4/09/2018

SINOPSIS Live Episode 7 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 7 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 1

Yang Chon dan Hye Ri sudah masuk ke klub dan berusaha membaur. Sebelumnya Yang Chon berpesan agar mereka tidak menangkap tersangka, walau melihatnya. Dan yang akan menangkap tersangka adalah Yang Chon dan Sam Bo yang memakai seragam.


Kyung Mo yang sedang bera  da di ruang pengawas mengatakan bahwa tidak ada yang lebih penting dari keselamatan Hye Ri dan Sang Soo.


Sam Bo bilang Kyung Mo memberikan penjelasan yang lebih baik dari Yang Chon. Yang Chon agak kesal, lalu memberitahu timnya bahwa ia akan berpatroli di sekitar klub. Seorang petugas keamananyang sedang berjaga di luar klub, terlihat resah ketika melihat mobil patroli melintas.


“Sang Soo, Hye Ri, di sebelah kiri klub ada pria berbadan besar yang menutupi CCTV dan sepertinya ada pria lain juga yang mengenakan jaket bertudung. Coba kau pastikan,” kata Kyung Mo sambil memperhatikan salah satu rekaman CCTV.


Sang Soo dan Hye Ri melihat pria berjaket memberikan sesuatu yang kemudian disimpan di bagian belakang tubuh pria berbadan besar.


“Si pria berjaket hitam memberikan dompet dan ponsel kepada si preman,” lapor Sang Soo. Ia kemudian mengikuti pria berjaket, sedangkan Hye Ri mengikuti pria berbadan besar. Kyung Mo berpesan agar tidak gegabah, karena mereka tidak bisa ditangkap jika tidak ada bukti nyata.


Hye Ri akan masuk ke suatu ruangan, tapi pria berbadan besar itu memergokinya, “Bu, itu ruang penyimpanan yang terkunci.” Hye Ri bilang dia sedang mencari toilet. Ia meminta maaf lalu pergi. Pria tadi ternyata mengikuti Hye Ri dan melepaskan earphone yang dipasang Hye Ri di salah satu telinganya.


Sam Bo merasa ada sesuatu yang aneh. “Ada apa? Hye RI. Petugas Song Hye Ri?”


“Anda harusnya mendengarkan musik di klub kami,” kata si pria dan mengembalikan earphone-nya pada Hye Ri sambil tersenyum. Sedangkan Hye Ri masih gugup.


“Hye RI baik-baik saja. Dia hanya melepas earphone-nya,” kata Kyung Mo menginformasikan.


Sam Bo berharap bisa membantu Hye Ri mendapatkan penghargaan, karena selama ini hanya menangani kasus kecil. Ia bilang Hye Ri sangat senang bisa ikut dalam misi rahasia. Yang Chon bilang itu bagus, karena Sam Bo jadi bisa menyelamatkan Hye RI.


Sam Bo: “Sudahlah. Dasar tidak setia.”
Yang Chon: “Jika aku tidak setia, siapa yang setia? Aku tidak menyuruhmu pindah ke Unit Kejahatan dengan Kekerasan. Han Sol Hyungnim ditusuk perutnya saat dia bertugas disana, tapi kau ingin menggantikannya. Mana bisa aku menerimamu kerja seperti itu? Kalau kau jadi aku, apa kau akan membiarkanku?”


Yang Chon keluar dari mobil, tapi kemudian ia kembali lagi dan berkata, “Penghargaan, medali, legenda. Apa kau setuju dengan Han Sol Hyungnim, bahwa itulah alasanku menjadi Polisi? Begitu? Huft... Kau tahu.. aku tidak butuh omong kosong itu.” Ia pergi lagi, tapi kemudian mendengar suara Sang Soo dan suara pukulan.


“Sang Soo, ada apa?” tanya Yang Chon khawatir. Sam Bo menanyakan apa yang terjadi pada Kyung Mo.


“Dia bertengkar dengan pria mabuk. Tak usah dipikirkan,” kata Kyung Mo. Pria mabuk itu marah, karena mengira Sang Soo menyentuh pacarnya. “Yeom Sang Soo, akhiri perkelahianmu dan cari pria berjaket itu.”


