4/17/2018

SINOPSIS My Mister Episode 7 PART 1

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 7 Part 2

Hari berubah gelap.. Dong-hoon kini duduk bersama Joon-young, menemani Presdir Jang yg terlihat nyaman berada di depan tungku api, sambil bercerita mengenai acara TV favoritnya tentang api unggun. Dia bilang, dia menontonnya karena tayangan itu, membuat hati dan pikirannya terasa tenang..


Dong-hoon pun ikut menikmati hangatnya api unggun, hingga dia sempat tak mendengar pertanyaan Predir Jang, mengenai alasannya datang kesini. 

Hingga kemudian, dengan gugup.. Dong-hoon menjawab kalau dia sendiri, lupa.. mengapa dia datang kemari~


Sebelumnya, Presdir Jang sempat bertanya.. apakah Joon-young dan Dong-hoon berteman dekat, semasa kuliah dulu? 

Joon-young memaparkan kalau mereka tak begitu dekat. Dong-hoon sempat cuti, untuk melaksanakan wajib militer.. makanya mereka menyelesaikan kuliahnya barengan.. Mereka saling kenal karena mereka begabung di klub musik Barat. Sambil tersenyum menyeringai, Ketua Jang menyebutkan bahwa itu adalah klub yang tidak biasa, dan menebak pasti ada makasiswa perempuan yang mereka sukai di klub itu..


Sore tadi.. ketika mereka sibuk menyiapkan masakan, Dong-hoon pergi ke tenda untuk mengambil garam, dan di belakang kotak rempah-rempah, dia menemukan sarung tangan wanita. Dia mengenali sarung tangan itu, maka dia pun mengantonginya sebelum meninggalkan tenda.


Sementara itu, Joon-young membuat alasan untuk pergi ke mobil, di mana dia mengirim sms ke Yeon-hee untuk bertanya mengapa suaminya muncul di sini. Tiba-tiba, Dong-hoon muncul di belakangnya dan langsung menggertaknya: “Letakkan itu. Jika kau menelponnya, tamatlah riwayatmu!!!"


Dong-hoon teringat, malam ketika Yeon-hee pulang dengan aroma asap yg melekat di pakaiannya. Hal itu, membuat Dong-hoon geram, karena membayangkan hal ‘menjijikan’ apa yg telah dilakukan Joon-young dengan Yeon-hee di tempat ini.


Joon-young berjalan mengikuti Dong-hoon, ketika sampai di tempat yg sepi, dia bertanya apakah Dong-hoon datang untuk menakut-nakuti dia, atau membuatnya terlihat buruk di depan presdir. 


Dong-hoon melempar peralatan yang dibawanya, dan itu menimbulkan suara yg lumayan gaduh. Ji-an yg tengah bekerja paruh waktu, terus menguping obrolan diantara Dong-hoon dan Joon-young, dengan perasaan was-was...

Dong-hoon mengatakan kalau wajah seseorang biasanya menunjukkan orang macam apa mereka, dan dari pertama kalinya dia melihat Joon-young di kampus, dia tampak seperti tipe orang yang akan membuat orang lain melakukan pekerjaan kotornya. 


Dong-hoon menegaskan, bahwa dulu dia membenci cara Joon-young menempel padanya dan terus memanggilnya "sunbae," 

Kemudian, Dong-hoon bertanya apakah Joon-young berencana memecatnya, membuat Yoon-hee menceraikannya, lalu menikahinya. 


Tanpa perlu mendengar jawaban, Dong-hoon menyimpulkan bahwa Joon-young terlalu serakah untuk menikahi seorang wanita dari keluarga biasa saja. Dia mengatakan bahwa dia tahu Joon-young dan Yeon-hee telah berselingkuh sejak Musim Semi lalu, dan sekarang dia hanya meminta Joon-young untuk menjawab semua pertanyaannya dengan jujur.

Pertama, dia bertanya apakah Yeon-hee tahu tentang rencana Joon-young untuk menjebaknya dengan suap palsu dan membuatnya dipecat. Joon-young mengatakan bahwa pada awalnya, itu bukan niatnya untuk membuatnya dipecat. 


Dong-hoon memotong pembicaraannya, dan bilang kalau dia tahu Direktur Park adalah target asli dari suap, tetapi dia dan Direktur Park sama-sama tahu bahwa Joon-young merupakan dalang dari semuanya~

Dong-hoon bertanya lagi, apakah Yeon-hee tahu Joon-young berusaha membuatnya dipecat, dan Joon-young mengatakan bahwa dia tidak punya pilihan karena Dong-hoon sudah menerima uang itu. Dong-hoon bertanya untuk ketiga kalinya jika Yoon-hee tahu, dan ketika Joon-young membalikan badannya, Dong-hoon rasa dia mengetahui jawabannya..

Selanjutnya dia ingin tahu apakah Joon-young menyuruh Yeon-hee untuk meyakinkannya untuk berhenti, begitu dia tahu dia tidak bisa menyuruh Dong-hoon dipecat. Joon-young mengatakan bahwa Yeon-hee hanya ingin Dong-hoon meninggalkan perusahaan tanpa dipermalukan.


Kembali di tempat perkemahan, Joon-young meminta presdir untuk pulang karena hari sudah sangat larut. 


