4/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 26 Part 3

Ketika mobilnya, berada tepat dibelakang Shi-hyun dan Tae-hee... mendadak, Soo-ji menginjak rem. Shi-hyun menengok kearahnya, dia marah dan hendak menghampirinya. Namun Tae-hee menahannya~


Mereka pun berjalan pergi, meinggalkan Soo-ji yg perlahan mulai menangis sesegukan..


Dalam perjalanan pulang, Tae-hee tak mengatakan apa pun. Dia bahkan tak sanggup menatap kearah Shi-hyun, dan malah menangis sambil melihat keluar kaca mobil.


Tiba-tiba, Tae-hee minta berhenti di pertengahan jalan. Dia pun turun dan berdiri sendirian, di bahu jalan.. dia menangis.. melampiaskan emosinya. 

Shi-hyun juga turun dari mobil, namun dia memilih untuk tidak menghampirinya dan hanya berdiri menunggunya saja~


Se-joo menelpon Soo-ji, niatnya ingin mengajaknya beres-beres markas mereka. Tapi seketika, dia menjadi cemas, setelah mendengar suara Soo-ji yg tengah menangis, sambil berkata: “Kupikir.. semuanya telah berakhir..”

“Kamu kenapa? Aku akan ke sana. Jangan ke mana-mana!” tegasnya


Tae-hee menceritakan semuanya pada Kyung-joo, “Aku ingin menyalahkan seseorang, tapi tidak ada yang bisa kusalahkan. Aku ingin memberi tahu Ibu bahwa semua ini salah dia, tapi itu makin menyakiti hatiku..” jelasnya

“Bisa-bisanya Soo Ji dan ibunya melakukan itu kepadamu? Tega sekali mereka melakukan itu?” 

“Aku hanya meminta dia berkata maaf kepada Si Hyun. Tega sekali Soo Ji melakukan itu kepadaku? Perlukah aku mengatakan semuanya kepadanya? Bahwa Si Hyun terluka karena dia?!” u

“Ya, beri tahu dia semuanya, biarkan dia menderita juga!” 

“Tidak, itu tidak akan menyelesaikan apa pun. Itu juga bukan sifatku...”


“Tapi kamu terluka. Bersandar saja kepada Si Hyun dan menangislah sepuasnya”

“Jika Si Hyun tidak pernah bertemu denganku, dia tidak akan mengetahui apa pun”

“Lupakan itu. Kamu harus fokus pada dirimu...”

“Kyung-joo yaaa... apa yg harus kulakukan?”


“Semua ini akan berlalu. Semuanya akan membaik...”

“Kapan? Kapan semuanya akan membaik? Jika aku mengetahui kapan akan merasa lebih baik, itu akan membantuku melalui masa-masa ini. Tapi aku merasa tertekan karena tidak tahu kapan saat itu akan tiba..”


Dalam waktu singkat, Se-joo telah sampai di tempat mobil Soo-ji terparkir di bahu jalan. Dia menggedor kaca mobil, meminta Soo-ji untuk bicara dengannya..


“Ayo pulang. Atau kamu mau ke rumah sakit?” tanya Se-joo

“Aku tidak mau melakukan apa-apa. Aku tidak mau menemui ibuku. Aku tidak mau pulang, juga menemui siapa pun... Kuharap aku lenyap dari dunia ini...” jawab Soo-ji dengan suara yg sangat lesu serta air mata yg perlahan mengalir, membasahi pipinya


Se-joo membawa Soo-ji ke markas mereka. disana, Soo-ji berbaring di sofa, lalu meinta Se-joo mematikan lampunya..


“Kamu benar. Si Hyun sudah pergi. Kita tidak akan bisa kembali seperti dahulu...” tutur Soo-ji dengan suara yg lirih


Sesaat diam, kemudian Soo-ji bertanya: “Se-joo.. apakah, kamu juga akan meninggalkanku?”

“Tidak. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu..” jawab Se-joo tanpa ragu sedikit pun


Hari makin larut, namun Soo-ji belum tertidur.. dia malah duduk di spot favoritnya.. memandang gelapnya langit malam, sambil bertanya pada Se-joo: “Apa kita tidak akan kesepian jika hanya berdua?”


Se-joo teringat, momen ketika dia tak sengaja melihat Shi-hyun dan Soo-ji yg hampir ciuman... 


Lalu Se-joo berkata: “Bahkan saat bertiga, kita sering merasa kesepian. Setidaknya, aku akan membuatmu tidak terlalu kesepian seperti saat kita masih bertiga...Aku akan tetap di sisimu, Soo Ji...”

“Terima kasih...”  ucap Soo-ji


Shi-hyun melihat-lihat brosur universitas seni, lalu dia mengeluh: “Astaga, tidak ada yang mudah...”


Dia kemudian memutar rekaman suara yg dikirim oleh Soo-ji. Dan betapa kagetnya dia, ketika mendengar nenek menyebutkan bahwa sebelum pergi dari RS, ibunya Shi-hyun mendengar sesuatu dari dr. Myung.


Shi-hyun teringat obrolannya dengan sekretaris Kim, yg menjelaskan bahwa ibunya pergi ke Jeongup untuk menemui Bu Seol.. Maka Shi-hyun menarik kesimpulan, bahwa dr. Myung adalah orang yg memberitahukan alamatnya Bu Seol pada ibunya~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon