4/23/2018

SINOPSIS Live Episode 11 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 11 Part 2

Han Sol turun dari mobil sambil menahan sakit di perutnya.


“Dia pakai tindik. Berarti benar dia Choi Jin,” kata Sang Soo saat helm pembonceng motor dibuka. Choi Jin dan temannya malah tertawa. Para Polisi menatao mereka prihatin. Hye RI bilang ia sangat kesal sampai ingin memukul mereka sampai babak belur.


Masih sambil tertawa, Choi Jin mengatakan bahwa mereka tidak bisa ditangkap karena masih berusia di bawah 14 tahun. Yang Chon dan beberapa Polisi lain mendekat dan memastikan bahwa mereka sadar sudah berbuat kejahatan, tapi akan dilindungi hukum. “Tentu saja sadar. Kami boleh pulang sekarang, kan?” tanya Choi Jin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Choi Jin juga bilang bahwa anak di bawah umur harus pulang sebelum jam 12 malam, jadi Poliis tidak bisa menahan atau menginterogasi mereka. Para Polisi bilang mereka akan memberikan pelajaran. Choi Jin dan temannya tidak mengerti apa maksudnya.


Karena Jung Oh diam saja, Nam Il bertanya apa yang terjadi. “Seul Gi, apa yang kau lakukan disini?” tanya Jung Oh pada Seul Gi yang sejak tadi bersembunyi di dalam lemari pakaian. Seul Gi menangis.


Jung Oh memeluk Seul Gi yang terisak memanggil ibunya. Jung Oh berusaha menenangkan Seul Gi dengan mengatakan semuanya baik-baik saja.


Nenek Go Eun datang dan menghela napas berat. “Dia bilang ayahnya meraba-raba dia,” kata nenek itu prihatin. Nam Il dan Jung Oh juga merasakan keprihatinan yang sama.


Myung Ho membuka tas berisi banyak dompet di dalamnya. Beberapa Polisi  mengeluarkan ponselnya untuk merekam bukti yang mereka temukan. Choi Jin tampak cemas dan meminta agar diantarkan saja ke Divisi Kenakalan Remaja, sedangkan temannya minta agar ibunya dihubungi.


Para Polisi menyebut mereka pintar, karena nanti mereka hanya akan dihukum melakukan pekerjaan relawan dan melakukannya dengan setengah hati. Yang Chon bilang hukuman itu hanya akan berlaku untuk pertengkaran sesama teman, dan Jong Min mengatakan hukuman itu tidak berlaku karena Choi Jin mengeroyok dan memukuli orang lain.


Min Seok juga menunjukkan semprotan lada yang Choi Jin dan temannya gunakan untuk mencuri uang. Ia menambahkan bahwa mereka mengendarai motor curian dan memukul orang menggunakan tas. Jadi intinya mereka terlibat dalam kasus kekerasan yang mengakibatkan kerusakan fisik, pencurian dan perampokan.


Jong Min bilang walaupun mereka di bawah 14 tahun, hakim akan memberikan 2 sampai 3  hukuman, atau bahkan sampai 10 hukuman. Choi Jin dan teman-temannya benar-benar cemas.


“Kalian bisa dipenjara di lapas penjara selama 1 bulan, atau di lapas remaja jangka pendek selama 6 bulan, atau dipenjara di lapas remaja jangka panjang hingga 2 tahun!” kata Myung Ho. Han Sol bilang mereka sudah merusak hidup mereka hanya demi 100.000 won. Ia memerintahkan agar mereka diantar pulang dan menjaga rumahnya hingga besok akan diinterogasi.


“Man Yong yang memaksa kami,” kata teman Choi Jin yang ketakutan akan dipenjara. Choi Jin juga bilang bahwa motor curian itu didapat dari Man Yong. Man Yong juga bilang pada mereka bahwa merkea tidak akan dihukum karena masih berusia di bawah 14 tahun.


Seorang Polisi merekam kesaksian mereka. “Temukan Man Yong,” perintah Han Sol lalu menjauh karena perutnya sakit lagi.


Yang Chon mengambil ponsel Choi Jin dan memintanya menelepon Man Yong dan bicara seolah tidak ada yang terjadi dan meminta bertemu di tempat itu.


“Hei, aku sudah sampai,” kata Man Yong masih sambil mengendarai motornya.


Man Yong melihat sebuah mobil putih di gang dan mulai curiga. “Kalian dimana?” tanya Man Yong lagi.


Man Yong melihat sebuah mobil hitam dan memutar balik motornya karena curiga. “Sialan kalian ini. Ini pasti jebakan, kan?” tanya Man Yong. Tapi Choi Jin menyangkal dan menanyakan posisi Man Yong.


Mobil putih dan hitam membiarkan Man Yong pergi begitu saja. Lalu dari arah yang berlawanan mobil patroli Yang Chon datang dan menyorot Man Yong, sehingga motornya terperosok karena silau.


Man Yong terjatuh dan melihat Choi Jin ada di dalam mobil patroli itu. Sang Soo menyuruh Man Yong agar cepat bangun.


Jung Oh melapor pada Jang Mi bahwa mereka sudah mengantarkan Seul Gi kepada ibu kandungnya yang bersedia bercerai jika suaminya tidak mau membesarkan Seul Gi.


“Baiklah. Kita akan mengiintreogasi tersangkanya. Tidak ada CCTV di dalam, tapi ada CCTV di dekat apartemen yang memperlihatkan dia melecehkan Seul Gi di belakang apartemen,” kata Jang Mi. Ayah angkat Seul Gi sudah ada disana dan akan menjalani pemeriksaan bersama Detektif Jang.


Jung Oh bilang Seul Gi mengatakan bahwa ayah angkatnya sering mengajaknya kesana dan tubuhnya diraba-raba, dan Seul Gi pergi ke rumah Go Eun karena membenci ayah angkatnya. “Dia anak yang pintar. Karena itulah hal yang lebih buruk dapat dicegah,” kata Jung Oh. 


Saat tahu bahwa tidak ada tanda-tanda penyerangan, Jang Mi mengatakan bahwa itu seperti kasus yang terjadi 7 tahun lalu.


Nam Il sangat kesal, karena ayah angkat Seul Gi bisa mendapatakn bebas bersyarat karena tidak ditemukan tanda-tanda penyerangan. Ia bilang pelecehan seksual sama saja dengan kekerasan.


“Dia masih hidup,” kata Detektif Jo. Jang Mi bertanya dimana korban gantung diri. “Di kamarnya. Dia stres sejak dia diperkosa. Untungnya, kakaknya menemukannya lebih cepat, jadi dia baik-baik saja sekarang. Aku baru dari rumah sakit.”


“Ini masalah nyata kasus kekerasan seksual. Ada kemungkinan besar untuk tindak kriminal lanjutan,” kata Jang Mi sambil melihat foto korban. Detektif Jo setuju. Jang Mi bilang bulan lalu ada kasus pemerkosaan di jalur 5 Gunung Baekun, sedangkan korban yang menoba bunuh diri itu diperkosa di jalur 2.


Jang Mi bilang 1 tahun lalu ada kasus lain di jalur 11 Gunung Somyeong yang terhubung dengan Gunung Baekun. Ia yakin itu adalah kasus berantai, tapi Detektif Jo bilang atasan tidak berpikir begitu. Detektif Jo juga mengatakan bahwa pelaku mengambil label nama korban yang merupakan siswa SMP.


“Dimana Man Yong?” tanya Ketua Yu yang datang bersama pengacaranya. Yang Chon meminta Won Woo untuk mengantarkan ayah Man Yong ke ruang interogasi. Tim 2 dipersilakan pulang karena besok pagi mereka juga harus bertugas.


“Aku akan menunggumu selesai menulis laporan,” kata Sang Soo pada Jung Oh. Tapi Myung Ho malah mengajak Jung Oh makan. “Kita makan di rumah saja.” Jung Oh menatap kedua pria itu dengan bingung, tapi kemudian dia menyuruh Sang Soo pulang lebih dulu dan ia meminta Myung Ho menunggu.


Sang Soo kesal dan duduk di sebelah Hye RI. Tapi Hye RI juga menyuruh Sang Soo pulang sendiri, karena ia ingin mengantar Sam Bo pulang. Sang Soo bertambah kesal.


