4/11/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 18 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 18 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 17 Part 3

Shi-hyun memuka pintunya, hanya untuk bilang: “Maaf, tapi aku sedang ingin sendiri...”


Se-joo bertemu dengan Soo-ji dalam kondisi wajah yg masih babak belur,

“Jika kamu dipukuli seperti itu, artinya kemarin kamu pulang. Seharusnya kamu tidur dan membuka restoran, bukannya bulak-balik menginap di hotel..” celoteh Soo-ji


Tak seperti biasanya, kali ini Se-joo tak banyak bicara dan malah menunjukkan sikap dinginnya. Hal itu membuat Soo-ji kesal, “Beginikah caramu membalasku hanya karena aku menciummu sekali? Bukan itu saja. Kenapa kamu tidak menjawab panggilanku? Aku akan baik hati melepaskanmu. Pikirkanlah perbuatanmu!”

“Kamu.. bahkan tidak bisa menghubungi Si Hyun saat kalian ada masalah. Tapi denganku pasti mudah!”

“Se Joo! Seperti katamu, cinta seperti itu tidak akan ada di antara kita. Kamu sendiri yang mengatakannya. Kamu bahkan, memperbolehkan kita melewatkan satu malam bersama dan melupakan semuanya...”

“Apa yang telah kuperbuat kepadamu?” tanya Se-joo sambil tersenyum sinis


“Kenapa kamu tersenyum? Aku tidak mengerti!” ujar Soo-ji

“Kalau memang begitu, mau ‘lakukan’ itu sekali lalu melupakannya? Mau keatas (maksudnya ke kamar) sekarang, denganku?” tanya Se-joo dengan tatapan serius


“Hei! Di antara kita, ada lelucon yang tidak pernah boleh dilontarkan!” bentak Soo-ji yg kemudian berjalan pergi tanpa mengucap pamit~


Tak sengaja, Shi-hyun melihat Bu Seol yg tengah berdiri memandang mural yg digambar olehnya. Dia pun menghampirinya, dan menyapanya, “Perasaan anda, sepertinya lebih tenang setelah melihat mural ini...”

“Kelihatannya keadaanmu juga sedang tidak baik. Apa gadis cantik itu baik-baik saja? Pacarmu itu..”

“Iya.. Dia baik-baik saja”


“Pasti kamu sedang marah kepadanya. Karenan mudah untuk orang seusiaku menebaknya..”

“Aku merasa menyesal dan bersalah akan satu hal terhadapnya”

“Cobalah meminta maaf. Pria yang memohon maaf dengan sepantasnya adalah pria hebat...”

“Tapi, aku tidak bisa meminta maaf...”


“Aku menginginkan permintaan maaf dari seseorang. Orang yang kusukai menyembunyikan sesuatu dariku dan aku mengetahuinya. Bukankah lucu, di usiaku ini, aku bisa kesal karena orang yang kusukai?”

“Bagaimana perasaan Anda setelah mengetahuinya? Anda marah?”

“Awalnya, aku marah karena rasanya seolah-olah dia menipuku. Pikiran bahwa dia menyembunyikan itu dariku membuatku sedih. Dia tidak bisa mengakuinya kepadaku”


“Maukah Anda menerima permintaan maafnya?”

“Permintaan maaf tidaklah berarti. Kami tidak pernah bisa bersama. Aku masih penasaran. Jika aku memberi tahu dia bahwa aku tahu rahasianya, itu berarti aku tidak akan pernah bisa menemuinya lagi...”

“Aku juga menyembunyikan sesuatu darinya...”

“Jika menjadi dirimu, aku akan memberi tahu dia semuanya atau berhenti sebelum dia tahu. Karena, tidak tahu sama sekali akan membuatnya tidak terlalu sakit...”


Sejenak merenung, lalu Shi-hyun menelpon detektif untuk menanyakan identitas, korban tabrak-lari yg sempat mereka bicarakan waktu itu,

“Mengungkapkan nama korban adalah pelanggaran...”

“Tapi, kurasa aku mengenal korban itu...”

“Aku tetap tidak boleh bilang. Tapi, Aku mendengar sesuatu saat menyelidiki kasus itu. Korban itu sudah sembuh dan diterima di universitas ternama tahun ini. Hanay itu yg bisa kukatakan...”


