4/11/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 18 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 18 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 18 Part 2

Ketika tengah bekerja, Tuan Kwon menerima sms dari Bu Seol yg mengajaknya bertemu..


Tanpa pikir panjang, dia bergegas meinggalkan pekerjaannya dan pergi menuju tempat yg diminta~


Bu Seol membuat pembicaraan dengan mengutarakan isi perasaannya: “Kamu akan menikah. Sudah kubilang. Kamu terkenal. Tapi alangkah baiknya jika kamu memberitahuku kali ini. Kamu tidak boleh melakukan ini kepadaku lagi. Kenapa kamu akan menikah? Kamu menyukainya?”

“Tidak... Tapi, Aku membutuhkannya”

“Kalau begitu, bersikap baiklah kepadanya. Kamu harus lebih setia jika memang membutuhkan dia. Kamu bahkan tidak memilihku saat masih menjadi pria bebas. Sebelumnya, hanya aku yang akan terluka. Tapi kita sudah punya anak, orang-orang di dunia ini, dan ibumu yang mungkin masih sama. Kita tidak bisa bebas dari mereka. Selain itu, kamu dan aku sudah pernah gagal... Kamu tidak boleh melakukannya lagi”


“Aku tahu aku pria jahat dan ini terdengar gila. Tapi, Bisakah kamu mengizinkanku untuk menemuimu dari waktu ke waktu? Walau hanya beberapa bulan” pinta Tuan Kwon

“Tidak! Itu terlalu merendahkanku. Aku menunggumu tiga kali. Yang pertama, orang di kantormu mengabarkan pernikahan itu. Yang kedua, aku menunggumu seperti wanita gila setelah kamu bercerai. Kumohon pergilah! Aku melakukan ini lagi... Aku selalu menyuruhmu pergi, meski tahu kamu tidak akan mendengarkanku...” tutur Bu Seol, yg kemudian berjalan pergi sambil menahan tangisnya sekuat tenanga


Dalam perjalanan pulang, Tuan Kwon terlihat begitu sedih. Dia menyesali perbuatannya: “Seharusnya aku mendengarkanmu. Sebelum kamu tahu, seharusnya aku mengakhirinya...” ujarnya pilu


Dirumahnya Bu Seol menonton acara komedi.. ketika harusnya dia tertawa, namun nyatanya dia malah menitikan air mata~~~


Soo-ji datang ke bar tempat Shi-hyun tengah duduk sendirian, “Firasatku mengatakan kamu di sini. Tapi, kenapa kamu minum sebanyak ini?”

“Aku sedang menunggu seseorang..”

“Kamu sudah makan?”

“Belum...”

“Apa dia tahu kita di sini?”

“Haruskah aku mengatakannya?”


Diluat, Tae-hee telah berdandan cantik.. menunggu Kyung-joo yg tak lama kemudian datang dalam kondisi rol rambut yg masih tertempel di poninya.


Mereka berdua, tak tahu-menahu.. mengapa Shi-hyun memintanya datang kesini. Tapi Kyung-joo.. mengira, kalau Shi-hyun tengah membuat kejutan sebagai bentuk permintaan maafnya pada Tae-hee~


Se-joo pun telah tiba disana, “Kamu akan memberi tahu dia hari ini?” tanyanya

“Tentang apa?”

“Bahwa kamu sengaja mendekatinya..”

“Untuk apa?”

“Ya. Kenapa dia harus bilang begitu? Apalagi akibatnya hubunganmu dengan Hye Jeong, dan Ko Kyung Joo... Semua akan berakhir”

“Aku tidak keberatan...”

“Bohong!”

“Jangan mainkan kartu itu. Malam ini akan cukup menghancurkan ego Tae Hee...”


Tak lama kemudian, datanglah Tae-hee dan Kyung-joo. Soo-ji menyadapanya dengan ramah, “Se Joo dan aku datang karena Si Hyun memaksa. Kurasa dia sudah menyiapkan sesuatu...” ucanya

“Soo Ji! Malam ini bukan kamu bintangnya, bagaimana jika kamu diam saja?” pinta Se-joo


Karena Shi-hyun diam saja, maka Soo-ji memancinya dengan bertanya: “Bukankah Tae Hee tampak cantik? Dia cantik, bukan?”

Sejenak diam.. lalu Shi-hyun menjawab: “Ya. Dia cantik. Aku baru tahu kamu secantik ini. Tapi kamu tampak tidak nyaman. Bukankah kamu merasa canggung? Dengan kami di bar ini. Bajumu, sepatumu, teman-temanku, semuanya...” 


“Kwon Shi-hyun, kamu kenapa?” tukas Tae-hee

“Aku merasa tidak nyaman. Aku duduk di sini menatapmu dan aku merasa tidak nyaman. Saat aku memintamu datang, kukira kamu akan menolak atau setidaknya menanyakan ada acara apa. Kamu bergegas datang tanpa banyak bertanya...” tutur Shi-hyun dengan sinisnya

“Aku datang karena kamu yang mengundangku, bukan orang lain. Aku tidak merasa tidak nyaman...” jelas Tae-hee


Shi-hyun menyeringai, lalu mengatakan: “Sungguh, kamu dan aku sangat berbeda. Dari mana aku harus mulai memaparkan perbedaan kita?”

“Si Hyun! Jangan pura-pura jahat! Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku?” tanya Tae-hee

“Aku tidak berpura-pura jahat. Aku memang jahat. Aku bosan berpura-pura baik. Mari kita hentikan sekarang!” ujar Shi-hyun

“Shi-hyun.. aku faham maksudmu apa. Jadi berhenti bersikap seperti ini. Mari kita bicara empat-mata!” ujar Tae-hee

“Kamu memahamiku? Memangnya kamu kira, apa yg ingin kulakukan?” tanya Shi-hyun


Tae-hee terdiam.. dia mengingat kembali, obrolan terakhirnya dengan Shi-hyun mengenai fakta terkait ayahnya Shi-hyun..

“Itu di antara kita berdua. Aku tidak bisa menyebutnya di sini...” ujar Tae-hee

“Tidak masalah... Katakanlah...” ucap Shi-hyun


Sejenak diam, kemudian Tae-hee bertanya pada Shi-hyun: “Apa kamu.. tidak menyukaiku lagi?”
Advertisement


EmoticonEmoticon