4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 14 Part 4

“Mereka sudah menemukannya? Aish, sial!” kata Joo Seok yang diam-diam datang ke TKP dan melihat ambulance serta mobil patroli disana.


Ia kemudian mengambil ponselnya, “Profesor Ha, ini darurat. Hubungkan aku dengan Sekretaris Kim sekarang juga. Jika Anda tidak mengizinkanku bertemu dengannya, Anda akan menyesal.”


Joo Seok datang dengan panik ke kantor Ji Seung. “Ini Sekretaris Kim,” kata Ji Seung sambil menunjuk seseorang yang sudah berada disana.


Pria: “Aku dengar ada yang harus diurus.”
Joo Seok: “Profesor Ha, Anda pikir aku bodoh? Sekretaris Kim tidak mungkin semuda ini. Anda sudah mengenalnya selama lebih dari 17 tahun. Apa aku salah?”
Ji Seung: “Sekretaris Kim tidak pernah menunjukkan dirinya sendiri.”

Joo Seok meminta agar Ji Seung membujuk Sekretaris Kim agar mau menemuinya. Ia meminta agar Ji Seung tidak menatapnya seperti itu dan bilang bahwa ia dan Ji Seung itu tidak berbeda. “Baik aku dan kau hanya berusaha bertahan hidup, bukan?” kata Joo Seok yang lebih mirip sebuah ancaman.


Kyung Mi membuat sketsa TKP dan Inspektur Woo memuji hasil pekerjaannya. Profesor Hwang mendekatinya dan ikut memujinya, tapi kemudian dia kesal karena Kyung Mi sudah pamer dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk membuat sketsa itu, Ia rupanya tidak suka, kalau ada orang lain yang dipuji. Kyung Mi lalu pergi untuk memfoto TKP.


Inspektur Woo meminta agar Profesor Hwang bersikap baik. Profesor Hwang bertanya kenapa Seol Ok hanya berdiri disitu. Seol Ok bilang itu adalah tempat terpencil, tapi orang bisa naik mobil untuk mencapai tempat itu.


Detektif Ha menghampiri mereka dan berkata, “Ada jejak ban. Kalian sudah melihatnya?”


“Dia sepertinya marah. Dia mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mayatnya,”duga Inspektur Woo.


“Bagaimana aku membereskan ini? Ini musim ujian tengah semester,” kata Joo Seok kebingungan.


Seol Ok: “Pelaku sudah pernah kesini sebelumnya.”
Det. Ha: “Itu berarti ini bukan pembunuhan berencana.”
Prof. Hwang: “Kenapa dia meninggalkan mayatnya disini selama berhari-hari? Dia punya cukup waktu untuk membuangnya.”


“Dia ingin melihatnya untuk kesenangannya sendiri,” duga Inspektur Woo.


Joo Seok datang lagi untuk memperhatikan mayat Mi Joo yang sudah kaku dan menghitam. Ia juga memperhatikan bekas cakaran Mi Joo di punggung tangannya.


Detektif Ha heran apanya yang dilihat sampai membuat pelaku senang. “Mayatnya,” kata Seol Ok. Inspektur Woo menunjuk area dimana banyak jejak alas kaki dengan ukuran yang sama. Profesor Hwang bilang itu membuat investigasi akan sulit.


Ji Seung memberikan ponselnya pada Joo Seok. “Sekretaris Kim?” sapa Joo Seok.


“Halo, Tuan Won Joo Seok,” sapa Sekretaris Kim.. “Senang berjumpa denganmu.”


Joo Seok: “Aku rasa kau mengenalku.”
Sek.Kim: “Aku tahu kau adalah sepupu Song Tae Gyu, Wakil Presdir Grup Jinmi. Kau akan segera lulus dari Sekolah Hukum. Kau membutuhkan nilai yang lebih bagus.”
Joo Seok: “Benar sekali. Aku tidak punya wkatu untuk ini.”


“Mayatnya sudah ditemukan. Kenapa kau meninggalkannya disana?” tanya Sekretaris Kim. Joo Seok bilang itu karena dia ingin melihatnya dari waktu ke waktu.
Flashback..


Sekretaris Kim bilang pada Ji Seung bahwa jika dia sudah tahu kelemahan Joo Seok, maka itu bisa dimanfaatkan selamanya. Ji Seung bilang Joo Seok sudah di luar kendali. “Banyak cara untuk mengendalikannya,” kata Sekretaris Kim.


Sekretaris Kim bilang Joo Seok sudah membuat masalahnya menjadi semakin rumit. “Itulah kenapa aku mengganggu Profesor Ha dan memintanya menghubungi Anda,” kata Joo Seok sambil tersenyum licik.


Ji Seung mendengarnya dan semakin khawatir.


Inspektur Woo bilang pembunuh berantai tidak mengubur korbannya terlalu dalam karena ingin bisa selalu dekat dan mengamatinya. Seol Ok bertanya apakah kasus kali ini berarti adalah pembunuh berantai. 


Ins. Woo: “Ketika fantasinya berakhir, mereka akan membunuh lagi. Itulah kenapa dia kembali ke TKP beberapa kali. Jika mayatnya belum ditemukan, dia akan semakin menikmatinya. Tapi sekarang tubuhnya sudah ditemukan.”
Seol Ok: “Dia akan membunuh lagi.”


“Dia seorang gadis yang cantik,” kata Seol Ok sangat melihat foto mayat Mi Joo. Detektif Ha bilang ia akan menangkap pelakunya dan menyuruh Seol Ok beristirahat.“Tidak. Aku ingin melihatnya ditangkap dengan mataku sendiri.


Detektif Ha bilang ia khawatir pada Seol Ok. Seol Ok bilang agar Detektif Ha tidak perlu khawatir dengan tangisannya, karena Mi Joo bahkan disiksa dan dibunuh. Dia bilang dia baik-baik saja dan menghapus air matanya.


Kopral Kong bilang Mi Joo berusaha keras melawan pelaku, karena ditemukan banyak bekas memar di tubuhnya.


Mi Joo terus berusaha melawan saat Joo Seok menyeretnya. Ia bahkan harus terlempar ke dinding dan lantai.


Seol Ok bilang Mi Joo belajar untuk ujian masuk Kepolisian, jadi ia yakin Mi Joo pasti meninggalkan bukti yang menunjukkan siapa pelakunya, misalnya cakaran kuku atau gigitan.


Saat dipojokkan ke dinding, Mi Joo menggarukkan kukunya ke leher belakang Joo Seok.


Inspektur Woo menanyakan hasil analisis forensiknya. Detektif Ha bilang ditemukan darah  dan serpihan daging di kuku Mi Joo dan hasil pemeriksaan DNA-nya dalam beberapa hari. Inspektur Woo bilang banyak bekas luka di tubuh Mi Joo.


Luka itu terjadi, karena Joo Seok terus menyeret Mi Joo.


“Sepertinya dia diseret di lantai semen,” duga Inspektur Woo. Na Ra heran, karena mayat Mi Joo ditemukan di padang ilalang. Detektif Ha menduga mungkin saja jika Mi Joo diculik dan dipindahkan. Seol Ok mengingatkan bahwa ada jejak ban mobil di TKP dan jejaknya cukup unik. Kopral Kong yakin ban itu buatan luar negeri.


Profesor Hwang menunjukkan analisisnya bahwa ban itu kualitas premium. Inspektur Woo bilang itu akan memudahkan mereka menemukan pabriknya.


Profesor Hwang bertanya apakah Inspektur Woo menduga ini adalah pembunuhan berantai. “Aku tidak pernah berkata begitu,” sanggah Inspektur Woo. Profesor Hwang memicingkan matanya curiga dan berkata bahwa temannya itu sangat gelisah, jadi kasus itu pasti pembunuhan berantai.


Prof. Hwang: “Tidak biasanya kau tertarik dalam sebuah kasus.”
Ins. Woo: “Kau agen forensik. Tidak seharusnya kau membuat kesimpulan semudah itu.”
Prof. Hwang: “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Pembunuh berantai tidak sebiasa itu.”
Ins. Woo: “Aku juga berharap ini bukan pembunuhan berantai.”


Pria bertopi rajut suruhan Sekretaris Kim muncul. Ia memakai masker dan membawa sebuah tas. Gerak-geriknya pun mencurigakan. Terlihat sebuah CCTV jalan merekam dirinya.


Advertisement


EmoticonEmoticon