4/05/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 Part 1

Tae-hee melihat bintang menggunakan teropong. Dia mencobba untuk mengartikan posisi bintang dengan zodiak,

“Soo Ji berzodiak Cancer, dan ada Gemini tepat di samping Cancer. Artinya Se Joo bersamanya. Mereka lahir di musim dingin... Sepertinya, Aries dan Gemini punya pola hidup yang mirip. Berarti kamu dan Se Joo mirip”


“Benar sekali.. Aku bangun pukul 12.00 dan dia pukul 13.00..” jawab Shi-hyun, yg kemudian membuat Tae-hee bertanya: “Kalau begitu.. apa belakangan ini kamu bangun pagi karena aku?”

“Aku? Kapan?”

“Kamu menungguku pagi-pagi di perpustakaan, kamu bahkan bangun pagi di akhir pekan saat kita mengunjungi para nenek itu...”

“Ya.. begitulah..”

“Kamu sangat ingin terlihat baik dimataku? Kamu begitu inginnya membuatku menyukaimu? Sejak kapan kamu menyukaiku?”

“Aku tidak tahu kapan aku mulai menyukaimu”

“Astaga. Kamu bisa saja berkata itu cinta pada pandangan pertama. Jangan malu...”


Enggan melanjutkan bahasan itu, Shi-hyun lalu bertanya tenang zodiak bintangnya. Tapi Tae-hee bilang, dia tak bisa melihatnya. Karena Aries hanya muncul di musim gugur..

“Aku lahir di musim semi. Tidak lama lagi aku berulang tahun. Apa maksudmu? Kenapa tidak bisa?” keluh Shi-hyun


Se-joo membawa Soo-ji, ke sebuah kedai di pinggir jalan. Namun ketika masuk, ternyata ada Tuan Kwon yg sedang berduaan dengan Bu Seol..


“Kamu kenapa?” tanya Se-joo

“Lihat kearah sampingmu perlahan..” jawab Soo-ji, yg kemudian bertanya: “Wanita itu.. dia bukan ibuku ‘kan?”

“Hmmm, kurasa begitu..” jawab Se-joo

“Rasanya aku tahu siapa dia..” ucap Soo-ji


Soo-ji baru ingat, kalau wanita itu.. adalah wanita yg dipeluk oleh Tuan Kwon dan juga ibunya Eun Tae-hee. Dia pun memberitahukan hal ini kepada Se-joo...


Bu Seol melanjutkan cara jalan-jalannya.. mereka telah mendatangi beberapa aatempat, dan semuanya telah berubah,

“Tapi aku tidak...” tukas Tuan Kwon

“Ya. Ketampananmu yang memuakkan dan payah dalam minum masih sama saja..”

“Yang paling sedikit berubah adalah perasaanku”

“Kamu tidak mau berubah?”

“Tidak. Dan kuharap kita tidak berpisah lagi. Jangan menghilang secara tiba-tiba lagi..”


Bu Seol teresenyum, lalu memeluk Tuan Kwon sambil mengatakan bahwa dia tak akan menghilang lagi~


Hari makin larut, namun Soo-ji terus berjalan... meskipun Se-joo mengajaknya pulang. Langkahnya baru terhenti, ketika ponselnya berdering dan ada telpon masuk dari ibunya.


“Kamu di mana, Nak? Kenapa tidak pulang atau menjawab telpon dari ibu?”

“Iya.. aku akan segera pulang..”


Setelah telponnya ditutup, tiba-tiba muncul seorang pria mabuk yg hampir menyenggol Soo-ji. Namun tanpa mengatakan apa pun, Se-joo langsung melindunginya~


Bu Seol bercerita pada Tuan Kwon, bahwa siang tadi dia sangat marah.. namun semosinya teredam, ketika dia melihat seorang pria umur 20-an yg tengah melukis, “Saat aku jatuh cinta kepadamu, aku tidak takut apa pun dan hanya fokus membuat tembikar. Kurasa, ekspresiku seperti dia pada masa itu..” 

“Young Won, jangan pulang malam ini”

“Kita tidak berpacaran”

“Jangan pergi”

“Geum Sil akan marah”

“Dia harus dikejutkan supaya mencari pacar sendiri”


Bu Seol menaruh telapak tangan Tuan Kwon di wajahnya, lalu bercerita: “Aroma parfum-mu.. Aku menghabiskan waktu cukup lama di lantai satu sebuah supermarket untuk mencari parfum ini. Kukira aku bisa bertahan hidup jika aroma ini ada di dekatku. Di pertemuan pertamaku dengan suamiku, aku mengajaknya bicara lebih dahulu. 'Parfum apa yang kamu pakai?'... Setelah kami berpisah, aku kasihan kepadanya..”


Sebelumnya.. Tae-hee sangat sering mendengar kisah itu dari ayahnya. Ternyata, ketika Bu Seol bertanya merk parfum-nya apa, ayah malah bilang.. kalau dia akan menjawab pertanyaan itu, jika ibu mau minum teh dengannya,


“Wanita secantik itu tiba-tiba menanyakan parfum ayah. Kemudian, ayah tanya alasan  dia menyukai pria yang jauh lebih tua dan sangat membosankan. Dia bilang ingin terus menemui ayah karena parfum ayah”

“Ayah begitu sering menceritakan ini dan itu masih membuat Ayah senang?”


“Kamu sudah mendengarnya ratusan kali, jadi, ayah akan menceritakan rahasia kepadamu”

“Apa rahasianya?”

“Parfum itu.. adalah hadiah dari mahasiswi pascasarjana yang menyukai ayah”

“Serius? Tapi aku.. paling suka, mencium aroma kopi dari tubuh ayah..”

“Kalau ayah.. Setiap membuka botol parfum itu, ayah memikirkan ibumu”


Tae-hee menghampiri Shi-hyun, sambil mmembawa sebotol parfum milik Shi-hyun yg disimpan begitu saja, “Aku tidak tahu kalau ternyata kamu memakai parfum...” ucapnya

“Aku tidak tahu aku memiliki itu. Ibuku membelikanku parfum yang sama dengan ayahku. Aku tidak tahu aromanya wangi atau tidak.  Aku juga tidak suka. Itu mengingatkanku kepada ayahku...” papar Shi-hyun


Tiba-tiba, Tae-hee memeluknya dan berkata: “Aku suka aroma tubuh alamimu...”

Tapi kemudian, Tae-hee melepas pelukannya sambil menggerutu mengeluhkan sikapanya yg belakangan ini, sangat ‘centil’, “Jika Kyung Joo tahu aku sudah berubah, dia tidak akan bicara denganku”


Shi-hyun melirik Tae-hee, lalu menyuruhnya untuk segera pulang.. karena dia ingin tidur.


Dan setelah Tae-hee pergi, Shi-hyun mulai menggambar sketsa wajah Tae-hee. Namun ketika hendak menggambar bagian bibir, Shi-hyun terdiam..


Dia bergegas mendatangi kamar Tae-hee, hanya untuk memintanya tersenyum,

“Memangnya kenapa?” tanya Tae-hee

“Aku lupa.. Aku tidak bisa ingat seperti apa senyumanmu...”


“Aku akan tersenyum untukmu satu kali saja. Dan jangan pernah melupakannya lagi!” ujar Tae-hee
Advertisement


EmoticonEmoticon