4/07/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 16 Part 2

Dokter Myung menyendiri dalam ruangannya. Tiba-tiba, dia tersadar bahwa salah satu antingnya hilang~


Dia mencarinya ke ruang konferensi.. bersamaan dengan itu, Tuan Kwon menelponnya untuk berterimakasih atas bantuannya di konfres tadi.
“Kamu belum makan, bukan? Kapan kamu pulang kantor?” tanya Tuan Kwon
“Terima kasih, tapi aku mau istirahat. Aku mau pulang...” jawab dr. Myung


Ternyata.. dalam ruangan itu, ada Sekretaris Yoon yg sedaritadi berdiri memerhatikannya. Karena dia-lah yg memungut anting yg tengah dicari-cari oleh dr Myung..


Sambil memasang kembali antingnya, dr. Myung mengomentari sikap sekretaris Yoon, yg menurutnya terlalu banyak ikut campur.
“Setelah perceraian pertamamu, aku sudah berharap akan mendapatkan kesempatan. Tapi, aku langsung menyerah setelah tahu sifatmu. Ini bukan tentang harapan itu. Aku mau kamu hidup dengan beban lebih ringan...” jelas sekretaris Yoon
“Kamu tahu bagaimana ekspresimu? Kamu terlihat menyedihkan seperti 'Beauty' yang mencintai 'The Beast'. Begitulah perbedaan kita. Kamu mengasihani dirimu karena menyukaiku. Aku menyemangati diriku karena menyukai Kwon Seok Woo!” ujar dr. Myung, “Aku juga pernah membayangkan bahwa aku punya kesempatan. Setiap kali mantan istrinya masuk rumah sakit aku merawatnya dengan sebaik mungkin. Aku masih iri kepadanya. Aku jatuh cinta pada Seok Woo. Jadi, jangan lihat aku dengan tatapan kasihan” tambahnya


“Kamu tahu dia menemui wanita itu lagi. Kamu menginginkan keduanya, Seok Woo dan perusahaannya! Kamu tidak pernah puas! Aku tidak mau melihatmu menderita!” ujar sekretaris Yoon
“Itu urusanku. Kamu tidak perlu mencemaskannya. Terima kasih karena sudah menemukan anting-antingku!” ucap dr. Myung yg kemudian berjalan pergi


Tepat ketika mereka berdua pergi meninggalkan ruangan, Tuan Kwon tiba.. dan dia melihat mereka, namun dia tak menyusulnya atau bahkan sekedar berkomentar apa pun tentangnya~


Se-joo mendatangi ibunya.. dia menunjukkan foto bunga yg sebelumnay dia beli untuk diberikan pada Soo-ji, “Ibu. Ini bagus, ya? Bunga ini disebut anemon. Artinya banyak... ‘Pengkhianatan’, ‘Cinta yang hampa’...”


Ternyata semasa SMA, Soo-ji membawa bunga itu kehadapan Shi-hyun dan Se-joo. Dengan raut wajah yg sedih, dia menceritakan makna bunga itu lalu berkata: “Mulai sekarang, ini bungaku. Ingat itu!”
Se-joo bertingkah kekanakan, sekaan dia tak memedulikan perkataan Soo-ji. Namun ternyata, dia masih mengingat maknanya hingga saat ini~


Bu Seol menonton tayang berita konfres dr. Myung, “Seluruh dunia sudah tahu, tapi aku tidak...” komennya pilu


Tuan Kwon berusaha menghubunginya berulang-kali, namun Bu Seol memilih untuk mengacuhkannya begitu saja~


Tiba-tiba presdir Hong datang menemuinya di kantor.. setelah membaca dan menonton berita, beliau berkomentar bahwa dirinya tak bisa membiarkan Tuan Kwon menikahi dr. Myung, jika tujuannya adalah perceraian dan berbagi saham. Perlu diakui, penikahan itu akan membuat grup JK makin sukses.. namun dari pengamatannya, sosok wanita seperti dr. Myung, terlalu ambisius dan cerdas, hingga kemungkinan besar, dialah yg nantinya akan mengambil-alih segala urusann terkait bisnis.


“Kamu mau mundur ke balik layar dan membiarkannya mengendalikan semuanya? Jika itu yang kamu pikirkan, bawalah Si Hyun ke perusahaan. Sampai Si Hyun dan Yeo Min dapat mengambil alih, tetaplah kendalikan perusahaan. Itu tanggung jawabmu...” papar Presdir Hong, “Jika kakakmu tidak pergi dalam perjalanan bisnis itu untuk menggantikanmu, serta kamu tidak gila dan mencoba menemui wanita itu lagi, kakakmu, kakak iparmu, dan ibu Si Hyun tidak akan mati seperti itu. Jika kamu merasa bersalah terhadap Yeo Min dan Si Hyun, maka laksanakanlah tanggung jawabmu...” tambahnya dengan nada bicara tegas


Tae-hee menghampiri Shi-hyun yg tengah berkemas, dia melirik barang bawaannya lalu bertanya: “Kenapa membawa sikat gigi?”
“Kita mungkin akan menginap...” jawab Shi-hyun
“Aku mau pulang sebelum makan malam. Kita akan naik kereta...” ujar Tae-hee
“Kereta? Tempatnya dekat?” tanya Shi-hyun
“Ya. Hanya butuh satu jam...” jawab Tae-hee


“Mending bawa mobil saja. Lagipula, apa jadinya.. kalau nanti kita ketinggalan kereta saat pulang? Kamu akan berbuat apa kepadaku?” tanya Shi-hyun
“Dasar otak mesum..” balas Tae-hee
Shi-hyun tertawa, lalu secara sukarela dia menwarkan diri untuk membawakan tasnya Tae-hee


Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di lokasi tujuannya. Disana suasananya sanga nyaman dan sejuk.. mereka berdua, sangat menyukai tempat itu..


Karena Tae-hee harus fokus menyelesaikan tugasnya, maka dia meminta Shi-hyun untuk duduk menunggunya~


Mereka duduk bersebarangan, hanya dibatasi oleh lintasan kereta api. Meski demikian, diam-diam mereka saling curi-pandang..


Shi-hyun melirik wajah Tae-hee, lalu dia menggoreskan jarinya kearah langit.. seakan dia tengah menggambar wajah Tae-hee di udara...


[ EPILOG ]


Sebelumnya, saat mereka duduk berdua.. melihat bintang dari rooftop menggunakan teleskop, Shi-hyun tak begitu fokus dengan apa yg dikatakan Tae-hee, karena dia asyik menatap Tae-hee sambil bergumam dalam hatinya: “Kenapa kami tidak bertemu lebih awal dan dalam situasi berbeda? Musim dingin ketika aku baru bertemu denganmu. Musim semi yang kita sambut bersama. Itu sangat berarti bagiku. Bisakah aku tetap di sisimu saat musim dingin datang kembali? Suatu hari, kamu akan tahu tentang kebohongan besarku juga. Untuk pertama kalinya, aku merasa takut...”


Kemudian tanpa mengatakan apa pun, Shi-hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Tae-hee.. dan menciumnya~~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon