4/19/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 22 PART 1

Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 22 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 21 Part 3

Dengan tegas, Shi-hyun mengatakan bahwa dia tak akan bertindak sejauh ini.. jika Tuan Kwon tak menemui Bu Seol lagi, “Aku tidak ingin mencampuri kehidupan Ayah. Aku tidak ingin melihat wanita yang sudah kubayangkan dan kubenci seumur hidupku!!!”

“Sebenarnya apa yg telah kau lakukan?!”

“Kurasa situasi ini tak adil! Ibuku, menjalani seumur hidupnya dalam kesepian. Tapi wanita itu tidak mengetahuinya dan menjalani hidupnya seperti korban yang kehilangan cinta. Bukankah itu tak adil? Kenapa Ayah memberitahunya? Kenapa Ayah memberi tahu Ibu tempat tinggalnya?”


“Apa maksudmu???”

“Ayah bahkan tidak bisa melepaskan apa pun. Bisakah Ayah pikirkan berapa orang  yang tidak bahagia karena sikap egois itu? Aku berharap Ayah juga tersiksa untuk waktu yang lama!!!”


Tanpa pamit, Shi-hyun berjalan pergi.. meninggalkan Tuan Kwon yg nampak gelisah, mencoba untuk menghubungi Bu Seol, namun tak ada jawaban~


Tae-hee mengajar Hye-jung di sebuah kafe. Tak lama kemduian datanglah Joo-an. Ternyata, itulah alasan mengapa Hye-jung minta belajar di luar rumah...


“Unni.. kumohon jangan beritahu ibuku” pinta Hye-jung, “Aku berjanji, akan belajar lebih keras lagi..” tambahnya


Joo-an memperkenalkan diri pada Tae-hee, lalu dia menyanyikan sebuah lagu buatannya untuk mempermudah Hye-jung menghafal rumus matematika.


Hye-jung merasa begitu senang, hingga bertanya pada Tae-hee: “Apa.. pernah, ada lelaki yg menyanyikan lagu untukmu, unni?”

“Hmmm... biasanya sih, aku yg bernyanyi..” jawab Tae-hee


Soo-ji dan Se-joo menyiapkan kejutan ulangtahun untuk Shi-hyun. Mereka sibuk menghias ruangan dengan balon dan pernak-pernik, mereka pun telah menyiapkan sebuah cake, lengkap dengan tiga buah lilin yg tertancap diatasnya..


Ketika Shi-hyun datang, mereka menyalakan lilin dan bernyanyi dengan riang. Namun Shi-hyun malah menunjukan ekspresi yg sangat datar.. dia hanya diam dan tak meniup lilinnya..


Shi-hyun bertanya: “Apa yang kamu katakan saat menemui ayahku?” 

“Aku meminta dia mengizinkan kita menikah. Kau pasti sudah mengetahuinya, lantas kenapa harus bertanyalagi kepadaku?!”

“Kenapa kamu pergi dan mengatakannya sesukamu? Kamu tidak memikirkan situasiku? Bahwa itu akan membuatku terlihat bodoh dan konyol? Tidakkah kamu peduli dengan perasaanku?”

“Perasaanmu? Kenapa kamu terdengar marah? Permainan kita dan tujuanmu sejak awal adalah menikahiku...”


Se-joo menyela pembicaraan mereka, dia bertingkah seakan dia tak mengetahui apa pun dan minta penjelasan mengenai hal-hal yg baru saja mereka sebutkan,

“Maaf, aku tidak bilang kepadamu lebih dahulu....” jawab Soo-ji


Lalu kepada Shi-hyun, Soo-ji mengeluh: “Aku tidak memahami reaksimu ini! Aku tidak paham alasanmu menderita saat putus dengan Tae Hee. Ya, kamu bisa saja merasa bersalah dan aku tahu kamu menyukainya, tapi semua telah usai. Kamu sendiri yang memutuskannya karena sudah muak kepadanya!”

“Tidak! Bukan itu alasan kami putus... Aku, tidak pernah tidak menyukai Tae Hee..” ungkap Shi-hyun

“Jadi.. pura-pura memutuskannya agar aku bercerita tentang Seol Young Won? Kamu memanfaatkanku?” cecar Soo-ji


Shi-hyun menghela nafas panjang, lalu bercerita: “Kecelakaan mobil yang dialami Tae Hee dua tahun silam disebabkan oleh ibuku. Wanita itu... Ibuku menabrak Tae Hee dalam perjalanan menemuinya. Pengemudi tabrak lari Tae Hee adalah ibuku. Karena itulah kami putus. Karena kupikir aku bisa gila. Tapi kamu tahu dia bilang apa? Dia bilang aku lebih menderita daripada dia. Dia menghiburku, mengatakan dia baik-baik saja karena bisa bertemu denganku. Dia tidak tahu cara dan alasanku mendekatinya. Dia tidak mengetahui sampah macam apa aku ini. Dia bilang begitu...”


“Kamu keliru membedakan rasa terima kasih, bersalah, dan cinta. Ketiga hal itu.  Kamilah yang terpenting bagimu dan kamu hanya peduli soal menghentikan pernikahan itu. Kemudian kamu menjadi aneh. Dia hanya pion. Kenapa kamu menyukainya? Apa dia lebih penting bagimu daripada kami? Daripada aku?” cecar Soo-ji


Se-joo mencoba untuk menenangkan Soo-ji yg emosinya sangat menggebu-gebu, namun Soo-ji tak menghiraukannya dia malah berteriak pada Shi-hyun, “Kamu harus kembali seperti dulu! Ada apa denganmu? Kamu tidak mau? Katakan kamu tidak mau menikahiku demi mencegah ayahmu menikahi ibuku!”

“Ya.. Aku tidakmau.. Mari batalkan semua pertaruhan itu. Hentikan juga semua ini. Aku tidak berhak untuk ini...” jawab Shi-hyun

“Kamu pun tidak berhak menyukainya!” tukas Soo-ji


“Ya, kamu benar. Karena itulah aku akan memohon. Sampai Tae Hee memaafkanku, aku akan terus memohon bahkan setelah mati...” tutur Shi-hyunn yg kemudian berjalan pergi


Advertisement


EmoticonEmoticon