Myung Ho berkata bahwa seharusnya Seul Gi dimasukkan ke dalam sistem, karena ibu kandungnya akan sulit membesarkannya sendirian. Jung Oh berkata bahwa dia juga dibesarkan oleh ibu tunggal dan dia baik-baik saja


“Aku lelah, jadi aku nanti sepertinya mau langsung pulang. Kapan-kapan saja makannya,” kata Jung Oh. Myung Ho menatap Jung Oh sedih.


Di ruang interogasi, Ketua Yu memukuli Man Yong dan pengacaranya berusaha menenangkannya. Ketua Yu tetap memukuli putranya, “Kau harusnya belajar? Bagaimana nilai-nilaimu? Kenapa kau buang-buang waktu?”


Ketua Yu baru berhenti ketika Han Sol membanting-banting berkas di depannya. Ia melarang Ketua Yu bebruat seperti itu di Kantor Polisi dan menyuruhnya membawa Man Yong pulang dan akan dihubungi oleh Divisi Kenakalan Remaja. Ketua Yu bilang anak-anak lain yang sudah menjebak Man Yong.


Kyung Mo memperdengarkan rekaman kesaksian Choi Jin dan temannya yang mengatakan bahwa Man Yong-lah yang memaksa mereka. Han Sol lalu menunjukkan video penyerangan terhadap Sam Bo dan berkata, “Man Yong-lah yang merekam ini. Tidak perlu lagi menyalahkan anak-anak di bawah umur itu. Ini contoh bukti yang memberatkan Man Yong.”


Pengacara mengatakan bahwa Man Yong baru berusia 17 tahun dan meminta Polisi agar memberikan masa depan yang baik untuknya. Ia juga mengatakan bahwa reputasi Sam Bo dan Kepolisian akan hancur jika publik mengetahui pemukulan Polisi oleh para remaja.


“Martabat kami, urusan kami. Kau tidak perlu ikut campur,” kata Kyung Mo. Sam Bo bilang sebentar lagi dia pensiun, jadi dia tidak perlu memikirkan reputasinya lagi. Ketua Yu berteriak bahwa mereka akan bertemu di pengadilan dan bahwa Polisi tidak tahu siapa dirinya. “Kami tahu. Anda anggota Komisi Kekerasan Sekolah, ketua keamanan di lingkungan rumah Anda, dan Anda CEO perusahaan yang bernilai milyaran. Anda juga...”


“Anggota dewan yang berkuasa dan punya banyak uang. Lalu kenapa? Apa? Kami harus bagaimana?” kata Han Sol. Ketua Yu kehabisan kata-kata.


“Aku mau ke rumah istriku,” kata Yang Chon. Sang Soo bertaya kenapa Yang Chon datang kesana, padahal sudah bercerai. “Walau kami bercerai, aku masih mencintainya. Dan aku mau mengambil mobilku. Kenapa?”


“Ponsel Anda berdering, kenapa tidak diangkat?” tanya Sang Soo. Yang Chon bilang itu dari ayahnya. “Kenapa Anda tidak mengangkat telepon dari ayah Anda?” Yang Chon tidak menjawab dan hanya menatap Sang Soo dengan tajam. “Aku pamit.”


“Aku sangat mencintai Han Jung Oh. Aku tidak rela jika dia menjadi milik Choi  Myung Ho!” kata Sang Soo sambil berlalu.


“Dasar gila,” omel Yang Chon yang kemudian menjawab telepon dari ayahnya.”Kenapa? Kenapa? Ayah menelepon, tapi kenapa tidak bicara?” 


Ayah Yang Chon menutup ponselnya begitu saja. Sepertinya dia hanya ingin mendengar suara putranya. Yang Chon menghubungi balik ayahnya dan bertanya kenapa ayahnya diam saja tadi.


“Ayah senang kau masih hidup. Ayah senang tidak ada yang terjadi, dan kau aman-aman saja,” katanya lalu menutup ponselnya. Ia kemudian mengambil koran untuk menutupi makanan yang sudah ia siapkan untuk Yang Chon.


Ayah Yang Chon lalu melanjutkan lukisannya.


Advertisement


EmoticonEmoticon