Saat Joon-young membersihkan tempat perkemahan, sepertinya Joon-young terjatuh atau bagaimana.. pokoknya terdengar suara teriakannya yg lumayan keras..


Kepala Joon-young, terluka hingga darah terus mengalir tak hentinya. Dong-hoon akhirnya mengantarnya ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Dong-hoon bertanya mengapa Joon-young tidak bertindak apa pun, ketika tahu kalau Dong-hoon sedang melacak riwayat panggilan telponnya.

Joon-young enggan menjawab, dan Dong-hoon tak terlalu mempedulikan hal itu..


Joon-young mendapatkan beberapa jahitan di dahinya, dan sembari menunggu, Dong-hoon memintanya untuk putus dari Yoon-hee, tanpa memberitahu Yeon-hee bahwa dirinya telah mengetahui semuanya. 

Dong-hoon menegaskan, bahwa momen disaat Yoon-hee menemukan fakta bahwa dirinya telah mengetahui semuanya.. akan menjadi momen mematikan bagi Joon-young.


Dia memperingatkan Joon-young untuk tidak menceritakan segalanya dan memintanya untuk bermain bodoh, karena setelah tinggal bersamanya selama lima belas tahun, Dong-hooon lebih tahu segalanya tentang istrinya.


Ji-an ada di rumahnya, dan dia masih mendengarkan percakapan mereka sambil menyelesaikan kerjaannya. Dia terenyuh, ketika mendengar Dong-hoon menyuruh Joon-young untuk tak mengganggunya lagi di kantor. Dia menambahkan, bahwa Joon-young boleh memecatnya untuk alasan yang sah, dan bukan karena alasan lain!


Dong-hoon tiba di depan apartemennya dan dia sengaja menyimpan sarung tangan wanita yang diambilnya dari tempat perkemahan di bawah kursi mobil Yeon-hee.


Pada saat yang sama, Ji-an tengah membuatkan kompres hangat yg kemudian dia selipkan dalam selimut neneknya. Dia masih terus menguping pembicaaan Dong-hoon dengan istrinya yg bertanya pada Dong-hoon di mana dia seharian ini, lalu mengatakan kepadanya bahwa putra mereka, Ji-seok, membutuhkan video tentang keahlian khusus ayahnya, untuk tugas sekolahnya..


Dong-hoon tak berkomentar apa pun, dan dia lansgung masuk kamar untuk menelpon Ji-seok. 


Bersamaan dengan itu, tak sengaja.. di meja rias, dia melihat pasangan sarung tangan yg sebelumnya dia temukan di perkemahan. 


Ketika dia menutup telepon, Yeon-hee menyarankan agar Dong-hoon belajar trik sulap sederhana saja, dan memintanya untuk tidak menunjukkan keahlian bermain sepak bolanya.


Dong-hoon bertemu dengan saudaranya saudaranya di bar Jung-hee dan meminta bantuan mereka. Sang-hoon berceloteh bahwa trik sulap tidak benar-benar istimewa, tetapi Ki-hoon lansgung membandingkannya dengan drama Tv yg jadi favoritnya Sang-hooon, “Kau tahu, mereka hanya akting pura-pura, tapi kenapa kau menangis karenanya!”

Mereka tidak bisa memikirkan apa pun yang bisa Dong-hoon lakukan, dan Jung-hee menyebut mereka menyedihkan karena tidak memiliki bakat apa pun. Sang-hoon protes karena mereka tumbuh miskin, tidak ada uang untuk les bakat-bakat yg seperti itu~


Dong-hoon mengatakan dengan sedih bahwa mereka memiliki bakat untuk minum, dan Ki-hoon bercanda bahwa mereka begitu mahir dalam hal itu, hingga mereka bisa mendapatkan beasiswa internasional. Sang-hoon memulai dengan serangkaian lelucon, dan Ki-hoon memohon Dong-hoon dan Jung-hee untuk tidak tertawa atau dia tidak akan pernah berhenti.


Di luar, Dong-hoon menggoda Ki-hoon karena Yoo-ra, si aktris yang menghancurkan karirnya, terus berusaha mendekatinya. Jung-hee memotong obrolan mereka, dan mengajaknya untuk berjalan pulang sama-sama. 

Fakta itu terdengat mengejutkan, karena selama ini.. mereka hanya tahu, kalau Jung-hee tak memiliki rumah dan tidurnya di bar.


Sambil jalan, Ki-hoon mengingatkan Jung-hee bahwa dia pernah bersumpah dia tidak akan meninggalkan Thailand sampai dia menemukan pria yang baik 


Mendengarnya, membuat Jung-hee mengeluh, "Hanya ada biarawan di mana-mana!" 


Sang-hoon terbahak-bahak, menyebut Jung-hee memang selalu bertemu dengan biarawan. Tapi spontan, Dong-hoon dan Ki-hoon memberi kode untuknya berhenti menyinggung masalah itu..


Ditengah perjalanan, Jung-hee berbelok.. mengambil jalan yg berbeda dengan mereka. Dong-hoon bertanya di mana dia tinggal, tetapi Jung-hee bilang itu adalah rahasia...
Advertisement


EmoticonEmoticon