4/23/2018

SINOPSIS Live Episode 11 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 11 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 11 Part 4

Jung Oh dan Myung Ho tertawa bersama sambil menonton video. Sang Soo yang berada di atap, sangat cemburu melihatnya.


Sang Soo mengambil foto dirinya, lalu mengeditnya. Hye Ri bilang dugaannya benar karena sekarang Jung Oh dan Myung Ho semakin dekat. Sang Soo lalu mengirimkan gambar yang dibuatnya kepada Jung Oh.


“Kau senang?” tulis Sang Soo di bawah gambar kartun diirnya yang sedang marah. Jung Oh tertawa.


Jung Oh lalu melihat ke arah Sang Soo, lalu melanjutkan menonton video bersama Myung Ho.


Malam harinya saat berpatroli, Sang Soo melihat Jung Oh yang sedang menangani kasus bersama mentornya, Nam Il. Tapi Myung Ho juga ada disana.


Kecemburuan Sang Soo masih berlanjut. Ia memergoki Myung Ho yang sedang berdiri di luar ruang ganti Polwan dan melihat Jung Oh yang sedang tertidur.


Myung Oh bilang mereka seharusnya berpatroli, tapi ia tidak tega membangunkan Jung Oh.Ia bilang mereka masih punya waktu, jadi akan membiarkan Jung Oh tidur sebentar lagi. Hye Ri ada disana melihat mereka.


“Aku benar, kan?” kata Hye Ri setelah Myung Ho pergi. “Mereka jadi bertambah dekat, sedangkan kau sendirian dan kesepian.” Sang Soo melarang Hye Ri masuk ke ruang ganti Polwan, sedangkan ia sendiri masuk ke dalam. “Ah, kasihan sekali dia.”


“Kau boleh minum ini,” kata Seung Jae sambil memberikan segelas kopi dan Hye Ri menerimanya.


“Seung Jae menyukaimu,” kata Won Woo yang berjalan di belakang Seung Jae. Tapi Hye Ri tidak menanggapinya


Sang Soo memperhatikan Jung Oh sampai ia terbangun. “Sudah waktunya berpatroli, kan?” tanya Jung Oh saat terbangun. Sang Soo tidak menjawab. “Kenapa kau duduk seperti itu?” Sang Soo bilang Jung Oh pasti menyebutnya gila karena dia sedang ingin mencium Jung Oh. “Kau tahu juga.”


Sang Soo meminta Jung Oh membelai dan mengacak rambutnya agar dia sadar dan kembali bekerja. Jung Oh pun memukul kepala Sang Soo pelan dan menyuruhnya pergi. Sang Soo lalu pergi.


Hye Ri: “Kau terlalu baik padanya. Benci saja dia, agar lebih mudah.”
Jung Oh: “Menurutku Sang Soo itu asyik. Dia lucu dan enak diajak ngobrol.”
Hye Ri: “Bagaimana dengan Petugas Choi?”
Jung Oh: “Aku suka dia.”


Tapi Hye Ri menyarankan agar Jung Oh bersama Sang Soo saja, karena menurut pengalamannya orang humoris pasti selalu menang. Jung Oh tidak setuju.


“Syukurlah kau tidak terluka lagi,” kata Yang Chon, tapi Sam Bo diam saja. “Kau mau mengabaikanku lagi sekarang?” Sam Bo tetap diam. “Auh..”


“Aku juga lega. Aku setuju denganmu,” kata Sam Bo lalu tersenyum. Yang Chon tersenyum lebih lebar karena merasa sangat senang, lalu keluar.


Jong Min masuk ke toilet dan bertanya pada Sam Bo, “Anda sudah makan?” Sam Bo diam saja. Min Seok menanyakan keadaan matanya, tapi Sam Boo tetap tidak menjawab. Mereka akhirnya menyerah dan menuju urinoir. Tidak disangka, Sam Bo malah minta diteteskan obat mata. Jong Min lalu meneteskan obat matanya.


Sam Bo: “Perih!”
Min Seok: “Kau ini!”
Myung Ho: “Kau ini kenapa. Itu perih, tahu.”


