4/15/2018

SINOPSIS Misty Episode 16 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 16 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode Lengkap

Pak Jang berdiri di kantornya mengamati proses penyiaran News Nine. Han Ji Won membacakan berita tentang pembunuh yang menyerahkan diri.
“Polisi telah menyatakan Kevin Lee, pemain golf profesional yang meninggal dalam kecelakaan mobil, sebenarnya dibunuh. Pak Ha, yang mengaku membunuh Kevin Lee, sebelumnya dipenjara selama 19 tahun atas pembunuhan dan selama ini telah mengintai Go Hye Ran. Dia juga kemungkinan terlibat dalam kematian manajer Kevin Lee, Baek Dong Hyun, yang diketahui bunuh diri.”


Eun Joo dan Reporter Yoon yang juga menyaksikan berita itu merasa kecewa dan juga terkejut.


Eun Joo menemui Myung Woo di penjara, dia tidak mengira Myung Woo akan mengakui sebagai pembunuh Kevin Lee. Padahal menurut Eun Joo, Myung Woo dan Eun Joo adalah orang yang menderita karena Hye Ran. Myung Woo menepisnya, dia mengatakan karena Eun Joo lah yang memulai semuanya.


Flashback 19 tahun lalu. Eun Joo melihat Myung Woo berdiri di depan sekolah sampai tidak ada lagi murid di dalam. Ternyata dia sedang menunggu Hye Ran, lalu Eun Joo memberitahunya kemana Hye Ran pergi.
“Hye Ran? Dia sudah pergi. Kamu tidak tahu? Dia pergi untuk meminjam uang dari penjual perhiasan karena ibunya menolak membayar biaya kuliahnya.”
“Penjual perhiasan? Maksudmu orang yang sering meminjamkan uang itu?”
“Ya. Kamu tidak berpikir itu agak aneh? Aku penasaran kenapa dia menyuruhnya datang saat toko tutup. Kudengar, dia memanfaatkan wanita jika ada kesempatan. Rumornya... Myung Woo! Kamu mau ke mana?”
Myung Woo langsung berlari kencang tanpa memperdulikan Eun Joo yang berteriak memanggilnya.


Myung Woo berlari menuju toko perhiasan itu, dan beberapa saat kemudian dia sudah duduk di dalam mobil polisi sebagai tersangka pembunuhan. Dia dan Hye Ran saling menatap dengan penuh kesedihan. Eun Joo juga berada di sana, dia tampak menyesal dan salah tingkah saat Myung Woo melihatnya.


Myung Woo mengatakan, andai saja Eun Joo tidak bicara seperti itu, mungkin hidup Myung Woo dan Hye Ran akan sangat berbeda sekarang. Eun Joo merasa Myung Woo menyalahkannya dan bertanggung jawab atas penderitaan Myung Woo.
“Itu bukan kesalahan siapa pun. Kita menjalani hidup masing-masing, itu saja. Jadi, kumohon. Jalanilah hidupmu, Eun Joo. Lupakan semuanya dan berhentilah membenci mereka yang menyakitimu.”


Hye Ran memandangi kertas yang diberikan Tae Wook, itu adalah surat yang ditulis Myung Woo “Tetaplah bersama Hye Ran selamanya. Itulah hukumanmu”


