4/19/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 PART 1

Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 22 Part 3

Diluar hujan sangat deras, Shi-hyun menatap langit malam sembari bergumam, “Tae Hee akan mengeluh tidak bisa tidur karena berisik...”


Sesaaat kemudian, Tae-hee menelponnya.. bertanya apakah Shi-hyun tak takut pada gemuruh petir?

“Tidak..” jawab Shi-hyun, yg kemudian bertanya: “Adakah yang ingin kamu lakukan bersamaku saat hujan turun?”

“Hmmm... Menjemputku di kampus dengan payung..”

“Maksudku sekarang... Karena, aku akan membawa payung ke kampusmu lain kali saja..”

“Sekarang? Hmmm...”

“Jika tidak ada yang terpikir olehmu, kita bicarakan langsung saja...”


Detik itu juga, Tae-hee keluar dari kamarnya dan tersenyum karena melihat Shi-hyun telah membukakakn pintu untuknya. 


Tae-hee berlari menuju kamar Shi-hyun, dan bersamaan dengan itu... pintu lift terbuka, yg didalamnya berada Soo-ji.


Tatapan kecewa sekaligus kesedihan.. terpancar jelas di matanya. Soo-ji memilih untuk pergi lagi, tanpa sempat menemui Shi-hyun dan Shi-hyun tak mengetahui kedatangannya..


Soo-ji berdiri sendirian di depan gedung.. tak lama kemudian, datanglah Se-joo..


Tae-hee berbaring disamping Shi-hyun, dia bertanya: “Kamu ingin melihat doa siapa yang terkabul?”

“Pasti doaku. Aku merahasiakannya...”

“Tidak juga. Banyak tuh, doaku yang terkabul. Tolong kabulkan doaku...”


Sikap manis Tae-hee, berhasil membuat Shi-hyun tertawa cekikikan. Apalgi, ketika Tae-hee bilang.. bahwa dia sepertinya akan mimpi indah malam ini..


Beberapa saat berlalu, Tae-hee telah memejamkan matanya, namun Shi-yun terus menatapnya. 

Lantas, Tae-hee bertanya: “Kenapa tidak tidur?”

“Aku akan tidur setelah menatapmu sebentar lagi”

“Ada yang mau kamu katakan kepadaku?”

“Ya, banyak sekali...”


“Kurasa tidak banyak yang mau kamu katakan. Kamu hanya banyak pikiran... ‘Jangan mengkhawatirkan masa depan sebelum waktunya. Kamu tidak tahu kapan kamu butuh istirahat. Berlari dalam hujan yang tidak bisa kamu hentikan sama dengan menjadi basah kuyub yang harusnya terjadi di masa mendatang’ ... Ayahku sering mengatakan pepatah itu. Saat menemuimu belakangan ini, kamu mengingatkanku akan itu. Aku khawatir karena kamu terlihat sangat cemas..”


“Eun Tae Hee... Kamu sangat dewasa”

“Kamu lupa? Aku memang lebih tua. Lebih tua tiga bulan tepatnya..”

“Dasar kamu ini..”

“Ini hari yang berat bagimu. Hari ini kamu mengunjungi wanita itu dan menemui ayahmu. Banyak sekali yang ingin kudengar darimu, tapi aku akan tidur saja malam ini. Kamu juga harus mencoba untuk tidur. Baiklah. Ayo tidur...”


Setelah Tae-hee benar-benar tertidur, Shi-hyun bangun.. dia membenarkan posisi selimutnya Tae-hee, llau berjalan menuju ruang kerjanya.


Disna dia menulis dalam agendanya: “Aku akan membuat pengakuan yang panjang dan sulit kepadamu..”


Soo-ji dan Se-joo berada dalam mobil. Soo-ji bertanya: “Kamu sudah tahu mereka tinggal bersama?”

“Tidak... ”

“Aku datang kemari karena mencemaskan Si Hyun. Harusnya, Aku tak perlu mencemaskan apa pun..”

“Aku datang kemari karena mencemaskanmu. Apa terjadi sesuatu kepada Si Hyun?”

“Tidak. Sekarang aku tidak akan menghalangi pernikahan mereka. Aku akan membiarkan ibuku berbuat semaunya.”

Kondisi So-ji membuat Se-joo benar-benar khawatir, dia memintanya untuk bertukar posisi kemudi, tapi Soo-ji menolak dan mengatakan kalau dia masih bisa menyetir mobilnya sendiri.


Tapi.. baru saja mesinnya dinyalakan, Soo-ji salah menginjak pedal gas. Untunglah tak terjadi insiden apa pun. Tapi Se-joo bersikap tegas, “Kamu tidak boleh menyetir. Biar aku saja!”


Keesokan paginya.. Tae-hee telah mengenakan setelan olahraga. Dia mendatangi Shi-hyun yg ternyata masih terlelap tidur..


Maka sengaja, Tae-hee membangunkannya seara paksa, kemudian menyeretnya keluar untuk berolahraga.


Shi-hyun menyerah.. dia kelelahan karena harus berlari, sementara Tae-hee keasyikan mengayuh sepedanya.


“Aku tidak kuat berlari lagi...”

“Hei, jika ingin minum denganku, kamu harus kuat berlari sejauh ini. Toleransi alkohol kita meningkat jika sering berolahraga...”

“Hei, tapppi ‘kan kamu bersepeda...”


Selesai olehraga, Shi-hyun mengantarkan Tae-hee ke kampusnya,


“Aku bisa terbiasa diantar olehmu ke kampus..” ujar Tae-hee

“Kalau begitu... kapan pun, aku pasti akan mengantarkanmu..”

“Karena kamu sudah mengantarku sampai sini, sekarang temani aku jalan ke kelas”

“Tentu saja. Aku ingin mengawasi semua pria di kelasmu”

“Jangan khawatir. Seleraku tinggi. Memangnya aku wanita macam apa?”


Mereka berjalan berdampingan melewati pohon yg daunnya berguguran. Shi-hyun menengadahkan tangannya namun tak ada kelopk yg jatuh di telapaknya..


Langkah Tae-hee terhenti, hanya karena dia ingin melihat pengumuman mahasiswa pertukaran pelajar yg tertempel di mading..

“Pertukaran mahasiswa? Bukankah harus keluar negeri jika mengikuti program ini?” tanya Shi-hyun

“Hmm.. kamu benar.. Aku hanya penasaran”

“Kamu tidak boleh pergi. Haruskah aku kuliah juga?”


Tiba-tiba, datanglah pria teman sekelas Tae-hee yg malam itu sempat mengajaknya ikut lomba bersama-sama. Kali ini, dia mengulang ajakannya lagi.. tapi dengan tegas, Tae-hee menolaknya.


Shi-hyun tak bertindak apa pun, namun dia berkomeentar: “Tae Hee, kamu hebat. Teruslah menolak pria seperti yang kamu lakukan sekarang...”

“Lihat ‘kan? Aku hanya baik kepadamu saja..”


Mereka pun melanjutkan langkahnya, sambil berpegangan tangan. Tetapi disampingnya, sebuah taksi berhenti dan keluarlah Soo-ji..


Spontan, Tae-hee melepas tangannya.. tapi Shi-hyun menggenggamny kembali, “Kenapa kamu melepaskan lenganku?” tanyanya


Soo-ji menatapnya kesal, dia tak mengatakan apa pun dan hanya berjalan melewati meerka begitu saja. Di lain pihak, Shi-hyun pun enggan untuk menyapanya..


“Kenapa kalian tidak bertegur sapa?” tanya Tae-hee

“Nanti aku akan menemuinya. Karena nenek ingin bertemu dengan kami semua...” jawab Shi-hyun


Akhirnya, Tuan Kwon mendapatkan respon dari Bu Seol.. yg setuju untuk bertemu yg terakhir kali dengannya..
Advertisement


EmoticonEmoticon