4/25/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 25 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 25 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 24 Part 3

Pulang ke apartemennya, Tae-hee melihat pesawat kertas yg diselipkasn Shi-hyun di depan pintunya. 


Dia sengaja membiarkannya,  hingga dia selesai mengepak barang-barangnya. Sebelum pergi, Tae-hee membukanya.. dalam pesawat kertas itu, tertulis pesan: ‘aku akan menunggu’

Tae-hee nampak tersenyuh, namun dia tetap melangkahkan kakinya pergi.. meninggalkan tempat itu dengan memabwa koper besar.


Dari dalam kamar, Shi-hyun melihat kepergiannya dengan raut wajah yg begitu sedih...


Berikutnya, Shi-hyun berjalan sendirian.. menuju tempat dimana dia pernah bertemu dengan Tae-hee, yg kala itu tengah jatuh cinta berat kepadanya..


Seakan mengulang perasaan yg sama, Shi-hyun duduk sambil mengucapkan kalimat yg pernah diucapkan Tae-hee padanya: “Aku juga pasti sudah gila... Kenapa aku mendengar suaramu? Aku terus mendengarnya... Aku merindukanmu.. Eun Tae-hee...”


Beberapa hari berlalu.. Tae-hee menginap di rumahnya Kyung-joo. Dan sepertinya, Shi-hyun masih terus mencarinya dan ingin bertemu dengannya..


Tae-hee nampak murung, maka Kyung-joo memeluknya, “Tae-hee ku sayang...” ucapnya dengan lembut


Meskipun Tae-hee bertingkah, seakan ia tak mempedulikan Shi-hyun lagi.. Kyung-joo sadar betul, bahwasanya Tae-hee masih sangat merindukan Shi-hyun..


Dokter Myung menemui Soo-ji untuk mengatakan, bahwa dia tak boleh mengendaari mobilnya lagi. Namun Soo-ji menolak, “Aku masih perlu berlatih, dengan menggunakan mobil bekas..” tukasnya, yg kemudian bertanya apakah ibu bersikap seperti ini, karena mobil itu pernah mengalmai kecelakaan sebelumnya?

Dr. Myung kaget, “Kamu.. tahu itu darimana?”

Soo-ji menjelaskan, bahwa Se-joo membawa mobil itu ke bengkel dan menemukan ada salah satu bagian yg telah diganti, “Ibu pernah kecelakaan?”

Enggan menjawabnya, dr. Myung hanya bilang: “Tinggalkan kuncinya. Ibu mau menghancurkannya!”


Beralih dari topik itu, berikutnya Soo-ji bertanya mengenai raut wajahnya yg kelihatannya banyak pikiran, “Neneknya Si Hyun menyusahkan Ibu? Hubungan Ibu dengan Paman baik-baik saja sekarang?”

“Kami baik-baik saja. Kenapa kamu bertanya?”

“Aku ingin tahu saja. Aku berharap Ibu menikahinya tanpa ada masalah. Jika butuh bantuan, aku akan membantu Ibu...”

Dr. Myung menatap Soo-ji heran, lantas Soo-ji bertanya: “Kenapa melihatku seperti itu? Anehkah jika aku memihak Ibu?” 


Di halte bis, Shi-hyun terus teringat kenangannya ketika pertama kali mendekati Tae-hee...


Dia kemudian membuka buku kenangannya, dan melihat lembar demi lembar.. sketsa wajah Tae-hee yg telah digambar olehnya~


Berikutnya, dia mengunjungi kafe tempatnya Tae-hee bekerja paruh waktu.. dan lagi-lagi, dia berhalusinasi, seakan Tae-hee tengah berada disana dan tersenyum manis padanya~


Pulang kuliah, Tae-hee melihat ibunya yg telah berdiri menunggunya di depan gedung. Kyung-joo minta maaf.. mengatakan, bahwa dia-lah yg memberitahukan Bu Seol, mengenai keberadaan Tae-hee.. karena katanya Bu Seol, kesulitan untuk menghubunginya.


Tae-hee dan ibunya mengobrol empat-mata.. ibu menyadari, sikap Tae-hee berubah drastis.. tak seperti, saat terakhir mereka bertemu. Maka dia bertanya, apa yg terjadi kepada Tae-hee? Apa ada masalah yg menimpa Tae-hee? Apa Tae-hee marah kepadanya?

Dengan dingin, Tae-hee bertanya balik, “Ingat percakapan terakhir kita?”, “Ibu bilang akan kembali ke galeri dan tidak memacari siapa pun. Lalu apa yang terjadi? Ibu punya pacar? Ibu bisa berterus terang. Apa pun perbuatan Ibu tidak membuatku terkejut lagi!”


Tae-hee bangkit untuk berjalan pergi, namun Ibu meraih tangannya. maka dengan emosi, Tae-hee berkata: “Aku sengaja mematikan ponsel! Karena tidak ingin dihubungi Ibu atau orang lain. Aku sudah memblokir nomor Ibu, jadi, jangan telepon Kyung Joo juga. Lantas kenapa Ibu datang menggangguku padahal aku baik-baik saja?”

“Tae Hee... Tidak apa-apa. Kamu bisa meneriaki dan marah kepada Ibu. Tapi kamu terlihat sangat aneh. Apa yang terjadi?”

“Ibu pikir siapa yang menyusahkan hidupku? Ibulah yang selalu menyusahkanku. Ayahku dan aku tidak akan menderita jika bukan karena Ibu!”


Sejenak, dian lalu dengan tegas, Tae-hee menjelaskan: “Pria yang tidak dapat Ibu lupakan serta yang membuat Ayah dan aku harus menderita adalah ayahnya pacarku. Ibu tahu betapa aku merasa bersalah kepada Si Hyun? Tidakkah cukup Ibu menghancurkan hidup Ayah dan aku? Berapa lagi yang harus menderita karena Ibu? Berkat Ibu, semua sudah berakhir. Tolong pergi dari hidupku!”
Advertisement


EmoticonEmoticon