4/18/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 21 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 21 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 21 Part 2

Dokter Myung bertemu dengan Anggota Dewan Kim. Sebelumnya, dia menunjukkan sikap tegas dengan menolak ide berkaitan dengan nepotisme, tapi kali ini.. dia sendiri yg minta bantuan terkait perizinan obat yg dikembangkannya dan bersedia memberikan apa pun sebagai balasannya.


Tuan Kim tertawa.. mengatakan, bahwa pada saat seperti ini, dirinya berhak mendapatkan imbalan yg setimpal. Dia pun menyodorkan sebuah amplop bertuliskan ‘rahasia tingkat tinggi’, dan dia meminta dr. Kim untuk memfasilitas pelayanan untu para klien VIP yg tertulis dalam berkas tersebut, “Mari kita bekerjasama..” ucapnya


Setelah mengantar Tuan Kim keluar, dr. Myung melihat mobil Sekretaris Kim yg terparkir tepat disebrangnya.


Mereka pun berbicara berdua.. sekretaris Kim bercerita tentang Shi-hyun yg telah mengenal sosok Seol..

“Hfft.. pasti, Soo-ji yg memberitahunya..”

“Si Hyun menanyakan apa dia terlibat dalam kecelakaan ibunya. Aku memberitahunya bahwa kecelakaan itu terjadi saat ibunya pergi menemui Young Won”

“Kenapa kamu memberitahunya itu?” 


“Sebaiknya dia memercayai itu dan berhenti mencari tahu. Dia tidak akan menggali lebih jauh. Mi Ri.. Apa, yang kamu lakukan dengan mobil itu?”

“Ada di garasi. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya”

“Si Hyun akan menemui Seol Young Won. Wakil Pimpinan Kwon tidak akan bisa menemuinya lagi. Keadaan menguntungkanmu. Jika kelak Si Hyun menyelidiki kecelakaan itu dan mengetahui bahwa pelakunya bukanlah ibunya, biar aku yang menyelesaikannya...”

“Apa yang akan kamu lakukan?”

“Pokoknya.. Jangan khawatir...”


Shi-hyun menemui Bu Seol.. dia menunjukkan sebuah katalog, berisi gambar-gambar guci..


“Ini semua karyaku..” ucap Bu Seol sambil tersenyum


Namun senyumannya lenyap, seketika dia melihat cover buku tersebut yg bertuliskan, ‘JK Group Cultural Foundation’


Shi-hyun menghela nafas panjang, lalu mengungkapkan semuanya: “Kwon Seok Woo adalah ayahku. Ibuku tewas dua tahun lalu. Di sebuah kecelakaan di Jeongeup, tempat yang asing baginya. Aku selalu ingin tahu kenapa dia meninggalkan rumah sakit untuk pergi ke sana. Kurasa.. ibuku ingin melihatnya sendiri. Atau mungkin dia ingin memohon agar Anda memutuskan ayahku.  Ibuku selalu kesepian. Dia memajang sebuah vas keramik yang besar di lobi dan menatapnya setiap kali lewat. Dia mengatakan kepada dirinya bahwa dialah pemiliknya dan pantas menikahi ayahku. Dia menghibur diri dan memastikannya sendiri. Begitulah dia hidup. Aku tahu bahwa mengatakan ini tidak akan mengubah apa pun. Bahwa ibuku tidak akan kembali, tapi aku ingin mengutarakan ini. Karena kalian tidak tahu cara mengakhiri sesuatu. Karena hari itu, ibuku meninggal. Orang yang tidak bersalah menanggung akibatnya. Tidaklah adil kedua orang itu bisa bertemu dan berbahagia lagi...”


Shi-hyun berjalan pergi, Bu Seol mengejarnya, “Aku minta maaf... Aku sungguh-sungguh minta maaf...” ucapnya, tapi Shi-hyun sengaja mengabaikannya begitu saja


Ditengah perjalanan, Shi-hyun menghentikan mobilnya..  dan dia menangis terisak..


Tiba-tiba, ada telpon dari ayahnya yg menyuruhnya datang ke akntor, karena ada sesuatu yg harus dibicarakan olehnya..


Merenung.. Bu Seol, mengingat kejadian di malam insiden itu terjadi...


Dia terlihat gelisah, karena tak bisa menghubungi Tuan Kwon. Tapi tiba-tiba, daanglah Tae-hee yg menunjukkan brosul sekolah di Seoul, dan memintanya untuk memberikan persetujuannya, “Kyung Joo bersekolah di sana, jadi, Ibu tidak perlu cemas...”


“Kamu tidak boleh pindah sekolah! Kamu memberi tahu ayahmu bahwa kamu akan tinggal bersama ibu!”

“Ibu tahu aku mengatakan itu agar Ayah tenang. Aku ingin memulai semester baru di sana. Ganti alamatku ke alamat Bibi Geum Sil!”

“Nanti saja!”


“Aku tidak suka meminta bantuan Ibu. Tapi, aku tidak punya pilihan. Aku memerlukan persetujuan wali!”

“Ibu mengerti. Kita bisa membicarakan ini nanti. Jangan ganggu ibu!”


Setelah mendengar jawaban itu, Tae-hee berlari pergi.. bahkan tanpa mengucap kata pamit sekali pun~~~


Kembali ke masa sekarang, Tae-hee tengah berjalan pulang bersama dengan temannya. Langkahnay terhenti, karena tali sepatunya lepas..

Ketika mencoba untuk mengikatnya kembali, tugas maketnya terbang tertiup angin. 


Dia mencoba untuk mengambilnya, namun bersamaan dengan itu, mobil yg dikendarai Soo-ji, tengah melaju dan hampir saja menabraknya..


Tae-hee tejatuh.. dia terdiam, seakan mengalami dejavu yg berkaitan dengan kecelakaan yg dialaminya dulu. Karena mobil yg dikendarai Soo-ji, sama persis dengan mobil yg menabraknya kala itu.


Alih-alih turun untuk meminta maaf, Soo-ji malah melanjutkan perjalanannya begitu saja, meninggalkan Tae-hee yg terdiam heran sambil bertanya-tanya: “Ini pertama kalinya, aku melihat mobil itu ‘kan?”

“Mungkin..” jawab Kyung-joo


Shi-hyun tiba di kantor grup JK. Sejenak, langkahnya terhenti di depan guci besar yg terpajang di lobby..


Masuk kedalam ruangan, Tuan Kwon lansgung memberitahunya kalau nenek telah pulang san ingin bertemu dengan dr. Myung serta Soo-ji. Selain itu, nenek terus menegaskan, harapannya untuk mewariskan perusahaan kepada Shi-hyun dan Yeo-min.

Dengan ketus, Shi-hyun berkata: “Ayah membutuhkan Presdir Myung dan aku karena menginginkan pengakuan Nenek. Ayah selalu mempertahankan orang karena kebutuhan pribadi. Jika Ayah sedemikian membutuhkan kami, perlakukan kami lebih baik...”


“Aku tidak ingin bertengkar. Aku akan menanyakan sesuatu dan menyelesaikan percakapan ini. Apa rencanamu dengan Soo Ji?”

“Maksudnya apa?”

“Dia menemuiku. Dia bilang, ingin menikahimu. Menurutku itu bukan cinta. Kamu ingin menikahi Soo Ji untuk mengukuhkan posisimu di keluarga Kwon?”


Shi-hyun terkejut mendengarnya, tapi kemudian dia menjelaskan: “Tidak! Ayah-lah yang mau mengukuhkan posisi dengan menikahi Presdir Myung. Perlukah aku mengatakan siapa yang baru kutemui? Bu Seol Young Won!!!!”
Advertisement


EmoticonEmoticon