4/09/2018

SINOPSIS Live Episode 7 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 3

“Ini aku, Bu,” kata Jung Oh setelah Kyung Mo memberikan ponselnya.Jang Mi mengatakan bahwa Jung Oh melakukan satu kesalahan penting lagi. “Aku tahu itu.” Jang Mi bertanya apa yang Jung Oh tahu. “Karena tindakan gegabahku, aku mungkin telah membahayakan korban yang tidak berdaya, yang tidak bisa mencari pertolongan atau perawatan medis saat ini. Aku mohon maaf.”


Maksud Jung Oh adalah korban penganiayaan di kasus prostitusi ilegal yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.


Jang Mi meminta ponselnya diberikan lagi kepada Kyung Mo. Sedangkan, Jung Oh keluar dari ruang rapat. Kyung Mo meminta maaf atas kejadian ini dan meminta Jang Mi untuk bekerja sana menyelesaikan masalah ini. Jang Mi setuju dan akan mengirimkan berkasnya ke atasan Kyung Mo. 


Kyung Mo lalu keluar dari ruang rapat dan memperbolehkan Tim 1 pulang.


Myung Ho mengantar 2 pria tadi keluar dari kantor Polisi. Pria perman tampak mendapat telepon dan pergi sambil merangkul pria dosen. Jung Oh lalu keluar dan menatap mereka dengan curiga begitu juga Myung Ho.


“Sepertinya kau sudah dengar tentangku,”kata pria preman itu di ponselnya.


“Hapus semua situs kita dan jangan buat masalah lagi. Jika kau mengacau lagi, kubunuh kau,” kata Ju Yeong lalu melemparkan handsfreenya. (Ternyata dia Polisi korupnya. Aku kira dia sudah sadar setelah kasus Ho Cheol)


“Hei, kau tahu nomor rekening kami, bukan?” tanya si pria preman. “Kirim uangnya sebelum kudatangi kampusmu.” Pria dosen untuk menunduk pasrah. Mereka lalu pergi ke arah yang berbeda.


Jung Oh dan Nam Il lalu merapikan barang-barang yang sebelumnya disentuh oleh pria preman dan dosen tadi untuk dicek DNA-nya. Mereka saling mengingatkan agar tidak berkecil hati.


Hye Ri membawa Sam Bo ke dalam rumahnya dengan susah payah, lalu mengeluhkan nomor sandi rumah Sam Bo yang hanya menggunakan 4 angka genap pertama, yaitu 2468. Hye Ri menyuruh Sam Bo mengganti kata sandinya dan berkata kalau dia akan beristirahat dulu sebentar baru nanti akan pulang, karena dia juga lelah.


Hye Ri mengambil jus dari kulkas dan langsung meminumnya. Kemudian dia memuntahkannya lagi, karena ternyata jusnya sudah basi. Ia tidak dapat menemukan lap untuk membersihkan tumpahan jusnya.


Hye Ri melihat foto keluarga Sam Bo dan menanyakan keberadaan istri dan keluarganya. “Istriku... ada di rumah putraku yang sudah menduda, istriku merawat cucunya,” kata Sam Bo dengan lemah. Hye Ri menanyakan putrinya. “Dia kuliah di luar negeri.”


Hye Ri ingin pulang, tapi akhirnya ia tidak tega. Ia memakaikan selimut pada Sam Bo, lalu mulai membersihkan rumah. Ia mengeluhkan rumah Sam Bo yang kotor berantakan dan air di wastafelnya pun bau.


Yang Chon mengecek suhu tubuh Sang Soo, lalu pergi lagi. “Apa akau menerima penghargaan? Seperti Han Jung Oh, apa aku akan mendapat sertifikat hadiah 50.000 won?” tanya Sang Soo tanpa membuka matanya. “Akhirnya aku mendapat lencana kehormatan. Ketika ada bekas luka di tubuh Polisi, ia terlihat keren. Kuharap luka ini sembuhnya lama.”


Yang Chon menatapnya prihatin. Ibu Sang Soo lalu datang dan mulai menangis. Yang Chon bilang luka Sang Soo tidak terlalu parah dan juga meminta maaf. “Kenapa hanya Sang Soo-ku yang terluka? Kenapa Anda baik-baik saja?” tanya ibu. Yang Chon meminta maaf lagi. “Memang sangat berbahaya menjadi Polisi.” Yang Chon lalu keluar.


Yang Chon pergi ke kamar rawat Seo Yeong dan mengatakan bahwa operasinya berjalan lancar. “Mereka yang memukuliku duluan. Lihatlah badanku,” kata Seo Yeong smabil menunjukkan memar di wajah dan dadanya. “Mereka terus datang ke tempatku bekerja dan mengahajarku jika menolak nongkrong bersama mereka. Makanya aku selalu membawa pisau karena takut.”


Yang Chon bilang gigi Pil Gyu rontok dan Seo Yeong tidak bisa menggunakan pisau utnuk mengatasi rasa takutnya. Seo Yeong bilang ia tidak punya pilihan lain, karena jika ia tertangkap maka adiknya akan disakiti oleh mereka. Yang Chon memakainkan selimut pada adik Seo Yeong.


Ayah Yang Chon menyiapkan makan malam, tapi Yang Chon tidak juga pulang. Ia lalu menutupi makanannya dengan koran dan membersihkan debu di plakat penghargaan Yang Chon. Ia lalu menerima telepon dan sangat kecewa, karena Yang Chon tidak pulang. Ia lalu makan 1 suap dan menutupi makannya lagi.


Ayah Yang Chon memutuskan untuk membuat layang-layang.


Di toilet, Han Sol menggerutu karena banyak kasus di divisi mereka. Ia menanyakan keadaan Sang Soo. “Dia tidak mati. Hubungilah ibunya. Nanti kukirim nomor teleponnya,” kata Kyung Mo lalu keluar dari toilet lebih dulu.


Han Sol lalu menghubungi Ibu Sang Soo dan menyapanya dengan ceria. Tapi kemudian dia mengganti nada bicaranya bahwa Ibu Sang Soo pasti merasa sangat khawatir.


Sam Bo menyiapkan sarapan dan memanggil Hye Ri. Tapi Hye Ri tidak juga bangun. “Hye Ri, peringatan terakhir!” kata Sam Bo dan barulah Hye Ri bangun. Sam Bo tersenyum geli dan bertanya kenapa Hye Ri tidur disana. Hye Ri bilang ia kelelahan setelah membereskan rumah Sam Bo. “Mandilah. Bawa kantong plastik di depanmu. Aku tadi sudah beli sikat gigi dan sepasang kaos kaki untukmu.”


Sambil sarapan, Sam Bo menasehati agar Hye Ri selalu berhati-hati agar kejadian yang menimpa Sang Soo tidak terjadi pada Hye Ri. “Cewek cantik sepertimu..” Hye Ri bilang kata ‘cewek’ itu merendahkan jadi Sam Bo meralat ucapannya. “Wanita cantik sepertimu nanti bisa punya bekas luka.’


Hye Ri sudah mendengar kabar bahwa Sang Soo baik-baik saja. Tapi kemudian ia mengeluhkan istri Sam Bo yang tega meninggalkan Sam Bo sendirian, walaupun ia tahu mengurus anak dan cucunya juga merupakan hal yang baik. Ia memuji Sam Bo yang bisa memasak bumbu untuk sayur dan bertanya apakah Sam Bo sudah lama hidup sendirian. “Berhenti bicara dan makan saja,” kata Sam Bo.


Sang Soo dengan bangga menunjukkan bekas luka di wajahnya pada Jung Oh. Jung Oh bertanya kenapa Sang Soo membayakan dirinya dan kenapa Yang Chon baik-baik saja. Sang Soo bilang wajar saja jika Polisi terluka saat bertugas dan saat itu yang Chon melindungi korban.


Jung Oh: “Kau pasti ingin sok hebat, kan? Agar nilaimu lebih besar dariku.”
Sang Soo: “Hehe.. Ya. Kenapa?”
Jung Oh: “Dimana Oh Yang Chon sekarang?”


“Dia kembali ke kantor. Kata dokter, aku boleh keluar Rumah Sakit hari ini. Maukah kau pacaran denganku?” tanya Sang Soo dengan percaya diri. Jung Oh tertawa dan menyebut Sang Soo emnjadi mirip Yang Chon yang suka mengalihkan pembicaraan. Jung Oh bilang ia tidak suka pria tinggi. “Kenapa tidak coba berpacaran dengan pria tinggi? Jika kau pacaran denganku, kau pasti bisa bersenang-senang.


Jung Oh bilang ia tidak mau berpacaran untuk main-main saja. Ia menolak pacaran dan ingin mencari uang agar sukses. Ia mengacak rambut dan pergi. “Oh ya? Kalau begitu nanti kita berkencan, ya?” tanya Sang Soo tidak menyerah.


Divisi Patroli mengadakan rapat tentang kasus prostitusi ilegal. Han Sol akan mengirimkan foto para PSK itu ke ponsel anggota timnya agar mudah mengenali dan mengawasinya.


Kyung Mo lalu menunjukkan foto preman yang ditangkap sebelumnya dan menyebutnya sebagai bos jaringan prostitusi. Ia bilang sebelumnya Jung Oh dan Nam Il berhasil mendapatkan alamat dari surat pernyataan yang disobeknya.


“Ada 4 tuduhan penyerangan dari riwayat kriminalnya, selain itu tidak ada lagi. Yang penting adalah alamatnya yang sekarang dekat Hongil3-dong. Dia baru-baru ini pindah keisni dari Jangdong yang juga dilaporkanada kegiatan prostitusi ilegal, ,” kata Kyung Mo.


Han Sol mengatakan bahwa Detektif Jang sudah mengintai rumahnya semalaman, tapi bos itu tidak juga keluar rumah. Kyung Mo menambahkan bahwa Tim Jang Mi di Divisi Anak dan Wanita sudah mengetahui lokasi prostitusi ilegal yang disamarkan sebagai kantor perusahaan, tetapi sekarang semua tempatnya disewakan sekarang.


Nam Il bilang sebelumnya mereka menemukan 5 wanita di apartemen Dongjin. Kyung Mo bilang mereka sudah menemukan 6 lokasi dan itu berarti ada 30 wanita PSK yang bekerja untuk bos itu.


Myung Ho mengatakan ia akan mengerahkan timnya terlebih dulu untuk mendatangi para wanita yang tinggal di beberapa lokasi. Kyung Mo mengeluarkan foto bos itu dan meminta anggotanya untuk menyimpannya di dashboard mobil patroli mereka dan melarang mereka bertindak sendiri, karena harus menghubungi Divisi Anak dan Wanita terlebih dulu.


Advertisement


EmoticonEmoticon