4/20/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 24 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 24 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 24 Part 2

Ternyata, temannya Ki-young adalah kakaknya Se-joo. Dia melihat Se-joo yg hendak menonjok Shi-hyun, maka dia pun komentar: “Dasar gila.. Di rumah, dia bicara tentang karakter tanpa kekerasan...”


Ki-young menghampirinya dan dengan sinis, bertanya pada Shi-hyun: “Kenapa kalian bertengkar? Apa karena Soo Ji? Aku tahu. Pria dan wanita tidak bisa berteman biasa. Soo Ji punya cara tersendiri untuk merayu dan memikat pria..”


“Jangan berani menyebut namanya. Pergilah saja, Bedebah!” tukas Se-joo yg hendak menojok wajah Ki-young. Namun Shi-hyun menghadangnya dan malah dia yg menonjok Ki-young dengan menggunakan tangannya sedniri.


Keesokan harinya, Kyu-jeong dibawa ke RS Myungjung untuk dipertemukan dengan psikiater. Berkat bantuan ini, Ny Park berjanji untuk membanti dr. Myung bertemu dengan anggota Dewan Kim, kapan pun yg dia minta.


Tuan Kwon merenung dalam ruang kerjanya.. dia teringat perkataan dokter yg menduga dia memiliki tumor di otak yg telah mengenai saraf optik, hingga membuat penglihatannya terganggu.

Dia baru mengetahui hal itu, karena selama ini.. dikiranya, gangguna pada penglihatannya bisa dibantu oleh dokter mata..


Tiba-tiba, ponsel dr. Myung berdering.. ada telpon masuk dari Tuan Kwon,

“Aku membutuhkan bantuanmu sebagai seorang dokter. Jadwalkan aku untuk tes”

“Apa yang terjadi? Kamu sakit?”

“Mari kita bahas detailnya secara langsung, lain kali saja....”


Tae-hee menginap di kampus, dan salah seorang teman melihatnya saat sedang gosok gigi di toilet, “Eun Tae Hee, kamu tidak pulang?”

“Aku ketiduran saat mengerjakan tugas..” jawabnya kikuk


Shi-hyun telah menyelipkan catatan di depan pintu kamarnya Tae-hee, namun catatan itu masih tersimpan disana, yg berarti.. Tae-hee belum pulang semalaman.


Tae-hee berjalan melewati pohon yg daunnya bergugguran, sambil malakukan video call dengan ayahnya,

“Ada apa, Nak? Pasti di sana sudah pagi. Kamu tidak sibuk?”

“Putri Ayah selalu sibuk. Bunga sakura ini sangat indah, aku mau menunjukkannya. Indah, bukan?”

“Iya..”

“Aslinya lebih bagus, loh..”


“Ayah akan ke Korea pekan depan. Bisa kita bertemu?”

“Ada urusan apa?”

“Ayah mau menemui putri ayah. Ayah ada urusan di sana juga”

“Bolehkah aku tinggal di tempat Ayah menginap?”

“Ayah senang jika kamu mau. Ayah tidak menanyakan itu karena takut kamu akan terganggu. Itu kabar gembira untuk ayah. Bagaimana dengan asramamu? Kamu boleh tidak pulang?”

“Tentu saja. Aku akan izin pulang sebentar...”


Sejenak langkah Tae-hee terhenti, “Ini pohon sakura paling indah di sekitar sini. Aku selalu kemari setiap kali ke kampus...” jelasnya dengan riang


Namun tiba-tiba, ayah melihat sosok Shi-hyun yg tertangkap kamera: “Yakin kamu menunjukkan bunga itu kepada ayah? Siapa pria di belakangmu itu? Pria yang menatapmu alih-alih menatap bunga itu? Ini caramu mengenalkan pacarmu kepada ayah?”


Tae-hee menyudahi telpon dengan ayahnya lalu berbicara empat-mata dengan Si-hyun,


“Aku tahu apa yang terjadi kemarin. Entah harus mulai dari mana, tapi aku baru tahu kemarin bahwa dia adalah ibumu”

“Si Hyun... jangan membahas hal yg terlalu sulit untuk kita bahas.. Kita sudah mengetahui penyebab hubungan kita menjadi rumit. Yang lebih penting adalah penderitaan kita selama ini karena mereka berdua. Aku sungguh minta maaf...”

“Kenapa?”


“Jika aku tidak pernah hadir dalam hidupmu, semua akan baik-baik saja. Mungkin kamu tidak harus mengetahui ini, tapi semua masalah muncul karena aku...”

“Seperti yang pernah kamu katakan, ini bukan kesalahanmu. Katamu kamu baik-baik saja karena sudah bertemu denganku...”

“Iya, tapi sekarang ini sangat sulit bagiku untuk menemuimu”


“Masih banyak yang ingin kuceritakan kepadamu dan aku ingin minta maaf untuk banyak hal. Kumohon jangan berpaling dariku..”


“Si Hyun. Sebaiknya kita tidak saling bertemu lagi”

“Lalu.. Apa yang bisa kulakukan tanpa kamu? Karena semuanya terlalu berat bagiku”

“Aku merasa seperti pendosa jika terus bersamamu. Terima kasih untuk segalanya...”


Tae-hee hanya mencium Shi-hyun.. lalu dia berjalan pergi meninggalkannya begitu saja...
Advertisement


EmoticonEmoticon