“Sang Soo, si pria berjaket keluar dari kamar mandi. Hentikan itu!” kata Kyung Mo ketika melihat pria berjaket di CCTV.


Sang Soo pergi keluar klub dan ternyata pria mabuk itu mengikutinya dan menghajarnya lagi. Sementara itu, Kyung Mo kehilangan pria berjaket. Mendengar Sang Soo dipukuli, Sam Bo tidak sabar dan ingin segera menghentikannya.Tapi kemudian Sang Soo berkata bahwa dia baik-baik saja dan meminta misi tetap dilakukan.


Kyung Mo dan Yang Chon meminta sang Soo tetap waspada. Yang Chon juga berpesan agar Sang Soo membuat pria berjaket itu menghadap ke CCTV. Sang Soo kemudian melihat sepatu tersangka, yang kemudian berjalan menjauh dari kerumunan.


“Aku menemukannya,” kata Sang Soo. Kyung Mo mengatakan pada timnya bahwa Sang oo berhasil membuat tersangka terlihat di CCTV.


“Dia sudah mulai beraksi. Kalian sudah melihatnya?” tanya Sang Soo setelah melihat tersangka mencuri dompet. Kyung Mo belum menjawab, karena masih memperhatikan rekaman CCTV.


Sam Bo kesal dan menyebut rekan-rekannya tidak punya hati karena membiarkan Sang Soo dipukuli. Ia turun dari mobil lebih dulu.


“Dapat! Dia terekam mencopet!” kata Kyung Mo ketika melihat tersangka melancarkan aksi keduanya. “Yang Chon, cepat ke pintu masuk utama. Dia mengenakan sepatu olahraga putih dan jaket hitam!” Yang Chon dan Sam Bo bergegas berlari menuju lokasi.


“Sam Bo Hyungnim, Sam Bo Hyungnim, Hye Ri. Dia mengikuti preman itu ke toilet pria,” kata Kyung Mo. Sam Bo semakin khawatir. “Tak perlu menangkap siapapun. Hyungnim, masuklah dan keluarkan Hye Ri darisana.”


Tersangka melihat Yang Chon yang berseragam dan langsung melarikan diri. “Sang Soo, ikuti pedoman untuk mengatasi orang mabuk!” perintah Yang Chon sambil terus berlari.


Yang Chon menjatuhkan pria itu dan berkata, “Kau tidak bisa berkelahi, tapi kau tidak mau menyerah juga. Haruskah kita anggap impas atau kita saling menuntut?”


Yang Chon lalu mendorong tersangka yang sedang berlari kencang, hingga tersangka mengeluh sakit di kakinya.


Dengan kaki yang juga terluka, Yang Chon mengeluarkan borgolnya. “Nak, ayo kita borgol kau,” kata Yang Chon dengan napas terengah-engah.


“Bilik tenga toilet pria, bukti pencurian,” kata Hye Ri sambil merekam video lalu pergi. Pria preman sempat bingung, tapi ia kemudian bergegas menyusul Hye Ri.


“Jangan bergerak!” kata Sam Bo sambil menodongkan pistol kejutnya. Preman itu menyudutkan Sam Bo ke dinding dan menghajarnya hingga jatuh. Pria itu berjalan ke arah Hye Ri dengan marah dan meminta ponselnya.


Sam Bo lalu menembakkan pistol kejutnya ke kaki si preman. “Wah, hebat sekali!” kata Hye Ri lalu membantu Sam Bo berdiri. Mereka lalu melakukan tos, kemudian Sam Bo memborgol tersangka.


Setelah misi selesai, keempat Polisi itu mandi air hangat bersama.


Sang Soo melihat banyak luka di tubuh Yang Chon. Sam Bo lalu berkata bahwa walaupun terlihat berbeda, sebenarnya Yang Chon dan Kyung Mo itu sama.


“Jangan buat aku tertawa!” kata Yang Chon dan Kyung Mo bersamaan. Sang Soo tertawa melihatnya. Sam Bo bilang ia menyadari mereka berdua sama, karena terus saja menyuruh Sang Soo mengikuti pria berjaket itu, padahal Sang Soo sedang dipukuli.


