4/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 Part 2

Meskipun terus diabaikan, tapi Shi-hyun tak pernah putus asa untuk mengikuti Tae-hee, kemana pun dia pergi.


Kebetulan, perustakaan kampus, bisa dimasuki oleh orang umum dengan cara menunjukkan KTP-nya saja.


Tae-hee berniat mengambil buku, di rak yg paling atas.. tapi tangannya tak sampai untuk meraih buku tersebut.


Spontan, Shi-hyun membantunya dan hal itu membuat wajah mereka jadi sangat berdekatan *adegan klasik banget*


Tae-hee berjalan keluar, dan Shi-hyun masih saja mengikutinya.


Merasa jengah, akhirnya Tae-hee bertanya secara langsung: “Sampai kapan kamu mau mengikutiku? Kenapa mengikutiku?”


Suasana ini, mengingatkan Shi-hyun pada momen.. ketika Tae-hee menanyakan hal yg sama, saat perjalanan mereka menuju panti jompo untuk yg pertama kalinya, “Persis seperti waktu itu...”


Tapi Tae-hee tak mempedulikannya, dia hanya fokus pada perkataannya yg meminta Shi-hyun untuk berhenti beritngkah seperti ini, “Sulit bagiku jika kamu terus begini...”

“Aku tidak berusaha kembali seperti dahulu”

“Lantas, semua ini.. maksudnya apa?!”

“Tae Hee.... Pulanglah...”

“Itu bukan urusanmu. Kenapa kamu peduli?”

“Kamu tidak pulang dan tidur di tempat lain karena aku. Jadi, pulanglah demi kebaikanmu. Setelah itu, aku tidak akan mengganggumu lagi.”


Kebetulan, Soo-ji berjalan tak jauh dari tempat mereka berada. tapi dia memilih untuk diam.. sejenak memerhatikan, tapi kemudian berbalik dan berjalan pergi...


Shi-hyun bertemu dengan sekretaris Kim, yg memberinya beberapa berkas, berisi informasi mengenai universitas. Dia pun bertanya, mengapa Shi-hyun tiba-tiba berubah fikiran dan ingin sekolah diluar?

“Aku harus ke tempat asing agar bisa melupakan banyak hal dan mendapat banyak ide baru. Itu yang kupikirkan...” jawab Shi-hyun, “Aku selalu menghargai bantuan Anda, selama ini..” tambahnya


Soo-ji memberikan buku catatan latihan sello miliknya, untuk Hye-jung. Dia bilang, itu merupakan buku yg pertama kali dia gunakan, untuk mempelajari Selo, yg mungkin akan sangat membantu Hye-jung, jika suatu saat dia tertarik untuk bermain sello.


Ditinggal Joo-an yg hendak membeli kopi, mereka berdua berbincang.. Soo-ji memuji sosok Joo-an yg sangat ramah, lallu Hye-jung berterimakasih pada Soo-ji dan teman-temannya yg telah membantu dia bertemu dengan Joo-an.

Tiba-tiba, Hye-jung bertanya: “Hari ini kamu tidak menemui Se Joo dan Si Hyun?”

Dengan gugup, Soo-ji menjawab: “Aku harus menemui mereka. Tapi---”

Hye-jung memotong, dengan bertanya: “Kamu biasanya bertemu dengan mereka di mana?”

“Kami punya tempat persembunyian sendiri. Itu lebih nyaman dan hangat daripada rumah...”

“Wahh.. keren, lain kali ajak aku kesana, boleh?”

“Nanti kuusahakan..”


Tiba-tiba, datanglah Ki-young.. yg ternayta, mampir kesini karena kantornya berada di sekitar tempat ini...


Tak lama kemudian, Joo-an kembali.. awalnya, Ki-young kira, dia adalah pacarnya Soo-ji. Maka dia pun mengejeknya, menyebut Soo-ji mengencani pria jelata yg kerjanya cuman jadi barista.

Tak terima Joo-an disebut seperti itu.. Hye-jung emosi. Dia langsung berteriak mencaci Ki-young, lalu menarik tangan Joo-an, mengajaknya pergi...


Soo-ji kahawatir, Ki-young melakukan hal yg aneh-aneh. Namun dengan sangat yakin, Hye-jung mengatakan.. bahwasanya dia tak takut pada Ki-young. Kalau pun dia mau membongkar hubungannya dengan Joo-an, Hye-jung akan membeberkan semuanya pada ibunya lebih dulu..


Meskipun sempat bimbang.. namun pada akhirnya Tae-hee memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


Sambil jalan menuju kamar, dia berbicara dengan ayahnya via telpon. Saat ini, ayah akan naik pesawat dan mengabari kalau besok dia akan menemui Tae-hee di kampusnya.


Lewat interkom, Shi-hyun tersenyum.. melihat kedatangan Tae-hee. Niatnya.. ingin menemuinya, tapi tak jadi.

“Terimakasih.. karena sudah pulang, Eun Tae-hee..” ucapnya


Dalam kamarnya masing-masing.. mereka bersiap untuk tidur. Seakan saling mengirim pesan telepati, Shi-hyun berkata: “Kepulanganmu sudah cukup bagiku...”

Lalu Tae-hee bilang: “Iya.. aku sudah pulang..”

“Syukurlah..” ucap Shi-hyun
Advertisement


EmoticonEmoticon