4/12/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 19 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 19 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 19 Part 1

Dokter Myung menelpon staffnya, untuk minta dikirimkan rekam medis Tuan Kwon dari tahun lalu..


Karena siang tadi.. Nyonya Park sempat datang untuk minta bantuannya membuatkan hasil pemeriksaan palsu untuk putranya, supaya dia tak perlu mengikuti wajib militer. Namun, dr. Myung menolaknya dengan alasan halau itu merupakan tindakan ilegal.

Merasa kesal, Nyonya Park lalu menceritakan bahwa Hye-jung sempat melihat Tuan Kwon diperiksa di dokter mata yg sering dia datangi, “Dia memeriksakan diri di tempat lain, pasti karena merasa tidak nyaman dengan sikapmu yg kaku..” sindirnya


Kembali ke relita, staff-nya memberitahukan kalau Tuan Kwon tidak pernah melakulan medical check-up di RS ini, “Dia berulang kali mengganti jadwalnya, tapi akhirnya tidak datang...” jelasnya


Tak lama kemudian, Tuan Kwon datang dengan membawa sekresek bir serta ayam goreng,

“Kenapa kemari? Kamu bahkan tidak telepon”

“Aku mau minum bir, tapi tidak punya tempat tujuan...”


Dengan antusias, dr. Myung membuka kresekk yg dibawa Tuan Kwon, “Wah, kelihatannya enak. Aku suka ayam dan bir. Sudah lama aku tidak menikmatinya...” tuturnya

“Aku tidak pernah melihatmu sesenang ini”

“Soo Ji tidak mau makan ini denganku. Kamu sering melakukan ini bersama Si Hyun?”

“Tidak. Omong-omong, Maaf karena aku tidak menelepon setelah Tiuzen lolos seleksi...”


Tak mau membahas itu, dr. Myung mengalihkan topik dengan membahas permintaan Soo-ji, “Boleh aku minta tolong? Jurusan Soo Ji punya gagasan kerja sama bisnis dan akademis. Yaitu program bagi perusahaan untuk mensponsori para musikus baru. Bisakah kamu mempertimbangkan proposal mereka?”

“Kamu bisa memutuskan dan melaksanakannya..”


Karena suasana terasa makin nyaman, maka dr. Myung bertanya tentang kondisi Tuan Kwon, “Apa mungkin kamu sedang tidak sehat? Ada yang melihatmu di rumah sakit lain...”

“Kurasa ada yang melihatku di dokter mataku. Aku baik-baik saja. Tidak ada masalah”

“Kamu harus menjalani pemeriksaan. Kamu harus menyisihkan waktu. Kamu yakin baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja”

“Dokter mata kami juga bagus, jadi periksalah disini”

“Baiklah..”

“Jika kamu tidak enak badan, aku orang pertama yang harus kamu beri tahu. Aku tidak berusaha menekanmu. Maksudku, kita harus menjaga kelangsungan perusahaan”


Sambil menggenggam tangan dr. Myung, Tuan Kwon berkata: “Baiklah. Aku akan memberitahumu lebih dahulu..” 


Sesampainya di depan rumah, Kyung-joo bertanya pada Se-joo: “Apa Si Hyun benar-benar menyukai Tae Hee?”

“Tae Hee pasti tahu (jawabannya)”

“Hati manusia tidak ada yang tahu. Bagaimana bisa dia melakukan itu jika menyukai Tae Hee?”

“Apa dia sangat menyukai Si Hyun?”

“Sangat (menyukainya)... Karena itulah dia menahan diri...”


Sejenak dia, lalu Se-joo bertanya: “Kyung Joo. Apa kamu mengetahui perasaanmu sendiri?”

“Adakah orang yang tahu persis bagaimana perasaaannya? Bagaimana bisa?”

“Setelah menciumnya, kamu akan mengetahui perasaanmu. Mungkin kamu pun tidak begitu menyukaiku...”


Perlahan, Se-joo mendekatkan wajahnya ke wajah Kyung-joo.. lalu mencium pipinya. 


Awalnya Kyung-joo terdiam, lalu kemudian dia tertawa kikuk sambil berkata: “Hei, kurasa aku tidak terlalu menyukaimu. Kurasa aku hanya menyukaimu sebagai teman..”


Tapi setelah Se-joo pamit pergi, senyum Kyun-joo seketika berubah jadi tangis...bahkan sampai masuk kedalam rumah, dia terus menangis terisak, namun tak mampu menjelaskan apa pun pada ibunya.


Keesokan harinya.. Tae-hee bangun dalam kondisi wajah yg murung. Karena setiap hal yg dia lakukan, terus mengingatkannya pada sosok Shi-hyun~


Dalam kamarnya, Shi-hyun sendiri.. tengah memerhatikan sketsa wajah Shi-hyun. Hingga tiba-tiba ada sms masuk dari Soo-ji, yg mengajaknya bertemu karena ada sesutau yg dia bicarakan..


Sesampainya di kampus, Tae-hee menelpon Kyung-jo yg hati ini tak masuk kelas. Dia kira, Kyung-joo bolos.... tapi ternyata, Kyung-joo terbaring sakit..


Maka pada saat itu juga, Tae-hee bergegas menjenguk Kyung-joo ke rumahnya..


“Kyung Joo yang malang, belum juga mau makan atau tidur. Lihat. Bibi juga sampai keriput...” keluh Madam Oh


Tae-hee berhasil membuat Kyung-joo bangun dari kasurnya, karena dia membawakan tteokbokki.

“Se Joo menciummu dan kamu menyadari bahwa kamu sungguh menyukainya? Tapi, Kamu bisa tahu persis bahwa dia tidak menyukaimu?” tanya Tae-hee

“Iyaa..” jawab Kyung-joo dengan suara lirih


“Kalian tahu perasaan kalian dan itulah kenyataannya. Kenapa kamu menangisinya?”

“Kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja. Memangnya aku bisa mati jika tidak punya pacar? Kurasa ini yg terbaik! Aku terlalu mengandalkannya dan membiarkannya mengusikku! Sekarang kuputuskan untuk berhenti menyukainya!”

“Bohong!”

“Aku serius! Mulai sekarang, jangan sebut namanya di hadapanku! Pokoknya, Selamat karena sudah mengakhiri cinta bertepuk sebelah tanganmu”

“Tetap saja, ini kali pertama aku mencampakkan pria, bukan?”

“Ya... dan lagipula, kalian berdua masih bisa berteman..”


“Kamu serius akan mengakhiri hubunganmu dengannya seperti ini?”

“Aku sempat ingin mempertahankannya atau menuntut sebuah penjelasan. Tapi sekerang tidak lagi, karena kurasa.. itu hanya buang-buang waktu..”
Advertisement


EmoticonEmoticon