Sebelumnya, Hye Ran bertanya pada Pak Jang kenapa dia melakukan semua ini, padahal Hye Ran sudah memberi tahu kebenarannya kepada Pak Jang.
“Berita hanya menyajikan fakta yang terbukti. Orang yang terbukti sebagai pelaku insiden Kevin Lee tidak lain adalah Ha Myung Woo. Kita tidak bisa menangkap tersangka hanya dengan keyakinan. Kita pun tidak bisa menyajikan berita dengan keyakinan semata. Publik terkesan olehmu, Go Hye Ran, yang telah diintai selama 19 tahun dan bahkan dijatuhi tuduhan palsu sebagai seorang pembunuh. Dan suamimu, Kang Tae Wook, yang melindungimu. Ini bukan rasa simpati atau kasihan. Mereka hampir menggila. Tidak ada kerugian bagiku.”
“Apa maksud Anda? Kerugian apa?”
Pak Jang memberikan sebuah file bertuliskan “Wawancara Go Hye Ran”
“Hanya kamu yang bisa menjalankan acara ini. Kamu satu-satunya orang di Korea yang bisa membuat komentar pedas di depan tamu dari ranah politik. Kamu akan menjadi Oprah Winfrey JBC. Kujamin itu.”
“Bagaimana dengan kebenarannya? Apa yang akan terjadi dengan kebenarannya?”
“Anggap saja hati Ha Myung Woo yang menutupi kebenarannya. Jadi, kamu harus hidup untuk hari ini. Itulah jawabannya.”


Hye Ran beranjak dari kursinya dan meninggalkan Tae Wook. Di halam hatinya Hye Ran berkata “Dan kita akan melanjutkan hidup. Tanpa mengetahui apa akhirnya. Tanpa mengetahui tujuan kita.” Hye Ran berjalan dengan lunglai dan masuk ke kamar menangis tersedu-sedu. Meninggalkan Tae Wook yang hanya duduk diam.


Pak Jang menulis di sebuah amplop “Kecelakaan Kevin Lee”. Dia akan memasukkan kertas yang ditulis Hye Ran ke amplop itu, dan membacanya sekali lagi “Sang pembunuh menyerahkan diri ke pihak berwajib. Ternyata, pembunuhnya adalah suami mantan pewarta News Nine, Hye Ran” pak Jang memasukkan amplop itu ke dalam sebuah kotak tanpa memasukkan kertas yang ditulis Hye Ran.


Pak Jang menyimpan kotak itu di lemari kaca lalu berdiri memandang ruang berita yang sudah kosong.


Di ruang tamu rumah Hye Ran, terdengar suara dari tv yang menyiarkan perkiraan cuaca.
“Karena kondisi cuaca yang buruk tadi malam, kita melihat kabut tebal. Jarak pandang di Seoul hanya 2 km. Itu hanya sepersepuluh dari jarak pandang normal. Anda harus berkemudi dengan hati-hati saat bepergian di pagi dan malam hari.”
Tae Wook keluar dari kamarnya dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan Hye Ran untuknya. Hye Ran juga menuliskan pesan di sebuah kertas “Pukul 17.00. Ruang berita.”


Tae Wook berjalan menuju mobilnya lalu memasukkan pakaian yang dibawanya. Setelah itu Detektif Kang muncul menyapanya, tapi Tae Wook berbicara dengan ekspresi dingin.
“Selamat pagi. Kamu pasti hendak pergi.”
“Ada wawancara istriku hari ini.”
“Besok adalah sidang akhir untuk Ha Myung Woo. Karena dia sudah dituntut dengan hukuman mati, kemungkinan terbaiknya adalah hukuman seumur hidup.”
“Itukah alasanmu datang kemari?”
“Aku penasaran. Bagaimana ekspresi wajahmu saat mendengar ini. Kasus kematian Kevin Lee belum terselesaikan bagiku. Sejujurnya, aku tidak tahu apa kebenarannya. Aku hanya tidak bisa membiarkan seorang penjahat beristirahat dengan nyaman di malam hari.”
“Kamu sudah selesai bicara?”
“Cuaca cukup berkabut. Berhati-hatilah saat berkemudi.”


Pak Jang masuk ke ruang make up untuk bertemu Hye Ran yang sedang bersiap.
“Kamu seelok bunga di musim semi, Hye Ran. Bagaimana kalau kita pergi sekarang?”


Di studio, seorang kru sedang mengarahkan penonton yang antusias menyambut Hye Ran.


Tae Wook sudah mengendarai mobilnya, di kursi penumpang ada seikat bunga yang disiapkannya untuk Hye Ran. Dia mengemudi dengan kabut yang cukup tebal.


Hye Ran meneleponnya, Tae Wook lalu berbicara melalui pengeras suara.
“Kamu di mana?” tanya Hye Ran dari telepon. Tae Wook tidak segera menjawabnya, dia terlarut dalam pikirannya sendiri “Entahlah. Di mana kita sekarang?” tapi akhirnya dia menjawab kalau hampir sampai tinggal melewati satu terowongan lagi. Hye Ran memintanya jangan terlambat karena acaranya akan segera dimulai.


Pak Jang berusaha memberi semangat pada Hye Ran yang merasa sangat gugup.
“Saat penonton tahu Pengacara Kang Tae Wook adalah tamu kedua di acaramu, mereka pasti akan heboh. Kamu percaya diri? Aku akan berada di ruang siaran, ya. Kamu bisa membuat keajaiban.”
Pak Jang lalu meminta Hye Ran bersiap. Tapi Hye Ran masih saja duduk sambil merenung.
“Aku menginginkan kebahagiaan. Keinginan yang kukira akan tercapai. Kebahagiaan yang kukira akan kudapatkan.”


Tae Wook juga merenung sambil menyetir dalam keadaan yang sangat berkabut.


Dia mengingat kembali saat membela Hye Ran pada waktu interogasi. Dari luar ruangan interogasi dia bertanya pada diri sendiri.
“Apa yang kuinginkan? Kamu? Atau menjadi pria yang sempurna untukmu?”
Setelah yakin, dia lalu masuk ke dalam ruangan interogasi tepat saat Detektif Kang bertanya kenapa bros itu ditemukan di TKP.
“Bu Go. Jawablah pertanyaanku. Kenapa bros itu ditemukan di...”
“Dia tidak akan menjawab pertanyaan itu.”
“Siapa kamu?”
“Aku suaminya, Kang Tae Wook. Dia tidak terlibat dalam kasus ini. Aku orang terakhir yang bertemu dengan Kevin Lee malam itu.”


Tae Wook berkata dalam hati “Hari itu, andai aku... Andai aku membiarkan segalanya... Sayang. Andai aku melakukan itu, akankah kamu mengenangku sebagai suami yang sempurna?” Tae Wook sudah akan memasuki terowongan, dia menutup matanya dan setitik air mata menetes. Sambil memejamkan matanya, dia menambah kecepatannya saat memasuki terowongan dan semua menjadi gelap.


Hye Ran membuka acaranya disambut tepuk tangan meriah.
“Hai, aku Go Hye Ran. Lalu lintas pasti tidak lancar karena kabut. Terima kasih banyak telah hadir hari ini.”
Beberapa penonton melontarkan komentarnya tentang kecantikan Hye Ran, kemudian ada seseorang yang bertanya padanya apakah dia bahagia sekarang. Hye Ran langsung terdiam, pikirannya melayang.
“Aku selalu mengira aku hampir mencapainya, tapi saat aku membuka tanganku, tidak ada apa pun di sana. Mungkin kita berusaha begitu keras untuk hidup dan bertahan dengan penderitaan itu hanya untuk mendapatkan hal yang tidak pernah bisa kita raih.”


Asisten Hye Ran menjawab telepon di ponsel Hye Ran, dan sangat terkejut dengan apa yang didengarnya.


Pak Jang berulang kali memanggil Hye Ran untuk menyadarkan dari lamunannya.
“Hye Ran. Hye Ran! Hei, Hye Ran. Hye Ran!”
Tapi Hye Ran masih saja diam tidak melanjutkan acaranya. Terdengar suara Kang Tae Wook bertanya padanya “Hye Ran. Bagaimana? Kamu bahagia sekarang?” lalu Hye Ran tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
Advertisement

8 comments

Endingnya kok gantung ya, alurnya bener2 tidak terduga...

Yah Endingnya ngegantung 😏

Yah Endingnya ngegantung 😏

Ga ngerti endingnya ,bikin sakit hati....

Mungkin kah ada seoson 2 ?????

Aduh apaan itu endingnya?

Ending nya ko aneh ya..!!??


EmoticonEmoticon