4/09/2018

SINOPSIS Live Episode 7 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 2

“Kenapa harus bayar katamu?” tanya seorang pria tidak dikenal pada tersangka kasus prostisusi ilegal sambil memukulinya. “Kenapa harus bayar? Kenapa harus bayar? Sialan.”Jung Oh lalu datang dan menyorot mereka dengan senter. Pria tersangka langsung meminta pertolongan kepada Jung Oh.


Jung Oh membunyikan peluitnya sekencang mungkin. Ia lalu menodongkan pistol kejutnya dan melihat pria tidak dikenal mengatakan sesuatu pada tersangka. Ia melaporkan penyerangan yang dilalkukan oleh pria 40 tahuan kepada seorang pemuda dan meminta kedatangan Nam Il dan tim patroli lainnya.


“Membuatku gila saja. Sial!” gerutu Polisi yang menjadi bagian dari Tim Jang Mi. Rupanya mereka sudah mengintai tersangka.


Nam Il datang dan langsung mengeluarkan dan memanjangkan tongkat Polisinya.


Pria yang memukul sudah keluar dari mobil dan mengangkat kedua tangannya. Ia terlihat tertawa, tidak takut sedikitpun. Nam Il lalu meminta pria satunya keluar dan menyuruh Jung Oh memborgolnya.


Polisi 1: “Apa yang mereka lakukan itu? Padahal kesepakatannya sudah selesai.”
Polisi 2: “Apa mereka sudah gila?”
Jang Mi: “Sudahi saja ini.”
Polisi 1: “Ah, apa-apaan ini?”


Sedangkan tersangka yang dikejar Sang Soo malah melukai pelipis Sang Soo dengan pisau cutter. Ia sangat ketakutan, lalu melarikan diri.


Sementara itu, darah mulai mengucur dari pelipis Sang Soo. Tapi ia malah kembali berlari mengejar tersangka. Para pelajar teman korban yang sebelumnya mengikuti Sang Soo berbalik arah dan berteriak, “Seorang Polisi terluka!”


“Seo Yeong menebas wajah Polisi!” kata seorang teman korban pada Yang Choon yang sedang mendampingi korban berdiri. “Dia kabur ke arah sana! Seo Yeong menebas Polisi dari leher sampai ke wajahnya. Polisi itu berdarah.” Yang Chon meminta mereka menunggu disana sampai paramedis datang, sementara dia sendiri menyusul Sang Soo.


Dengan radio panggilnya, Yang Chon melaporkan tentang Sang Soo yang terluka karena tebasan pisau dan minta dikirimkan paramedis. Ia juga meminta mobil patroli terdekat untuk segera datang. Ia kemudian berlari secepat mungkin.


Tersangka sudah kelelahan, tapi dia tetap berlari. Hingga ia berbelok dan terdengar suara klakson berkali-kali dan tabrakan tidak bisa dihindari.


Yang Chon berhasil menyusul Sang Soo dan melihat seorang pria pengantar makanan terjatuh dari motornya dan tersangka mengeluh kesakitan di kakinya.


Yang Chon mengecek keadaan Sang Soo dan menanyakan apakah mata Sang Soo bisa melihat. “Entahlah,” kata Sang Soo lalu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya. “Aku tidak apa-apa.” Ia berjalan dan mengajak kurir pengantar makanan berdiri, tapi Yang Chon menyuruhnya membiarkan tetap seperti itu sampai paramedis datang


Yang Chon mengecek keadaan tersangka dan menduga bahwa kakinya patah. Sang Soo bertanya apakah tersangka tahu apa resikonya menebas Polisi dengan pisau, karena itu dianggap menghambat proses penegakan hukum dan membahayakan tubuh.


“Tuan Oh Yang Chon.. Hyungnim.. Pendarahannya tidak mau berhenti. Sebenarnya aku ini kenapa?” tanya Sang Soo datan tangannya mulai gemetar. Yang Chon menghampirinya dan menekan lukanya Sang Soo, namun darahnya terus mengalir. Ia lalu meminta bantuan kepada mobil patroli terdekat.


“Kenapa tidak ada yang datang?! Semua orang ini sedang apa sebenarnya?!” teriak Yang Chon marah. Ia lalu menatap Sang Soo dengan sangat khawatir.


Tim Jong Min menuju lokasi Yang Chon. Mereka mengeluh karena sudah bekerja selama 10 jam lebih, tapi di sisi lain mereka mengkhawatirkan Sang Soo dan berharap dia baik-baik saja.


Han Sol meminta Sam Bo berhenti menangis dan memintanya menganggap itu sebagai hal terbaik karena selama ini nenek Han Soon mengidap demensia dan hidup mereka pasti sulit. “han Soon... hanya bisa menggerakkan jari-jarinya,” kata Sam Bo sambil menangis. “Dia.. mengirim SMS kepada kita dan memohon agar kita menyelamatkan ibunya. Dia bilang dia baik-baik saja padahal dia sekarat. Dia hanya ingin ibunya hidup.”


Han Sol bilang mereka lebih baik mati bersama-sama, karena itu berarti mereka hidup bersama dalam perjalanan mereka ke alam baka. Ia mengingatkan bahwa sebagai Polisi mereka harus mengendalikan perasaan.


Hye Ri lalu menghentikan mobilnya karena sudah sampai ditempat Han Sol. Han Sol meminta maaf karena membuat Hye Ri menyetir di luar jam kerjanya. Ia lalu keluar dan Myung Ho menyusulnya.


Di luar, Han Sol langsung muntah dan Myung Ho menepuk-nepuk punggungnya menyuruh Han Sol memuntahkan semuanya. Myung Ho lalu menjawab ponselnya, “Ya, Han Pyo..” Myung Ho menutup lagi ponselnya dan bicara pada Han Sol bahwa ia harus pergi ke kantor karena ada masalah, jadi Han Sol harus pulang sendiri.


Tersangka langsung masuk ke ruang operasi.


Sementara Sang Soo sedang ditangani di ruang gawat darurat. Seorang dokter berusaha membersihkan darah segar yang masih mengalir di pelipis Sang Soo dan mengatakan bahwa lukanya cukup dalam. Sang Soo menahan rasa sakitnya dan mencoba menghibur dirinya.


Sang Soo; “Tapi... bukankah hari ini kerjaku sudah bagus? Aku mengejarnya seolah hidupku bergantung padanya. Bukankah aku cukup keren?”
Yang Chon: “Menurutku arterinya tidak terluka, tapi kenapa pendarahannya banyak sekali?”


Dokter belum sempat menjawab, karena Won Woo datang dan mengabarkan bahwa gigi korban rontok 2 tapi tidak mengalami luka. Korban sudah diizinkan pulang bersama orang tuanya dan akan diinterogasi setelah diobati. Ia juga melaporkan tentang kurir yang mengalami patah tulang tidak terlalu parah, sehingga tidak memerlukan pengobatan, sedangkan tersangka mengalami patah tulang total.


Yang Chon sama sekali tidak merespon karena sedang memperhatikan luka Sang Soo, dan itu membuat Won Woo sangat kesal lalu pergi.


Won Woo kesal karena Yang Chon membiarkan anak bimbingannya mengejar tersangka sendirian, sedangkan Han Yo lebih kasihan pada kurir karena orang tuanya yang sakit bergantung pada penghasilannya.


Myung Ho menyadari bahwa hidung Han Pyo mimisan mengambilkannya tissue. Ia kemudian mengajak Jong Min untuk ke kantor karena katanya ada masalah.”Aku juga mau istirahat sebentar!” kata Jong Min kesal.


“Tapi apa Inspektur Oh Yang Hcon memang legenda? Bukankah lebih tepatnya dia itu biang onar? Yang dia pedulikan hanya kinerjanya. Kalau tidak, kenapa dia selalu berlebihan saat menuntaskan kasus?” kata Won Woo lalu pergi.


“Kenapa aku memelototi Won Woo? Kau memihak Oh Yang Chon karena dia mentormu?” tanya Jong Min pada Myung Ho, “Empat anak dan rekannya akhirnya harus terluka karena kasus konyol. Apa tugasnya itu membuat rekannya terluka? Sudah berapa banyak rekannya yang terluka?”


Myung Ho berkata bahwa Yang Chon tidak sengaja melakukannya. Han Pyo lalu mengajak Myung Ho masuk ke mobil agar para seniornya itu tidak bertengkar. Ia juga kemudian menarik Jong Min masuk ke mobil patrolinya.


Tiga teman korban mengatakan pada Seung Jae bahwa Seo Yeong yang memukuli korban yang bernama Pil Gyu lebih dulu. Seung Jae tidak percaya karena ada luka dan memar di wajah Seo Yeong. Ia yakin mereka memukul dan mengeroyok Seo Yeong.


Polisi yang senior menyuruh Seung Jae pulang dan dia akan mengurusnya. Seung Jae bilaang Kyung Mo meminta agar kasus ini segera diselesaikan karena ada petugas mereka yang terluka. Ialalu pamit mengambil minum. Polisi senior itu kemudian menginterogasi mereka satu per satu.


Tersangka kasus prostitusi ilegal memberikan kesaksian bahwa ia terima dipukuli karena dia merasa salah telah pergi dengan pacar si pria pemukul. Min Seok yang mencatat kesaksian itu tidak percaya, karena saat di TKP pria itu berteriak meminta tolong kepada petugas.


Pria preman yang memukulinya itu malah tersenyum puas dan pria yang dipukuli diam ketakutan.


Pria memukul kemudian menyobek kertas pernyataan dan membuangnya ke tempat sampah karena ia baru menyadari bahwa ia tidak wajib menulis pernyataan. Pria itu bilang ia dan orang yang dipukulinya sudah sepakat untuk berdamai, jadi tidak ada masalah lagi.


Ketika Myung Ho dan Jong Min datang, Nam Il meminta mereka mengawasi kedua pria itu. Nam Il kemudian mengajak Min Seok pergi untuk membahas kasusnya.


Jung Oh dan Kyung Mo sudah berada di ruang rapat lebih dulu. Min Seok bilang ia tahu bahwa kedua pria itu sudah berbohong. Ia yakin pria preman itu bekerja di jaringan prostitusi dan ingin pria yang lebih muda itu untuk membayar ganti rugi karena sudah memukuli PSK-nya.


Menurut Kyung Mo, pria lebih muda yang ternyata adalah seorang dosen pembantu, mengubah kesaksiannya, karena ia tidak mau pihak kampusnya tahu tentang kasusnya bersama PSK. Ia bilang mereka sekarang dalam masalah besar, karena sebenarnya Tim Jang Mi sudah siap membuntuti para tersangka dan sudah ada CCTV terpasang di depan mobil.


Jung Oh menunduk dan merasa bersalah. Kyung Mo menghubungi ponsel Jang Mi.


Salah satu rekan Jang Mi menegur mereka dan mengatakan bahwa tidak ada yang menyuruh mereka menyelidiki kasus itu. Apalagi tim mereka sudah mengintai selama 4 hari.


Nam Il: “Detektif Jang, apa kau harus berkata seperti itu? Kau pikir kami sengaja mengacaukan penyelidikanmu?!”
Det. Jang: “Walau itu jelas jaringan prostitusi ilegal, kami tidak punya buktinya! Kami tadinya mau membuntuti mereka. Apa kau tahu betapa sulitnya kami mempersiapkan misi ini?! Sekarang setelah mereka tahu kalian menyelidiki ini, mereka pasti akan membubarkan operasi mereka dan bersembunyi!”


Min Seok bilang tidak mungkin mereka mengabaikan orang yang berteriak minta tolong. Kyung Mo berkata dengan lebih tenang bahwa mereka tidak menghancurkan penyelidikan. Tapi kemudian ia menyalahkan Detektif Jang yang tidak memberitahu mereka terlebih dulu tentang pengintaian itu.


Jang Mi mengatakan bahwa alasan mereka tidak memberitahu Divisi Patroli tentang pengintaian itu, karena biasanya prostitusi ilegal dibantu oleh Polisi korup, jadi mereka memutuskan untuk merahasiakannya. Jang Mi lalu bertanya apakah Jung Oh butuh pujian. Hal itu membuat Nam Il marah dan pergi.


Jung Oh bilang dia tidak butuh pujian. Kyung Mo kemudian meminta maaf kepada Jang MI dan menyadari kesalahannya, bahwa saat melihat tersangka harusnya Jung Oh melapor pada Jang Mi yang bertanggung jawab atas Divisi Anak dan Wanita. Jung Oh juga baru menyadarinya.


“Aku juga ingin makan,” kata Jang Mi setelah berhasil membuat Divisi Patroli menyadari kekeliruannya.


Nam Il keluar dari ruang rapat dan memberitahu rekan-rekannya bahwa kedua oria itu bisa dilepaskan.


Jung Oh meminta maaf. “Tak ada yang salah dengan perbuatanmu. Berkat pernyataan tertulis pria yang lebih muda..” perkataan Kyung Mo terhenti karena ia mendapat panggilan di ponselnya. “Ya?”


Jang Mi: “Pena dan kertas yang dipakai oleh dosen pembantu itu...”
Kyung Mo: “Kami akan memeriksa DNA-nya. Tadi dia juga minum, jadi kami akan mengirimkan gelasnya ke tim forensik. DNA-nya bisa dibandingkan dengan apa yang kami temukan di TKP.”
Jang Mi: “Berikan ponselmu pada Han Jung Oh.”
Advertisement


EmoticonEmoticon