4/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 Part 1

Pulang kerumah, Soo-ji tersenyuh melihat ibunya yg tengah tertidur di sofa.


Tak lama kemudian, ibunya bangun. Lantas, Soo-ji langsung bertanya: “Haruskah aku kuliah di luar negeri?”

“Kenapa tiba-tiba?”

“Aku ingin menata pikiran dan hanya bermain selo selama beberapa tahun. Ibu mau menemaniku? Bagaimana jika Ibu pergi denganku dan cuti beberapa tahun?”

“Ibu harus bekerja. Jika kamu mau pergi, silakan. Ibu akan membantu persiapanmu. Tapi kalian berdua tidak pernah mau pergi, kini tiba-tiba Si Hyun dan kamu ingin ke luar negeri...”


“Si Hyun juga akan pindah ke luar negeri?”

“Sepertinya begitu. Mereka sedang mempertimbangkannya. Jika kamu tak mau pergi, tak apa. Karena ibu rasa, kamu bisa tetap tinggal disini..”

“Tidak. Aku memikirkan hal ini karena diriku sendiri, dan bukan karena Shi-hyun. Jika Ibu mencemaskan Paman, kita bisa menunggu sampai dia sehat. Ikutlah bersamaku...”

“Mari kita pikirkan masalah ini, secara perlahan..”


Shi-hyun tersenyum, menatap album foto yg dihadiahkan Tae-hee untuknya...

“Mari kita isi album ini dengan kenangan indah dan foto-foto bagus...” gumamnya


Ternyata, dia mengajak Tae-hee mengunjungi sebuah akuarium raksasa. Disana, dia pun telah menyiapkan mahkota bunga yg sangat indah..


Dengan cara yg romantis, dia memasangkan mahkota itu di atas kepalanya Tae-hee. 


Kemudian mereka mengambil beberapa foto bersama, layaknya sepasang kekasih.

“Satu-satunya yang tersisa dari memori adalah foto...” ucap Shi-hyun

“Bagaimana jika akhirnya kamu tidak pergi setelah ini?” tanya Tae-hee

“Kamu sudah berjanji akan menghabiskan sehari bersamaku...” jawab Shi-hyun


Shi-hyun berhasil membuat Tae-hee tersenyum dengan gombalannya, dia berkata: “Aku tidak bisa membedakan yang mana bunganya disini..”


Malam harinya, Shi-hyun mengajak Tae-hee dinner romantis di sebuah restoran yg suasananya sangat hangat dan nyaman. Namun, Tae-hee agak heran, karena tak ada pengunjung lain, selain mereka berdua disana..

“Aku meminjam tempat ini untuk berduaan denganmu...”

“Kamu gila? Semua ini mahal, bukan?”

“Aku bercanda. Mereka memang hanya menerima satu pesanan tiap malam. Aku mencari tempat di mana kita bisa berduaan”

“Persiapanmu banyak juga ternyata..”


Memerhatikan, ekspresi Tae-hee yg sangat bahagia.. membuat Shi-hyun berucap dalam benaknya, “Belakangan ini, saat aku bangun pagi, yang pertama terlintas di benakku adalah kamu ada di sana, tidak terlalu jauh dariku. Tapi akan tiba suatu pagi ketika pikiran pertamaku adalah kamu jauh dariku. Akan tiba juga suatu hari ketika yang kupikirkan hanyalah aku telah menipumu. Bahkan ketika hari-hari itu datang, aku berdoa setiap harinya agar tetap bisa mengingat senyumanmu.”


Sendirian, Se-joo masuk ke markas rahasianya. Disana, dia duduk dan memerhatikan barang-barang yg sebelumnya mereka kumpulkan untuk menyusun rencana mereka terhadap Tae-hee,

“Ternyata... Kita melakukan begitu banyak hal bersama...” gumamnya


Di waktu yg bersamaan, Soo-ji tengah terduduk lemas disamping tempat tidurnya.


Se-joo menelponnya, mengajaknya untuk jalan-jalan malam. 

“Mendadak begini?”

“Aku mau menemuimu sekarang. Aku tidak akan mengganggumu...”


Sesaat kemudian, mereka berdua telah sampai di sebuah bar. Soo-ji memegang bunga cantik yg diberikan Se-joo untuknya, sambil berkata: “Kukira kita tidak akan berubah. Kapan semua ini mulai hancur dan sejak kapan aku melakukan begitu banyak kesalahan? Seandainya aku menyatakan perasaanku kepadanya lebih dahulu... Saat dia bertanya kenapa aku tidak memercayai siapa pun, andai aku menjawab bahwa aku memercayainya, akankah kita berakhir seperti ini?”

“Aku ingin memastikan tidak ada yang berubah. Tidak ada yang salah. Hanya saja kita sudah sedikit berubah...”


“Se Joo, aku bisa apa tanpamu? Aku sangat senang kamu di sini...”

“Kenapa tiba-tiba begitu?

“Tampaknya Si Hyun akan pergi ke luar negeri.  Ibuku yang bilang. Aku pun akan pergi. Aku sedang membujuk ibuku untuk ikut bersamaku.”


“Kenapa? Mau ke mana? Kenapa kamu juga mau pergi? Kamu dan Si Hyun tidak boleh begini. Kenapa kalian semua mau pergi? Baiklah, kita memang bedebah, tapi itu bukanlah hal yang bisa memisahkan kalian atau memisahkan kita”

“Tidak seharusnya aku memulai apa pun..”

“Ini bukan kesalahanmu! Soo-ji, Aku akan memperbaiki segalanya. Tetaplah teguh, jangan goyah...”


Hye-jung nampak sedih, mengingat kejadian siang tadi.. ketika ibu memerahinya karena fakta bahwa dia telah punya seorang pacar yg latar belakang keluarganya tidaklah jelas.

Dengan berani, Hye-jung membela dirinya sendiri, “Tidak ada salahnya punya pacar. Jangan perlakukanku bak penjahat. Aku hanya ingin bahagia. Mana yang lebih penting, aku bahagia atau aku menikahi Ki Young? Lagipula, aku tidak pernah bilang mau menikah!”

“Hye Jeong. Jangan membantah Ibu!”

“Ibu melihat dia memukuli Kakak dan aku. Dia bahkan bukan manusia!”

“Dia putra pemilik Seowon. Firma Hukum Seowon. Tidak tahukah kamu betapa ngerinya rumor yang beredar?!”


Akhirnya, tanpa rasa ragu sedikit pun.. Hye-jung memutuskan untuk kabur dari rumah. Namun sebelumnya, dia menelpelkan catatan pesan untuk kakanya, supaya dia merawat kura-kura peliharannya dengan baik~~
Advertisement


EmoticonEmoticon