4/05/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 14 Part 3

“Ayahmu menemui wanita lain. Sepertinya mereka punya kisah di mala lalu.. Wanita itu seusia dia. Penampilannya elegan. Sungguh dia, tipe wanita yang akan disukai siapa pun. Bagaimana aku harus mencegah ibuku menikahinya?” teriak Soo-ji, yg seketika membuat Shi-hyun berbalik menghampirinya..


“Di mana kamu melihatnya? Bagaimana kamu melihatnya?”
“Aku sedang berbicara tentang ibuku! Dengarkan aku!”

“Siapa wanita itu? Katakan!”

“Kenapa aku harus memberitahumu? Tadi kamu bilang ‘persahabatan kita’.. mestinya kamu   sadar, kamulah yg tak boleh menjadikan persahabatan kita sebagai senjata!”


Dokter Myung, masuk kedalam ruangannya dan langsung mengelap mantelnya yg tekena lemparan telur~


Ponselnya berdering, karena ada telpon masuk dari Tuan Kwon,

“Aku sudah mendengar kabar itu. Kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja. Aku bisa menyelesaikan hal sepele semacam ini..”

“Tidak ada reporter, bukan? Aku sudah minta tim pemasaran tidak membahasnya di media sosial. Kamu sudah makan? Bagaimana jika...”

Tuan Kwon, belum menyelesaikan kalimatnya.. namun dokter Mung terlalu kesal dengan sikapnya yg jelas hanya mempedulikan ‘pemberitaan’ dan  bukan kondisinya. Maka dia pun menolak ajakan makan itu, dengan alasan sedang menunggu laporan dari seseorang..


Setelah telponnya ditutup, dokter Myung segera memutar musik dengan lumayan keras... dia tak mengatakan apa pun, tapi jelas.. terlihat, bahwa dia tengah mencba untuk merem emosinya.


Tak lama kemudian, sekretaris Yoon masuk dan mengajaknya minum soju diluar,

“Barusan, aku menolak ajakan Tuan Kwon..”

“Kalau begitu ikut denganku..”

“Untuk apa?”

“Katamu, kamu ignin tahu kenapa Shi-hyun ppindah..”


Si-hyun pulang dengan raut wajah murung. Tapi ketika sampai di depan kamarnya, dia lansgung tersenyum bahagia, karena melihat Tae-hee,

“Kamu baru pulang?”

“Kamu menungguku sejak tadi?”

“Tidak, aku tahu dari langkah kakimu...”

“Astaga, kamu ini seperti ‘pupppy’ (anak anjing)..”


“Apa mural itu sulit dikerjakan? Langkah kakimu terdengar gontai..”

Tak ingin menjawabnya, Shi-hyun malah bilang kalau dia ingin makan ramen di kamarnya Tae-hee.


Shi-hyun menggunakan sebuah gelas untuk menakar air yg akan dia gunakakkan untuk memasak ramen, “Hei, aku harus beli ini juga...” komennya

“Ibuku mengajariku trik itu. Dia tidak pandai memasak...” ujar Tae-hee


TAE-HEE: “Aku suka saat orang lain memasak ramyeon untukku”

SHI-HYUN: “Aku suka bisa makan ramyeon di tempatmu”

TAE-HEE: “Tidak, kamu menyukainya karena kamu bersamaku”


Merasa geli dengan ucapannya sendiri, Tae-hee tertawa cekikikan di depan kulkas. Tapi hal itu, mebuat Shi-hyun keheranan dan bertanya, “Kamu ngapain?”

“Enggak, kok...” jawab Tae-hee dengan kikuk


Ramennya telah siap.. Shi-hyun duduk di meja, sementara Tae-hee mengambil nasik dingin dari dalam kulkas,

“Kenapa ambil nasi?”

“Nasi dingin paling enak dimakan dengan ramen. Itu karena... Lebih mudah dipahami jika kamu memikirkan efek osmosisnya. Amilosa dan amilopektin yang merupakan zat tepung di nasi...”

“Heh.. aku pusing (mendengarnya)..”

“Hmmmmm..”

“Baiklah, akan kuingat itu. Nasi dingin dengan ramyeon. Pengetahuan hidup Si Hyun sudah bertambah satu..”


Tae-hee memerhatikan seisi kamarnya, yg sekarang jadi sangat bersih mengkilap karena dibersihkan Shi-hyun barusan, “Kamu hebat!” pujinya

“Kalau gitu, Aku boleh sering kemari?” tanya Shi-hyun

“Hmmmm...” jawab Tae-hee sambil tersenyum


Shi-hyun mengajak Tae-hee, melihat bintang dari rooftop-nya. Lag-lagi, Tae-hee memberikan penjelasan dengan bahasa ilmiah yg membuat Shi-hyun pusing mendengarnya..

Mereka membiarakan jarak yg ditempuh cahaya bintang untuk sampai ke bumi, yg ternyata sangat jauh dan lama. Shi-hyun mengangganya, sebagai hal yg menyedihkan, “Karena.. seseorang akan mengetahui bagaimana aku bersinar, bagaimana aku tersenyum, dan apa yang kubicarakan setelah waktu lama berlalu”

“Tunjukkan dan katakan semuanya kepadaku langsung, ya?”

“Aku tidak akan berada jauh-jauh, jadi, aku bisa langsung mengetahuinya...”


Dokter Myung diberitahu oleh Sekretaris Yoon, kalau Shi-hyun bukan anak kandungnya Tuan Kwon, 

“Benarkan itu?”

“Iya.. dan dia tak tahu kalau aku tahu..”

“Kenapa kamu menceritakan ini?”

“Kamu butuh informasi itu. Hanya ini yang dapat kulakukan untukmu”

“Alangkah menariknya jika sampai Presdir Hong tahu. Dia menjadikan Seok Won wakil presdir secepat itu karena Si Hyun. Kamu yakin tidak ada yang tahu? Sampai Tiuzen lulus pengujian, sampai pernikahan kami tiba,  dan sampai aku bisa mengamankan hak-hakku dengan mengklaim yayasan, kontrak, dan saham, rahasia ini harus disimpan. Kita pun harus memastikan Si Hyun sungguh bukan anaknya... 


Tiba-tiba, sekretaris Yoon menggenggam tangan dokter Myung, sambil bertanya: “Haruskah kamu menikahinya?”

“Pertanyaan macam apa itu?”

“Aku berharap kamu bisa bertemu seseorang yang membuatmu nyaman”

“Nyaman? Tidak ada hubungan yang bisa memberikan kenyamanan yang lebih baik daripada itu. Apa sunbae merasa nyaman di dekatku? Aku nyaman di dekatmu, tapi kamu tidak bisa memberiku kenyamanan itu. Jadi, jangan katakan itu kepadaku jika ingin menghentikanku”


Ketika bertemu dengan Tuan Kwon, Bu Seol menunjukkan wajah kecewa. Maka Tuan Kwon bertnaya, “Kenapa?”

“Semua sudah berubah. Ini bukan bioskop tempat kita menonton film dahulu. Ini juga bukan tempat kita makan bersama. Aku bersemangat dalam perjalanan tadi, tapi kini aku sedih” papar Bu Seol


“Kalau begitu, Mari kita terus jalan sampai menemukan tempat yang familier...” ajak Tuan Kwon, sambil menggenggam tangannya


Soo-jin diajak jalan-jalan oleh Se-joo, ke tempat yg belum pernah dia datangi sebelumnya, “Aku tidak tahu tempat seperti ini ada di Seoul...”

“Semua yang mengikutiku atas perintah Se Ri hanya memakai mobil. Jadi, aku harus bersembunyi di gang-gang ini...” jelas Se-joo, “Ikutlah denganku. Aku tahu banyak tempat menarik”


Langkah Soo-ji terdiam, sejenak dia saling-tatap mata dengan Se-joo. Tapi kemudian, dia menghela nafas panjang dan berkata: “Astaga, aku hampir tertipu.. Beraninya kamu mencoba menipuku?”

“Aku tidak melakukan apa pun...”

“Kamu tidak seperti Si Hyun. Kamu bisa membuat matamu terlihat seolah-olah sedang jatuh cinta. Apa pekerjaan membuatmu stres? Kamu tidak bisa merayu siapa pun setelah membeli restoran itu, bukan?”


Sikap Soo-ji membuat Se-jooo geleng-geleng kepala. Dia pun jalan duluan, sambil menggerutu: “Bagaimana kamu bisa menjadi pemain selo yang baik dengan hati gersang?”
Advertisement


EmoticonEmoticon