4/10/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 17 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 17 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 17 Part 1

Tae-hee mencari tempat untuk mereka menginap malam ini.. tapi karena sekarang akhir pekan, maka mayoritas penginapan telah penuh dan hanya tertinggal satu kamar kosong yg tersisa..


Namun Shi-hyun menunjukkan sikap yg aneh.. dia tak mau masuk dan malah cuman berdiri di depan gerbang..


Udara diluar sangat dingin, dan Tae-hee ingin buru-bur masuk.. tapi Shi-hyun masih tetap menunjukkan sikap anehnya dan itu membuat Tae-hee benar-benar kesal..

“Apa yang ingin kamu lakukan? Kamu tidak bisa ke sauna karena tatomu!”

“Bukan begitu...”

“Apa karena ini rumah tua? Karena tidak ada ranjang? Kamu tidak mau tidur di sampingku? Hei, aku tidak menggigit. Aku tidak akan menyentuhmu. Aku tidak mendengkur atau mengertak-ngertakkan gigi... kamu ini kenapa sih?!”


“Aku... sangat ingin.. tidur di sampingmu....” ungkap Shi-hyun dengan ekspresi memelas


Sejenak diam.. kemudian, Tae-hee jongkok disamping Shi-hyun dan berkata: “Sejujurnya.. Aku juga (ingin tidur disampingmu)..”


Masuk kedalam.. suananya sangat hening dan kikuk. Mereka tak mengatakan apa pun, bahkan saling tatap saja, tak mampu~


Hingga kemudian, Shi-hyun menggenggam tangan Tae-hee perlahan..

”Aku berharap.. aku tidak pernah melupakan hari ini seumur hidupku...” ucap Tae-hee

“Aku juga..” ucap Shi-hyun


Menggunakan jarinya, Tae-hee meulis sesuatu di telapak tangan Shi-hyun, lalu memintanya untuk menebak apa yg barusan dia tulis..

“'Aku mau mencuci muka'? Kenapa tiba-tiba?”

“Bukan itu...”

“'Aku malu'? Ya, aku mengerti...”

“Salah!”


Setelah Tae-hee menunjukkan wajah kesal, barulah Shi-hyun membisikkan jawaban yg tepat, yakni: “Aku mencintaimu...”


Malam semakin larut.. ahjumma pemilik penginapan, mematikan satu per-satu lampu di luar kamar.


Shi-hyun dan Tae-hee berbaring sambil berhadapan, Tae-hee menggenggam telapak Shi-hyun dan berkata: “Kamu juga gugup. Telapak tanganmu berkeringat...”


“Tidak...” jawab Shi-hyun yg emudian mencium tangan Tae-hee


Suasana terasa makin romantis.. Shi-hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Tae-hee, lalu dia mencium kening, hidung dan bibirnya.. dengan lembut~


Ditinggal berduaan di kedai, Se-joo mengobrol dengan Kyung-joo..

“Aku ragu Tae Hee dan Si Hyun akan kembali ke Seoul semalam ini”

“Kamu tahu mereka berpacaran?”

“Tentu saja...”


“Soo Ji bilang Si Hyun akan datang, jadi, kukira kalian berpikir bahwa mereka sudah putus”

“Soo Ji masih belum tahu. Tapi siapa yang peduli? Mereka bebas berpacaran lagi”

“Si Hyun terus merahasiakan ini. Apa Soo Ji akan baik-baik saja jika mengetahuinya?”

“Orang tidak bisa menyembunyikan cinta. Aku yakin Soo Ji juga tahu...“


Soo-ji sendiri, tengah duduk di markasnya sambil memandang vas berisi bunga favoritnya, “Kapan kamu mampir, Si Hyun?” gumamnya pelan


Bersamaan dengan itu, Se-joo datang.. dia masuk dan langsung menyalakan musik klasik. 

Dengan suaranya yg lirih, Soo-ji bertanya: “Si Hyun, tidak sendirian sekarang, bukan?”

Enggan menjawabnya, Se-joo malah meminta Soo-ji memainkan sello untuknya~


Soo-ji memiankan sebuah lagu dengan serius, sementara Se-joo mendengarnya dengan penuh perhatian..


Hingga tiba-tiba, Se-joo menghampiri Soo-ji dan langsung mencium bibibirnya. Seketika.. suana jadi hening...

Soo-ji bangkit, dia pergi meninggalkan Se-joo tanpa meninggalkan sepatah kata pun~


Pada waktu bersamaan, terlihat Shi-hyun yg mendekap erat Tae-hee dalam pelukannya..


Sementara Se-joo, nampak begitu frustasi.. dia minum beberapa gelas alkohol, kemudian meremas gelas kaca dalam genggamannya~


Malam yg gelap, berubah jadi pagi yg terang.. 

“Tidurmu nyenyak?” tanya Shi-hyun pada Tae-hee yg baru bangun

“Hmmm.. iya..” jawab Tae-hee pelan

“Tidurlah lagi...” ucap Shi-hyun yg buru-buru berlari keluar


Ternyata.. Shi-hyun pergi, karena sadar bahwa rambutnya acak-acakan~~


Sesaat kemudian, ketika Tae-hee kembali dari toilet... Shi-hyun telah berdiri di depan pintu, dengan tampilan yg rapi serta segelas minuman hangat di tangannya,


Bahkan Shi-hyun, telah menyiapkan banyak makanan ringan yg memang dia bawa dari rumah..
“Kamu sudah siap untuk menginap rupanya..” komen Tae-hee


“Sikat gigi kita sama. Kita memang sudah ditakdirkan untuk menginap bersama di sini..” ujar Shi-hyun

“Ini memang milikmu...” ucap Tae-hee sambil melempar sikat gigi itu padanya


“Bagaimana jika kita menginap semalam lagi? Dua hari tiga malam sepertinya seru. Aku membawa cukup makanan..” tutur Shi-hyun dengan semangat

Namun Tae-hee lanngsung menolak ajakan itu, sambil melemparkan handuk ke arahnya~
Advertisement


EmoticonEmoticon