“Yes, Sir!” kata Sang Soo ketika Kyung Mo mengatakan bahwa ia memperhatikan CCTV, sehingga ia yakin Sang Soo bisa melakukannya, bahkan Sang Soo merasa senang karena Kyung Mo membiarkan hal itu terjadi


Kyung Mo menyodorkan tangannya, tapi Yang Chon berdecih sinis. Tapi kemudian mereka melakukan tos bersama dengan bahagia. Sang Soo tertawa lagi. Yang Chon merasa Kyung Mo memanggilnya sebagai rekan saat keadaan genting. “Aku pasti sudah gila. Kenapa pula aku melakukan itu?” kata Kyung Mo lalu mencipratkan air ke wajah Yang Chon.


“Dasar gila,” kata Yang Chon sambil tersenyum. Sam Bo menyebut mereka berdua gila dan keluar dari kolam mengikuti Kyung Mo. “Jangan senang dulu,” kata Yang Chon kepada Sang Soo. Sang Soo bilang itu untuk pertama kalinya, ia tidak memikirkan kinerjanya atau apa ia aka dipecat. “Lihatlah ekspresi sombong di wajahmu itu.”


Sang Soo bilang ia hanya ingin menuntaskan kasus itu agar tidak jatuh lebih banyak korban. Ia kemudian mengajak Sang Soo keluar dari kolam dan melanjutkan patroli mereka.


“Brigadir Kang, lihatlah wanita ini,” kata Jung Oh sambil menunjukkan rekaman CCTV yang diperiksanya pada Nam Il. Nam Il bilang itu bukan korban mereka. Tapi kemudian ia menyadari sesuatu dan mengecek rekamannya.


Nam Il: “Dia dari kamar 816, kamar apartemen semua wanita itu.”
Jung Oh: “Wanita yang satunya juga berasal dari Kamar 816.”
Nam Il: “Ada CCTV lain di dekat gang itu.


“118-1 Mahak-gil, Hongil 2-dong,” gumam Nam Il ketika melihat rekaman CCTV dimana para wanita itu masuk ke dalam rumah. Ia langsung menghubungi Jang Mi dan mengabarkan bahwa mereka menemukan lokasi sementara para wanita itu.


“Jung Oh, aku berhasil,” pamer Sang Soo. Tapi Jung Oh tidak mempedulikannya, karena ia sedang sangat fokus pada kasusnya dan langsung menuju mobil patroli. Nam Il malah menyuruh Sang Soo untuk merapikan peralatan di ruangan itu.


Myung Ho dan Han Pyo juga menuju lokasi yang diinformasikan.


Jang Mi dan Detektif Jang juga sudah dalam perjalanan.


“Mulai sekarang, aku akan menjaga rekanku,” kata Yang Chon pada Han Sol di ruang makan. “Rekanku lebih penting daripada tersangka. Aku tidak akan melupakan itu.”


Han Sol bilang ia tahu kalau Yang Chon menjadi Polisi bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan. Tapi mereka harus selalu ingat bahwa tugasnya adalah melindungi warga. “Waktu kita masih baru menjadi Polisi, kita harus menyaksikan Jung ahn mati, karena kita membiarkan tersangka lolos. Padahal umurnya baru 15 tahun. Dia masih sangat muda. Mungkin itu permulannya. Permulaan kenapa kau berubah menjadi anjing gila yang mengejar penjahat. Tapi Yang Chon, kau hanya bisa membantu korban dan rekanmu kalau kau dalam keadaan pikiran jernih. Aku juga sedih melihat bekas luka di tubuhmu. Apalagi si Jang Mi. Setiap hari kau selalu menuntaskan kasus seolah tidak ada hari esok lagi. Bukankah menurutmu Jang Mi juga sedih melihatmu seperti itu? Sama seperti korban, biarkan istrimu , keluargamu, dan rekanmu memberimu saran.”


Han Sol mengizinkan Yang Chon dan Sang Soo tidak perlu melanjutkan kerja pagi . Tapi kemudian dia melihat luka di kaki Yang Chon dan membawakannya kotak P3K.


“Bersihkan juga darah di lukamu itu,” kata Han Sol lalu pergi.


Yang Chon lalu mengobati luka di kakinya. Ia kembali bersedih.


Advertisement


EmoticonEmoticon