4/07/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 12 PART 4

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 12 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 12 Part 3

Malam harinya, Seol Ok tidak bisa tidur. Ia mengingat kembali semua orang yang berhubungan dengan kasus hilangnya Myung Hoon itu.


Seol Ok menyadari sesuatu yang aneh.


Detektif Ha juga tidak bisa tidur, tapi bukan karena kasus Myung Hoon. Ia mengingat sat melihat Kepala Shin bicara dengan Inspektur Woo sebelum kepindahannya ke Kantor Polisi Joongjin. Ia juag mengingat saat Bo Gook memberitahunya bahwa Inspektur Woo datang ke kantor real estate untuk mencarinya. 


“Ada Ha Wan Seung dimana-mana. Seo Hyun Soo, Sekretaris Kim, Ha Ji Seung, dan Yoo Seol Ok,” kata Inspektur Woo.


“Benar,” kata Seol Ok. “Dia menghilang pada Hari Minggu. Jika seperti itu kasusnya, Jang Myung Hoon… Benar. Itu dia.


Detektif Ha mengeluh karena harus keluar pagi-pagi sekali. Seol Ok bilang Myung Hoon menghilang pada Hari Minggu, karena wanita tetangga yang melihatnya di Senin fajar tidak bisa melihat wajah pria yang membawa tasnya dengan jelas.


Seol Ok juga bilang karyawan kantor Myung Hoon yang mereka temui di gereja, hanya melihat gantungan kuncinya saja, bukan Myung Hoon-nya. Dan Yoong Seob-lah yang terakhir melihatnya pada Hari Minggu sekitar jam 9 malam.


“Minggu… Kalau begitu, Lee Yeong Sook bisa jadi yang melihatnya terakhir kali,” kata Detektif Ha. Seol Ok bertanya apa maksudnya. “Ayolah. Ini sangat jelas.”


Yeong Sook mengatakan bahwa ia menunggu sepanjang malam di balik dinding di depan rumah Myung Hoon. Seol Ok bertanya bagaimana Detektif Ha bisa tahu. Detektif Ha menepuk dadanya bangga dan berkata, “Mereka berjanji dan mengambil resiko atas hidupnya untuk melarikan diri bersama, tapi si pria tidak datang. Apa kau akan pulang jika wanita itu adalah dirimu?”


Yeong Sook bilang ia datang kesana hanya karena khawatir jika suaminya memukuli Myung Hoon lagi.


Myung Hoon masuk ke rumahnya dan di belakangnya ada Yoong Seob yang terus mengawasinya.


Yeong Sook yang juga ada disana, melihat suaminya menjauh dari rumah Myung Hoon.


“Aku hanya ingin memastikan, jika dia sungguh-sungguh. Aku hanya ingin tahu itu.”


“Tapi dia tidak keluar rumah sepanjang malam itu. Dia juga tidak menjawab ponselnya.”


“Seorang pria keluar dengan tas yang sangat besar saat fajar. Isi tas itu pasti sangat berat, tapi orang itu berusaha keras untuk membawanya.”


Seol Ok bertanya siapa pria itu. “Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena gelap. Tapi itu bukan Jang Myung Hoon. Tidak mungkin aku tidak mengenalinya, karena aku sudah menunggunya sepanjang malam,” kaya Yeong Sook yakin.


Seol Ok bertanya, “Apa mungkin tas itu cukup besar untuk menyimpan mayat?” Yeong Sook terkejut dan menganggukkan kepalanya dengan ketakutan.


Mereka bertiga lalu menatap rumah Myung Hoon dengan curiga.


Bo Gook sedang di tempat kerja rahasianya. Ia menghubungi Detektif Ha dan berkata, “Inspektur Woo bergerak. Dia meninggalkan Terminal Bus Joongjin. Oh, dia sepertinya akan pergi keluar kota.”


Inspektur Woo menerima pesan alamat dari Sekretaris Kim. “Itu area tembak,” gumam Inspektur Woo. “Kenapa Sekretaris Kim ingin bertemu denganku disana? Ada apa dengan nomor 7”


Seseorang berpakaian serba hitam, dengan tangan seperti seorang wanita, tampak berada di jalur nomor 7 dan sudah mulai menembak ke sasaran.


Inspektur Woo lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi.


Det. Ha: “Kalau begitu, apa aku harus pergi ke Hwaseong? Dimananya?”
Bo Gook: “Area parkir. Itu berarti dia mengganti mobilnya. Dia melarikan diri. Sudah kubilang untuk menyimpannya di bawah sepatunya atau lainnya.”
Det. Ha: “Inspektur Woo tidak menyukaiku. Dia punya banyak sepatu, jadi aku tidak bisa melakukan itu.”
Bo Gook: “Aku akan mengecek CCTV. Pergilah sekarang.”


Seol Ok langsung masuk ke mobil. Ia tidak peduli saat Detektif Ha mengatakan bahwa dia sedang sibuk. Ia tetap ingin ikut. Detektif Ha terpaksa membawa Seol Ok.


“Kau menemukan Sekretaris Kim, bukan?” tanya Seol Ok. Detektif Ha bertanya bagaimana dia tahu. “Kau pindah kerja ke Kantor Polisi Joongjin karena Kepala Shin, untuk menemukan Sekretaris Kim. Dan sangat terlihat jelas ketika kau mencoba berteman dengan Kepala Shin.”


“Apa kau sedang mencari Sekretaris Kim? Aneh karena kau selalu menghilang setelah menerima telepon dari pria itu. Siapa dia? Kenapa kau meyembunyikan ini dariku? Apa kau tidak percaya padaku?”


Detektif Ha mengingat saat Seol Ok terluka karena ingin menangkap penjahat. “Ya, aku tidak percaya,” kata Detektif Ha berbohong.


“Aku tidak peduli jika kau tidak percaya. Aku akan menemukan kebenaran tentang kasus orang tuaku. Bahwa mereka tidak bunuh diri,” kata Seol Ok.


“Aku menunggu kebenaran itu sebanyak kau mencari Seo Hyun Soo,” kata Seol Ok lagi.


“Hyun Soo. Sudah kubilang aku akan menemukanmu. Bahwa aku tidak akan mati, sebelum menemukanmu,” kata Detektif Ha ketika menemukan kerangka tubuh Hyun Soo.


Det. Ha: “Ahjumma, ini terlalu berbahaya.”
Seol Ok: “Itulah kenapa kita harus melakukannya bersama-sama. Karena ini berbahaya. Tidakkah kau ingat apa yang kau katakan padaku?”


Saat itu, Detektif Ha juga bilang kalau keadaannya berbahaya dan dia sendiri yang akan menangkap pelakunya. “Kenapa? Ini terlalu berbahaya. Ini tidak ada hubungannya denganmu,” kata Seol Ok. Detektif Ha bilang ia merasa lebih baik jika melakukannya sendiri, sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan Seol Ok juga. “Aku juga tidak mau kau terluka karena aku.”


Detektif Ha bilang ia memang tidak pernah berhasil menghentikan Sel Ok. “Kau selalu dibodohi olehku,” kata Seol Ok sambil tersenyum.


Detektif Ha kemudian menghentikan mobilnya di rest area dan meminta Seol Ok untuk membelikan camilan. Seol Ok lalu pergi untuk membelinya, dan tanpa sepengetahuannya Detektif Ha meninggalkannya.


Tidak lama kemudian, Seol Ok kembali ke area parkir, tapi tidak bisa menemukan mobil Detektif Ha. Ia lalu menerima pesan, ‘Ahjumma, makanlah kentangnya dan tunggu disana. Aku akan segera kembali.’


Detektif Ha berhasil menyusul Inspektur Woo dan melihatnya masuk ke arena tembak.


“Nomor 7,” gumam Inspektur Woo sambil mencari lokasi yang dimaksud. Ia dikejutkan dengan bunyi tembakan.


Detektif Ha langsung berlari ketika mendengar letusan senjata.


Orang yang tadi berdiri di jalur nomor 7 mengarahkan senjatanya ke arah sasaran, tapi perlahan ia mengubah arah tembakannya tepat ke arah Inspektur Woo.


Inspektur Woo dengan segera mengeluarkan pistolnya. 


Inspektur Woo tertembak di bagian kaki kiri. Sedangkan orang itu tertembak di bahu kiri. Orang itu langsung memegang bahunya dan melarikan diri.


Inspektur Woo berusaha membidiknya lagi, tapi tidak berhasil. Ia kemudian dikejutkan dengan kedatangan Detektif Ha yang langsung membawanya pergi.


Dengan darah mengalir di tangannya, orang itu masuk ke dalam mobil berwarna putih.


Mobil itu berhasil pergi, sebelum Inspektur Woo dan Detektif Ha berhasil sampai di area parkir.


Seol Ok kesal karena Detektif Ha menyuruhnya pulang sendiri, padahal tadi ia diminta menunggu. “Bagaimana aku pulang? Jalan kaki? Sebelumnya dia bahkan melarangku naik taksi karena berbahaya. Astaga, aku harus pergi dan menyelesaikan kasusnya.”


Inspektur Woo bertanya kenapa Detektif Ha bisa berada disana. “Aku lahir di keluarga kaya, jadi hobiku adalah golf, naik kuda dan semacamnya,” kata Detektif Ha. Inspektur Woo lalu menanyakan tentang menonton drama dan apakah Detektif Ha datang ke Teater Pierre untuk menemukan Seo Hyun Soo. “Lalu kenapa kau pergi ke arena tembak? Kau menemui seseorang?”


Ins. Woo: “Aku kesana untuk menembak.”
Det. Ha: “Kau harusnya hanya melakukan itu! Kenapa kau malah tertembak?!”
Ins. Woo: “Kau tidak bisa bertanya pada orang yang ditembak! Tanyalah penembaknya!”


“Ah, lupakan! Kau profiler pembohong. Kau bukan tipeku. Kau baik-baik saja? Kau tidak akan mati. Tunggu sebentar,” kata Detektif Ha.


Sambil membawa tasnya, si penembak masuk ke toilet perempuan.


Beberapa saat kemudian, Hee Yeon keluar dari jalur yang sama.


Seol Ok menemui beberapa supir bus, tapi tidak ada satupun yang menuju Seoul. “Kenapa kau melakukan ini padaku, Detektif Ha?” gerutu Seol Ok. Tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.


Hee Yeon: “Yoo Seol Ok?”
Seol Ok: “Jung Hee Yeon.. apa yang membawamu kesini?”
Hee Yeon: “Aku dalam perjalanan kembali ke Seoul setelah membeli beberapa bahan organik. Wortel dan labu manis dari perkebunan di sini memiliki kualitas terbaik. Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan disini?”


Seol Ok bilang ia sedang marah karena dikhianati, tapi ia tidak bisa menemukan cara pulang ke Seoul. “Apa kau ingin aku memberikan tumpangan?” tanya Hee Yeon sangat ramah. Seol Ok tersenyum dan berterima kasih.


Mereka berdua lalu naik mobil Hee Yeon yang berwarna merah. Hee Yeon bilang ia akan mengantar Seol Ok dengan selamat. Seol Ok sangat berterima kasih.


Hee Yeon menatap Seol Ok dengan penuh rencana, lalu masuk ke mobil.





Tersangka 1: Lee Yeong Sook, istri Gi Yong Seob.


Tersangka 2: Park Kyung Ja, istri Jang Myung Hoon.


Tersangka 3: Jang Seo Yeon, putri Jang Myung Hoon dan Park Kyung Ja.


Tersangka 4: Gi Yong Seob, rekan bisnis Jang Myung Hoon.


Comments


EmoticonEmoticon