4/06/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 15 Part 3

Tae-hee tengah sibuk mengerjakan tugasnya, bahkan hingga tak mempedulikan kondisi kamarnya yg benar-benar kotor, seperti kapal pecah.


Tiba-tiba, terdengar bunyi bel.. dan masuklah Shi-hyun.

“Aku sangat sibuk dengan tugasku...” ujar Tae-hee

“Bersih sekali....” sindir Shi-hyun sambil jalan menuju dapur


Niatnya, ingin membuatkan kopi.. namun Shi-hyun malah melihat banyak bekas bungkus ramen yg berserakan disamping kompor,

“Aku jarang makan di rumah. Aku langsung masak dua bungkus (ramen)” ungkap Tae-hee

“Seriusan?!” tukas Shi-hyun

“Kenapa kamu terkejut?” tanya Tae-hee

“Makan ramen itu, tidak sehat..” jawab Shi-hyun

“Sehat jika aku menambahkan telur dan sayuran...” ujar Tae-hee


Berikutnya, Shi-hyun mengecek isi kulkas yg ternyata sangat kosong, hingga membuatnya berkomentar: “Tidak ada telur atau nasi dingin. Hanya ada makanan kucing?”

“Jika mau memarahiku, pergilah...” ujar Tae-hee

“Hmmmm... kalau gini caranya, aku mesti sering-sering berkunjung kesini..” balas Shi-hyun sambil tersenyum


Sambil bersih-bersih, Shi-hyun iseng bertanya: “Bisakah kamu mengubah kode kuncimu menjadi nomor ponselku?” 

“Memang.. Sudah kuganti jadi nomor ponselmu. Tapi tetap bunyikan bel. Aku yang menentukan kamu boleh masuk atau tidak...” jawab Tae-hee


Setelah seisi ruangan bersih, Shi-hyun memergoki Tae-hee yg sudah tertidur pulas. Maka... dia mengambilkannya selimut,


Dibawah selimut itu, terdapat pesawat kertas miliknya, namun Shi-hyun tak menyadari hal itu.. karena dia lansgung menyelimuti Tae-hee kemudian mematikan lampu kamarnya.


Keesokan paginya, Shi-hyun mendatangi kamar Tae-hee *tak lupa menekan bel*....

“Mau apa kamu sepagi ini?”

“Kamu tidak boleh di rumah seharian mengerjakan tugas. Kamu harus keluar rumah, olahraga, dan melihat matahari...”

“Ahh.. masa bodo..”

“Gak boleh gitu.. kamu harus ikut aku!”


Dipaksa lari pagi, membuat Tae-hee yg biasanya diam di kamar.. langsung mengeluhkann dirinya kelelahan, meski baru berlari sebentar. Dia sampai jongkok di tentanpa mengatakan apagah jalan, dan menegaskan kalau dirinya ingin pulang saja..


Tanpa mengatakan apa pun, Shi-hyun lansgung membopongnya, lalu mendudukannya di kursi taman..


“Tugas apa yang membuatmu stres?”

“Aku harus memilih suatu lokasi dan membuat sebuah rancang bangunan. Pikiranku buntu karena aku tidak pernah ke sana”

“Pergi saja. Mau kutemani?”

“Aku memilih lokasi yang terlalu sulit....”


Tiba-tiba, melayang sebuah bola kearah kepala Shi-hyun. Spontan, Tae-hee mencoba melindunginya.. namun hal itu membuatnya yg terkena lemparan bola itu dan dia pun lansgung terjatuh ke tanah..


Khawatir, Shi-hyun langsung menghampirinya dan bertanya: “Kamu baik-baik saja?”

“Aku menyelamatkan kepalamu...” jawab Tae-hee sambil tersenyum


Shi-hyun mengobati telapak tangan Tae-hee yg tergores dengan raut wajah yg telihat sangat cemas, bahkan seperti hampir mau menangis..

“Seolah-olah satu sentakan saja akan membuatmu menangis...” ucap Tae-hee

“Aku benar-benar akan menangis jika kamu melakukannya lagi. Bagaimana kamu bisa pergi dan mengamati lokasi pilihanmu itu?”

“Jika kamu khawatir, ikutlah denganku”


“Pasti. Memangnya kamu mau pergi sendirian?”

“Iya...”

“Tidak boleh. Aku harus ikut! Kamu butuh sopir dan portir. Jadi, ajaklah aku!”

“Baiklah, kalau begitu...”

“Cepat pulang seusai kuliah agar kita bisa berkemas”

“Kenapa sudah mau berkemas padahal kita berangkat lusa?”


Soo-ji bertemu dengan guru les-nya, yg tiba-tiba memuji permainan sello-nya dan memintanya untuk melakukan penampilan solo minggu depan. Sungguh, itu merupakan kesempatan yg sangat diidamkan oleh para pemain sello muda sepertinya.. dan Soo-ji sangat senang karenanya..


Namun, senyuman itu lenyap seketika gurunya menyodorkan majalah berisi berita mengenai penikahan ibunya dengan Tuan Kwon sambil berkata: “Kami ingin meminta perusahaan mendukung musikus klasik. Bisakah kamu mengaturkan pertemuan dengan ayahmu? Pertimbangkanlah, lalu beri aku jawaban...”


Soo-ji mempelihatkan majalah itu kepada Se-joo. dan keteulan yg sangat menyedihkan, karena selain berita mengenai pernikahan orantuanya, disana pun ada berita mengenai pameren Seni Bu Seol,

SOO-JI: “Aku marah! Aku ingin menyakitinya!”

SE-JOO: “Makanlah dahulu. Kamu terlihat buruk...”

SOO-JI: “Memang wajahku seburuk itu??”

SE-JOO: “Kamu cantik. Ayo habiskan makananmu...”


Karena Soo-ji tetap diam dan terlihat murung maka Se-joo bertanya: “Katakan. Siapa yang ingin kamu sakiti?”

“Mereka bertiga dan Eun Tae Hee...”

“Pilih salah satu”

“Siapa saja. Selain ibuku...”

“Jika ada yang ingin menyakiti salah satu dari tiga orang ini, pasti itu Si Hyun”

“Perlukah aku tanya Tae Hee, apa dia tahu tentang ibunya dan ayahnya Si Hyun?”

“Choi Soo Ji! Aku ingin kamu melupakan mereka!”

“Terus, aku harus berbuat apa? Beri tahu Si Hyun? Perasaannya akan lebih buruk daripada aku!”

“Ambil paspormu! Mau makan wagyu di Fukuoka?”


Obrolan mereka, tiba-tiba terhenti karena tayangan berita mengenai dokter Myung yg sebentar lagi akan mengadakan konferensi pers terkait skandal yg tengah membelit grup JK~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon