4/10/2018

SINOPSIS Live Episode 8 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 2

Ju Yeong mengirimkan fotonya bersama istri Ho Cheol sesuai janjinya pada Yang Chon. Dia juga mengatakan bahwa dia mengirimkan uang Yang Chon pada istri Ho Cheol setiap waktu. Dia mengajaka Yang Chon makan malam bersama lain kali.


Kyung Mo yang ada di sampingnya jadi tahu kalau Yang Chon memberikan uang pada istri Ho Cheol. Ia mengingatkan bahwa karena Ju Yeong-lah pangkat Yang Chon turun, jadi harusa mereka tidak saling berhubungan lagi.


Kyung Mo bertanya apakah Yang Chon akan ikut pelatihan (MT=Membership Training. “MT Apanya?! Aku tidak kau kerja sukarela ketika libur. Aku ingin bertemu dengan pacarku,” keluh Min Seok bangun dari tidurnya. Seung Jae juga mengatakan bahwa mereka harusnya istirahat ketika sedang libur.


Yang Chon: “Kau dengar itu? Siapa yang mau ikut MT coba.”
Sang Soo: “Kita mau jalan-jalan MT? Aku suka.”
Yang Chon: “Memangnya aku bertanya padamu? Aish..”
Jong Min: “Aku ikut.”


Kyung Mo bilang sekarang 3 lawan 3, karena Myung Ho sudah bersedia ikut, jadi mereka semua harus berangkat. Min Seok bilang mereka juga harus bertanya apa keputusan Hye Rid an Sam Bo. Ia yakin Nam Il dan Jung Oh tidak akan mau ikut. Seung Jae juga meminta Kyung Mo agar pergi dengan orang yang mau ikut saja.


Han Sol datang dan menegur mereka. Yang Chon bilang wajah dan lehernya terluka, kakinya sendiri juga terluka dan dia tidak akur dengan Kyung Mo dan Jong Min. Jong Min bilang mereka harus  menyelesaikan masalah itu dengan berjalan-jalan bersama.


Sang Soo ditunjuk menjadi bendahara MT dan harus mengumpulkan biaya 100.000 won untuk senior dan 70.000 untuk junior. Kyung Mo menyarankan agar biaya dibayarkan oleh pemula saja. “Hyungnim!” protes Min Seok. Kyung Mo bilang mereka akan pergi jam 2 siang.


Yang Chon akhirnya setuju untuk pergi dan berkata bahwa dia akan menunjukkan pada mereka apa itu jalan-jalan neraka. Ia juga mengajak mereka bertaruh. 


Hye Ri datang dan mengajak Sang Soo pergi ke rumah sakit untuk menginterogasi tersangka kasus Taman Hongil. Kemudian semua anggota yang tidur harus bangun karena mereka mendapat laporan pelecehan seksual.


Myung Ho berkata bahwa dia akan sampai di lokasi dalam 3 menit dan berpura-pura sedang berpatroli.


Nam Il dan Han Jung Oh sudah sampai di jalan dekat lokasi dan mengambil jalan terpisah.


Jang Mi dan Detektif Jang memantau melalui kamera CCTV. Jang Mi yakin akan banyak korban wanita dalam kasus ini. Jung Oh berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi.


Jang Mi mengabari Jung Oh bahwa ada 2 pelaku yang baru saja turun dari mobil berjalan mengikuti Jung Oh. Jung Oh menoleh dan bertanya pada mereka apakah ada masalah atau butuh bantuan. Kedua pria itu saling melihat satu sama lain. “Tidak. Teruslah berjalan,” kata pria berjaket hitam pada akhirnya.


Nam Il datang dan mengajak Jung Oh berpatroli ke gang lain. Jung Oh mengerti dan berpesan pada kedua pria itu agar berhati-hati, karena wilayah itu rentan kejahatan.


Nam Il berpesan agar Jung Oh tidak bereaksi berlebihan, karena mereka harus ettap berpatroli disana sampai pemberitahuan selanjutnya.. Jung Oh mengerti. Mereka kemudian berpencar lagi.


Bos preman yang sebelumnya pernah ditangkap sebelumnya membuka pintu rumah. Ia melihat kedatangan 2 pria tadi. “Sedang apa kalian?! Cepat kemari!” kata preman itu. Detektif Jang mengabari timnya bahwa semua pelaku berkumpul dalam satu rumah. Ia meminta semua anggota waspada.


Hye Ri menemani adik Seo Yeong belanja dan mengeluh karena mengambil banyak barang. Adik Seo Yeong meletakkan kembali semua belanjaannya pada tempatnya. Hye Ri menyuruhnya membeli kimbap saja, tapi adik Seo Yeong bilang ia tidak suka kimbap dan mau makan daging.


“Memangnya kau punya uang?” tanya Hye Ri. Adik Seo Yeong yakin jika ia meminta pada pria tua, ia pasti akan mendapatkannya. Hye Ri menarik tangannya dan berkata, “Apalagi yang mau kau beli?”


Di kamar rawat, Seo Yeong menyiram Sang Soo dengan air dan melemparkan tas adiknya. Ia menganggap Sang Soo sudah menghancurkan hidupnya dan adiknya, apalagi ia juga dipecat. Ia menyuruh Sang Soo pergi. Sang Soo merapikan barang-barangnya dan menuangkan air dan menyiramkannya pada wajah Seo Yeong.


Sang Soo bilang ia hanya melakukan apa yang Seo Yeong lakukan padanya. Ia juga mengatakan bahwa seseorang tidak bisa menghindari undang-undang karena miskin, ditambah adiknya meminta uang dari para pria, dan Seo Yeong sendiri menggunakan pisau untuk menyerang Polisi.


Sang Soo berkata bahwa rekannya yang lain sedang menginterogasi 4 pelajar lainnya dan juga menyelidiki rekaman CCTV dan kesaksian pemilik kolam renang, yang kemudian disimpulkan sebagai penyerangan dua pihak, sehingga semuanya akan diadili.


“Inspektur Oh dan aku akan mengajukan surat permohonan agar hukumanmu diperingan. File yang kukirim ke ponselmu, isinya dokumen yang harus diterima oleh orang-orang sepertimu, orang yang butuh bantuan. Isilah itu, karena bisa membantu biaya tagihan rumah sakitmu. Dan berhentilah sok hebat sampai kau tidak percaya Polisi!” kata Sang Soo.


“Apa kau tahu betapa beratnya hidupku?!” kata Seo Yeong marah. Sang Soo menanyakan hal yang sama dan menasehati agar Seo Yeong menjalani hidupnya dengan terhormat. Ia juga meminta Seo Yeong menghubunginya jika sudah keluar dari rumah sakit karena ia mau mentraktir makan.


Setelah Sang So pergi, adik Seo Yeong pulang dan mengatakan bahwa dia berbelanja dengan uang Polisi. Seo Yeong hanya bisa menahan kekesalannya.


Jang Mi masih memperhatikan CCTV dan Detektif Jang penasaran karena para pelaku tidak juga keluar dari rumah itu. Jang Mi merasa ada yang aneh.


Ia lalu mengintip dari kaca jendela mobil dan menemukan bahwa mobil pelaku bergerak-gerak. Ia yakin ada orang di dalamnya. Detektif Jang kemudian melihat pelaku keluar dari rumah.


Para Wanita PSK asing itu juga keluar dari rumah itu.


“Cepat masuk. Jika tidak, kalian akan kami jual ke Negara lain,” kata salah satu pelaku. Para wanita itu kemudian satu persatu masuk ke dalam mobil dan duduk berdesakan


Jang Mi memberitahu bahwa mobil van hitam bernomor 77M 3478 akan melewati mereka, tapi mereka harus membiarkan mobil itu lewat begitu saja.


Jung Oh membiarkan mobil itu lewat sambil berpura-pura memeriksa sisi lain jalan. Jang Mi mengatakan bahwa jumlah pelaku lebih banyak dari mereka. Dari dalam mobil, bos it uterus memperhatikan Jung OH dari kaca spionnya.


Sambil turun dari mobil, Jang Mi menghubungi Myung Ho dan memintanya melanjutkan penyergapan. Ia dan Detektif Jang lalu masuk ke rumah itu. Jung Oh juga menyusul kemudian.


Mobil pelaku melewati mobil patroli Myung Ho. Myung Ho menghubungi mobil patrol lain dan meminta mereka menyalakan sirine-nya dan membuat mobil pelaku melaju ke Jalur cepat Hyunsung, karena disana ada perbaikan jalan.


Bos terlihat lega, ketika mobil patroli Myung Ho berbelok arah.


Ketiga Polisi yang masuk ke TKP mulai berpencar untuk menyisir lokasi.


Jung Oh masuk ke dalam salah satu ruangan dan menemukan noda darah dan peralatan bekas operasi. Ia tampak agak shock. Jung Oh lalu mendengar suara-suara.


Jung Oh membuka tirai dan menemukan seorang wanita yang sedang berbaring kesakitan. “Tolong aku,” kata wanita itu dengan lemah dan sambil menangis. “Aku terluka.”


“Hyungnim, kita diikuti,” kata supir kepada bos setelah melihat ada mobil patroli yang menyalakan sirine di belakang mobil mereka. Bos menyuruhnya menyetir dengan lebih cepat.


Mobil patroli lain datang dari arah berlawanadan memaksa mobil pelaku menjauh dan menuju jalan lain. Myung Ho berpesan agar tidak terlalu berlebihan dan jangan sampai ada warga yang terluka.


Mobil pelaku berhasil diarahkan ke Jalur Cepat Hyunsung.


Para wanita itu semakin ketakutan.


“Injak rem,” kata Myung Ho pada Han Pyo yang ternyata sudah berada di Jalan Hyunsung terlebih dulu. Pelaku membanting stir dan menabrak pembatas perbaikan jalan, sesuai yang direncanakan Myung Ho. Para Polisi segera turun untuk melakukan penyergapan.


Bos menyuruh si supir untuk membawa senjatanya, lalu turun dari mobil. Dan senjata yang mereka maksud ternyata adalah kapak.


Pelaku diminta menjatuhkan senjatanya. Tak mungkin melawan karena mereka kalah jumlah, akhirnya bos menjatuhkan kapaknya dan si supir pun mengikutinya. Setelah pelaku membalikkan badan, para Polisi mendekat dan meringkus mereka.


Myung Ho membuka pintu mobil dan melihat para wanita itu.   Ia sangat terkejut, karena disana bahkan ada seorang anak kecil.


Bos mengatakan bahwa para wanita melakukan itu karena mereka mau. Hal itu membuat Myung Ho sangat marah.


Myung Ho mengahajar bos itu, menendang dan bahkan menginjaknya. “Hyungnim, tenanglah!” kata Han Pyo sambil menarik tubuh Myung Ho menjauh dari bos. Myung Ho lalu menendang cone lalu llintas untuk melampiaskan emosinya.


Myung Ho kemudian mendengar laporan Jang Mi yang menemukan wanita yang diduga melakukan aborsi ilegal. Pusat mengerti dan akan mengirim paramedis ke TKP. Jang MI menurunkan pistol kejut yang Jung Oh arahkan pada wanita itu.


Detektif Jang mengatakan bahwa di 2 kamar lain ditemukan banyak sampah dan menduga kalau rumah itu ditinggali oleh setidaknya 10 orang. Jung Oh mengambil gambar TKP. Detektif Jang merasa para pelaku akan kembali ke tempat itu.


Detektif Jang merasa aneh, karena mereka meninggalkan wanita itu disana. “Sebentar,” kata Jang Mi yaang mendengar suara dari lantai atas. Ketika mereka menyadari itu adalah suara orang berlari, mereka segera keluar rumah. 


Ada dua pelaku lain yang melarikan diri dan mereka mengejarnya.  Jung Oh meminta Nam Il yang baru dayang untuk melindungi korban yang ada di dalam. “Hei, Han Jung Oh, Kapten Ahn tadi bilang…” tapi Jung Oh tidak mempedulikan perkataan Nam Il dan terus berlari mengejar pelaku.


Nam Il meminta bantuan dari mobil patroli lain dan mengabarkan kalau mereka sedang mengajar tersangka. Ia lalu masuk ke dalam rumah.


Jung Oh berhasil menghadang salah satu tersangka, namun perhatiannya teralihkan dan terjatuh karena dilempar sampah. Pelaku berbalik arah dan menyerang Jang Mi dengan pisau. Pelaku berhasil melempar Jang ke dinding. Jung Oh berlari dan mendorong pelaku hingga terjatuh, lalu mereka berkelahi.


Dengan kerja sama, Jung Oh dan Jang Mi berhasil menjatuhkan pelaku. Jang Mi mengambil pistolnya dan membacakan pasal hukum. “Dia pingsan,” kata Jung Oh setelah memeriksa denyut nadinya, lalu memasang borgol. Jang Mi tidak melanjutkan ucapannya. “Dimana ambulancenya?” Dan bunyi sirine ambulance terdengar kemudian.


Jang Mi bersandar pada dinding, karena sudah merasa lega. Sedangkan Jung Oh memilih berbaring di jalan untuk mengatur napasnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon