4/15/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 PART 2

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 Part 1

Inspektur Woo pergi ke sebuah jalan di bawah jembatn. “Seo Hyun Soo yang pertama,” gumamnya.


Jalan itu adalah tempat kejadian dimana sebelumnya ada mayat seorang wanita yang terbakar di dalam mobilnya. Di mobil itu, Inspektur Woo menemukan pena perekam.


Dulu, Inspektur Woo juga pergi untuk mengecek mayatnya.


Inspektur Woo melihat sebuah buket bunga tersimpan di pinggir jalan itu.


Pria: “Siapa kau?”
Wanita: “Sekretaris Kim? Aku Seo Hyun Soo. Seo Hyun Soo.”


(Kalau ngga salah, ini adalah scene ending di season 1)


Setelah menatap buket itu, Inspektur Woo melihat sebuah mobil dan menyadari ada blackbox disana.


Korban mengatakan bahwa pelaku sering muncul disana, karena teman-temannya juga bertemu dengan pelaku. Dia mendengar bahwa pelaku akan bertambah senang jika mendengar korban berteriak, dan dia lebih memilih jalan memutar.


Korban menunjukkan gang dimana dulu ia bertemu dengan pelaku. Ia berbalik dan tidak melihat pelaku mengejarnya. Tapi tiba-tiba pelaku muncul lagi dan menyeretnya.


“Dia menutup mulutku dan menyeretku ke dalam gang. Aku tidak ingat dengan jelas apa yang terjadi. Saat itu, jika Polisi tidak melintas…”


Korban bilang ia tidak bisa mengenali wajahnya, karena pelaku menutupi wajahnya dan pelaku terlihat seperti pria pada umumnya. “Oh, dia memakai sarung tangan kulit. Bisa kita berhenti sekarang? Aku tidak bisa lebih lama lagi di tempat ini,” kata korban yang masih ketakutan. Ia lalu berlari pergi.


Seol Ok dan Detektif Ha mengikuti gadis itu. “Tolong tangkap dia. Aku harus melewati gang itu untuk pulang ke rumah. Itu membuatku takut sampai hampir mati,” kata korban. Seol Ok bilang mereka akan menangkap pelaku. “Terima kasih. Terima kasih.” Detektif Ha juga meminta agar korban tidak khawatir.


Inspektur Woo menonton rekaman blackbox yang ia dapatkan dari mobil perusahaan konstruksi jalan. Disana terlihat Hee Yeon yang sedang meletakkan buket bunga. Inspektur Woo berusaha membaca gerak bibir Hee Yeon.


“’Maaf’? Atas hal apa dia minta maaf? Karena membunuh korban? Atau karena membuat dia terbunuh?” gumam Inspektur Woo.


Detektif Ha kembali ke kantor dan menanyakan kapan bosnya akan kembali. Ia juga bertanya kasus apa yang Inspektur Woo sedang kerjakan. Na Ra bilang Inspektur Woo tidak memberitahu apa-apa. Kopral Kong bilang lebih baik jika bos tidak ada. Seol Ok setuju, lalu mengatakan pada Polisi Lee bahwa gang yang ia datangi sangat rumit.


Polisi Lee:  “Tempat itu benar-benar seperti labirin. Hanya penduduk lama yang mengenal jalannya. Orang lain hanya mengambil jalan yang biasa mereka gunakan.”
Seol Ok: “Pelaku tidak mengejar korban, tapi dia tiba-tiba muncul di depannya. Dia tahu jalan pintas.”
Na Ra: “Seseorang yang sangat tahu jalan itu?”
Det. Ha: “Apa pelaku tinggal di daerah itu?”


“Aku akan pergi untuk mencari informasi tambahan!” kata Kopral Kong dan langsung pergi. Detektif Ha bertanya-tanya kenapa Kopral Kong sangat bergairah. Seol Ok bilang gang itu dekat dengan sekolah putri Kopral Kong. Na Ra bilang anak bisa mengubah orang tuanya.


Detektif Ha bertanya apakah Polisi Lee punya peta area sekitar di kantornya. “Ya,” kata Polisi Lee. Detektif Ha memintanya mengambilnya. Mereka lalu keluar bersama.


Di lobi, Detektif Ha bertemu dengan Ji Seung yang katanya datang untuk memberikan nasehat hukum. Detektif Ha protes karena kakaknya tidak menghubunginya. “Aku memberitahumu sekarang,” kata Ji Seung sambil tertawa.


Detektif Ha lalu melihat Kepala Shin datang bersama Bo Gook. Detektif Ha memberi hormat kepada Kepala Shin.


Ji Seung menatap Bo Gook dengan terkejut dan heran.


Detektif Ha menarik Bo Gook dan bertanya apa yang dia lakukan. “Jang Goo sangat ingin aku membantunya,” kata Bo Gook dengan bangga.


Detektif Ha dan Seol Ok tertawa karena Bo Gook memanggil Kepala Shin dengan nama depannya.


Bo Gook lalu melihat Ji Seung dan menyapanya dengan sangat ramah, “Presdir Ha Ji Seung?” Ji Seung yang masih tampak agak bingung menyambut uluran tangan Bo Gook untuk berjabat tangan.


Seol Ok melihat kecanggungan sikap Ji Seung, tapi tidak berpikir apa-apa.


Detektif Ha lalu pergi. “Mari lewat sini. Ayo,” ajak Bo Gook pada Ji Seung.


Detektif Ha menduga Kepala Shin mengadakan acara yang aneh, karena sekarang dia berkumpul dengan orang-orang terkenal. Seol Ok bilang untuk menyambut para tamu berpengaruh, ia terus diomeli karena masalah jenis huruf di spanduknya.


Seol Ok: “Aku melihat kakakmu di TV. Aku rasa masalahnya tidak terlalu besar, karena dia dibebaskan dengan cepat.”
Det. Ha: “Kenapa? Kau khawatir?”
Seol Ok: “Sedikit.”
Det. Ha: “Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?”
Seol Ok: “Kau tidak suka membicarakan keluargamu. Jadi aku pikir lebih membantu, jika aku mengabaikannya.”


Kepala Shin dan lainnya bersiap untuk konferensi kerja sama Kepolisian Joongjin dan Pengacara demi masyarakat yang lebih baik. Sung Woo yang menjadi pembawa acara dan mengumumkan tentang pemotongan pita yang akan dilakukan selanjutnya.


Keempat orang penting itu memotong pita peresmiannya, lalu semua orang bertepuk tangan. Mereka lalu berfoto bersama.


Dengan panduan peta, mereka lalu menyusuri jalan yang dilewati korban ketika diseret oleh pelaku.


Polisi Lee juga menunjukkan gang dimana tiba-tiba pelaku menghilang begitu saja.


“Ini jalan buntu,” kata Seol Ok. Polisi Lee bilang dia juga tidak mengerti kenapa pelaku bisa menghilang di jalan buntu.


inspektur Woo datang ke teater dan melihat sebuah buket lagi di sofa di atas panggung.


“Ada sebuah buket mahal yang ditinggalkan di panggung. Aku tidak tahu siapa yang menyimpannya disana,” kata seorang staf wanita disana.


“Seo Hyun Soo kedua,” gumam Inspektur Woo.


Detektif Ha menekan bel rumah pertama yang ada di jalan buntu itu. Detektif Ha bertanya pakah ada pria muda yang tinggal disana, tapi ternyata pendengar kakek itu terganggu. Polisi Lee menjelaskan bahwa kakek itu tinggal sendirian dan tidak punya keluarga, jadi yang suka datang hanya para relawan.


Pria di rumah kedua mengatakan bahwa ia hanya tinggal sendirian dan sudah tinggal disana selama 40 tahun.


Rumah ketiga atau rumah paling ujung dihuni oleh seorang pria muda yang tinggal sendirian. Pria itu bilang dia baru saja pindah kesana.


Inspektur Woo datang ke Genoise.


Hee Yeon: “Kurasa ini bukan pertama kalinya kita bertemu, Inspektur Woo.”
Ins. Woo: “Sudah lama tidak bertemu, Jung Hee Yeon-ssi.”


Ternyata Hee Yeon melihat saat gadis itu mengangkat ponselnya lagi.


“Aku tahu kau akan datang. Gadis itu terlihat sangat penasaran,” kata Hee Yeon. Inspektur Woo tersenyum dan bilang bahwa ia juga tahu bahwa Hee Yeon sengaja menunjukkan wajahnya di CCTV. “Kau tidak boleh percaya pada rekaman CCTV begitu saja. Bukankah kau pikir begitu, Inspektur Woo Sung Ha?”


Detektif Ha mengatakan bahwa orang mesum biasanya hanya menunjukkan tubuh mereka untuk mencari perhatian agar para wanita berteriak, lalu melarikan diri. Seol Ok setuju, itu berarti pria mesum yang mereka cari berbeda karena dia membekap korbannya dan menyeretnya pergi. Detektif Ha menanyakan pendapat Seol Ok tentang tiga pria yang mereka temui di jalan buntu tadi.


“Pria paruh baya itu tidak akan bisa terlihat seperti pria bertubuh normal. Dan pria muda itu baru saja pindah, jadi dia tidak dikenal di wilayah itu,” kata Seol Ok. Detektif Ha semakin bingung. “Aku curiga pada rumah kakek itu.” Detektif Ha mengingatkan bahwa kakek itu terlihat lemah dan pendengarannya terganggu. “Bukan kakek itu. Aku maksud rumahnya.”


Ins. Woo: “Genoise. Itu nama yang aneh untuk sebuah toko.”
Hee Yeon: “Genoise adalah dasar pembuatan kue. JIka genoisenya tidak lezat, maka sebagus dan sebanyak apapun krimnya tidak akan membantu.”


“Gerai kedua Genoise terletak di sebelah Kantos Pusat Kepolisan. Gerai ketiga Genoise ada di sebelah Polsek Seodong. Dan gerai ketiga Genoise tepat berada di seberang Polsek Joongjin. Semuanya berdekatan dengan Kantor Polisi,” kata Inspektur Woo. Hee Yeon bilang lebih aman jika berada di dekat Kantor Polisi, karena dia menjalankan usaha itu sendirian.


“Semuanya adalah tempat dimana Letnan Ha Wan Seung pernah bekerja dan tempatnya bekerja saat ini,” kata Inspektur Woo yang membuat Hee Yeon terkejut.


Comments


EmoticonEmoticon