4/19/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 23 Part 2

Ketika Tae-hee tengah berajlan dengan Kyung-joo, kebetulan Se-joo lewat dengan mengendarai mobilnya Soo-ji.


Sengaja, dia pun turun untuk menyarap mereka. Tae-hee yg penasaran, lansgung bertanya: “Itu mobilnya Soo Ji, bukan?”

“Sudah lama ibunya tidak mengemudikan ini. Aku membawanya untuk diservis...” jelas Se-joo

“Pantas, Tadi pagi aku melihat Soo Ji keluar dari taksi...” ujar Tae-hee

Se-joo bertanya: “Kamu merayakan ulang tahun Si Hyun?”

“Iya..” jawab Tae-hee


“Kami bertiga selalu merayakan hari ulang tahunnya bersama. Biasanya kami pulang sekolah lebih awal untuk itu...” ungkap Se-joo

“Kalian merayakannya juga tahun ini?” tanya Tae-hee

“Tidak...” jawab Se-joo, yg kemudian tersenyum sembari berkata: “Dia menjauhi kami karena sudah punya pacar. Dia tidak hanya menjauhi kami. Kami bertengkar hebat”

“Kenapa bertengkar di hari ulang tahunnya?” tanya Tae-hee

“Dia bilang tidak lagi membutuhkan kami. Aku tidak pernah merasa sesedih itu di hari ulang tahun seseorang...” jawab Se-joo


Dalam kondisi yg kurang sehat, Tuan Kwon mengemudi sendirian menuju galeri Bu Seol. Syukurlah... Dia berhasil sampai disana  dengan selamat..


Melihat kedatangannya, Bu Seol lansgung berkata: “Anakmu datang kemari. Dia tidak melakukan kesalahan. Aku hanya... Aku hanya malu setengah mati. Aku sangat menyesali semuanya. Kenapa kamu membeli karyaku? Kamu mengasihaniku? Pasti kamu merasa lega dan senang karena bisa mengurangi rasa bersalah dengan membantuku. Kamu dan aku... Kita sudah cukup menyakiti anak-anak kita. Selain itu, kudengar mendiang istrimu tewas dalam perjalanan menemuiku. Bagaimana bisa... Apa lagi yang kamu inginkan dariku?”


“Aku ingin melihat dan mengingatmu untuk kali terakhir. Itu saja... Semua ini kesalahanku...”

“Ingatlah bahwa kita berdua pendosa. Itulah hukuman kita...”


Tuan Kwon tak bisa membela dirinya sendinri, dia pun pergi... bhakan tanpa mengucapkan kata pamit.


Namun sesaat kemudian, terdengar suara mobilnya yg menghantam keras pohon di dekat galerinya bu Seol.


Bu Seol membawanya ke RS, namun suster memintanya untuk menghubungi keluarga terdekat dari Tuan Kwon..


Shi-hyun sendiri,  baru sampai di kafe tempatnya Tae-hee bekerja paruh waktu. 


Ponselnya berdering, ada telpon masuk dari nomor ayahnya. Tapi ketika diangkat, yg berbicara adalah Bu Seol..


Tae-hee menghampirinya, “Seharusnya kamu menyapaku. Kenapa berdiri di sini?”  tanyanya dengan riang

“Tadinya aku mau menunggu sampai kamu selesai bekerja, tapi sekarang aku harus pergi...” 

“Kenapa? Ada masalah?”

“Kurasa ayahku sakit. Aku tidak akan lama...”

“Mau kutemani?”

“Tempatnya jauh”


“Baiklah. Hati-hati di jalan. Ceritakan semuanya setelah kamu kembali. Banyak yang harus kamu ceritakan. Kita akan mengobrol semalaman...”


Se-joo menemui Soo-ji untuk mengembalikan mobilnya. Dia pun menceritakan, bahwa kondisi mobilnya masih prima, hanya saja.. dia merasa heran, mengaja bagian bemper-nya diganti? Apa mobil ini pernah mengalami kecelakaan? 

“Hmmm.. sepertinya tidak mungkin, karena ibuku adalah pengemudi yg sangat aman..” jawab Soo-ji


Berikutnya, Se-joo bertanya mengenai pertemuean Soo-ji dengan neenknya Shi-hyun. Soo-ji mengeluh, itu sangat melelahkan.. maka Se-joo mengajaknya jalan-jalan. 

Soo-ji menolak, dengan alasan dia masih ada kelas.. dan di sore hari, dia mesti bertemu dengan seseorang?

“Siapa yg ingin kamu temui?” tanya Se-joo

“Aku akan meneleponmu nanti sore...” jawab Soo-ji


Bu Seol, tak sanggup menghadapi Tuan Kwon yg telah sadar. Dia memilih untuk jalan pergi.. namun beramsaan dengan itu, Shi-hyun datang.


Mereka pun berbicara berdua, Bu Seol meminta maaf, “Aku tidak bisa menelepon orang lain. Aku sudah siap dimarahi. Tidak seharusnya aku terlibat, tapi baik fisik maupun mental, kamu tahu bagaimana dia menyembunyikan lukanya”

“Anda sungguh mengenal ayahku... Ada apa sebenarnya dan separah apa itu? Lebih parah daripada perbuatannya kepada ibuku?”


“Si Hyun. Maafkan aku. Mungkin ini hanya bayanganku, tapi mungkin karena inilah dia mendatangiku setelah dua tahun. Jika aku benar, maka dia sakit parah. Aku tidak tahu separah apa, tapi mungkin kami berdua sedang dihukum. Putriku yang menerima akibat perbuatanku. Di hari ibumu datang ke Jeongeup untuk menemuiku, putriku terlibat kecelakaan mobil. Kami tidak pernah menemukan pengemudi tabrak lari itu. Putriku banyak menderita. Aku akan hidup  dengan rasa bersalah dan penyesalan terhadapmu dan dia selamanya. Aku sungguh minta maaf...”


Bu Seol berjalan pergi, sementara Shi-hyun terdiam.. mengingat kembali ucapan Soo-ji yg dengan sinis mempertanyakan kelanjutan hubungannya dengan Tae-hee..


Segera, Shi-hyun menelpon Tae-hee untuk bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi?

Tae-hee bilang tak ada, dan dia pun bertanya bagaimana kondisi ayahnya Shi-hyun?

“Dia baik-baik saja. Aku akan meneleponmu setelah kembali ke Seoul...” jawan Shi-hyun


Berikutnya, Shi-hyun mencoba untuk menghubungi Soo-ji, tapi telponnya diabaikan.

Soo-ji sendiri, baru saja sampai di kafe tempatnya Tae-hee berada, “Kamu yang memulai ini, tapi aku akan mengakhirinya...” ucapnya getir


Shi-hyun mmenghampiri ayahnya.. lalu ayahnya, meminta dia untukmengantarnya kembali ke Seoul.


Bertemu dengan Tae-hee, awalnya Soo-ji bilang.. dia hanya ingin meminta maaf, karena kemarin dia hampir menabrak Tae-hee.berikutnya, dia mulai membahas tentang Shi-hyun, “Sepertinya kamu dan Si Hyun sudah berbaikan...”

“Iya.. memangnya kenapa?”

“Kamu memang hebat. Jika dia memutuskanku seperti itu, aku tidak akan menemuinya lagi”

“Itu urusan kami. Ternyata penyebabnya pun sepele. Kami berpacaran. Mudah untuk menyelesaikan kesalahpahaman kecil seperti ini”


“Apa saja yang kamu ketahui tentang keluarga Si Hyun?”

“Entah kenapa kamu bertanya, tapi asumsiku kamu dan Se Joo lebih tahu daripada aku. Kurasa mulai sekarang, aku akan tahu lebih banyak”

“Saat melihatmu, bisa kulihat kamu sangat percaya diri. Kamu merasa bisa tetap percaya diri, bukan?”


“Soo-ji yaaa.. Aku tahu kamu menyukai Si Hyun. Kurasa kamu melampiaskannya kepadaku karena Si Hyun menyukaiku dan kamu tidak suka itu. Bagiku, kamu terlihat sedih karena Si Hyun tidak mencintaimu”


“Jangan berani-berani berlagak memahamiku atau kami. Si Hyun pernah mengatakan ini. Katanya persahabatannya dengan Se Joo dan kamu adalah ikatan berharga yang tidak tergambarkan. Karena itulah aku pernah iri kepada kalian. Karena aku pun ingin berharga baginya. Saat sedang bersamaku, dia akan pergi mendatangi kalian.  Ada kalanya aku kecewa dan penuh kebencian. Tapi Si Hyun memberitahuku bahwa aku penting baginya dalam hal lain. Aku percaya ucapannya sebagaimana adanya. Setelah itu, aku lebih tenang. Aku bisa menerima cinta yang Si Hyun berikan apa adanya. Aku pun bisa menuruti hatiku dan mencintainya..”


“Kamu ini... Kamu pikir hanya perasaanmu yang penting. Kamu pikir hanya cintamu yang penting di dunia ini”

“Tidak... Hanya saja, pola pikir kita berbeda...”

“Kami bertiga bukan teman biasa. Rahasia dan penderitaan yang kami tanggung tidak bisa kamu bayangkan”

“Aku setuju. Aku tidak berniat menghalangi persahabatan kalian. Itu sangat penting bagi Si Hyun. Sama seperti sekarang, aku ingin bicara dengan Si Hyun tentang hubungan kita. Selain itu, hanya karena aku berpacaran dengannya, itu tidak memberimu hak mencurahkan perasaanmu kepadaku. Aku berharap kamu tidak akan menemuiku seperti ini lagi. Perasaaanmu adalah tanggung jawabmu...”


Tae-hee berjalan pergi, namun langkahnya terhenti karena Soo-ji bilang: “Baiklah. Terima kasih kamu tidak akan menghalangi persahabatan kami. Tapi kamu menghalangi hubungan Si Hyun dengan keluargaku. Sebenarnya, kehadiranmu memperburuk situasi. Ayahnya Si Hyun, yang akan menjadi ayah tiriku, sedang menemui wanita lain. Si Hyun sudah memberitahumu?”

“Ya..”


“Astaga, Si Hyun. Kamu jahat sekali. Aku akan menjadi adik tirinya dan ini akan melukai harga diriku. Bisa-bisanya dia menceritakan itu kepadamu? Dia meremehkanku”

“Perkataan Si Hyun kepadaku tidak ada urusannya denganmu. Dia hanya menceritakan masalahnya”


“Lantas, harus kuceritakan masalahku dari sudut pandangku. Perlu kau tahu, bahwa Wanita itu adalah ibumu.. yaitu, Seol Young-won..” tutur Soo-ji dengan sinisnya


Advertisement


EmoticonEmoticon