4/15/2018

SINOPSIS Misty Episode 16 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 16 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 16 Part 4

Lamunan Pak Jung dibuyarkan oleh suara ketukan di pintu. Itu adalah Detektif Kang yang datang mencari Tae Wook. Pak Jang berusaha tidak memperdulikannya, dia bersiap akan pergi ke pengadilan. Dia juga mengatakan tidak tahu kapan Tae Wook akan kembali.
Pak Jung berbicara dengan sungguh-sungguh “Detektif Kang. Tolong sudahi ini. Aku sudah tidak sanggup. Kamu menghancurkan Bu Go dengan sesuatu yang sudah selesai. Apa kamu merasa bersalah?”
“Aku hanya menjalankan tugasku.”
“Kalau begitu, lakukan dengan benar! Lihat akibat perbuatanmu. Kenapa kamu memojokkan orang?! Pengacaraku bukan orang seperti itu. Dia selalu menolong yang lemah dan membantu mereka yang dituduh. Kamu menuduh dia membunuh? Berani sekali kamu! Jalankan tugasmu dengan benar. Apa yang bisa kamu lakukan dengan benar?”


Flashback. Pak Jung sedang membersihkan ruangan, dia menemukan bungkusan plastik di dalam tempat sampah di bawah meja Tae Wook. Di dalam plastik itu dia menemukan sepotong pakaian dan kain bekas pakai.


Saat itu Tae Wook dengan susah payah dan menahan sakit melilitkan kain itu di perut atasnya yang memar. Dia lantas berpakaian sambil kesakitan.


Tae Wook membereskan pakaian bekasnya lalu membuangnya dan pada saat yang tepat Pak Jung datang dengan tergesa-gesa. Dia mengabarkan pada Tae Wook, kematian Kevin Lee yang terjadi pada dini hari karena kecelakaan.


Pak Jang berdigik mengingat kejadian itu. Tapi dia segera membereskan sampah yang ditemukannya lalu membuangnya.


Pak Jung menangis di dalam mobilnya, dia berusaha tidak meyakini apa yang ada di pikirannya. Saat sedang menenangkan dirinya, dia dikejutkan oleh seorang pria yang mengetuk jendela mobilnya.


Detektif Kang masih berada di kantor Kang Tae Wook, dia menemukan tiket pesawat di meja Pak Jung.


Tae Wook duduk termenung memandang ke luar jendela, Hye Ran duduk di hadapannya menggumamkan nama Tae Wook.
“Aku ingin menghabiskan waktu setidaknya satu hari bersamamu seperti ini. Ini lebih baik daripada dugaanku. Kenapa kita baru seperti ini sekarang? Kukira itu cinta, sehingga aku percaya diri. Kukira aku bisa mengubahmu pada akhirnya, bagaimanapun perasaanmu kepadaku. Tapi seiring berjalannya waktu, kamu pergi jauh dariku, aku makin menderita. Aku tidak bisa menahan perasaan itu. Aku sangat menderita karena ketidakpedulianmu.”
“ Kamu sungguh akan pergi?”
“Terima kasih telah datang. Serta, maafkan aku.”
Tae Wook berjalan pergi meninggalkan Hye Ran yang menangis sambil memanggil nama Tae Wook.


Hye Ran berlari menyusul Tae Wook lalu memegang tangannya. Hye Ran memintanya untuk memikirkan kembali rencananya untuk berlibur.
“Ayo kita berlibur dan pikirkan rencana kita selanjutnya. Ayo kita pikirkan lagi.”
Hye Ran menangis lalu memeluk Tae Wook yang juga mulai menangis.
“Aku tidak bisa menanganinya. Aku tidak bisa menanganinya seperti ini, Tae Wook”
Di dalam hatinya, Tae Wook bertanya-tanya kenapa bisa mereka menjadi seperti ini, dan bagaimana bisa mereka sejauh ini?


Ha Myung Woo menempel foto Hye Ran di dinding lalu memandanginya.


Hye Ran datang ke kantornya, Dae Woong terkejut melihatnya karena Hye Ran seharusnya sedang cuti. Hye Ran tidak mengatakan apapun, dia meletakkan tas di mejanya lalu berjalan dengan lesu ke ruangan Pak Jang.


Hye Ran masuk ke ruangan Pak Jang dan langsung mengambil sebuah kertas dan pulpen. Pak Jang heran melihatnya tapi tidak bertanya apa-apa. Hye Ran lalu menuliskan sesuatu dan menyerahkan pada Pak Jang.
“Ini tajuk utama News Nine hari ini.”
“Go Hye Ran.”
“Jangan dijadikan berita sela. Karena itu tajuk utama, liputlah secara akurat di News Nine. Bisakah Anda melakukannya untukku?”
“Hye Ran. Kamu sungguh... Kamu sungguh akan baik-baik saja?”
Hye Ran tidak menjawab, dia langsung keluar dari ruangan itu.


Pak Jang membaca kertas yang diberikan Hye Ran “Sang pembunuh menyerahkan diri ke pihak berwajib. Ternyata, pembunuhnya adalah suami mantan pewarta News Nine, Hye Ran. Kang Tae Wook” Pak Jang terlihat cemas, tapi menurutnya itu akan menjadi topik hangat.


Hye Ran kembali lagi ke mejanya, dia duduk sambil menundukkan kepala. Orang-orang mencemaskannya tapi dia tidak menjawab pertanyaan mereka.


Kang Tae Wook berdiri di sebarang gedung kantor polisi. Awalnya dia ragu untuk menyeberang, tapi akhirnya dia memantapkan langkahnya menuju ke sana.


Saat Hye Ran sedang termenung diliputi kesedihan, Dae Woong mendapat telepon yang tidak disangka. Dae Woong terus memandang Hye Ran selama berbicara di telepon, walapun Hye Ran mendengarnya tapi dia tidak mau melihat ke arah Dae Woong.
“Apa? Ada pelaku sesungguhnya? Baiklah, aku akan mendengarkan. Apa? Baiklah, aku mengerti.”


Orang-orang di ruangan itu bertanya informasi apa yang didapatkan Dae Wong, dengan canggung dia mengabarkan pada semuanya.
“Ini soal kasus Kevin Lee. Ada pelaku sesungguhnya. Dia baru saja menyerahkan diri. Pelakunya... Ha Myung Woo.”


Hye Ran langsung berdiri dari kursinya, dia tidak percaya apa yang dikatakan Dae Woong.
“Apa maksudmu? Pelaku sesungguhnya adalah Ha Myung Woo?”
“Ya, Ha Myung Woo. Dia menyerahkan diri ke polisi dan mengaku telah membunuh Kevin Lee.”


Tae Wook juga mendapat kabar itu di kantor poli dari seorang petugas di sana. Dia sebenarnya mencari Detektif Kang tapi pria itu memberikan kabar yang mengejutkan.
“Ha Myung Woo menyerahkan diri?”
“Ya, Detektif Kang berada di ruang interogasi. Temui dia lain waktu.”


Detektif Kang tidak percaya begitu saja pengakuan Myung Woo.
“Dengar, Ha Myung Woo. Kamu sadar dengan perkataanmu?”
“Ya, aku sadar sepenuhnya.”
“Maksudmu, kamu membunuh Kevin Lee?”
“Ya. Aku juga membunuh Baek Dong Hyun.”
“Kenapa?”
“Mereka menyiksa Go Hye Ran.”


Disela-sela interogasi, Detektif Kang menerima telepon dari juniornya yang berada di rumah Myung Woo yang di dalah satu dindingnya penuh dengan foto Hye Ran.
“Kurasa Ha Myung Woo benar-benar seorang psikopat. Rumahnya dipenuhi dengan Go Hye Ran. Dia menghabiskan 19 tahun di penjara karena membunuh. Bahkan saat di penjara, dia penggemar berat Hye Ran. Dia mengoleksi semua artikelnya. Aku menemukan zolpidem dengan dosis yang banyak di lacinya. Sama dengan yang kita temukan pada jasad Baek Dong Hyun.”


Myung Woo kembali meyakinkan Detektif Kang kalau dia yang membunuh Kevin Lee. Detektif Kang membentaknya dan memukul meja.
“Hentikan omong kosongmu! Kamu tidak mungkin membunuh Kevin Lee. Itu bahkan terjadi sebelum kamu dibebaskan.”
“Aku mengutus seseorang untuk membunuhnya saat masih di penjara.”
“Katakan. Kenapa kamu membohongiku? Kenapa?”
“Apa pun alasannya, aku tidak bisa memaafkan siapa pun yang mengganggu Hye Ran. Itu sebabnya aku membunuhnya.”
Detektif Kang lalu menarik kerah baju Myung Woo “Ha Myung Woo! Dasar bedebah. Kamu sungguh akan meneruskannya? Aku tahu kamu tidak membunuhnya. Kamu tidak membunuhnya!”
“Kamu keliru. Aku membunuhnya. Kevin Lee dan Baek Dong Hyun. Aku membunuh mereka berdua.” Kata Myung Woo dengan tenang.
“Dengar. Kamu menghabiskan 19 tahun di penjara, tapi ingin kembali? Kenapa... Kenapa kamu ingin sekali menyerah dalam menjalani hidupmu?”
“Aku tidak pernah menyerah atas apa pun. Aku tidak pernah berpikir itu yang kulakukan. Dengar, aku telah membunuhnya. Kamu mengerti?”


Pak Jang keluar dari ruangannya untuk memberi instruksi kepada timnya untuk segera bergerak mengumpulkan informasi terkini tentang pembunuh Kevin Lee yang telah menyerahkan diri.
“Ji Won, aku mau kamu yang menulis tajuk utamanya. Ki Suk, pergilah ke kantor polisi sekarang. Dae Woong. Waktumu lima menit. Cari tahu sebisamu tentang Ha Myung Woo. Hye Ran, kamu sangat mengenal dia, jadi, sampaikan yang kamu ketahui.”
“Pak Jang.” Hye Ran masih tertegun menapat Pak Jang.
“Kamu tidak dengar? Pembunuhnya telah menyerahkan diri. Hanya itu fakta yang kita ketahui saat ini, mengerti? Ayo liput faktanya.”


Hye Ran menghela nafas, dia menangis lagi. Merasa lega sekaligus bersalah karena sekali lagi Myung Woo mempertaruhkan dirinya.


Tae Wook sedang berdiri termenung di kantor polisi. Tiba-tiba Pak Jung datang dan menarikanya pergi.
“Pengacara Kang! Kenapa kamu tidak menjawab teleponku?”
“Ada apa datang kemari, Pak Jung?”
“Ha Myung Woo menemuiku barusan.”


Ha Myung Woo lah yang mengetuk jendela mobil Pak Jung, dia memberikan sebuah surat dan memintanya untuk memberikan pada Tae Wook.


Tae Wook membaca surat dari Myung Woo dengan ekspresi yang tidak terbaca.
“Kamu harus terus berada di sisi Hye Ran selamanya. Itulah hukumanmu.”
Advertisement


EmoticonEmoticon