4/28/2018

SINOPSIS My Mister Episode 9 PART 1

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 9 Part 2

Dalam subway, Dong-hoon termenung.. mengingat, momen ketika dirinya menyatakan dengan tegas, bahwa dirinya ingin dan bahkan, harus menjatuhakn Joon-young dengan tangannya sendiri! 


Ji-an terus memerhatikannya, sambil mengingat kembali perintah dari Joon-young yg memintanya untuk mendekati Dong-hoon, bahkan kalau bisa, sampai berhasil mengencaninya...


Ketika Dong-hoon turun dari subway barulah dia menyadari keberadaan Ji-an. namun, Ji-an terlalu sibuk merenung, hingga tak sadar, kalau pintu subway telah tertutu kembai, dan artinya.. dia mesti turun di pemberhentian berikutnya.


Niatnya, Dong-hoon ingin menelpon Ji-an. Namun dia mengurungkan niatnya.. dan hanya berjalan pergi begitu saja.


Dong-hoon berlanja di minimarket, sambil menelpon ibunya untuk bertanya, hal-hal apa saja yg dia butuhkan. 

Berikutnya, dia pun menelpon Yeon-hee dan menyakan hal yg sama. Tapi seperti biasa, Yeon-hee bilang, dia tak membutuhkan apa pun.


Setibanya di stasiun, Ji-an lansgung berlari mencari Dong-hoon. Dia menggunakan headset-nya, guna menguping, sekiranya Dong-hoon tengah berada dimana.

Namun secara tiba-tiba, mereka mellihat satu sama-lain yg tenyata terngah berada pada posisi bersebrangan.


Dong-hoon menghampiri Ji-an, lalu mengantarnya pulang seperti biasanya. Dia bertanya, apakah Ji-an dalam perjalanan meuju tempat bekerja paruh waktu?

Ji-an menjelaskan, bahwa dia hanya bekerja disana ketika restoran penuh dan membutuhkan bantuannya. Mereka terus berjalan.. tapiDong-hoon tak berbelok menuju rumahnya dan malah berjalan terus bersama Ji-an,

“Kenapa kamu tidak belok?”

“Hmm.. ada sesuatu yg harus kukerjakan...”


Sebelum perpisah, Ji-an titip pesan, agar Dong-hoon berhasil menjadi seroang Direktur. Karena, hanya itulah satu-satunya cara yg akan bisa membuat Joon-young kehilangan peerjaannya.

Dong-hoon khawatir, Joon-young akan mulai melakukan hal-hal gila untuk mencegah promosi jabatannya. Namun Ji-an terus menguatkan Dong-hoon untuk menjadi seroang Direktur dan membalaskan dendamnya kepada Joon-young, sambil berkata: “Aku ingin melihat karir bedebah itu, hancur seketika!”

Maka, Dong-hoon bertanya mengapa Ji-an membenci Joon-young yg dia ketahui, tak pernah berbicara dengannya sekali pun. Ji-an menatap Dong-hoon dan menjawab, “Karena ajusshi membencinya!”

“Panggil aku manajer...”pinta Dong-hoon yg kemudian berjalan pergi.


Dong-hoon mampir ke bar-nya Jung-hee untuk memberikan beberapa bahan makanan yg barusan dibelinya. 


Berikutnya, Dong-hoon mengunjungi sebuah restoran dimana dia bertemu dengan Sang-hoon dan Ki-hoon. Disana, Ki-hoon mentraktirnya makanan mahal.. sesuai dengan apa yg dia harapkan sebelumnya. Untuk mengabadikan momen ini, mereka asyik mengambil beberapa foto selfie dengan pose yg sangat kaku *maklum para ajusshi*


Ji-an menerima pesan masuk dari panti jompo, yg menginformasikan bahwa neneknya boleh dibawa kesana.


Mendengar berita itu, membuat nenek gelisah.. Tapi Ji-an menjelaskan, bahwa kali ini biayanya gratis dan dia mendapatkan info mengenai ini, dari ajusshi yg waktu itu menggendong nenek. Terharu.. nenek pun, tak kuasa menahan tangisnya.


Lagi-lagi, Ki-hoon mendumel seputar kekhawatirannya akan suasana pemakaman ibu mereka. Dia bilang, anda ibu meninggal sekarang.. yg datang, pasti cuman para tetangga dan ajussi di grup sepakbola mereka dan menurutnya, hal itu akan membuat ibu merasa kesepian.

Ki-hoon berteriak, menyuruhnya berhenti berbicara tentang hal itu. Begitu pun Dong-hoon, tapi dia tak berteriak seperti Ki-hoon.


Mengejutkan yg lainnya, tibt-tiba Dong-hoon ceita mengenai pencalonan dirinya menjadi kandidat direktur.

Sontak saja, Ki-hon dan Sang-hoon keirangan bukan main. Mereka bahkan, sampai berteriak, meminta pelayan untuk membawakan wine mahal sebagai simbolis perayaan atas pencapaian Dong-hoon.


Selain itu, malam itu juga.. para ajusshi dikumpulkan di bar-nya Jung-hee dan diajak merayakan hal ini bersama-sama.

Dong-hoon sendiri, terlihat kurang nyaman akan sikap adik dan kakaknya yg terlalu heboh ini. Karena dia sadar betul, bahwa belum tentu dirinya akan berhasil menduduki posisi direktur tersebut.


Ibu menelponnya untuk memberikan selamat atas pencapaiannya. Dong-hoon makin merasa kikuk.. bingung, mesti berbahagia atau bagaimana. Karena dia terlalu takut, jika dia gagal.. maka ibunya akan merasa kecewa.


Dia menceritakah keluh kesahnya kepada para ajusshi. Dan secara ompak, mereka menyemangati Dong-hoon, memintanya untuk terus semangat dan jangan pernah menyebut kata gagal!


Sesampainya dirumah Yeon-hee mengangkat telpon dari ibu, yg antusias bercerita mengenai Dong-hoon~


Para ajusshi hendak berjalan pulang. Namun tiba-tiba, Ki-hoon berlari ketengah jalan sembari menunjukkan ekspresi takjub..


Dia mengajak ajusshi lainnya untuk membayangkan, suasana pemakaman ibunya ketika Dong-hoon menjabat sebagai seorang direktur kelak. Begitu banyak bunga ucapan duka, serta tamu-tamu penting yg berdatangan kesana.


Dan bayangan itu, lenyap seketika melihat sosok Yooo-ra yg berjalan ke arah mereka..


Yoo-ra tersenyum dan menyapa mereka semua. Dia sempat heran, melihat sosok Dong-hoon, yg tak pernah dia lihat sebelumnya.. 


Maka sambil minum soju, para ajusshi pun, mengenalkan dia kepadanya dengan cara yg jenaka, diselipi sedikit guyonan receh ala bapak-bapak..


Sambil tiduran, Ji-an terus menguping obrolan mereka ditengah keheningan malam~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon