4/07/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 Part 1

Dokter Myung berjalan menuju ruang konferensi pers. Tiba-tiba, sekretaris Yoon muncul untuk memperingatkannya bahwa tindakannya ini sangat berisiko. Namun dokter Myung, melepas tangannya, sambil berkata: “Apa aku akan maju jika aku tidak siap?!”


Dihadapan wartawan, dokter Myung berbicara: “Sebelum membuat pernyataan, Saya meminta maaf atas keresahan publik yang JK timbulkan. Sekali lagi aya minta maaf... Saya di sini untuk menjelaskan kesalahpahaman tentang Tiuzen dari perspektif seorang pakar. Setelah suatu obat baru diluncurkan, aturan utamanya adalah melacak 600 sampai 3.000 kasus. Tapi Tiuzen, tidak seperti obat sintetis lainnya, itu adalah obat dari stem-cell yang lebih jarang digunakan. Sangat sulit untuk mencapai kuota kasusnya. Ini masalah yang lazim dihadapi obat biokimia dalam pengembangan. Ini dihadapi banyak perusahaan saat meluncurkan obat baru. Grup JK telah melampirkan materi penjelasan dan telah mengajukan sesuai ketentuan hukum untuk menyesuaikan studi kasus menjadi 90 saja dan sedang menantikan hasilnya. Grup JK akan mematuhi keputusan apa pun yang BPOM ambil, dan kami ingin menambahkan  bahwa kami tidak pernah mengontak pejabat pemerintah mana pun selama proses ini...”


Setelah berita itu ditayangkan, Madam Oh menelpon Nyonya Park untuk bertanya mengenai saham grup Jk yg ingin dijualnya.

Kemudian, Nyonya Park menelpon Nyonya Oh untuk meneruskan info yg didapatnya. Entah rencana apa yg tengah dibuatnya, namun Nyonya Oh nampak bahagia sekali..


Sesuai dugaan sekretaris Yoon.. saat konfres berlangsung, ada seorang wartawan yg menyerang dokter Myung dengan mempertanyan kesalian pernikahannya. Bahkan, wartawan itu, sampai menantang dr. Myung untuk berjanji dihadapan publik, bahwa dia akan mundur dari manajemen perusahaan setelah pernikahannya.. karena hanya itulah cara untuk bisa membuktikan, abwha pernikahannya bukan atas dasar bisnis semata~

Dengan tegas, dr. Myung menjawab: “Apa aku harus membuktikan cintaku dihadapan kalian? Tentu, aku akan membantu bisnisnya semaksimal mungkin. Karena dia bukan sekadar wakil presdir Grup JK. Dia adalah pria yang kucintai!”


Sekretaris Yoon yg berada dalam ruangan, terlihat kecewa mendengarnya.. namun dia tak bisa berkomentar apa pun~


Menonton berita itu, Soo-ji berkomentar: “Dia menerima ibuku untuk memanfaatkannya seperti itu. Si Hyun mungkin tidak menonton berita, bukan?”

“Bagaimana kamu bisa mencemaskannya bahkan di saat seperti sekarang?”


Soo-ji pamit pergi, maka Se-joo berniat menemaninya tapi Soo-ji melarangnya dan berkata: “Aku titip seloku di sini. Jangan cemas. Aku hanya mau berbelanja....”


Pameran Bu Seol telah selesai, kini saatnya untuk mengepak barang-barang yg akan dikirmkan. Sambil beres-beres, dia asyik berkirim pesan dengan Tuan Kwon.


Tak lama kemudian datanglah Soo-ji, yg memperkenalkan diri sebagai salah satu penggemar, “Saya kemari setelah membaca wawancara Anda. Saya membawa majalahnya juga. Dan.. boleh minta tanda tangan Anda?”


Padahal sejujurnya, Soo-ji sengaja menyodorkan majalah itu, supaya Bu Seol melihat berita mengenai perniakahan Tuan Kwon dan rencananya terbukti berhasil..


Selama Bu Seol membaca berita di majalah itu, diam-diam Soo-ji mengambil selembar kertas berisi catatan pembeli guci yg terpajang di pameran ini.

Lalu setelah Bu Seol menandatangani majalnya, Soo-ji pamit, “Terima kasih. Aku pasti akan datang di pameran Anda berikutnya...”


Setelah Soo-ji pergi, Bu Seol nampak begitu emosi. Dia bahkan.. sengaja menjatuhkan sebuah kuci, hingga membuatnya pecah berkeping-keping, “Dasar gila. Bedebah kurang ajar!” jeritnya penuh amarah


Sendirian, Soo-ji melihat alamat yg tertera pada kertas itu dan dia menyadari bahwa alamat rumahnya menjadi tempat tujuan pengiriman 23 karya seni dari pameran itu, yg berarti bahwa.. selama ini, ibunya telah mengetahui keberadaan wanita lain dalam kehidupan Tuan Kwon~


Tiba-tiba, datang Shi-hyun.. yg langsung membuatkan minuman untuk Soo-ji, lalu duduk disampingnya dan berkata: “Maaf aku sudah terlalu kasar padamu...”

“Lupakan saja...” jawab Soo-ji, yg kemudian melihat goresan di pipi Shi-hyun, lalu bertanya: “Apa yang terjadi?”


“Ayahku memanggilku, kemudian melempariku kertas...”

“Kamu baik-baik saja?”

“Kamu sendiri? Ada yang terjadi?”

“Tidak ada...”


Se-joo berjalan sambil membawa sebuket bunga cantik di tangannya. Dia menelpon Soo-ji dan bertanya: “Kamu di mana?”

“Di tempat kita bersama Si Hyun...”

“Begitu, ya. Aku mau mampir mengantarkan selomu”

“Urusi bisnismu saja. Aku bisa mampir sebelum kuliah besok”

“Baiklah, itu juga boleh. Minta Si Hyun datang dan membawakan pelanggan untukku” jawabnya dengan suara yg terdengar agak kecewa


Setelah telponnya ditutup, Soo-ji koemtar: “Astaga. Se Joo belakangan ini hidup rajin. Dia mau kamu datang dan membawakan pelanggan ke kedainya”

“Aku juga akan hidup rajin...” ujar Shi-hyun

“Bagaimana caranya?” tanya Soo-ji

“Entahlah, tapi apa pun caranya aku akan melakukannya..” jawab Shi-hyun


Tiba-tiba, Soo-ji menerima chat dari Hye-jung yg isinya: ‘Soo Ji, aku merindukanmu. Datanglah bermain denganku setelah matematika SMP-ku selesai’


Membacanya, membuat Soo-ji tersenyum. Maka Shi-hyun bertanya: “Kamu senang dengannya, ya?”

“Dia manis. Dia baik...” jawab Soo-ji

“Sungguh menarik. Belum lama ini, kamu sempat beniat menindasnya, tapi sekarang kalian bersahabat..” tutur Shi-hyun

“Karena, pacarnya bukan Ki-young!” tegas Soo-ji, yg kemudian menceritakan pengalamannya membantu Hye-jung untuk pacaran diam-diam, tempo hari.


Namun tiba-tiba, Soo-ji berhenti bercita dan itu membuat Shi-hyun bertanya heran: “Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku merasa aneh berbagi cerita denganmu..”

“Benar juga..”

“Kamu pindah rumah untuk seterusnya? Ada apa antara kamu dan ayahmu? Kamu bahkan tidak bisa memberi tahu kami?”

“Mungkin nanti. Kelak kamu akan tahu”

“Kamu tidak akan memberitahuku?”


Enggan menjawabnya, Shi-hyun mengalihkan pembicaraan dengan bertanya hal lain: “Bagaimana kamu tahu ayahku menyukai orang lain?”

“Kenapa kamu mau tahu? Itu hanya akan membuatmu sedih”

“Katakan. Aku harus tahu. Aku tidak bahkan tak benari melihatmu jika ibumu menderita seperti ibuku”

“Jangan pikirkan itu. Ibuku mungkin tidak akan peduli. Jangan cari masalah dengan ayahmu. Juga jangan menonton berita untuk sementara”

“Pastikan kamu makan dengan teratur. Kamu tampak lelah.”
Advertisement


EmoticonEmoticon