Mendengar informasi tersebut, seakan memastikan fakta bahwa Eun Tae-hee merupakan korban dalam kecelakaan yg diduga melibatkan mendiang ibunya..


Se-joo datang, dia melihat raut wajah Shi-hyun lalu bertanya: “Panggilan apa itu sampai kamu begitu serius?”

“Bukan apa-apa...” jawab Shi-hyun yg lanjut bertanya: “Kenapa Soo Ji meninggalkan selonya? Ada masalah?”

Se-joo malah tanya balik, “Kamu tidak meneleponnya?”


“Tidak. Memangnya, kenapa?”

“Ibunya mengadakan konferensi pers tentang perusahaan ayahmu...”

“Begitu rupanya”

“Soo Ji mencemaskanmu setiap hari, tapi kamu malah bepergian. Kamu menikmatinya?”

“Bagaimana kamu tahu? Hfft... Ko Kyung Joo, dasar...”

“Jangan cemas. Soo Ji tidak tahu. Tapi, kenapa kamu masih menemui Tae Hee? Apa dia menyimpan rahasiamu?”

“Rahasia apa?”


“Atau.. kamu begitu menyukainya sampai harus terus menemuinya secara diam-diam? Katakanlah.. Kamu bepergian dan merahasiakannya dari Soo Ji, karena tahu dia akan marah..”

“Itu bukan rahasia. Dia dan aku tidak bisa bersama...”

“Memangnya kalian Romeo dan Juliet? Kenapa tidak bisa bersama? Jika kamu tidak bisa memacarinya, kembalilah ke kenyataan”

“Jangan khawatir. Aku akan melakukannya...”

“Dasar kamu.. Aku tidak sabar lagi. Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa melihat sisi jahatmu”


“Bagaimana hubunganmu dengan Soo Ji?”

“Dari semua orang, kami yang paling tidak bisa bersama, bukan?”


Di waktu yg bersamaan Soo-ji datang, “Kalian berdua di sini ternyata..” ucapnya kikuk

“Aku mencium ada sesuatu yg aneh..” ujar Shi-hyun, yg kemudian bertanya pada Soo-ji, apa kamu memukul Se-joo lagi?

“TIDAK!” jawabnya

“Cepatlah berbaikan...” pinta Shi-hyun


Mengalihkan pembicaraan, Soo-ji malah menyalahkan Shi-hyun: “Semua ini karenamu. Kamu menghilang selama akhir pekan. Kenapa kamu baru muncul? Dari mana saja kamu? Apa yang sudah kamu lakukan?”

“Dia akan menjawab, jadi, beri dia waktu untuk menarik napas. Dia punya rencana besar. Benar?” ungkap Se-joo

“Rencana besar? Apa rencana itu seru?” tanya Soo-ji

“Eun Tae-hee...”


“Tadinya aku ragu, tapi itu benar. Kamu menghabiskan akhir pekan bersamanya. Kamu membohongi kami?”

“Taruhan kita sudah batal. Haruskah aku menceritakan semua?”

“Bagaimana bisa batal? Kamu menginginkan informasi dariku. Wanita yang ayahmu temui----”

“Kita akan membahasnya di sini?”

“Kenapa tidak? Apa Se Joo tidak boleh tahu? Karena ayahmu akan terlihat buruk?”

“Tidak. Siapa yang peduli. Ini di antara kita...”


Sejenak hening, kemudian Soo-ji tersenyum sambil berkata: “Aku penasaran, bagaimana ekspresinya (Tae-hee), saat kamu meninggalkannya. Apa sekarang, dia sangat menyukaimu? Jika kamu belum yakin, pacari dia lebih lama. Kurasa itu akan lebih seru!”

“Tapi Tae Hee tidak ada kaitannya dengan ini. Aku yang memutuskan apa kamu akan memberitahuku tentang wanita ayahku atau tidak!” tutur Shi-hyun yg kemudian berjalan pergi


Tae-hee meninggalkan pesan untuk Shi-hyun, yg isinya: ‘Maaf, tolong percayalah kepadaku sekali lagi. Lagi pula, aku penjaga rahasiamu’


Shi-hyun sendiri, sepertinya sangat galau dan bingung mesti berbuat apa. Dia menatap sketsa wajah ibunya, lalu bertanya: “Ibu.. Apa yang harus kulakukan?”
Advertisement


EmoticonEmoticon