4/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 27 Part 3

Dalam kamarnya, Soo-ji merenung sendirian.. dia teringat perkataan Shi-hyun pada ibunya serta teringat momen, ketika dirinya hampir mencelakai Shi-hyun da Tae-hee. Kemudian ponselnya berdering, ada pesan masuk dari Se-joo, 


‘Choi Soo-ji.. kuharap kamu bisa tidur dengan lelap..’

‘Segela cognac, mungkin akan membantumu tertidur..’

‘Coba sebut namaku, mungkin kamu bisa tertidur, oke?’

Membacanya membuat Soo-ji sedikit tersenyum, lalu dia membalas: ‘baiklah’


Diam-diam, Soo-ji masuk ke kamar ibunya.. untuk mengambil beberapa butir obat tidur yg tersimpan di meja rias.


Keesokan paginya, Shi-hyun hendak pergi. Namun, ketika mengetahui kalau Tae-hee pun, baru saja keluar dari kamar,  dia memilih untuk diam sejenak.. sengaja, membiarkan Tae-hee prgi duluan.


Shi-hyun menjenguk ayahnya, tapi ayahnya bilang.. Shi-hyun tak perlu repot-repot datang kemari.

“Saat Ibu dirawat di rumah sakit, dia tidak suka sendirian. Aku baru paham setelah aku dirawat inap beberapa hari. Aku datang agar pikiranku  lebih tenang, jadi, jangan khawatir. Jika Ayah tidak nyaman, aku tidak akan datang...” jelas Shi-hyun

“Tidak, maksudku bukan begitu..” ujar Tuan Kwon


Shi-hyun cerita: “Setelah Ayah dioperasi, aku akan pergi bersama Nenek. Aku juga sudah memberitahunya. Aku akan mencari hal yang kusukai. Hal yang kusukai dan bisa kulakukan..”

“Baiklah. Jika memang itu pilihanmu..”

“Ayah tidak mau berkomentar apa pun?”

“Pelan-pelan saja memikirkannya, pastikan kamu tidak menyesali itu. Dahulu, aku merasa tidak kompeten. Dalam hal pekerjaan dan berhubungan dengan orang...”


Ki-young berada di rumahnya Hye-jung, untuk menjemput mereka sekeluarga datang ke pesta ultah orangtuanya.

Sambil menunggu ibunya Hye-jung selesai dandan, Hye-jung sendiri malah sibuk berkirim pesan dengan Joo-an dan sengaja mengabaikan Ki-young.


Merasa bosan, maka Ki-young pindah duduk di sebelahnya Kyu-jeong dan memarahinya yg sedari tadi hanya bermain games.


Tak terima, kakaknya diperlakukan seperti itu.. Hye-jung marah. Dia bahkan, mampu menghajar Ki-young hingga tak mampu berkutik sedikit pun.


Namun ketika mereka saling jambak, munculllah ibunya Hye-jung...


Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, ibu memarahi Ki-young, dan mengisyaratkan bahwa dia ingin perjodohan ini dibatalkan.

Lantas, dengan sinisnya.. Ki-young membeberkan fakta, mengenai Hye-jung yg telah memiliki seorang kekasih, “Tidak masalah jika dia tidak bertunangan denganku, tapi dia lugu, jadi, pastikan Bibi menjaganya..” jelasnya

“Siapa pacar Hye Jeong?” tanya ibu

“Aku tidak tahu. Dan kurasa, aku sudah pernah bilang, perilaku Hye-jung berubah setelah dia bergaul dengan Soo Ji...” tutur Ki-young


Selesai kuliah, Tae-hee tersenyum bahagia karena melihat sang ayah, yg telah menunggunya di depan gedung kampus.


Sambil jalan, mereka mengobrol.. Ayah membuka pembicaraan dengan berkata: “Kelihatan sangat berbeda dibandingkan waktu ayah mengajar...”

“Seandainya aku bisa ke kampus bersama Ayah. Alangkah baiknya jika Ayah kembali mengajar...”

“Perlihatkan pria itu kepada ayah dahulu. Di mana dia? Ayah datang untuk menemuinya”

“Maksud ayah?”

“Pria yang muncul di video call kita. Dia satu jurusan denganmu?”

“Kami sudah putus...”


“Kenapa? Dia sudah tidak menyukaimu?”

“Bukan...”

“Lalu kenapa kalian putus? Jika bukan itu alasannya, lantas apa?”

“Yang jelas, alasannya bukan karena kami tidak saling menyukai... Entahlah. Pokoknya, kami memang harus putus saja..”

“Jika kalian saling menyukai, kamu harus terus menemuinya. Dua orang yang saling mencintai pada waktu bersamaan adalah keajaiban besar..”

“Keajaiban itu bukanlah momen yg abadi. Makanya, aku membenci hal itu..”

“Memang tidak selamanya, tapi waktu dan perasaan itu sangat indah dan berharga. Kamu tidak merasakan itu?”


“Ayah dahulu begitu kesepian karena Ibu, tapi masih percaya cinta?”

“Tentu saja. Ayah percaya cinta. Jangan mengejek cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ibumu tidak mencintai ayah seperti yang ayah inginkan, tapi dia mengizinkan ayah untuk mencintainya seperti yang ayah inginkan. Jadi, itu cukup bagi ayah. Ayah tidak memenangkan hati ibumu seutuhnya, tapi itu memuaskan hati ayah. Jika kamu menyukai seseorang, cintai dia dan dicintailah sepuasmu. Ayah tahu kamu terluka karena ibumu dan ayah, ayah pun tahu kamu tidak percaya cinta karena itu. Tapi jika kamu tidak bisa melepaskan diri dari itu, ayah akan terus merasa bersalah...”


Terangnya siang, berubah menjadi gelapnya malam. Sambil berjalan, Tae-hee teringat momen keberasamaannya dengan Shi-hyun.


Pada waktu yg bersamaan, Shi-hyun juga.. tengah memikirkan momen manisnya bersama dengan Tae-hee.


Tak lama kemudian, langkah Tae-hee terhenti.. tetap dihadapan tempat Shi-hyun tengah berdiri, seorang diri..

“Ini keajaiban..” ucap Shi-hyun

“Kamu yg menelpon (memintaku menemuimu)..” balas Tae-hee

“Tapi ternayta.. Kamu benar-benar datang...” ucap Shi-hyun


Tae-hee bertanya: “Kenapa kamu menelponku (untuk datang kesini)?” 

Shi-hyun meminta ketersediaan Tae-hee, untuk jalan dengannya seharian, besok. Lantas, Tae-hee bertanya: “Kenapa? Kamu mau pergi?”

Enggan menjawab, Shi-hyun hanya berkata: “Sehari saja..”

Berpikir sejenak, akhirnya Tae-hee mengiyakan ajakan tersebut, yg seketika berhasil membuat Shi-hyun tersenyum bahagia~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon