4/24/2018

SINOPSIS My Mister Episode 8 PART 2

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 3

Mereka semua melakukan video call dengan putra Dong-hoon dan Yoon-hee, yakni Ji-seok. Dong-hoon berjanji untuk mengiriminya video bakat spesialnya besok. 


Ji-seok berkata pada Sang-hoon untuk tidak menyerah untuk menemukan wanita yang baik, dan ketika mereka semua memberi isyarat bahwa Ae-ryun sedang mendengarkan, dia menutup mulutnya sambil bilang ‘oh my god!’


Setelah makan malam, mereka mengeluarkan cake-nya...


Ae-ryun mengatakan bahwa jika dia kembali bersama dengan Sang-hoon, dia akan tinggal bersamanya di gunung karena dia tidak tahan melihatnya berkumpul terus dengan saudar-saudaranya. Dia bertanya apakah Ibu menyukai hal itu, dan Ibu mengungkapkan bahwa mereka berjuang terus-menerus selama beranjak dewasa dan hanya mulai bergaul setelah mereka cukup umur untuk minum bersama-sama.


Ae-ryun bertanya pada Yoon-hee mengapa dia tidak pernah mengeluhkan kejelekkan suaminya dihadapan mereka? Yeon-hee mengatakan bahwa Dong-hoon tidak akan pernah mendengarkannya, jadi dia menyerah untuk mengomellinya... 

Ae-ryun memberi tahu Dong-hoon bahwa pria paruh baya yang hebat adalah mereka yang memprioritaskan istrinya. Ibu setuju, menambahkan bahwa dia hanya ingin melihat putranya hidup bahagia dengan pasangan yang baik sebelum dia meninggal.


Sang-hoon memberitahu Ibu untuk membuat permohonan sebelum dia meniup lilinnya, dan ternyata, Ibu butuh waktu yg cukup lama untuk memanjatkan harapannya. 


Sesaat kemudian, ketika semua orang tengah bersih-bersih.. Dong-hoon mengintip Yeon-hee yg tengah berada di kamar, gelisah menatap ponselnya.


Diam-diam... Sang-hoon memberi Ae-ryun sejumlah uang. Maka Ae-ryun menggerutu, bilang jika Sang-hoon memberikannya lebih cepat, dia tak akan mengemoelinya sebanyak tadi... 


Kemudian Sang-hoon dan Ki-hoon memberi Ibu sejumlah uang untuk biaya hidup, berjanji untuk melakukannya setiap bulan mulai sekarang. Dong-hoon juga mentransfer uang ke rekening ibu, dan bahkan Jung-hee mengirimkannya sebuah amplop berisi uang tunai.

Ketika ditanya, Ibu menjelaska bahwa Jung-hee tidak memiliki tempat tinggal sendiri, tetapi Sang-hoon mengatakan bahwa dia meninggalkan bar setiap malam. Ibu menebak, mungkin dia berjalan di sekitar blok kemudian kembali ke bar, membuat Sang-hoon merasa iba padanya..


Yeon-hee nampak sangat emosi ketika dia dan Dong-hoon tiba di rumah, dan dia mengatakan bahwa dia harus kembali ke kantor. Dong-hoon tak bertanya alasannya apa, dia hanya bilang Yeon-hee bisa melakukannya besok saja, tetapi dengan ketus.. Yeon-hee menyuruh Dong-hoon untuk turun dari mobilnya..


Yeon-hee pergi ke hotel, di mana Joon-young masih menunggunya. Dia melampiaskan amarahnya, serta mengatakan dia tidak pernah bisa membayangkan kalau mereka akan bisa benar-benar menikah.

Yeon-hee bertanya apa dirinya harus membiarkan perpisahan ini terjadi begitu saja? Tetapi kemudian, dia memutuskan untuk melepas Joon-young setelah membuatnya tersakiti! Dia menyebut Joon-young itu menyedihkan sejak kuliah, berpura-pura hidupnya tanpa beban dan bertingkah sok keren, tetapi nyatanya semua orang tahu.. seperti apa kehidupan aslinya!


Yeon-hee lanjut mengatakan, bahwa dia bahagia untuknya ketika dia menikahi orang yang tepat dan semua berjalan baik untuknya. Meski Joon-young selalu terlihat cemas, tetapi ketika dia bersamanya, kecemasannya nampak berkurang, jadi Yeon-hee pikir.. Mereka cocok untuk bersama..


Saat dia berbicara, Joon-young berusaha keras menahan air matanya. Dia mengatakan padanya bahwa dia mencintainya, tetapi situasinya menjadi buruk. Dia menegaskan bahwa dia tidak akan mengambil risiko kehilangan segalanya untuk wanita yang tidak dia sukai. Namun dengan ketus, Yeon-hee bertanya memangnya Dong-hoon kehilangan apa?!


Yeon-hee emosi, mengatakan bahwa dia hampir bercerai karena bajingan seperti Joon-young. Lantas, Joon-young bertanya memangnya Yeon-hee bisa mengkhianati keluarga yg telah bersama dengannya selama lebih dari sepuluh tahun lamanya?! 

Joon-young bilang, dia tahu pasti bahwa Yeon-hee tak akan sanggup melakukan hal itu. Lantas, Yeon-hee bertanya balik apakah seama ini, Joon-young pernah memiliki perasaan nyata untuknya. Namun Joon-young malah bilang, kalau situasi ini cukup berat untuknya..


Menangis.. Yeon-hee mengatakan bahwa dia dipermalukan oleh pemikiran bahwa dia menyukai seseorang seperti Joon-young...


Pulang ke rumahnya, Yeon-hee langsung menangis terisak.. menyesali kebodohannya, yg membuat dirinya merasa begitu terhina seperti ini.


Ki-hoon membantu Dong-hoon merekam bakat khususnya, yakni membuat koktail dengan yang rumit. Teman-temannya di bar mendumel, berkomentar akalu Yeon-hee pasti tak suka akan hal ini..


Kemudian, Dong-hoon mengatakan pada Jung-hee bahwa seorang gadis memberi tahunya, bahwa dia berusia tiga puluh ribu tahun. 


Ji-an mendengarkan dia berbicara tentang teori reinkarnasinya, dan Jung-hee mengatakan bahwa dia tahu mengapa gadis itu terus bereinkarnasi, “Karena ini bukan rumahnya, tapi dia terus keliru berpikir itu..”


Jung-hee menyebut Dong-hoon idiot, karena dia tidak tahu bagaimana caranya berhenti reinkarnasi . Jung-hee menjelaskan, itu hanya akan terjadi ketika tidak ada kebencian yang tersisa di hatinya dan setleah dia mencintai sesroang dengan sepenuh hatinya. 


Dia menyanyikan lagu, berisi lirik tentang menemukan rumahnya di antara bintang-bintang, dan Ki-hoon berjalan melewati mereka bergumam, “Aku tidak akan tinggal di bintang-bintang. Tidak menyenangkan di sana...”


Ketika Jung-hee menutup bar, Sang-hoon mengatakan mereka harus mengadakan pesta syukuran rumah di tempat barunya. Tapi, Jung-hee hanya melambai mengucapkan selamat tinggal dan berputar di sekitar blok, berakhir tepat di bar. 


Dia mengeluh, mengatakan bahwa dia memiliki begitu banyak cinta untuk diberikan, tetapi tidak ada yang menginginkannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon