4/06/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 Part 2

Bu Seol dan Geum-sil, datang ke kafe tempat Shi-hyun tengah menghabiskan waktu siangnya dengan menggambar sketsa wajah Tae-hee.

Bu Seol menghampiri Shi-hyun, “Aku suka gambarmu. Apa kamu yang melukis tembok di luar?” tanyanya

“Bagaimana Anda tahu?”

“Aku melihatmu melukisnya...

“Ohh. Aku hanya memulas cat di sana...”


“Boleh aku tanya siapa itu? Dia sangat mirip dengan seseorang yang kukenal. Pasti kamu sangat menyukainya. Itu terlihat dari gambarmu..” tutur Bu Seol

“Iya.. dia ini paccarku..” jawab Shi0hyun sambil tersenyum


Dokter Myung mendatangi Soo-ji, untuk minta saran.. baju mana yg cocok dikenakannya hari ini, 

“Ibu mau ke mana?”

“Pertemuan JK, kemudian kencan...”


“Kamu harus ikut. Si Hyun juga ikut. Kita akan makan siang bersama”

“Kenapa Si Hyun datang kesana?”

“Kurasa ada sesuatu yang ingin dia bahas dengan ayahnya. Memangnya kalian bertengkar? Kenapa kamu tidak tahu?”

“Tidak.. Aku mau ke kampus. Banyak sekali yang harus kulatih”

“Astaga, anak ibu. Belakangan ini kamu giat berlatih. Ibu sangat bangga kepadamu”

“Aku tidak punya pilihan. Jika keadaan tidak menguntungkan, aku harus kuliah di luar negeri”


Setelah ibunya pergi, masuklah ahjumma yg membawakan sarapan. Soo-ji bertanya: “Apa iuku sudah sarapan?”

“Beberapa hari ini, nyonya kelihatannya sulit makan..”

“Kalau begitu, aku pun tak berselera makan...”


Keluar dari kamarnya, Shi-hyun berpapasan dengan Tae-hee yg baru kembali dari tempat cuci. Tae-hee bertanya, “Sepagi ini, kamu mau kemana?”

“Hmm... ayahku, ingin bertemu denganku..” jawab Shi-hyun dengan suara lesu


Masuk kedalam kamarnya, Tae-hee duduk sambil menggenggam pesawat kertas berisi dokumen tes DNA Shi-hyun. Sejenak dia diam.. dan ketika bangkit, tak sengaja dia menjatuhkannya kelantai tertutp oleh seimutnya.


Ternyata.. Tuan Kwon memanggil Shi-hyun untuk memarahinya karena insiden video ketika  Shi-hyun tiba-tiba pingsan, menimbulkan banyak rumor negatif di masyarakat yg mengakibatkan saham perusahaan menjadi tak stabil.

Namun, Shi-hyun tak peduli akan hal itu, “Ayah cemas aku memberi tahu nenek, kalau kita tidak punya hubungan darah. Karena itu akan membuat Ayah kehilangan jabatan di perusahaan!”

“Aku sudah menyuruhmu jangan mengajukan pertanyaan”

“Tidak. Aku tidak punya pertanyaan untuk Ayah. Walau harus mati, aku ingin bertanya kepada Ibu siapa ayah kandungku. Tapi kenapa aku harus peduli? Aku hanya manusia tidak berguna!”

“Aku senang kamu tahu itu!”


“Tapi ada satu hal yang ingin kuketahui. Wanita yang Ayah temui sekarang. Juga orang yang bertanggung jawab atas kematian ibuku! Ayah yang harus berhati-hati! Ayah akan menikah, tapi menemui cinta pertama Ayah karena belum melupakannya. Bayangkan betapa hebohnya tabloid dengan berita ini!”

“Pasti kamu bosan dan punya banyak waktu senggang untuk mencaritahu semua itu!”

“Ya, sampai aku ingin cepat tua agar bisa mati. Aku yakin Ibu merasakan hal yang sama saat hidup bersama Ayah. Tapi Presdir Myung tidak boleh merasakan hal yang sama. Dia dilempari telur karena Grup JK di hadapan putrinya. Aku akan mencari tahu soal wanita yang Ayah temui!”

“Jangan bertindak gegabah!”

“Silakan mengawasi tindakanku. Aku bisa mengungkapkan hubungan kita yang sebenarnya. Ayah yg akan merugi.. karena kalau hidupku, memang tak akan bisa diapa-apakan lagi! Mungkin Ayah punya anak haram dengan wanita itu. Jika ya, seseorang akan memiliki takdir yang menyiksa sepertiku!”


Tuan Kwon marah besar, dia sampai melempar berkas ke wajah Shi-hyun hingga meninggalkan sedikit luka gores.


Bersamaan dengan itu, dokter Myung datang. Dia tak berkomentar apa pun, tapi sempat bertanya mengenai kondisnya Shi-hyun.. lalu menyarankan supaya Shi-hyun melakukan medical chenk-up untuk meredam rumor negatif, yakni spekulasi netizen tentang Shi-hyun yg katanya pengguna narkoba.

Namun tanpa pikir panjang, Tuan Kwon menolaknya. Maka Shi-hyun pun berkomentar sinis: “Kurasa dia mencemaskan sesuatu. Cemas sebuah rahasia akan terbongkar!”


Tak lama setelah Si-hyun pergi, datanglah Sekretaris Yoon. Mereka bertiga berdiskusi mencari jalan keluar yg ter-aman untuk seluruh pihak.

Dokter Myung, muncul dengan ide kalau dirinya sendiri yg akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi... karena jika dibiarkan, rumor tentang Shi-hyun akan merembet ke rumor yg lebih besar, seperti poitik dan sebagainya, yg ditakutkan bisa menghambat peluncurkan produk obat yg telah mereka rencanakan dengan susah payah.


Tuan Kwon, setuju akan hal itu.. namun sekretaris Yoon menolak, “Dengan segala hormat, menurutku keterlibatannya tidak baik. Merger ini belum terjadi. Jika dia terlibat dalam masalah ini, yang jelas-jelas masalah JK, orang akan menganggap pernikahan kalian adalah langkah bisnis. Myoungjeong bisa kehilangan reputasi sebagai rumah sakit yg bergerak di bidang sosial. Sehingga proposal pendanaan terkait pusat riset itu, tidak akan diterima...”


Obrolan sempat terdistrkasi, karena Tuan Kwon yg tiba-tiba terllihat pusing.. tapi ketika ditanya kondisinya, dia berbohong dengan bilang bahwa dia baik-baik saja dan hanya kelelahan.


Ki-young menemui Tae-hee di kedai tempatnya bekerja paruh-waktu. Dia ingin minta maaf, atas tindakannya malam itu, yg memang sangat gegabah dan pastinya membuat Tae-hee marah.

Namun Tae-hee terlalu kesal padanya, dia memilih untuk mengacuhkannya, terlebih karena sekarang masih jam kerjanya..


“Aku akan menunggu, samapai kamu selesai bekerja. Aku hanya mencemaskanmu. Tampaknya Si Hyun juga mengganggumu”

“Kenapa kamu mencemaskanku? Aku bisa mengurus diriku sendiri”

“Selain itu, tahu apa kamu tentang Si Hyun?”

“Tahukah kamu bahwa dia dirawat di rumah sakit karena narkotika? Itu menjadi buah bibir di kota ini. Carilah di internet. Banyak artikel dengan inisialnya”

“Itu tidak benar. Apa kamu melihatnya sendiri? Itu rumor, bukan fakta!”

“Tapi kenapa kamu membelanya?”

“Aku tidak membela siapa pun! Oppa.. Tadinya kukira kamu pengaccara yang baik. Ternyata aku salah.  karena orang yg hobinya bergossip, tak cocok untuk jadi seorang pengacara!“


Pulang bekerja, Tae-hee duduk sendirian di taman sambil terus mengecek ponselnya yg tadi siang sempat mengirim chat pada Shi-hyun, tapi hingga sekarang beum ada balasan.


Tak lama kemudian, terlihat Shi-hyun yg berjalan pulang. Tanpa mengatakan apa pun, Tae-hee langsung memeluknya erat..

“Tidak terjadi apa pun kepadaku...” ucap Shi-hyun


“Aku hanya ingin memelukmu...” balas Tae-hee

“Aku suka.. dipeluk..” ujar Shi-hyun sambil tersenyum

“Kamu bisa menceritakan apa pun kepadaku...” tutur Tae-hee

“Aku baik-baik saja...” jawab Shi-hyun

“Kecuali (mengatakan) kalimat itu..” tukas Tae-hee


Mereka lanjut berpelukan, lalu Shi-hyun mengucap kata ‘terimakasih’
Advertisement


EmoticonEmoticon