4/09/2018

SINOPSIS Misty Episode 14 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 4

Saat Jaksa Byun melewati Hye Ran, dia memanggilnya dan bertanya apakah Jaksa Byun masih seorang jaksa.


Hye Ran dan Jaksa Byun berbicara di luar jarak dengan Lee Yeon Jung. Hye Ran memintanya untuk melakukan apa yang seharusnya jaksa lakukan.
“Aku yakin kamu tidak hanya berpikir untuk sukses saat memutuskan menjadi jaksa. Sebagian alasannya pasti ingin berkontribusi untuk menjadikan dunia lebih baik dengan menghukum para penjahat meski alasan itu hanya satu persennya.”
Jaksa Byun masih saja pesimis dengan rencana Hye Ram , dia tidak yakin rencananya akan mengubah keadaan lagi pula semua sudah berakhir. Hye Ran meyakinkannya untuk melakukan tugasnya sebagai jaksa agar tidak membiarkan penjahat seperti Kang In Han memanfaatkan hukum dan mengendalikan masyarakat ini.
“Itulah tugas hukum dan media. Kita punya bukti bahwa Kangyool dalang korupsi Konstruksi Kanghae. Aku akan memberikannya kepadamu. Kamu harus menangkap mereka. Sebagai gantinya, aku ingin bukti bahwa Kangyool memanipulasi saksi. Berikan kepadaku. Akan kugunakan itu untuk membongkar para penguasa yang memanipulasi media.”
“Lalu apa kesepakatannya?”
“Tidak, aku memberimu pilihan. Kamu mau membiarkan mereka memanfaatkan dan mengabaikanmu? Atau melakukan tugasmu meski itu bisa mengakhiri kariermu?”


Jaksa Byun menyerahkan surat pengunduran diri, atasannya menanggapinya dengan dingin dia hanya berkata agar letakkan saja suratnya di meja. Jaksa Byun juga meletakkan sebuah berkas di meja, dia memberitahu kalau itu adalah bukti korupsi Konstruksi Kanghae.
“Demi memeroleh hak penawaran istimewa CEO Firma Hukum Kangyool, Anggota Kongres Jung, dan lainnya menggunakan pengaruh mereka. Untuk menutupi hal ini, Firma Hukum Kangyool menjebak Go Hye Ran atas kasus pembunuhan.”
“Jadi, kamu dijadikan boneka mereka?”
“Maaf, aku bodoh karena mau saja.”
“Baguslah, jika kamu tahu. Keluar.”
“Tidak ada yang akan berubah meski aku mundur. Gunakan aku sebagai senjata Anda. Aku akan menyelidiki korupsi Firma Hukum Kangyool. Aku akan mengembalikan reputasi kejaksaan ini. Maka itu, aku akan mengundurkan diri.”

Pak Jang dengan penuh semangat memimpin timnya untuk berita utama hari itu mengenai saksi palsu yang dibuat oleh Kangyool.
“Begitu Firma Hukum Kangyool menjadi isu, korupsi penawaran Kanghae pun akan menjadi isu. Ingat itu saat kalian bersiap. Hye Ran, maukah kamu yang membawakan beritanya?”
Dengan sopan Hye Ran menolak tawaran Pak Jang, karena Han Ji Won yang memulai berita ini maka dia yang harus mengakhirinya dan membawakan berita ini. Han Ji Wo tersanjung mendnegarnya.


Tanpa meminta ijin dari sekertaris Kangyool, Jakasa Byun memimpin penyitaan dan penggeledahan di kantor Kangyool. Dengan bangga dia menunjukkan surat perintah kepada Kang In Han.
“Kang In Han. Kami akan memulai proses sita dan geledah atas suap terkait korupsi penawaran Kanghae.”
“Pikirmu kamu bisa mengalahkanku dengan ini?” ujar Kang In Han dengan sinis.


Han  Ji Won membawakan minuman untuk Hye Ran yang sedang termenung di studio News Nine. Dia bertanya kenapa Hye Ran memberikan padanya kesempatan membawakan berita Kangyool, padahal ini adalah kesempatan bagi Hye Ran untuk kembali ke News Nine.
“Kamu berjuang keras agar puas dengan menjadi bawahan? Kesempatan datang dengan tujuan, dan kamu mengambil kesempatan itu. Kamu bekerja keras dan melindunginya. Kini, ini adalah “News Nine Han Ji Won”. Kamu pernah berkata sejak awal, posisi pewarta itu tidak bertuan.”
“Maafkan aku. Waktu itu, aku tidak sopan.” Han Ji Won merasa tidak enak.


Hye Ran lalu berhadapan dengan Han Ji Won, dia mengatakan kalau tidak ada satu pun media yang berani mengkritik Kangyool dan tidak ada yang tidak bisa Kangyool lakukan di negeri ini.
“Sebesar itulah pengaruh Kangyool. Dan kamu akan menjadi pewarta pertama yang melaporkan korupsi mereka. Jadi, bertanggungjawablah dan akhiri dengan baik. Jangan kalah. Jangan terintimidasi. Paham?”
“Ya.” Hye Ran mengangguk dengan yakin, matanya berkaca-kaca.


Tiba-tiba Wakil Presdir menerobos masuk ke ruang berita, dengan tangan di pinggang dia bertanya apakah berita itu lelucon lalu berteriak kepada mereka yang ada di dalam ruangan.
“Saksi palsu belum dipastikan kebenarannya. Lalu kalian akan melaporkan yang belum pasti benar?!”
Dengan bijak, Pak Jang meminta timnya untuk tidak mengatakan apapun.


Hye Ran tidak mau diam saja, dia maju dan menimpali tuduhan Wakil Presdir.
“Kami melaporkan faktanya dari jaksa yang menangani kasus itu.”
“Dengar, Hye Ran. JBC bukan hanya untukmu. Sumpah palsu itu urusan kejaksaan. Kita hanya perlu memberitakan hasilnya!”
“Itu hanya mengulang arahan kejaksaan. Membangun kecurigaan itu tugas media.”
“Lagi pula, berita ini gara-gara urusan pribadimu. Tidak akan kubiarkan kamu melaporkannya!”


Pak Jang akhirnya bersuara, dia mengatakan materi laporan ada di bawah wewenangnya.
“News Nine akan mengungkap kebenaran di balik persidangan kasus pembunuhan Kevin Lee dan yang ingin mereka tutupi dengan menjebak seorang reporter.”
“Bukankah begitu? Maksudmu, kamu akan terlibat dalam hal ini? Baguslah. Mulai detik ini, kamu dipindahkan ke cabang Cheongju. Semua staf News Nine akan dipecat! Orang dari bagian budaya akan mengarahkan News Nine hari ini.”


Wakil Presdir menuju keluar ruangan dengan suara-suara krua yang mengeluhkan keputusan sepihak. Dia berpapasan dengan Han Ji Won dan memperingatkannya.
“Dan kamu, Han Ji Won. Jika kamu mau posisimu di ruang berita aman, perbaiki dahulu kemampuanmu dalam memilih materi berita. Pewarta harus memiliki rasa tanggung jawab. Bukan begitu? Ini sudah diputuskan, jadi, jangan melaporkan itu tanpa izinku. Paham?!”
Han Ji Won hanya diam dan menatap sinis Song Nak Joon. Sementara itu Pak Jang meminta semuanya tetap tenang dan melanjutkan yang sudah siapkan.


Pak Jang masuk ke ruangan Wakil Presdir tanpa mengetuk pintu, Wakil Presdir yang sedang menelepon pun mencemooh Pak Jang yang sudah kehilangan sopan santun. Tanpa basa-basi Pak Jang langsung meluapkan emosinya.
“Hei, Song Nak Joong. Sudah dua tahun kamu menjadi wakil presdir karena nepotisme, bukan? Jadi, kamu tidak tahu situasinya, ya?”
“Apa kamu sudah gila? Beraninya...”
“Aku bukan orang yang bisa kamu perlakukan begitu! Aku Jang Gyu Seok, kepala ruang berita JBC. Kekuatan politik berubah dua kali selama delapan tahun karierku. Aku sudah menggantikan banyak atasan sepertimu. Bagaimana caranya?! Ya, seperti ini.” Pak Jang meletakkan sebuah flashdisk di meja Wakil Presdir.


Pak Jang menunjuk Wakil Presdir sambil membentaknya.
“Di bidang ini, aku mengetahui semua berita. Aku akan mengendalikan ruang berita, jadi, kendalikan putramu. Paham? Tidak mudah berhenti mengonsumsi narkoba. Tapi pemuda bedebah itu seharusnya jangan pesta narkoba terus. Tampaknya ada sejumlah artis juga.”
“Jang Gyu Seok, beraninya kamu mencari masalah dengan keluargaku?”
“Karena itu, jangan mencari masalah dengan orang-orangku! Seperti keluargamu yang berharga bagimu, staf ruang berita sudah seperti anak-anakku. Jika kamu tetap bersikeras mencegah berita hari ini, mau tidak mau. Aku akan melaporkan berita tentang putramu itu. Mungkin itu akan lebih banyak menarik penonton. Itu yang kamu suka.”
Pak Jang meninggalkan Wakil Presdir yang tidak bisa berkata-berkata karena Pak Jang mempunya senjata untuk menjatuhkannya.


Kang In Han dengan duduk di sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan untuk pertemuan, tapi tidak ada orang lain yang datang kecuali dirinya. Setelah menunggu beberapa saat, dia akhirnya menghubungi Song Nak Joon, tapi dia menolak telepon dari Kang Han Han.


Han Ji Won membawakan News Nine dengan laporan tentang penawaran Valley City, CEO Kang In Han dari Firma Hukum Kangyool yang berusaha mencegah penyelidikan terkait penyuapan. News Nine mendapatkan pengakuan dari saksi Oh Min Cheol yang wajahnya di samarkan.
“CEO Kangyool bilang jika aku bersaksi bahwa Go Hye Ran yang mendalangi pembunuhan 
itu, maka dia akan mengurus sisanya. Aku tidak berniat membohongi kejaksaan. Aku sungguh minta maaf.”
Sementara itu Dae Woong mengomentari berita itu dari ruang kontrol, menurutnya dengan begini Kangyool tidak akan bisa lolos.


Hye Ran memperhatiakn proses siaran News Nine, dia berdiri di bagian belakang studio.


Kang Tae Wook juga menyaksikan berita itu dari kantornya.


Saat sedang berjalan meninggalkan studio, Hye Ran hampir saja kehilangan keseimbangan karena sakit kepala.


Setelah kembali ke mejanya, Hye Ran mendapat telepon dari Pak Jang yang sedang berdiri di ruangannya, di atas.
“Bagus.”
“Ya, kali ini aku berhasil. Aku berencana mengambil cuti. Aku tidak pernah cuti. selama tujuh tahun ini. Aku ingin mengambil semuanya. Bolehkah?”
“Tidak boleh. Itu tidak mungkin, tapi ya, beristirahatlah, lalu kembali.”
“Terima kasih.”
“Hye Ran. Tidak apa-apa.”
Mereka berdua saling bertukar senyuman.


Saat berjalan keluar dari kantor, Hye Ran teringat kembali perselisihannya dengan Han Ji Won untuk memperebutkan posisi penyiar utama News Nine. Hye Ran pikir kali ini semuanya sudah selesai.


Hye Ran juga teringat ucapannya pada Tae Wook.
“Aku tidak akan berhenti. Obsesi atau bukan, aku akan sukses. Apa pun itu, aku akan terus maju.”
“Hye Ran. Kamu akan bertindak sekejam apa? Kapan kamu akan berhenti?”
Hye Ran yang berjalan sempoyongan pun jatuh tidak sadarkan diri.
Advertisement


EmoticonEmoticon