4/19/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 Part 1

Dokter Myung tiba duluan di restoran. Tak lama kemudian Shi-hyun dan Soo-ji tiba,


“Kalian datang bersama...”

“Jangan khawatir. Kami tiba sendiri-sendiri...” jawab Soo-ji dengan sinisnya


Sesaat kemudian, nenek tiba.. dia hanya mempedulikan Shi-hyun, hingga membuat yg lainnya seakkan terabaikan. Dokter Myung mencoba untuk menyapanya dengan ramah, tapi nenek tak begitu menghiraukannya.


Pada Shi-hyun nenek berkata: “Kelihatannya kamu lelah. Pasti ayahmu memarahimu di setiap kesempatan. Nenek tahu dia sibuk bekerja, tapi Seok Woo tidak tahu betapa pentingnya bagi keluarga untuk makan bersama...”


Dr. Myung mencoba untuk membela Tuan Kwon, “Dia mengajak kami semua makan malam setelah perjalanan bisnis. Seok Woo berusaha keras meluangkan waktu untuk kami..”


Tapi nenek tak menghiraukannya, dan dia malah bertanya kepada Soo-ji: “Kamu akan langsung ke luar negeri?”

Mendengarnya, membuat Soo-ji kaget. Maka Nenek bertanya kembali, “Apa kamu tidak cukup baik untuk ke luar negeri? Masih ada yang ingin kamu lakukan di Korea?”

Soo-ji mencoba untuk menjelaskan situasinya, “Bukan begitu, tapi aku akan memikirkan hal yang ingin kulakukan---”


Dr. Myung memotong, dan berkata: “Aku berniat menyekolahkannya ke luar negeri. Dia tidak punya minat selain musik..”


Nenek menyuruh Shi-hyun dan Soo-ji untuk pergi makan desert diluar, karena dirinay ingin berbicara empat mata dengan dr. Myung.


Sebelum pergi, Soo-ji sengaja menaruh ponselnya di meja, untuk merekam pembiarcaraan mereka..


Diluar, suasana antara Soo-ji dan Shi-hyun, terasa begitu dingin,

“Aku tidak menyangka makan bisa begitu membebani. Setelah mereka menikah, kita akan sangat tersiksa karena tinggal serumah...” ujar  Soo-ji

“Aku mengerti alasan nenekku kurang menyukai ibumu. Tapi kita perlu memberi Nenek waktu untuk menerimanya. Maklumilah...”

“Kamu bicara seolah-olah tidak melakukan itu. Kamu juga berbuat begitu kepada ibuku. Kamu menolak mobil dari orang lain. Kamu terus berkata tidak mau. Tapi aku tetap memihakmu”

“Jangan meributkan hal tidak penting, Soo Ji-yaaa...”


Di kampusnya, Tae-hee tengah berada di kantor pusat informasi kemahasiswaan. Dia bertanya, apakah mahasiswa baru bisa mendaftarkan diri dalam pertukaran pelajar..

“Dibutuhkan nilai dari semester satu, formulir pendaftaran, dan rekomendasi dosen. dan rekomendasi dosen...” jawabb petugas disana

Lanjutnya, Tae-hee bertanya mengenai persyaratan masuk ke universitar ini. Kyung-joo menebak, kalau itu pasti untuk Shi-hyun..

Tae-hee tersenyum, lalu dia mengirim sms pada Shi-hyun untuk menanyakan hasil ujiannya tahun lalu,


Mendapat sms Tae-hee, berhasil membuat Shi-hyun senyum-senyum sendiri.. dan dia bertingkkah seprti itu, tepat dihadapan Soo-ji..


TAE-HEE: ‘Beri tahu aku nilaimu dan hasil tes penerimaanmu’

SHI-HYUN: ‘Aku tidak ikut tes tahun lalu’

TAE-HEE: ‘Kamu mau membohongiku?’

SHI-HYUN: ‘Jangan kaget yaa..’ 

(Kirim gambar, dan nilainya jelek banget..)

TAE-HEE: ‘Tidak boleh begini. Aku akan mengajarimu juga’


Nenek menyinggung sikap Soo-ji, “Kau harus mengajarinya sopan santun...”

“Saya minta maaf...”


“Bukan karena itu aku menyuruh mereka pergi. Aku mau memberimu nasihat sekaligus peringatan. Aku tidak bisa membiarkan seseorang yang terlalu banyak bicara menjadi bagian dari keluargaku!”

“Apa maksud Anda?”

“Entah bagaimana dengan orang lain, tapi aku tahu persis ucapan Anda ke ibunya Si Hyun pada hari dia meninggal. Aku yakin Anda tidak menyangka keadaan akan menjadi seperti itu. Tapi hal-hal yang dikatakan karena keserakahan akan mendatangkan bencana. Bagaimana jika kita panggil mereka dan menyudahi ini? Aku permisi...”


Nenek pergi, dan tak lama kemudian Shi-hyun serta Soo-ji datang. Namun dengan wajah yg lesu, dr. Myung pamit..


Soo-ji mengeluh kesal: “Apa yang sudah nenek-mu katakan? Ayahmu memang hebat. Dia membiarkan ibuku berhadapan dengan nenek menyeramkan sendiri? Kurasa saat itu dia juga terlambat. Di pertemuan keluarga tanpamu!”

“Itu pertemuan yang aku lewatkan...”


“Aku melihat mereka di hari itu. Pak Kwon dan perajin itu di pameran di Hotel Joosung!”

“Mereka tidak akan bertemu lagi. Jangan khawatir”

“Bagaimana itu bisa terjadi jika kamu memacari Tae Hee?”

“Apa maksudmu?”

“Bagaimana permintaan maafmu kepada Tae Hee?”

“Kenapa kamu bertanya jika tidak penasaran?”

“Kamu tahu. Kalian berdua sangat akur. Entah kenapa kamu memberitahunya dan meminta maaf kepadanya. Kamu tidak akan melihatnya seumur hidupmu. Dia hanya tidak perlu tahu sampai kalian berpisah”

“Siapa yang tahu? Mungkin aku akan melihatnya seumur hidupku”

“Shi-hyun aaa.. Hubungan seperti itu pasti berubah...”


“Semua hubungan berubah. Teman, kekasih, bahkan keluarga. Jika kamu tidak tulus, itu akan berubah lebih cepat...”

“Ya.. itu memang benar.. dan Aku ingin tahu siapa dari kita yang tidak tulus...”


Di toilet, dr. Myung terlihat begitu gelisah. Berulang-kali, dia menghela nafas karena mengingat kejadian di masa lalu..


Kala  itu, dia memberitahu ibunya Shi-hyun mengenai Tuan Kwon yg pergi ke Jeongup, bukan untuk perjalanan bisnis..

“Wakil presdir dan aku teman kuliah. Karena dia pria dengan latar belakang hebat, semua orang mengikuti kegiatannya seolah-olah dia artis. Aku sudah tahu bahwa mereka berdua pernah bertunangan, tapi Presdir Hong menghentikannya. Sudah lama aku tahu siapa pasangannya...” jelas dr. Myung

“Begitu rupanya...”


“Salah satu pasienku belum lama ini memberiku sebuah keramik. Aku mencari perajinnya dan tempat kerjanya ada di Jeongeup...”

“Begitu rupanya. Kurasa sekretaris kepala membuat kesalahan. Bisa saja dia mengatakan Seok Woo ada urusan lain. Kenapa dia mengatakan detail seperti itu?”

“Tidak seharusnya aku mengatakan ini kepadamu...”

“Tidak... Aku yakin pasti karena dia tahu kamu sangat memedulikan kami...”

Lalu ibunya Shi-hyun bilang dia ingin beristriahat. Maka dia meminta sekretaris, untuk mendorong kursi rodanya menuju kamar..
Advertisement


EmoticonEmoticon