4/10/2018

SINOPSIS Live Episode 8 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 4

Yang Chon kembali melihat ke arah Jang Mi dan Kyung Mo.


Setelah menerima hadiahnya, Jang Mi bertanya apakah ada yang ingin Kyung Mo katakan dan mengajaknya minum teh. “Anak-anakmu ada di rumah,” kata Kyung Mo. Jang Mi tersenyum dan berkata kalau tidak ada masalah dengan itu, karena mereka tidak menyembunyikan rahasia apapun.


Kyung Mo: “Kau dan Yang Chon sudah bercerai sekarang. Tidak bisakah kau menganggapku serius?”
Jang Mi: “Kau sungguh ada rasa padaku?”
Kyung Mo: “Aku bahkan sudah memberitahu orang tuaku. Bahwa aku mendekatimu lagi dan meminta mereka tidak menentangku seperti dulu. Aku juga memberitahu saudara-saudaraku agar tidak ikut campur dalam hidupku.”


Jang Mi menyuruh Kyung Mo kembali pada Woo Hee, yang dikencaninya 2 tahun lalu. Ia lalu berkata bahwa ia masih menyukai Yang Chon dan hanya Kyung Mo saja yang tahu hal itu, karena kalau yang Chon tahu itu pasti merepotkan baginya. Kyung Mo penasaran apa yang membuat Jang Mi menyukai yang Chon.

Dae Gwan menyapa ibunya dan bertanya siapa pria yang bersamanya. Kyung Mo bilang ia teman ibunya. “Minta uang,” kata Dae Gwan sambil menengadahkan tangannya. Kyung Mo dan Jang Mi sama-sama memberikan uang dari dompetnya. “Uang ibu saja.”


Dae Gwan lalu mencium pipi ibunya, karena sudah memberinya uang. Ia lalu pergi ke sekolah.


Yang Chon merasa lega, karena Dae Gwan tidak menerima uang dari Kyung Mo.


“Pergilah. Dan lupakan aku,” kata Jang Mi pada Kyung Mo. Kyung Mo mengucapkan selamat ulang tahun dan juga ucapan selamat karena Jang Mi sudah bercerai dari Yang Chon. Jang Mi hanya tersenyum. Kyung Mo lalu melambaikan tangannya dan pergi.


Yang Chon tertawa menahan kesal. “Hahaha...ya, ampun.” Ia lalu menutup jendelanya.


Kyung Mo menerima telepon dari seseorang yang mengajaknya makan bersama. Ia setuju dan minta dikabari hari dan waktunya saja. Kyung Mo lalu menghubungi orang lain dan membahas kasus prostitusi ilegal dan mengabarkan bahwa Polres Jangdong akan membantu mereka. Ia bertanya apakah penanggung jawabnya adalah Ju Yeong, mantan anak bimbingnya Yang Chon. “Begitu, ya. Tapi kenapa dia mendadak mengajakku makan?”


Jang Mi yang sedang bicara dengan Kyung Mi di ponsel menduga bahwa Ju Yeong ingin membantu kasus itu juga. Jang Mi melarang Kyung Mo memberitahukan rencana mereka untuk menangkap gembong kasus itu kepada Yang Chon, tapi ia tidak menyebut nama Yang Chon, karena Kyung Mo sudah langsung mengerti maksudnya.


Yang Chon bertanya siapa yang bicara dengan Jang Mi, tapi Jang Mi malah membahas sup dan bumbunya yang enak. Yang Chon bilang ia yang membuat bumbunya. “Dan aku memperbaikinya. Teman ibu memberi hadiah apa? Boleh aku membukanya?” kata Song Yi lalu membuka hadiahnya. “Wah, ini dari desainer terkenal. Boleh untukku?” Jang Mi melarangnya, karena ia juga ingin memakai barang bagus.


Song Yi lalu memakaikan scarf itu di leher Jang Mi dan memujinya sangat cantik. Yang Chon merasa kesal dan mengingatkan kalau mereka sedang makan.


“Cantiknya,” puji ayah Yang Chon. Yang Chon bertambah kesal dan meninggalkan meja makan.


Song Yi bilang kakeknya memberikan layang-layang untuk ibunya, tapi ayahnya malah tidak memberikan apa-apa. “Ayahmu membeli bunga ini untuk ibumu,” kata Ayah Yang Chon.


“Wah, tumben sekali. Kau membelikan bunga untukku?” kata Jang Mi. Yang Chon lalu menyodorkan sendok nasi dan berharap Jang Mi mau menerima suapan darinya, tapi Jang MI sama sekali tidak merespon.


Song Yi mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibunya dan berkata kalau dia yang akan mencuci piring dan membereskan rumah. Ia mempersilakan ibunya untuk tidur saja.


Saat Song Yi masuk ke kamar mandi, Yang Chon masuk ke kamar Song Yi. Sementara itu Jang MI bertanya apakah ayah mertuanya merindukannya, karena ia merasa rindu juga padanya, dan tadinya berencana untuk pergi ke rumah sakit setelah tidur sebentar.


Yang Chon mengambil ponsel Song Yi, tapi kode pola yang ia masukkan selalu salah. Ia lalu meletakkan ponselnya lagi.


Yang Chon lalu mengecek kontak Song Yi di ponselnya sendiri. Keterangan profilnya adalah ‘Suamiku, Jjing dan aku, Song Yi”. Ia memperesar fotonya.


Jang Mi dan ayahnya lalu pergi ke atap untuk menerbangkan layang-layang bersama. Jang Mi terlihat sangat senang. “Segalanya akan lebih mudah bagimu, jika istriku dan aku mati,” kata Ayah Yang Chon. Jang Mi melarangnya bicara yang tidak-tidak/


Ayah Yang Chon sangat sedih melihat luka di tubuh istrinya yang terbaring koma. “Mati sajalah kau,” ujarnya. “Apa gunanya tetap hidup seperti ini?”


Ia lalu melihat tombol power di alat medis istrinya.


Tim 1 Divisi Patroli Hongil sudah sampai di lokasi pelatihan MT mereka.


Han Sol menari dan merasa tempatnya sangat bagus. Anggota yang lainnya tertawa geli melihat tingkahnya.


Jong Min lalu bertanya kenapa Min Seok dan Nam Il murung, padahal mereka tidak dihukum. Dia saja bisa tersenyum, walaupun menerima hukuman. Dia juga bilang kalau dia akan punya anak bulan depan, tapi malah harus dihukum. Min Seok kesal dan berkata dia saja yang menerima hukumannya.


“Kenapa kau yang menerima hukumannya? Yang salah memang Jong Min. Dan kau, jika kau ingin setia kawan, tak usah memuji diri sendiri kalau kau setia kawan. Waktu Han Sol hyungnim perutnya ditusuk karena aku, dia berkata...” kata Yang Chon.


“Yang Chon, kau baik-baik saja?” kata Han Sol dengan nada kesakitan, menirukan ucapannya sendiri dulu.


Kyung Mo tertawa.


Han Sol: “Aku sakit sekali. Dengan pisau di perutku. Bukankah aku setia kawan? Hahaha... Mereka berdua ini memang egois.”
Yang Chon: “Biar kuperjelas. Inilah hal-hal yang paling kubenci. Kekerasan seksual, pembunuhan, Polisi yang bobrok, dan Polisi yang saling tidak peduli. Siapapun yang dihukum, tidak usaha mengeluh. Kenapa kau menatapku?!”
Kyung Mo: “Aku menyukaimu!”


Min Seok berkata ia yang akan menerima hukumannya dan meminta Jong Min berhenti mengguruinya tentang kesetiakawanan. Jong Min menolak dan ingin tetap menerika hukumannya. 


Sam Bo bertepuk tangan karena mereka saling bersaing untuk mendapatkan hukuman. Han Sol menyuruh mereka semua berganti baju dan berjalan ke lapangan sambil menari. Sam Bo juga ikut menari dan menyusul Han Sol.


Myung Ho bilang ia akan membantu Min Seok menerima penghargaan.


Sang Soo yakin mereka akan menang dari para Polisi senior. Hye Ri juga merasa optimis. Ia bilang uang yang sudah terkumpul dan uang hadiah 300.000 won harus menjadi milik mereka. Seung Jae bilang mereka mungkin menang di game lain, kecuali game estafet, karena ada perempuan di tim mereka.


Hye RI bilang larinya cepat. Jung Oh juga mengatakan bahwa mereka semua pasti akan terkejut saat melihatnya berlari nanti.


Seung Jae: “Myung Ho sunbae dulu serin olahraga lari.”
Jung Oh: “Ah, sayang sekali.”
Sang Soo: “Apa maksudmu? Aku juga sering berlari.”
Han Pyo: “Jangan membuatku tertawa. Pastikan saja kau jangan sampai jatuh.”


Jung Oh tertawa melihat gerakan Han Pyo. Sang Soo bilang ia akan melawan Myung Ho di loma lari nanti. Ia juga protes kenapa semua orang menganggap Myung sangat hebat, padahal pangkatnya hanya perwira senior dan harusnya dia sudah menjadi inspektur atau brigadir.


Han Pyo: “Itu karena Myung Ho hyungnim.... Pokoknya ada cerita di balik itu semua.”
Seung Jae: “Cerita yang sangat memilukan.”


Sang Soo bilang ia akan menjadi saingan terberat Myung Ho mulai hari ini. Seung Jae bilang Sang Soo tidak bisa menjadi saingan siapapun. “Kau akan mendukungku, kan?” tanya Sang Soo pada Jung Oh.


“Kenapa aku harus mendukungmu?” tanya Jung Oh yang membuat Sang Soo kecewa.


Han Pyo membaca pesan di grup dan memberitahu yang lain bahwa yang akan menerima hukuman adalah Min Seok. “Berarti Brigadir Ban tidak jadi dihukum?” tanya Won Woo yang sejak tadi diam saja.


Tim 1 memulai pertandingan dengan hompimpa. Karena tidak juga terbagi rata, ada yang menyarankan agar mentor melawan anak bimbinan. Han Sol bilang itu untuk pertandingan voli saja dan sekarang mereka harus mengutamakan semangat tim. Akhirnya tim terbagi rata.


“Berarti aku melawanmu,” kata Yang Chon.


“Ya, tentu saja,” kata Kyung Mo menerima tantangan Yang Chon. Sang Soo memilih Myung Ho sebagai lawannya. Min Seok memilih Jong Min. Jong Min berpesan pada Won Woo agar tidak kalahd dari Seung Jae.


“Semoga Anda menang,” kata Jung Oh pada Nam Il, yang merupakan mentornya. Nam Il meregangkan tubuhnya.


Nam Il lalu menang mudah dari Han Sol. “Nam Il, kau... berhenti!” kata Han Sol. Nam Il menyerahkan tongkat estafetnya kepada Yang Chon.


Tapi Yang Chon tidak langsung berlari. Anggota yang lain bertanya kenapa Yang Chon diam saja. “Kau menungguku, kan? Kau ingin pertandingan ini adil, kan?” tanya Kyung Mo. Yang Chon menyuruhnya diam.


Setelah han Sol memberikan tongkatnya, kepada Kyung Mo barulah mereka berlari.


Para anggota menyemangati kedua saingan berat itu.


Advertisement


EmoticonEmoticon