4/25/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 Part 1

“Aku terlibat kecelakaan saat pergi mencari bantuan. Anda seorang dokter, jadi, pasti mengetahuinya. Kebanyakan korban kecelakaan mobil tidak mengingat mobil yang menabrak mereka. Baik warna maupun bentuknya. Itulah kata orang. Itu disebabkan guncangan. Aku juga sudah melupakan mobil yang menabrakku. Tapi belum lama ini aku melihat sebuah mobil dan merasa mobil itu terlihat sama. Aku melihat mobil yang Soo Ji kendarai ke kampus dan anehnya, itu terlihat familier. Sama seperti cara Anda memberikan pertolongan pertama ke orang tadi..” tutur Tae-hee, yg kemudian bertanya: “Kenapa Anda tidak pernah kembali?”


Dokter Myung hanya diam, maka Tae-hee lanjut berkata: “Anda-lah yang menabrakku. Anda bilang sedang buru-buru dan akan segera kembali. Anda bilang akan kembali! Anda memintaku menunggu sebentar. Tahukah Anda betapa takutnya aku? Malam itu dingin dan aku kesakitan. Di sana gelap dan tidak ada mobil melintas. Aku takut tidak akan bangun lagi jika menutup mata. Aku tidak bisa tidur karena cemas Anda kesulitan menemukanku. Tahukah Anda bagaimana aku bertahan di setiap momen itu? Aku percaya saat Anda mengatakan akan kembali. Aku takut, tapi Anda bilang akan kembali!”


Mengelak, dr. Myung bilang: “Kamu salah. Aku tidak pernah ada di sana”


“Seharusnya Anda kembali! Seharusnya Anda kembali apa pun yang terjadi! Karena kejadian itu, aku sempat tidak bisa berjalan. Aku harus menjalani terapi sehingga tidak bisa bersekolah!” tegas Tae-hee


Akhirnya.. dr. Myung mengakui kesalahannya, “Aku tidak punya pilihan. Aku berusaha mendatangi orang yang sama. Dia meninggal dunia, jadi, aku benar-benar lupa. Saat aku kembali setelah itu, kamu sudah tidak ada..”

“Tidak! Anda hanya mencari alasan! Tunggu.. apakah orang yg anda maksud adalah ibunya Shi-hyun? Kalau begitu, Anda juga berbohong. Anda mengatakan ibunya Si Hyun menabrakku. Tega sekali Anda melakukan itu? Pernahkah Anda membayangkan rasa bersalah Si Hyun?”


“Aku juga dalam perjalanan untuk menolongnya. Saat itu dia masih dirawat, tapi melarikan diri. Jantungnya tidak sehat, jadi, dia harus terus dipantau. Bisa gawat jika terjadi sesuatu. Aku mengatakan itu kepada Si Hyun karena... Entah kamu akan mengerti atau tidak, tapi kupikir mengatakan itu adalah jalan terbaik bagi Si Hyun. Aku punya alasan tidak memberi tahu Si Hyun kenapa ibunya pergi ke Jeongeup...”

“Kami sudah mengetahui segalanya. Ibunya Si Hyun tewas dalam perjalanan untuk menemui ibuku...”


Sejenak diam, lalu dr. Myung berkata: “Baguslah. Jika bukan karena Young Won, semua ini tidak akan terjadi”

“Tidak, Presdir Myung! Berhentilah membela diri dengan omong kosong ini. Jika aku bukan putri ibuku, Anda mau meminta maaf kepadaku? Karena itu, akuilah kesalahan Anda!”

“Kita berdua mencoba menyelamatkan orang yang sama dan itulah yang terjadi. Apa yang kamu inginkan dariku? Aku bisa memberimu ganti rugi. Apa yang kamu inginkan?”

“Akuilah kesalahan Anda!”

“Coba pikirkan. Walau aku pergi ke polisi sekarang, aku tidak akan dihukum berat”

“Aku tahu. Anda bisa menghindari tuntutan. Tapi jika Anda meminta maaf dengan tulus, mungkin kami bisa merasa lebih baik.  Akuilah semuanya dan minta maaf dengan tulus. Dengan begitu, rasa bersalah Si Hyun akan berkurang dan aku tidak akan melaporkan Anda kepada polisi!”


Malam itu, dr. Myung tengah mengemudi sambil berbicara dengan sekretaris Kim via telpon, mengabarkan bahwa saat ini dia tengah menyusul ibunya Shi-hyun ke Jeongup.


Tapi tiba-tiba, dr. Myung tak sengaja menabrak Tae-hee. Dia pun memutus telpponnya dan lansgung turun untuk memeriksanya.


Daam kondisi yg lemah, Tae-hee malah minta dipanggilkan ambulans, “Ada pasien di sebelah sana. Ada seorang wanita di mobil itu. Aku sedang mencarikannya bantuan...” jelasnya


Dr. Myung meminta Tae-hee untuk menunggunya sebentar. Sementara dia pergi dengan mobilnya untuk menyusul ibunya Shi-hyun.


Saat dihampiri olehnya, kondisi Ibu Shi-hyun telah tidak sadarkan diri~~~


Dr. Myung menangis.. sementar Tae-hee berjalan pergi, dengan penuh emosi yg membara-bara di wajahnya. Di waktu yg bersamaan, Soo-ji datang dan melihat kepergiannya.


Masuk kedalam ruangan ibunya.. Soo-ji kaget, karena ibunya masih menangis terisak. Dia bertanya kenapa, namun ibunya tak mau menjawab..


“Pasti karena Eun Tae-hee? Barusan aku melihatnya keluar dari sini. Apa yg dia lakukan pada ibu?!”


Enggan cerita apa pun, tangis dr. Myung malah makin dalam...


Sambil berjalan pulang, Tae-hee teringat momen saat dia siuman di Rumah Sakit..


Tae-hee terduduk lesu, perlahan dia pun mulau menangis terisak~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon