4/25/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 25 Part 3

Sendirian, Se-joo mengunjungi tempat persembunyiannya, yg masih dipenuhi pernak-pernik kejutan ulang tahun untuk Shi-hyun.


Dia teringat, momen ketika pertama kalinya dia menunjukkan tempat ini kepada Soo-ji dan Shi-hyun, disaat mereka masih duduk dibangku SMA dulu..


Mereka sangat bahagia.. karena memiliki tempat sebagus ini, untuk persembunyiannya. Soo-ji punya spot favoritnya, begitu pun Shi-hyun..

Soo-ji bilang, mereka butuh peraturan.. awalnya Se-joo menolak, karena dia ingin tinggal disini dengan bebas. Namun Soo-ji bersikeras menyatakan bahwa mereka butuh peraturan, “Orang lain dilarang kemari.. Berkumpul di sini saat ada perang... Atau jika ada gempa bumi... Adakan pesta ulang tahun ke-60 di sini..”

“SETUJU!!!!” 


Kepada Se-joo, Soo-ji berkata: Kamu tidak boleh tinggal di sini walau diusir...”

“Soo Ji, sejujurnya, ibuku memberikanku tempat ini untuk berjaga-jaga jika aku dibuang. Jangan terlalu keras kepadaku...”

“Kalau begitu, jangan sampai diusir. Se Joo, kamu harus mempertahankan tempat ini. Jagalah sikapmu dan tinggallah di rumah, mengerti?!”


Kembali ke realita.. sekarang, peraturan itu telah sirna bersamaan dengan hancurnya persahabatan mereka bertiga.


Ketik tengah berlatih sello, Soo-ji ingat kalau dia belum selesai mendengarkan rekaman percakanan ibunya dengan nenek Shi-hyun. Tapi lagi-lagi.. Soo-ji tak mendengarkannya sampai akhir, karena dia keburu emosi setelah mendengar perkataan nenek, yg menyuruh ibu untuk mengajarinya sopan-santun..


Soo-ji kemudian menelpon Shi-hyun, melampiaskan kekesalannya kepadanya..

“Apa yang harus kulakukan agar nenekmu menyukaiku?”

“Apa maksudmu?”

“Mungkin nanti hidup kami akan tersiksa di rumah itu. Paling tidak aku bisa mengambil hatinya. Kenapa dia begitu menyukaimu? Apa karena sifatmu?”

“Soo Ji. Aku sedang tidak ingin membahas ini denganmu”

“Aku pun tidak bertanya karena mau. Kamu tahu ucapan nenekmu kepada ibuku setelah meminta kita pergi? Aku merekam percakapan mereka karena penasaran dan dia ingin mengajariku sopan santun”

“Itu karena dia seorang nenek!”


“Kamu adalah cucu kesayangannya, jadi, bisa bebas bertingkah. Tapi aku tidak begitu. Jadi, aku berubah pikiran. Kita gagal mencegah pernikahan orang tua kita dengan berpura-pura atau sungguhan menikah. Kita pun sudah tidak berteman. Aku harus mencari cara bertahan dan diperlakukan manusiawi setelah menjadi bagian dari Grup JK”

“Jangan bicara seperti itu. ‘Diperlakukan manusiawi’ ???”

“Kamu ingin mendengarkan perkataan nenekmu?”

“Soo Ji, nanti saja. Ayahku sedang sakit, aku ada di rumah sakit”

“Kalau begitu, dengarkanlah saat kamu punya waktu..”


Tae-hee hendak berjalan pulang, tapi tiba-tiba... seorang ajusshi pingsan, tepat dihadapannya. 


Kebetulan, dr. Myung lewat.. maka dengan sigap dia melakukan pemeriksaan singkat...


Namun cara dr. Myung memeriksa ajusshi itu, membuat Tae-hee teringat memon setelah dirinay ditabrak.. dia tersadar.. bahwa dr. Myung melakukan pemeriksaan yg sama persis terhadapnya pada waktu itu.


Sejenak diam.. lalu dengan berani, Tae-hee bertanya kepada dr. Myung: “Kita pernah bertemu di Jeongeup, bukan? Kenapa Anda tidak kembali?”

“Aku tidak mengerti maksudmu, tapi mari minum teh, setelah itu pergilah...”


Mereka berbicara di ruangan, Tae-hee dengan tegas meneceritakan kisah kecelakaan yg dialaminya. Dia bilang, baru-baru ini dia mengetahui pelakunya.. tapi barusan, dia menyadari bahwa orang yg disebut sebagai pelakunya adalah orang yg sebenarnya ingin dia selamatkan..


Malam itu, ibunya Shi-hyun mengemudi mbil sendirian. Dia mencoba untuk menghubungi seseroang, tapi panggilannya diabaikan..


Entah kenapa.. tapi tiba-tiba, mobilnya seakan menghamtam sesuatu. Maka dia mengerem mobilnya secara mendakak dan membuat dadanya terasa begitu sesak..

Ponselnya terjatuh, padahal disana terlihat ada telpon masuk dari dr. Myung~~


Kebetulan, Tae-hee tengah berjalan disekitar sana. Dia melihat mobil merah yg diam di tengah jalan... maka dia pun menghampirinya..


Tae-hee sempat mengobrol dengan ibunya Shi-hyun, yg kondisinya memang sangat sesak hingga tak mampu bicara dengan lugas. Yang jelas, kala itu.. dia bertanya, dimana Rumah Sakit terdekat.. 


Tae-hee lantas mengatakan bahwa dia akan pergi untuk meminta bantuan. Ibunya Shi-hyun sempat menggenggam tangannya erat, namun Tae-hee melepasnya.

Sebelum pergi, Tae-hee sempat memakaikan jaketnya untuk menyelimuti badan ibunya Shi-hyun, yg terus menggigil..

“Bu.. tunggu dan bertahanlah disni.. aku akan mencari bantuan dan segera kembali..” ucap Tae-hee


Baru berlari sebentar.. tiba-tiba, sebuah mobil sedan muncul dan lansgung menabrak Tae-hee, hingga tubuhnya terlempar ke bahu jalan~~
Advertisement


EmoticonEmoticon