4/17/2018

SINOPSIS My Mister Episode 7 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 7 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 7 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 1

Saat menyelesikan pekerjaan paruh-waktunya, Ji-an melihat Gwang-il dan sobatnya sesama restenit, yg sengaja menunggunya sambil makan di kedai tempatnya kerja.


Mengajaknya kebelakang, Ji-an langsung memberi Gwang-il uang yang dia dapat dari Joon-young. Sikap Ji-an, membuat Gwang-il bertanya-tanya.. dari manakah Jian mendapatkan begitu banyak uang akhir-akhir ini?


Tanpa pikir panjang, Ji-an menuturkan  bahwa dia menemukan seorang pria kaya-raya. Gwang-il tak memercayainya, maka dia membentaknya dan memintanya untuk menceritakan yg sebenarnya!


Yoo-ra sangat mabuk hingga tak mampu untuk berjalan pulang dengan tegap. Ki-hoon menggerutu bahwa jika dia menggendong Yoo-ra pulang, maka Yoo-ra akan memintanya masuk kedalam kamar dan akhirnya mereka akan tidur bersama. Dan sekalinya tidur bersama, maka mereka akan melakukannya lagi dan lagi..


Lantas, Ki-hoon bertanya memangnya Yoo-ra ingin menikah dengannya. mendengar pertanyaan itu, spontan membuat Yoo-ra tertawa terbahak-bahak, 


Ji-an mendatangi dinas sosial untuk mengajukan permohonan perawatan lansia. Dan sesuai penuturan Dong-hoon, ternyata seluruh biaya memang gratis.. bahkan petugas disana,, sampai bertanya mengapa Ji-an aru mendaftarkan neneknya sekarang~


Direktur Yoon memanggil Dong-hoon ke ruangannya untuk menanyakan mengapa Dong-hoon datang tanpa diundang ke tempat perkemahan presdir Jang. Dia menuduh Dong-hoon, ‘bertingkah’ demi mendapatkan pengakuan.. maka dia pun memarahi Dong-hoon dengan suara yg sangat keras, hingga terdengar oleh pegawai lainnya.


Lanjutnya, dia menegaskan bahwa dia tidak akan pernah mengizinkan Dong-hoon untuk bisa naik jabatan ke posisi Direktur yg kosong, setelah ditinggal Direktur Park.


Meninggalkan ruangan itu, Dong-hoon naik ke rooftop untuk menenangkan diri, sambil menghirup udara segar. Dia menelpon Yeon-hee, namun lagi-lagi.. Yeon-hee bilang dia belum ada waktu untuk mendatangi tempat bisnnis baru kakaknya.


Kemudian, Yeon-hee bertanya apakah Dong-hoon berpikir bawahannya akan mengikutinya jika dia berhenti kelak. Tanpa menunggu jawaban, Yeon-hee menyemangati Dong-hoon, dengan memintanya untuk tidak kecewa.. meskipun, ternyata tak ada yg mau ikut dengannya..

Tak sengaja, Dong-hoon berpapasan dengan Joon-young di lift. Kali ini, dia bersikap tegas dengan bertanya secara langsung, mengapa Joon-young masih menjalin hubungan dengan Yoon-hee. 


Joon-young mengatakan bahwa dia harus putus dengan Yeon-hee pada saat yang tepat, da pun memberi tahu Dong-hoon untuk tidak khawatir karena dia tak lagi memiliki perasaan terhadap istrinya..


Dong-hoon emosi, dia menarik Joon-young masuk lift, kemudian menyeretnya ke rooftop. 


Joon-young berteriak memaki Dong-hoon, lalu bertanya apakah Dong-hoon sangat senang akan fakta bahwa ternyata.. dirinya memanglah seseorang yg sangat jahat sesuai dengan dugaanya?!

Joon-young mengatakan bahwa Dong-hoon, hanyalah pria yang bertindak sok suci, namun selalu berpikir bahwa hidup itu tidak adil. Dia menuduh Dong-hoon telah menyerah akan nasibnya sendiri dan kerjanya cuman mengkritik mereka yang berhasil sukses dengan cara yg ambisius.


Joon-young marah.. Dia benar-benar membenci sikap Dong-hoon, hingga dia menegaskan bahwa sekarang pikirannya telah berubah. Dia menolak putus dengan Yeon-hee dan mempersilahkan Dong-hoon untuk memberitahu semua orang, tentang aibnya itu. 


Untuk membalasnya, Dong-hoon hanya berkata, “Oke, ayo lakukan itu. Mari kita lihat akhirnya akan seperti apa!!! Mari kita lihat seberapa jauh aku bisa bertindak! Aku juga ingin tahu apa yang akan kulakukan ketika aku benar-benar hancur, dan akan menjadi orang yg seperti apa, aku kelak..."


Joon-young bergegas pergi meninggalkan kantor, dia sengaja mengabaikan telpon dari Yeon-hee. Dan hanya membalasnya dengan sebuah pesan singkat, yg mengatakan kalau dia harus ergi ke perkemahan..


Ji-an berlari menuju gedung kantor Yoon-hee, lalu sengaja menabrakan dirinya ke bamper mobil Yeon-hee. Tak jauh darisana, Gwang-il kebetulan menyaksikan seluruh insiden itu


Yeon-hee turun dari mobil.. dan dia lansgung mengenali wajah Ji-an yg sebelumnya pernah dia lihat di CV yg diberikan oleh Joon-young.


Tanpa mengeluh kesakitan atau meringis sekali pun, Ji-an bergegas bangkit hanya untuk memperdengarkan rekaman percakapannya dengan Joon-young, ketika dia bertanya mengapa Joon-young mengencani seorang wanita yg telah menikah. 


Mendengarnya, berhasil membuat Yeon-hee terkejut bukan main. Lalu dengan santainya, Ji-an bilang dia melakukan hal ini.. karena dia penasaran seperti apa tampang seorang wanita ‘tukang selingkuh’, selain itu.. dia pun meminta Yeon-hee untuk sadar akan situasinya sendiri sebelum hidupnya benar-benar hancur..


Yeon-hee sangat emosi, setelah mendengar rekaman suara Joon-young yang mengatakan bahwa wanita yang menikah sempurna untuk menjalin hubungan dengannya karena dia rasa, wanita itu tak akan pernah membocorkan masalah perselingkuhannya sendiri. 


Dia pun memacu mobilnya menuju lokasi perkemahan.. dan sangat menyediihkan, karena tak ada siapa pun disana, yg berarti mengkonfirmasi fakta bahwa Joon-young telah berbohong keapdanya..


Gwang-il mengikuti Ji-an yg berjalan pulang sambil mendengarkan suara Dong-hoon, yg kini tengah berada di sebuah kedai. 


Langkah Ji-an terhenti, ketika dia mendengar suara Dong-hoon yg bertanya pada barista, apakah si ‘gadis cantik’ datang kesini hari ini.. Ji-an tersenyuh, karena menyadri bahwa gadis cantik yg disebut Dong-hoon, tak lain adalah dirinya.


Perlahan berjalan, lalu kemudian dia pun mulai berlari secepat yg dia bisa.


Tepat ketika Dong-hoon akan pulang, Ji-an sampai disana.  dengan nafas yg terngah Ji-an langsung duduk dan meminta Dong-hoon untuk mentraktirnya minum, segelas lagi.


Duduk berhadapan.. Ji-an menyinggung fakta, mengenai Dong-hoon yg telah merekrutnya bekerja di kantor. Dia pun bertanya pada Dong-hoon alasannya apa

Dong-hoon, mengatakan bahwa Ji-an kelihatannya sangat kuat secara mental..


Lanjutnya, dia bertanya seputar alasan Ji-an menulis ‘lari’, sebagai kehalian serta hobinya apa memang karena Ji-an sangat pandai berlari?

Ji-an menjawab: “Karena ketika berlari, aku seakan menghilang. Tapi kurasa, memang seperti itulah diriku yg sesungguhya”


Mereka bersulang, sambil berkata: “Mari kita hidup dengan bahagia,” 

Tanpa disengaja, mereka pun malah saling berlomba.. siapa yg paling kuat menghambiskan minumannya dulu.


Setelah beberapa saat, akhirnya Dong-hoon kalah.. namun hal sederhana itu, berhasil membuat Ji-an tersenyum.. begitu pun sebaliknya..


Dari luar, ternyata ada Gwang-il yg berdiri dan melihat seluruh interaksi diantara mereka, sedaritadi~~~
Advertisement

6 komentar

Dtggu sinopsis slnjutnya ya mba makin seru n penasaran...tetp smgat n trimksh mba :)

Kayakx gwang il ada hati sm ji an,,,d tunggu secepatx min updatex,,,gumawoooo

Eps 8 nya mna min,,,d youtube previewx udh eps 10....fighting min

Aq bolak balik ke sinop ini,,,,lanjut donk min, semangatttttttttttttttttttt hihi hihi

Lanjut donk ep 8,9 & 10 ny :) Dong Hoo itu sebanar ny suka / simpati kpd Ji Ah?? :) makasih :) semangat buat sinopsis ;)

Jenk ... ditunggu ya lanjutannya . terima kasih






EmoticonEmoticon