4/15/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 PART 3

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 Part 2

Detektif Ha bertanya kenapa Seol Ok mengajaknya pergi ke Kantor Wilayah. “Kelompok relawan menyimpan kunci rumah para orang tua yang hidup sendirian untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat atau kematian,” kata Seol Ok.


“Jadi, seseorang bisa saja memakai kunci untuk masuk?” tanya Detektif Ha. Seol Ok bilang intinya pelaku menghilang di gang itu. “Kau benar.”


Inspektur Woo bertanya dimana gerai pertama Genoise. “Semua kue kami rasanya sama. Aku tidak perlu mencari gerai pertama,” kata Hee Yeon. Inspektur Woo menduga bahwa Hee Yeon tidak membuat kue di gerai pertama itu.


Inspektur Woo melemparkan sebuah koran lama yang salah satu artikelnya berjudul ‘Rombongan Jenne dan Jun Bubar’. “Itulah Genoise pertama, bukan? Rombongan yang menampilan teater ‘Ruang Tunggu’ mengambil sebuah nama dari kedua tokoh utamanya, Jenne dan Jun,” kata Inspektur Woo.


“Jadi namanya Jenne dan Jun, bukan? Papan namanya telah usang dan beberapa hurufnya hilang. Jika dilafalkan, Genoise. Itu bukan kue,” lanjut Inspektur Woo.


“Senang bertemu denganmu, Seo Hyun Soo-ssi,” sapa Insektur Woo secara resmi.


Seol Ok baru saja bcicara dengan pengurus kantor wilayah. Dia bilang relawan itu akan dianggap pencuri, jika masuk ke rumah selain rumah kakek itu. Detektif Ha bilang pelaku itu berarti bisa salah satu relawan atau orang yang membuat dupilkatnya. Seol Ok bilang ada satu orang yang bertanggung jawab atas para relawan, dan orang itu akan segera menghubungi mereka.


“Dua wanita bernama Seo Hyun Soo tewas. Ada dua buket bunga. Mungkin akan ada lebih banyak buket. Kau meninggalkan buket itu karena menyesal? Atau untuk berterima kasih kepada mereka karena sudah tewas menggantikanmu?” tanya Inspektur Woo.


Hyun Soo bilang karena itulah dia meminta Inspektur Woo untuk membantu mereka. Inspektur Woo mengingat saat pemain teater bernama Seo Hyun Soo yang mengirimkan pesan meminta pertolongan. “Kaulah yang menyeretku sejak awal pada masalah ini,” kata Inspektur Woo menyimpulkan. Hee Yeon berkata bahwa dia memilih area yang paling tidak menyakitkan, tapi menurutnya Inspektur Woo membuat banyak keributan.


Ins. Woo: “Kau berusaha tampil seperti Sekretaris Kim? Atau berusaha menjadi dia? Aku datang untuk menangkap penjahat.”
Hyun Soo: “Atas tuduhan apa? Menyewa Seo Hyun Soo palsu?”
Ins. Woo: “Atas tuduhan menghalangi penegakan hukum dan percobaan pembunuhan.”


“Tidak ada rekaman CCTV. Aku sudah menghapus semua sidik jari. Selain itu, aku sudah menghancurkan mobil yang kukendarai,” kata Hyun Soo percaya diri.Inspektur Woo tersenyum pasrah.


Seol Ok bilang kasus yang mereka kerjakan sangat cocok untuk dianalisis oleh Inspektur Woo. Detektif Ha bilang ia penasaran kenapa Inspektur Woo pergi akhir-akhir ini. Seol Ok senang karena Detektif Ha tidak menyebutnya sebagai profiler pembohong lagi. Detektif Ha bilang itu karena Seol Ok menyuruhnya berteman dengan Inspektur Woo dan ia melakukan itu hanya demi mendapatkan informasi tentang Sekretaris Kim.


Seol Ok: “Kalau begitu, masaklah untuknya. Aku jatuh cinta dengan keterampilan memasakmu.”
Det. Ha: “Tunggu. Kau jatuh cinta dengan keterampilan memasakku?”
Seol Ok: “Ya. Itu sebuah pesona tak terduga. Kau terlihat seperti chef.”
Det. Ha: “Benarkah? Datanglah ke rumahku. Akan kumasakkan semua kesukaanmu.”


Seol Ok menolak karena disana ada Inspektur Woo. “Benar. Dia membuat orang merasa tidak nyaman. Dia tidak bisa membuat orang nyaman sepertiku,” kata Detektif Ha. Seol Ok hanya tersenyum saja


Hyun Soo bertanya kenapa Inspektur Woo berusaha menangkap Sekretaris Kim. “Kenaa kau diburu oleh Sekretaris Kim? Kenapa dia mencoba membunuhmu?” Inspektur Woo balik memberi pertanyaan.  Hyun Soo akhirnya memutuskan agar mereka tidak saling mencaritahu lebih banyak.


Inspektur Woo bertanya kenapa Hee Yeon menyeretnya pada masalah ini. “Aku ingin hidup. Kau ingin menemukan Sekretaris Kim. Kurasa kita bisa saling percaya. Bagaimana? Bagaimana jika kita bersatu?” kata Hyun Soo.


Hyun Soo: “Jika kita menangkap Sekretaris Kim, tidak akan ada korban lagi. Itulah yang kuinginkan.”
Ins. Woo: “Aku akan menangkap Sekretaris Kim apapun yang terjadi. Aku tidak butuh bantuanmu.”
Hyun Soo: “Kau tahu siapa Sekretaris Kim? Kalau begitu, kau akan butuh waktu. Aku tahu siapa Sekretaris Kim.”


Kepala Shin bilang ia tidak percaya orang sesibuk Ji Seung akan menghadiri sebuah acara di Polsek kecil. “Ini tidak kecil. Polsek Joongjin memegang tingkat penangkapan nomor satu,” kata Ji Seung. Kepala Shin tertawa kecil dan berterima kasih. Ia bilang walaupun namanya Pusat Urusan Sipil, Ji Seung bisa datang kapan saja dan memberikan nasihat atas keluhan warga.


Ji Seung: “Aku ingin sering kemari. Kebetulan adikku bekerja disini.”
Kep. Shin: “Ah, benar. Hubungi aku sebelum datang, aku akan selalu siap.”
Ji Seung: “Terima kasih.”


Kepala Shin mengantar Ji Seung sampai keluar kantor. “Hyung, kau masih disini?” sapa Detektif Ha kemudian.


Ji Seung bilang ia tadi minum teh dengan Kepala Shin. “Aku bahkan tidak pernah minum air bersamanya. Harusnya aku bekerja di Ha & Jung. Ini menyedihkan,” keluh Detektif Ha. Ji Seung bilang ia akan dengan senang menerima Detektif Ha bekerja disana.


Ji Seung: “Siapa ini? Rekanmu? Pacarmu?”
Det. Ha + Seol Ok: “Rekan!”


Ji Seung: “Halo. Wan Seung masih kekanak-kanakan. Harap maklum.
Det. Ha: “Kenapa hyung bersikap seperti orang tuaku?”
Seol Ok: “Baik. Aku akan menjaganya.”


Detektif Ha bertanya apakah Ji Seung ingin makan siang bersamanya dan dia akan mentraktir. Ji Seung bilang lain kali saja, karena dia juga akan sering datang kesana. Ia meminta maaf dan pergi.


Seol Ok: “Dia tidak sepertimu. Dia baik dan cerdas.”
Det. Ha: “Jadi, maksudmu aku jahat dan bodoh?”
Seol Ok: “Kau liar dan polos.”
Det. Ha: “Manajer Jo mencarimu. Masuklah.”


Polisi Lee mengantar seorang wanita korban orang mesum di salah satu gang di Joongjin 6-dong ke Kantor Polisi.Seol Ok turut merasa prihatin.


Detektif Ha kemudian meminta korban untuk menceritakan apa yang terjadi secara detail. “Saat itu, aku menuruni tangga dan mendapat firasat aneh,” kata korban.


“Rasanya ada seseorang yang mengamatiku. Aku berjalan dengan cepat dan berbelok di sudut. Ada orang mesum berdiri disana. Aku terkejut dan bingung.”


Pelaku lalu menyeretnya.


Korban bilang ia tidak ingat jelas wajah pelaku karena terlalu gelap, tapi pelaku tidak menutupi wajahnya. Dia bilang itu terjadi 2 pekan lalu. Seol Ok bilang itu sudah cukup lama, sehingga kemungkinan buktinya sudah tidak ada sekarang. Korban bilang ia tidak bisa melaporkannya, karena dia dalam perjalanan pulang setelah minum-minum di tengah malam. Dia khawatir Polisi akan mengatakan karena itulah dia diserang.


“Kau sudah cukup dewasa untuk minum-minum. Kenapa kau tidak melaporkannya?” tanya Detektif Ha. Seol Ok bilang itu karena orang punya pemikiran bias. “Ada lagi yang kau ingat?”


“Aku... aku menggigit tangannya,” kata korban. Detektif Ha dan Seol Ok terkejut.


Seol Ok menemui Profesor Hwang untuk menanyakan cara mengidentifikasi pelaku. Karena Profesor Hwang diam saja, Kyung Mi mulai beraksi. “Sudah dua pekan lalu. Kau tidak akan bisa menemukannya,” kata Kyung Mi. Seol Ok bertanya apakah penyelidik ilmiah jenius tidak bisa menemukannya.


“Itu tidak mustahil,” kata Profesor Hwang yang dengan mudahnya terpengaruh. “Jika dia menggigit tangan pelaku dengan kuat.”


“Bekas gigitannya bisa saja membekas di tangan pelaku. Lantas, kita bisa membandingkan bekas gigitan dengan gigi korban dan menangkap pelakunya.”


Seol Ok bilang dia punya foto gigi Kim Han Na, korban yang baru saja melapor. Profesor Hwang bilang foto saja sudah cukup untuk perbandingan. Kyung Mi bilang hanya Profesor Hwang yang bisa mewujudkannya. Profesor Hwang tersenyum bangga.


Prof. Hwang: “Kau sudah menangkap penjahat itu?”
Seol Ok: “Belum.”
Prof. Hwang: “Kalau begitu, bagaimana aku bisa membandingkannya?”
Kyung Mi: “Tangkap orang itu sekarang.”


Seol Ok langsung berlari pergi dan Kyung Mi tersenyum tipis pada Profesor Hwang.


Seol Ok dan Detektif Ha melewati gang yang sebelumnya dilewat  i Han Na ketika diserang pelaku, hingga akhirnya mereka menemui jalan buntu. Detektif Ha menduga bahwa pelakunya adalah orang yang sama.


“Darimana saja dia?” gerutu Detektif Ha ketika baru sampai di kantornya. Seol Ok menyuruhnya bersikap baik pada Inspektur Woo karena mereka tinggal serumah. Seol Ok menyapa Inspektur Woo.


“Kalian selalu bersama, padahal tugas kalian berbeda,” kata Inspektur Woo sambil membaca berkas. Seol Ok bilang itu karena di kasus orang mesum, ada laporan baru dan korban hampir diperkosa. Inspektur Woo sangat terkejut dan menutup beras yang sedang dibacanya. Ia sadar bahwa itu bukan kasus orang mesum biasa.


Detektif Ha menyampaikan informasi kasus dalam rapat, yaitu korban pertama (Lee So Yeon) mengatakan bahwa pelaku mengejarnya, korban kedua (Shim Ji Eun) yang diseret oleh pelaku namun dipergoki oleh Polisi Lee, dan korban ketiga (Kim Han Na) diseret oleh pelaku dan hampir tidak bisa meloloskan diri.


Na Ra mengatakan bahwa korban ketiga menggigit tangan pelaku. “Dia tidak memakai sarung tangan pada saat itu,” gumam Inspektur Woo. Seol Ok menyampaikan bahwa Han Na mengatakan bahwa pelaku tidak menggunakan masker, tapi Ji Eun mengatakan bahwa pelaku menggunakan masker, dan belakangan ini pelaku mulai memakai sarung tangan.


Ins. Woo: “Nomor satu Lee So Yeon, kedua Kim Han Na,d an terakhir Shim Ji Eun. Inilah urutannya.”
Seol Ok: “Maksudmu, urutan kejadiannya?”
Ins. Woo: “Urutan laporan tidak penting.”
Det. Ha: “Kau benar. Itu urutannya.”
Na Ra: “Bagaimana Anda tahu?”


“Pelaku berevolusi. Awalnya, dia memperlihatkan tubuh telanjangnya, kemudian mencoba memperkosa wanita. Awalnya dia berjalan-jalan dengan wajah terbuka, kemudian memakai masker. Awalnya tangannya terbuka, kemudian dia memakai sarung tangan,” kata Inspektur Woo menyimpulkan.


“Dia bukan sekedar orang mesum,” lanjut Inspektur Woo. Seol Ok bilang pelaku bisa menjadi semakin berbahaya. Seluruh tim tampak khawatir.


“Dia akan bertindak lebih jauh daripada menjadi pemerkosa.”


“Dia telah mengalami banyak kegagalan, karena Kim Han Na dan Shim Ji Eun. Dia pasti marah besar. Dia akan semakin sempurna. Kita harus segera menangkapnya.”


“Akan mustahil untuk menangkapnya, jika dia semakin berkembang.”


“Dia akan menembus batas dan memperluas wilayahnya. Dia pun tidak akan meninggalkan jejak.”


Pelaku mengambil jalan yang berbeda dari korban, lalu menyergapnya.
Comments


EmoticonEmoticon