4/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 Part 1

Shi-hyun menelpon dr. Myung, mengajaknya bertemu di RS. Namun dr. Myung sedang mengambil cuti, maka Shi-hyun mengatakan bahwa dia akan mengunjungi rumahnya saja.


Sesaat kemudian, Shi-hyun telah tiba di rumahnya dr. Myung. Dia tak ingin basa-basi dan lansgung bertanya, mengapa dr. Myung berbohong kepadanya?

Dr. Myung terbata-bata memberikan jawabannya, maka dengan yakin Shi-hyun berkata: “Tebakanku benar. Ternyata, anda yg memberitahu ibuku tentang dia (Bu Seol). Awalnya kukira anda orang baik. Aku tidak mau anda menikahi ayahku, tapi perlahan mulai menerimanya. Tapi sekarang tidak bisa lagi. Padahal, anda yg paling tahu bagaimana kondisi ibuku, tapi anda malah memberitahunya tentang hal itu?! Berarti, anda punya niat terselubung!”


“Kenapa Bibi melakukan itu? Bibi mau orang tuaku bercerai?!” cecar Shi-hyun

“Aku tidak sengaja mendengar bahwa ayahmu mau ke Jeongeup dan memberitahukan itu ke ibumu karena tahu itu penting baginya. Aku tahu sikapku itu mencampuri urusan orang lain. Maafkan aku... Tapi dialah yang memilih untuk pergi ke sana. Aku juga mencemaskannya, jadi, langsung mengikutinya...” jelas dr. Myung

“Kemudian, anda menabrak Tae-hee! Jika punya hati nurani, seharusnya anda berhenti di sana. Aku tidak akan memberi tahu ayahku atau Soo Ji. Karena kutahu, Soo-ji tidak akan sanggup mengatasinya!” tukas Shi-hyun


Soo-ji yg baru pulang.. tak sengaja, mendengar obrolan mereka yg tentu membuatnya sangat kaget hingga tak mampu berkata-kata.


Ketika Shi-hyun pergi, Soo-ji langsung bersembunyi dibalik tembok..


Dia pun terduduk lemas, tak kuasa menahan tangisnya.. setelah teringat perdebatannya dengan Tae-hee~~


Kelihatannya, dr. Myung sangat frustasi.. dia mengambil beberapa pil penenang dari dalam kotak obatnya.


Tak lama kemudian, Soo-ji masuk.. dan bertingkah, seolah dia tak mengetahui apa pun. Dia pun berbohong, dengan bilang kalau semalam dia ke RS lalu pergi ke tempat latihan selo.. dan sekarang, dia pulang untuk istirahat sebentar, lalu pergi ke kampus nanti siang.


Shi-hyun tak kuasa menahan tangisnya, setelah membaca berkas tes DNA dari neneknya, yg secara jelas menuliskan bahwasanya Shi-hyun adalah putra kandung dari Tuan Kwon.

Nenek tak mengerti, darimana Tuan Kwon mendapatkan berkas DNA terkait Shi-hyun yg bukan putra kandungnya.. tapi yg jelas, nenek memastikan, bahwa berkas darinya-lah yg asli.

“Untuk apa ayahmu melakukan itu? Dari mana dia mendengar soal itu?”

“Sepertinya ibuku yang bilang begitu. Mungkin dia ingin menyakiti Ayah. Aku akan memberitahunya. Kurasa kami perlu menyelesaikan ini...”


“Shi-hyun... Ikutlah bersama nenek ke Amerika Serikat”

“Baiklah, Nek. Tapi sebelumnya, izinkan aku membereskan beberapa hal. Aku mau mencari tahu hal yang ingin kulakukan dahulu. Mewarisi perusahaan.. tidak cocok untukku. Aku pun tidak yakin bisa melakukannya. Bisnis itu untuk orang-orang yang piawai di bidangnya. Seperti ayahku atau Kak Yeo Min...”

“Baiklah. Kamu tidak perlu merasa diburu-buru...”


Berjalan keluar gedung.. sejenak langkah Shi-hyun terhenti. Dia menatap langit, sambil bertanya: “Mamah.. aku harus mulau darimana?”

Diam sebentar, lalu dia menyebut nama ‘Eun Tae-hee’


Shi-hyun pergi ke kampusnya Tae-hee. Diam-diam dia memerhatikannya dari jauh..


Ketika Tae-hee sedang mempresentasikan tugasnya di depan kelas, Shi-hyun masuk dan duduk di tempatnya Tae-hee.


Shi-hyun memerhatikannya dengan seksama.. karena tugas buatan Tae-hee, mengingatkannya pada momen kebersamaan mereka yg sangat manis dan romantis.


Ketika Tae-hee kembali ke tempat duduknya, Shi-hyun pergi dan hanya meninggalkan sebuah catatan kecil di bukunya, yg bertuliskan: ‘pulanglah..’


Sekarang adalah waktunya istirahat makan siang. Tae-hee tersenyum, karena ada seorang senior yg mengucapkan selamat makan kepadanya..


Tapi tiba-tiba, Shi-hyun muncul dan lansgung duduk disebelahnya, “Makanan di kantinmu, enak juga yaa..  Tapi, masakan rumah jauh lebih enak, bukan? Misalnya pasta.. atau terlur.. atau bahkan, sekedar ramen buatanku..” tuturnya


Tae-hee tak menggubrik perkataan Shi-hyun, dia malah bertanya: “Bagaimana kondisi ayahmu sekarang? Dia baik-baik saja?”

“Ya, operasinya sudah dijadwalkan...” jawab Shi-hyun

“Aku sungguh berharap dia lekas sembuh. Hanya itu yang mau kukatakan. Lanjutkan makanmu...” ujar Tae-hee, yg kemudian berjalan pergi
Advertisement


EmoticonEmoticon