengapa ibuku pergi ke Jeongeup, sebuah kota yg jaraknya cukup jauh darisini...”


Shi-hyun mendengar, kalau dokter Myung bahkan daatang ke RS tempat ibunya dinyatakan menninggal, “Jadi kurasa, anda mengetahui sesuatu tenetangnya..”

“Apakah Kamu mendapatkan detail tentang kasus tabrak lari itu?”

“Tidak terlalu. Aku hanya tahu korbannya seorang pelajar”

“Jika keluarga Kamu tidak memberi tahu Kamu sifat pasti kematian ibumu, tidakkah kamu pikir pasti ada alasannya?”

“Aku bisa menerimanya, apa oun yg terjadi sebenarnya..”

“Kenapa kamu tidak mencurigai itu... ibumu bisa menjadi pengemudi tabrak lari? Prusahaan keluargamu berusaha menutupinya. Ayahmu.. akau.. dan dokternya adalah satu-satunya orang yang tahu apa yang terjadi. Kami tidak bisa membiarkan ibumu meninggalkan dunia ini sebagai seorang penyerang. Yang bisa kita lakukan adalah berharap siswa itu baik-baik saja.”


Tae-hee pulang, sambil marah-marah.. melampiaskan kekesalannya pada Shi-hyun yg dia anggap menghilang begitu saja, padahal urusan tempat tinggalnya belum terselesaikan..

Dia mencoba untuk menelpon Shi-hyun, tapi yg menjawab telponnya malah orang lain~


Soo-ji menemui ibunya, tepat ketika Shi-hyun hendak pergi. Dan karena mereka berdua ada disini, maka dokter Myung sekalian memberitahunya tentang acara pernikahan yg diadakan dilaksanakan bulan depan, “Ini akan menjadi makan malam keluarga kecil. Ibu rasa, hal ini tak akan membuat kalian merasa tidak nyaman..”

Shi-hyun tak mau mengomentari hal itu, dia pun pamit dan berjalan pergi meninggalkan ruangan doter Myung.


Ditinggal berdua, Soo-ji lansgung meminta ibunya untuk tidak bercerita mengenai Shi-hyun yg dirawat disini kepada Tuan Kwon..

“Apa? Berarti, dia tah tahu kalau putranya dirawat disini?”

“Entahlah.. tapi kurasa, hubungan mereka kurang baik..”


Soo-ji berniat untuk menemui Shi-hyun, tapi entah mengapa.. langkahnya terhenti di depan pintu, dan dia memilih untuk pergi begitu saja~


Ketika Soo-ji pergi, datanglah Tae-hee. Dia mengetahui Shi-hyun dirawat dari Kyung-joo yg diberitahu oleh Se-joo. 

“Hfftt... aku datang kesini bukan karena ingin bertemu dengannya, tapi karena ingin mengmablikan ponselnya..” ujar Tae-hee


Ketika masuk ruang rawat, Tae-hee mleihat Shi-hyun yg tengah menangis. Maka dia bertanya, “Kamu kenapa?”

“Hmm.. aku? Kurasa.. kepalaku sangat pening. Omong-omong, bagaimana kamu tahu aku ada di sini?”

“Kamu mengubah topik pembicaraan..” keluh Tae-hee, sambil memberikan ponsel milik Shi-hyun


“Di mana Kamu menemukan ini?”

“Seseorang mengambilnya di bar, tapi dia tidak bisa menelepon karena ponselmu dikunci. Aku kebetulan menelpon ke ponselmu...”

“Kamu? Menelponku? Kenapa?”


Tae-hee menunjukkan sms darinya, yg memberitahu Shi-hyun, bahwa akan ada seorang penyewa baru yg menghuni kamarnya.

“Jangan pindah... Apakah kamu harus pindah?” tanya Shi-hyun

“Tidak nyaman bagi kita berdua...” jawab Tae-hee yg kemudian pamit, karena hari telah larut dan dia bisa ketinggalan bis terakhir


Tapi tiba-tiba, Shi-hyun meraih tangan Tae-hee dan berkata: “Aku minta maaf karena telah membuat kamu galau. Aku tahu apa yang Soo Ji katakan padamu. Memang benar aku menyukainya. Aku sangat menyukainya. Dan aku masih menyukainya... Tapi, aku menyukainya sebagai teman saja. Se-joo dan Soo-ji, mereka berdua punya tempat tersendiri dalam hatiku. Namun bagiku, kamu dan Soo-ji berbeda.. Setelah kupikirkan, kurasa aku pun menyukaimu..”

Mendengarnya, Tae-hee tak berkomentar apa pun.. tapi tersirat kebahagian di wajahnya. Apalagi, Shi-hyun memintanya untuk menemaninya disini, karena besok dia telah diperboolehkan untuk pulang.

“Baiklah.. aku akan menemanimu disini..” ucap Tae-hee

“Pernahkah Kamu dirawat di rumah sakit?” tanya Shi-hyun

“Ya, Aku pernah mengalami kecelakaan mobil...” jawab Tae-hee


Teringat kejadian, ketika Tae-hee meraih kakinya dan memintanya untuk tidak pergi.. Shi-hyun lalu berkomentar: “Kurasa, sekarang aku bisa memahami perasaanmu..”


“Matamu benar-benar... seperti cermin Cinderella. Aku akan berada disampingmu, jadi jangan membuatku kesepian. Dan aku.. akan membertahumu, ketika aku tak lagi menyukaimu. Jadi, berjanjilah padaku bahwa kamu akan melakukan hal yg sama. Karena ak ada hal yg lebih menyakitkan, dibanding cinta yg bertepuk sebelah tangan...” papar Tae-hee

“Baiklah..” jawab Shi-hyun sambil tersenyum dengan tulus


Kemudian, Shi-hyun mengeluarkan sebuah kalung.. dan Tae-hee, ingat bahwa kalung itu, adalah milik ibunya Shi-hyun,


Shi-hyun memasangkan kalung itu di leher Tae-hee, kemudian berkata: “Rasanya menyenangkan, ketika punya seseorang yg menemaniku saat berada di Rumah Sakit seperti ini. Harusnya dulu, aku lebih sering menemani ibuku disini..”


Mengenang masa lalunya, Shi-hyun bercerita: “Ibuku dirawat di rumah sakit ini cukup lama. Ditempat ini, aku merayakan ulang tahun dan dimarahinya karena nilai rapotku yg jelek..”


“Aku ingin.. pulang kerumah bersama dengan ibuku..” ucap Shi-hyun

“Kamu harus tidur sekarang. Karena, ketika kamu bangun, kamu dan aku bisa pulang bersama...” ujar Tae-hee

Advertisement

1 komentar:

aww so sweet.. mudah"an si hyun sama Tae hae bs bahagia endingnya.. kayanya pelajar yg ditabrak emaknya sihyun si taehae deh.. jd ada kaitannya semua.. makin penasaran.. makasih sinopsisnya


EmoticonEmoticon