Min Seok: “Tetesi yang benar. Aku saja.”
Sam Bo: “’Calon ayah’-ku saja yang tetesi ini.”
Jong Min: “Kau dengar itu? Aku ‘calon ayah’nya.”


Han Pyo menyarankan Yang Chon agar Sang Soo saja yang membersihkan mobilnya. Yang Chon bilang ia lebih teliti dari Sang Soo. Perhatiannya lalu tertuju pada sebuah mobil yang berhenti tepat di jalan depan Kantor Polisi.


Ketukan di jendela menyadarkan lamunan wanita pengendara mobil itu. Ia bilang ia ingin mengajukan laporan, tapi merasa terlalu lemah.


Yang Chon membuka kotak yang ada di kursi penumpang dan sangat terkejut melihat isinya. “Mantan pacarku... datang ke rumahku dan membunuh anjingku,” kata wanita itu. Yang Chon menatapnya prihatin.


Sementara itu, seorang pria berjaket biru dan bermasker kuning tampak berlari dengan terburu-buru di sebuah gunung. Ia menuju jalan setapak dan membaur dengan para pendaki lain.


Pria itu mengambil ponselnya dan terlihat sebuah kamera CCTV yang ada di toilet umum merekam dirinya.


Seorang pelajar menghubungi Polisi dan mengatakan bahwa adiknya diperkosa dan sekarang mereka ada di Gunung Somyeong. “Adikku.. tolong adikku.. Tolonglah adikku,” kata pelajar yang merupakan anak dari ibu yang suka dipukuli oleh suaminya. Ia sendiri kemudian pingsan.


Kedua kakak beradik itu kemudian dibawa dengan tandu ke dalam ambulance. Jung Oh langsung mengenali siapa mereka berdua. Sang Soo juga merasa prihatin, karena ia masih mengingat foto mereka berdua yang sedang tersenyum. Menyadari perasaan Jung Oh yang terguncang, Nam Il akan menyetir dan mengajak Sang Soo pergi bersama mereka.


Detektif Jang memberi perintah agar perimeternya dipasang dengan lebar. Para Polisi mulai mencari bukti yang mungkin tersembunyi di balik daun-daun kering.


Yang Chon mengatakan bahwa paramedis yang sampai lebih dulu langsung melepaskan ikatan sang adik dan membawa mereka ke Sunflower Center. Ia juga bilang bahwa pelaku merobohkan kakak korban, tapi kakaknya berhasil bangun dan meminta bantuan.


Jang Mi memperhatikan tali yang digunakan untuk mengikat korban dan juga melihat tas dan sepatu korban di area itu. “Pelaku mengikatnya dengan simpul cengkeh, dan mengetatkan ikatannya dengan simpul datar. Dia pasti pendaki gunung yang terampil,” kata Jang Mi. Yang Chon bilang tali itu masih baru dan bisa jadi pelaku sudah merencakan aksinya.


Yang Chon mengukur jejak kaki yang berukuran sekitar 280 mm, tapi jejak kaki itu menghilang saat masuk ke jalan setapak. Ia bilang hujan semalam membuat jejak kaki lebih jelas dan mereka akan bisa menentukan merk sepatu dan tempat penjualannya, lalu mengecek pembyaran kartu kredit atau mengidentifikasi wajahnya dari CCTV toko.


Yang Chon dan Jang Mi lalu menyusuri gunung itu lagi dan sampai di tempat tujuan korban yang datang kesana untuk berdoa agar dia tidak lagi tinggal bersama ayahnya.


Setelah berdoa, korban mendapat telepon dari kakaknya yang bernama Kyung Jin. Dna tepat saat itu, pelaku datang dan membekap korban dari belakang. Ponsel korban terjatuh.


Yang Chon mengambil ponsel korban yang masih berada disana dan mengecek daftar panggilannya. Ia memasukkan ponsel itu ke plastik bukti.Dan Jang Mi menyusuri jalan yang mungkin dilewati korban dan pelaku.


Yang Chon yakin korban akan membuat perlawanan di tempat korban terikat tadi. Tapi ia heran karena tanah disana tidak berantakan. Jang Mi bilang mereka harus menunggu Tim Forensik untuk memastikan hal itu, tapi ia yakin bahwa itu adalah kasus berantai.


“Si pelaku menyebarkan sesuatu di tanah, memakai kondom, dan tidak meninggalkan bukti. Dia juga melakukan itu di Gunung Baekun dekat sini. Dia meninggalkan matras, tapi tidak ada ditemukan di matras itu,” kata Jang Mi. Ia juga merasa aneh, karena jejak kaki yang ditemukan adalah 295mm dan berbeda dari jejak kaki saat ini. 


Kyung Jin meneriakkan nama korban, Kyung Mi, dan mengajaknya pergi ke perpustakaan. Ia menghubungi adiknya dengan ponsel, tapi tidak ada jawaban.


Kyung Jin malah mendapati seorang pria sedang memperkosa adiknya. Ia mengambil batu dan berusaha menyerang pelaku. Tapi pelaku malah memukul korban dengan batu terlebih dulu.


Jang Mi menemukan batu yang digunakan untuk memukul Kyung Jin. Yang Chon menduga bahwa kakaknya juga diperkosa.


Myung Ho datang dan mengatakan bahwa ada jejak anjing liar di dekat sana. Kyung Mo menduga pelaku melarikan diri, karena mendengar gonggongan anjing. Jang Mi menghubungi Nam Il dan menanyakan tentang korban.


Nam Il bilang paramedis baru membawa mereka ke dalam suatu ruangan, dan Jung Oh ikut masuk karena mereka kekurangan tenaga. Nam Il bilang saat di ambulance, Kyung Jin berkata bahwa mereka berdua tidak diperkosa dan mereka hanya ingin pulang.


Kyung Mi meminta pulang dengan suara lemah. Kyung Jin menatapnya dengan sedih.


Dokter sedang menjelaskan alat yang harus Kyung Mi dan Kyung Jin gunakan untuk pemeriksaan pemerkosaan, tapi Kyung Jin menolak dan minta diantarkan pulang. Jung Oh bilang jika mereka menolak memberikan sample, maka pelaku tidak akan bisa ditangkap. Kyung Jin bilang mereka tidak diperkosa dan hanya dipukul. 


Jung Oh bilang alat kelamin Kyung Mi berdarah dan bisa menyebabkan kehamilan, jadi harus segera minum pil dalam kurun waktu 72 jam. Ia juga punya data bahwa sebelumnya Kyung Jin melaporkan kejadian pemerkosaan. Kyung Jin bilang dulu juga Jung Oh tidak membantu mereka, karena setelah Polisi pergi, ayahnya malah memukuli mereka dengan lebih keras. Jung Oh bilang ibu Kyung Jin-lah yang menolak menerima bantuan.


Dokter memutuskan untuk menyerahkan keputusannya kepada wali mereka. Ia bilang ia sudah memberikan pertolongan pertama dan tidak bisa berbuat lebih jauh, karena mereka menolak memberikan sample. Jung Oh bilang akan membujuk mereka, tapi dokter mengajaknya bicara di luar.


Dokter mengingatkan bahwa mereka harus mematuhi pedoman yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa melanjutkan pemeriksaan jika korban menolak. Ia bilang kakak beradik itu sudah terluka secara fisik dan mental, jadi tidak seharusnya Jung Oh memaksa mereka. Jung Oh bilang itu akan menyebabkan pelakunya tidak bisa dituntut.


“Aku ini dokter dan anak-anak itu prioritasku,” kata dokter itu lalu kembali ke ruangannya. Jung Oh tidak bisa berbuat apa-apa.


Jung Oh bertanya apakah ibu atau ayah mereka yang akan dihubungi. Tapi Kyung Jin bilang agar mereka dibiarkan pergi saja. Jung Oh bilang ia tidak bisa mengizinkan mereka pergi,tanpa menghubungi orang tuanya. Kyung Jin tetap bersikeras bahwa itu adalah penyerangan biasa. “Kau sudah menghubungi Polisi dan pedoman mengatakan bahwa anak di bawah umur harus diserahkan kepada walinya. Mana nomor orang tuamu?” tanya Jung Oh.
Advertisement


EmoticonEmoticon